Guru Besar PS : Teruskan Menulis Di Blog PS Lampung.

Fachruddin PS LampungLama sekali aku mempertimbangkan untuk menuliskan sebagian yang terpenting dari pengarahan Guru Besar PS Bang Zen ketika beliau berada di Palembang, karena sebelumnya aku sempat berfikir untuk menyudahi tulisan tulisan itu di serta menutup blog itu, lantaran aku tak mampu melihat manfaatnya bagi para senior PS, kesimpulan itu tentu saja beranjak dari bagaimana cara para senior merespon tulisan tulisan itu. Tetapi setelah kujumpa Guru Besar dan beliau secara langsung memberikan pengarahan kepadaku maka niat mengehentikan menulis di blog ini jadi kupendam dalam dalam. Setidaknya aku akan bercerita prihal pengarahan yang sangat penting itu, karena semakin aku lupakan semakin ucapan beliau terngiang ditelingaku.

Tak perlulah rasanya aku membaca keseluruhan isi blog itu apalagi Fachruddin yang menulisnya, yang aku tahu sudah puluhan tahun bergabung di PS, sudah tak terhitung lagi kita menghabiskan malam malam ketika berada di Lampung untuk membicarakan masalah PS ini, sampai aku pada kesimpulan maka pemikioran Fachruddin adalah sama saja dengan pemikioran para senior PS lainnya, kalian semua bicara tentang PS telah berada pada koridor ketauhidan akidah Islamiyah. Maka jikapun ada perbedaan perbedaan antara penulis dengan para senior PS itu adalah karena belum menemukan sistem komunikasi yang baik saja, padahal sesungguhnya kalian semua berada pada jalur yang sama, sekalipun terkesan masing masing berada pasisi yang beda.

Bang Zen bercerita, bahwa dahulu pernah datang sebuah undangan kepada Guru Besar untuk menjadi narasumber dalam suatu seminar, dan dalam seminar itu akan disandingkan dengan zseorang akademisi kenamaan, lalu Guru Besar menolak undangan itu lantaran akan terjadi kesulitan dalam berkomunikasi antara seorang senior PS dengan seorang pengamat sekalipun bila yang bersangkutan belum pernah belajar tentang PS. Karena bicara tentang PS kita tidak cukup dengan luasnya wawasan serta referensi yang dimiliki, bila tidak juga disertai pengalaman langsung membuat jurus jurus PS. Saya mentolerir perbedaan sesama senior PS yang disemangati untuk tetap berada di PS untuk lebih mendalami ilmu ilmu PS dibanding berbeda dengan pihak luar PS. Karena PS ini tidak bisa hanya dijelaskan dengan kata kata belaka, melainkan juga harus mengalami sesuatu bersama jurus jurus PS.

Sering seringlah berdiskusi bersama antar sesama orang orang yang memahami jurus PS, tetapi dalam berdiskusi itu pahamilah dahulu materi yang didiskusikan, serta kenali juga orang yang kita hadapi dalam berdiskusi. Diskusi tidak akan ada manfaatnya bila yang bersangkutan tidak memahami materi yang didiskusikan dan juga tidak mengenali orang yang dihadapi dalam berdiskusi. Apalagi belum apa apa sudah menyalahkan, belum lagi mengidentifikasi pemikiran lawan diskusi tiba tiba sudah menyalahkan dan apalagi dengan cara maki maki. Berdiskusilah kalian secara cerdas, sehingga kalian mampu memberikan solusi untuk kemajuan PS secara keseluruhan.

Demikian antara lain petunjuk Guru Besar.

Guru Besar PS Bang Zen : “Pahamilah Bahasa Ilmu PS”

Pengalaman Dan Pembelajaran Dari PS Palembang.

Fachruddin PS LampungSiapa sangka pada suatu sat saya akan menghadiri pertemuan silaturrahmi antara pengurus dan para senior PS Palembang dengan Guru Besar Bang Zen. Itu benar benar terjadi setelah saya diberitahu bahwa Guru Besar akan datang ke Palembang pada 14 Juni 2014 dan menyelenggarakan pertemuan pada malam harinya di Sekretariat PS Palembang. Terpaksa membawa kendaraan sendiri, karena hari itu adalah hari dan jam libur bagi sopir perusahaan, dengan rajin rajin bertanya dan ujung ujungnya meminta dijemput setelah masuk komplek akhirnya saya sampai juga, dan pada saat itu Bang Zen telah usai menyampaikan kata pembuka dan tiba saarnya tanya jawab.

Berbeda dengan Lampung, Saudara Saudara kita di Palembang dalam bertanya kepada  Guru Besar sangatlah vulgarnya. Tetapi itu adalah kesempatan bagi saya untuk menyerap ilmu dan pengalaman sebanyak banyaknya, tetapi pertanyaan sepelik apapun yang diajukan kepada Guru Besar dijawab oleh Guru Besar, sekalipun tidak sevulgar pertanyaannya yang diajukan. Tetapi bila saya melihat mimik wajah sipenanya memang terbersit ada kepuasan. Nampaknya apapun yang ditanyakan ternyata Guru Besar sebenarnya telah lebih dahulu mengalaminya, sehingga sejatinya itu bukan pertanyaan sulit bagi Guru Besar. Hanya sayang karena forum itu sangat terbuka, sehingga beliau menganjurkan kepada para sipenanya untuk lebih memahami bahasa bahasa ilmu PS yang tidak selalu dalam kata kata,

Pengalaman spiritual dalam menuntut ilmu PS sering disampaikan kepada yang bersangkutan dengan berbagai sinyal, dan sinyal itu sejatinya dipahami oleh yang bersangkutan walaupun dalam kenyataannya sering mengejutkan dan mengundang aneka interpretasi, itulah sebabnya maka dalam mendalami ilmu PS hendaknya disertai peningkatan ketekunan dalam beribadah sehingga kedekatan dengan Allah itu akan lebih memudahkan dalam mendalami ilmu PS ini, karena apa yang diajarkan oleh PS justeru mengacu kepada petunjuk Allah. Dekatkan diri kepada Allah, apabila kita mendatangi Allah dengan berjalan, maka Allah akan menyongsong kita dengan berlari, dan apabila kita mendekati Allah dengan berlari, maka Allah akan menyongsong kita secara lebih cepat lagi, demikian kata Bang Zen dalam menjawab sebuah pertanyaan.

Kata Guru Besar, kita harus selalu berdoa kepada Allah untuk dimudahkan dalam melihat, mendengar, memahami dan menguxapkan sampai dengan melakukan sesuatu. Tujuan PS adalah Takwa yang sebebar benarnya takwa. Untuk mencapai takwa itu ada usaha, dalam usaha harus ada strategi, dalam strategi harus ada perjuangan, dan dalam perjuangan sering menuntut pengorbanan. Maka dalam menuntut ilmu PS itu kita harus selalu berkembang, jika dahulu kitas mengenal PS adalah seperti Toyota Kijang Kotak, bukankah telah muncul Kijang Super, lalu Kijang Kapsul dan bahkan kini eranya Kijang Inova. Bagi seorang pekerja di bengkel mobil perkembangan dan perubahan mobil kijang itu sejatinya penuh dengan cerita serta sinyal sinyal yang harus dipahami oleh seorang pekerja bengkel.

Walaupiun sebenarnya subsatansinya sama, tetapi ada perkembangan bahasa dalam perubahan demi perubahan itu. Demikian juga di PS ini, sekalipun substansinya sama, tetapi bahasanya berkembang. Bahasa dan sinyal dalam mendalami ilmu PS itu sejatinya adalah memudahkan kita dalam memahami ilmu PS. Sehingga bila dengan bahasa dan sinyal itu kita mendapatkan kesulitan,. maka itu berarti kita sedang bermasalah dengan diri kita sendiri. Bisa jadi kita melihat sesuatu atau seseorang tidak seperti orang lain melihatnya, karena penglihatan itu adalah sebuah permasalahan. Ketika seorang pekerja bengkel melihat perkembangan dan perubahan di bentuk body dan mesin mobil keluaran baru, maka akan dengan cepat  Ia akan mewmahami kelebihan dan kelemahan sebuah produk baru.

Kelebihan dan kelemahan produk baru itu sebenarnya dapat dipelajari dari permasalah yang dialami baik oleh pemilik atau pengendara atau dari permasalahan mobil itu sendiri,  Bila mesin tak mau hidup maka berarti ada gangguan di bahan bakar atau pengapian, bila mobil tak mau jalan maka kita periksa perangkat yang menggerakkan roda. Bagi seorang pekerja bengkel yang mahir sesungguhnya mobil itu banyak bercerita keopada pihak bengkel, dan orang bengkel paham dengan bahasanya. Lalu orang bengkel menggunakan berbagai alat untuk mengatasi permasalahan itu dengan segala alatnya. Jangan heran ketika lat yang dihunakan yang nampak oleh kita adalah berbagai ukuran kunci, obeng, tang dan lain sebagainya, bagi kita yang tak paham mesin kita akan mempertanyakan apah alat alat itu mampu untuk mengatasi permasalahan besar yang dihadapi mobil itu.

Begitu juga dengan orang luar PS apakah mungkin jurus jurus PS itu akan mampu menyelesaikan banyak masalah yang sedang kita hadapi. Bagi seorang anggota PS dia akan paham bahwa jurus PS akan mampu membuka dan merinci permasalahan lalu juga akan diselesaikan dengan jurus jurus itu, persis setelah pekerja bengkel selesai menghadapi dan mengatasi segala macam keluhan mobil itu, maka semua akan ditutup kembali juga hanya dengan menggunakan berbagai alat seperti berbagai ukuran kunci, obeng dan tang dan seterusnya. Orang bengkel bisa mengatasi karena paham bahasa mesin dan mobil. Orang PS juga mampu menyelsaikan masalah dengan jurus jurus PS karena Ia menguasai bahasa bahasa ilmu PS. Oleh karenanya maka kuasai bahasa Ilmu PS.

Baca Juga :

Menyebar Fitnah di Facebook

Fachruddin PS LampungBelum lagi memasuki masa kampanye,  serentak ratusan ribu dan bahkan jutaan facebooker Indonesia menunjukkan rendahnya semangat membela negara, sekilas mareka  nampak seperti membela dan mendukung satu pasangan, tetapi dalam waktu yang bersamaan menyerang dan memfitnah pasangan lainnya. Begitu sebaliknya.  Untuk kita ketahui bahwa kita menyelenggarakan pilpres ini adalah dalam rangka mencari siapa putra terbaik bangsa ini untuk memimpin Indonesia lima tahun kedepan. Tetapi di FB Indonesia lalu muncul  jutaan manusia yang tak bertanggung jawab akan nasib bangsa ini dengan cara menghina dan membuka semua keburukan para calon yang hanya terdiri dari dua pasang ini. Kini lengkap sudah semua keburukan yang dimiliki oleh kedua pasang calon itu bagi konsumsi dunia. Kini masyarakat duniapun tahu bahwa tidak akan lama lagi Indonesia akan dipimpin oleh pasanga buruk yang penuh cela. Pasangan pasangan itu semula memang putra terbaik bangsa, tetapi fitnah yang disebarkan para facebooker Indonesia kitapun akan kehilangan kebanggaan ketika harus dipimpin oleh pasangan yang tak terpuji itu.

Tapi janganlah menyalahkan para pasangan calon, karena toh kita sendiri yang telah memperburuk mereka dengan mengumbar ‘aib dan menyebar fitnah, sekalipun benar karena tak ada manusia yang sempurna. Tetapi letak persoalannya sekarang adalah ‘aib dan fitnah itu tak lagi terbendungkan, semua telah diumbar,,ibarat nasi telah menjadi bubur. Benar apa kata hadits bahwa menfitnah itu sama dengan memakan bangkai saudaranya sendiri. Memang tidak terlalu banyak yang paham dengan hadits ini barangkali Ia belum pernah menjadi bahan ejekan, bahan hujatan, dihina, dicaci dan dimaki serta dicela melalui facebok, walau itu hanya sebatas di group persahabatan facebook  yang sangat mengutamakan keakraban tali silaturrahmi dengan semangat ukhuwah Islamiyah.  Alangkah risihnya ketika kita haryus dipimpin oleh orang yang telah puas kita ejek, kita hina, kita cela, kita cacui dan maki, dan kita katakan Ia dengan sekata kata. Jangankan dipimpin oleh orang yang pernah kita fitnah, kitapun akan merasa risih ketika orang yang dahulu kita hinakan dan kita anggap bodoh, ternyata dia benar, sementara kita terlanjur menyebar fitnah baginya. Kita seperti benar benar dipaksa menelan bangkai sahabat kita sendiri, risih dan sungguh risih. Dan apalagi

Insya Allah apa yang dilakukan oleh pelaksana kampanye hitam dari masing masing pendukung pasangan calon  adalah sesuatu yang tidak akan pernah dilakukan oleh para anggota PS dan apalagi oleh para seniornya. Anggota dan terlebih para senior PS memiliki kemampuan menangkap dan memahami betapa sangat merugikannya bila sekali saja mengeluarkan kata kata buruk dan apalagi memfitnah orang lain apalagi di media umum. Hasilnya adalah berkurangnya kualitas keberkahan dalam hidup kita.   Sementara berkah adalah sesuatu yang kita cari dan kejar kejar, karena keberkahan adalah unsur penting yang akan menyejahterakan dan bahkan menyelamatkan kita, bukan hanya di dunia, tetapi  juga diakherat, bukan hanya untuk diri sediri, tetapi juga untuk keluarga dan orang lain. Lalu mengapa kita harus bersusah payah merusak berkah yang sulit kita dapatkan itu.

Dengan jurus jurus PS yang didalaminya sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah itu para anggota dan terlebih senior PS sangat mampu membuktikan dan mengkoonfirmasi betapa sulitnya mendapatkan berkah, dan dengan menngunakan jurus PS juga para anggota dan senior PS memiliki kemampuan untuk memanfaatkannberkah yang berhasil dicapai, ada 99 kemungkinan kemanfaatan dari berkah yang berhasil dicapai. Dan anggota  terlebih  para senior juga tahu persis bahwa keculasan terlebih aktivitas mrmfitnah adalah  perusak berkah yang sangat dahsyat.

Baca Juga :

 

 

PS : Iman, Sehat dan Cerdas

 

Fachruddin PS LampungLatihan PS tampa target seperti yang sering disuarakan oleh beberapa otrang senior adalah keliru besar. Bagaimana mungkin seseorang kita ajak latihan PS hingga belasan dan bahkan puluhan tahun tampa menargetkan suatu manfaat yang sebenarnya potensinya besar untuk didapatkan dari PS, walaupun untuk itu selaku pelatih memang dituntut untuk banyak memberikan berbagai penjelasan dan bukan hanya penjelasan gerak dan jurus PS itu. Lebih mengherankan lagi bila ada seseorang yang sudah tergolong senior di PS justeru mengatakan bahwa yang paling baik adalah anggota yang tidak merasa mendapatkan manfaat apa apa dari berlatih PS, karena paling tidak dengan latihan PS ini seseorang akan merasakan tambahan iman, kesehatan dan kecerdasan. Keiumanan, kesehatan dan kecerdasan adalah barang mahal yang seharusnya dikejar  bukan untuk dilupakan.

Iman menuntun cara berfikir dan bersikap, bahkan berbicara dan berbuat. Kesehatan mendukung itu semua sehingga lebih banyak lagi yang mampu diperbuat, sementara kecerdasan  akan menambahkan kualitas mutu dari apa yang kita pikirkan, sikap apa yuang kita ambil dan apa yang harus kita ucapkan serta apa yang harus kita perbuat. Bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi kita juga dituntut untuk mampu memnberikan bimbingan dan arahan bagi orang lain.imal dan bahkan justeru

Betapa banyak orang orang di sekitar kita yang manakala Ia berbuat dan manakala Ia  berbicara selalu cenderung mendatangkan permasalahan, dan itu adalah merupakan gejala bahwa apa yang sedang dipikirkannya adalah sesuatu yang kurang baik dan tak terpuji.  Karena ucapan dan perbuatan memang merupakan cerminan akan pikiran dan sikap seseorang. Hanya cara cara berpikir yang keliru dan keliru pula dalam bersikap yang produktif mengucapkan kata kata yang tak layak, dan orang orang seperti itu  adalah merupakan pihak yang bermasalah dan sejatinya orang seperti itu sangat membutuhkan  bimbingan dari jurus jurus PS.

Betapa banyak orang yang sedang bermasalah bagi dirinya, dia sebenarnya sedang menderita sakit rohani, dan untuk kita ketahui bahwa seseorang yang sedang sakit rohani itu pada umumnya justeru merasa sehat wal afiat. Dan anehnya lagi justeru merasa sedang membela kebenaran. Tetapi semua orang tahu bahwa apa yang diucapkannya dan apa yang diperbuatnya dirasakan oleh orang lain sebagai sesuatu yang kurang pantas dan bahkan justeru akan menyusahkan orang lain.

Manfaatkan jurus jurus PS itu untuk membimbing mereka, jurus PS itu terdiri dari do’a, ikrar, gerak, nafas dan lafas, sedangkan intinya adalah ‘Laailaaha Illallaah’. Yang manakala kita tanamkan itu semua dengan cara yang santun, maka akan besar manfaatnya bagi para anggota kita. Tetapi manakala kita ajarkan  sesuatu yang sangat mulia itu dengan cara yang keliru, maka hasilnyapun bukan hanya sekedar tidak akan maksimal, justeru bukan tidak mungkin akan menghasilkan sesuatu yang bertentangan. Kebenaran itu harus kita sampaikan dengan cara cara yang santun, santun tersusun dan sistematis. sebuah hadits memperingatkan kepada kita semua bajhwa :  “Kebenaran yang tidak santun dan sistematis, akan dikalahkan oleh kekeliruan yang dilakukan secara santun dan sistematis” (al-hadits)

Baca Juga :

Ilmu dan Jurus PS Akan Hilang Bila Salah Memahami Corenya.

Fachruddin PS LampungIlmu dan PS ini akan hilang dari predaran bila kita salah dalam memahami corenya. Sesungguhnya core ilmu dan jurus PS adalah “Laailaaha Illallaah”  Tetapi masih banyak para anggota yang keliru memahaminya. Ada yang mengira core PS itu adalah latihan jurus, ada juga yang mengira bahwa core PS itu adalah Guru Besar dan tidak tertutup ada pemahaman keliru lainnya. Bila latihan jurus adalah sebagao corenya, maka Ia akan memandang anggota yang tidak lagi latihan adalah sebagai penghianat PS. Bila Ia mengira bahwa Guru Besar adalah sebagai Core PS maka Ia akan melokalisir ilmu PS, ilmu PS  adalah hanya apa apa yang pernah diucapkan dan dilakukan oleh Guru Besar saja. Tetapi bila Ia menganggap bahwa core PS itu adalah Laailaaha Illallaah, maka Ia hanya akan menolak apa apa yang bertentangan dengan Laailaaha Illallaah, dan akan menganggap sejalan dengan PS semua yang sejalan dengan Laailaaha Illallaah. Dalam hal ini kita harus membedakan antara Core dengan tata aturan dan struktur organisatoris di PS.

Bila kita menganggap latihan PS sebagai core, maka kita akan terjebak kepada sikap sinis kepada mereka yang jarang atau tak lagi latihan PS baik karena uzur atau alasan kesibukan atau sesuatu dan lain hal yang membuatnya sulit untuk mengikuti latihan PS secara bersama sama. Ada yang lebih berbahaya lagi adalah kita tidak lagi mau percaya kepada siapapun yang ikut membicarakan masalah PS manakala yang bersangkutan ketahuan sudah jarang latihan atau sudah lama tak pernah lagi latihan, terlepas dari apapun alasannya. Bila ini akan kita jadikan patokan maka praktis anggota PS ini semakin hari akan semakin berkuranmg secara lebih cepat, karena umur kitapun akan semakin tua dan pada satnya memang benar benar lagi tak mampu untuk membuat jurus. Maka sebelum ajal menjemput orang orang itu akan tercoret keanggotaannya dari PS.

Bila kita menganggap bahwa core ilmu PS adalah Guru Besar maka serta merta kita akan menolak apapun informasi keilmuan sekalipun bila tidak atau bukan diucapkan langsung atau dilakukan oleh Guru Besar. Dan manakala ada sesuatu yang dikait kaitkan dengan PS manakala itu bukan dari Guru Besar baik lisan atau aktivitas,  maka itu semua akan dianggap bentuk perlawanan kepada Guru Besar PS. Dan itu adalah sesuatu yang harus ditentang dan dihentikan secepat mungkin.

Sebagai organisasi maka PS ini harus membagi ke-PS-an ini setidaknya dalam dua zona, yaitu zona inti dan penyangga. Zona inti (bukan core) adalah ikrar, doa, jurus, lafas dan nafas, ini adalah kewenangan Guru Besar. sedangkan zona penyangga adalah segala sesustau di luar itu. Zona inti harus kita pertahankan bersama kemurniannya, dan hanya boleh dirubah oleh Guru Besar. sementara kita harus memberikan keleluasaan bagi siapapun untuk berkreasi di zona penyangga. Itulah wujud keutuhan kita dalam berorganisasi.

Zona inti dan Zona penyangga keduanya menggunakan core Laailaaha Illallaah, sebebas apapun kreasim kita di zona penyangga PS tidak bioleh ada yang bertentangan dengan core PS. Pelanggaran terhadap core PS tidak boleh kita biarkan sekejappun, manakala kita berikan kesempatan sesuatu yang bertentangan dengan core PS maka ancamannya adalah akan merusak PS itu sendiri. Maka kita harus bekerjasama untuk mengantisipasi berkembangnya sesuatu yang bertentangan dengan core PS di tubuh PS.

Tetapi dalam waktu yang bersamaan justeru kita juga harus berupaya mengembangkan sesuatu yang sangat sejalan dengan core PS setidaknya di zona penyanga. memberikan kesempatan untuk mengkreasikan Laailaaha Illallaah di zona penyangga justeru akan mengembangkan PS itui sendiri, sebaliknya membatasi kreatifitas di zona penyangga akan menghambat perkembangan PS. Janganlah sekali kali kita memposisikan diri sebagai penghambat perkembangan PS.

Itulah sebabnya kita tidak boleh keliru memahami core PS, manakala kita keliru memahami core PS justeru akan mengkerdilkan dan bahkan memusnahkan PS itu sendiri, karena akan kehilangan core yang sebenarnya. Ketahanan core PS hendaknya kita pertahankan sebagai ciri PS.

 

Baca Juga :

Ujicobakan Jurus 5 dan 7 Untuk Kecerdasan Otak.

 

Fachruddin PS LampungSetiap anggota PS hampir dapat dipastikan rasa takutnya denga jurus 5 (lima) dan 7 (tujuh), yaitu jurus berputar yang akan membuat kepala jadi pusing, dan kitapun akan mual dan muntah, itulah sebabnya kita sering gagal membuat kesempurnaan  jurus ini secara optimal karena hanya dalam beberapa putaran saja kita bergerak kita telah   melalaikna  aturan lainnya yang seyogyanya kita pertahankan kesempurnaannya itu hongga akhir jurus.   Sebenarnya saya ingin meminta kepada tim ujicoba PS Lampung untuk mengjicobakan dan mencermati perihal jurus yang ditakuti ini. Tetapi kami bersepakat untuk menunda segala macam bentuk ujicoba, sampai dengang gemopuran para senior reda. Para senior tidak ada yang menyetujui segala macam bentuk ujicoba, karena ujicoba itu dianggap merupakan wujud pembangkangan kepada organisasi. Menurut para senior hanya Guru besar yang boleh melakukan ujicoba. Sedangkan para anggota hanya dibolehkan berlatih dan berlatih, itu saja.  Oleh karenanya tulisan ini tidak lebih dari sebuah wacana, yang tingkat kebenaran semakin sulit untuk kita buktikan secara legal.

Padahal sekarang ini masyarakat dunia sedang berlomba untuk mencari cara bagaimana membangun dan mengaptipkan jaringan otak kita. Karena berdasarkan hasil penelitian, pada umumnya manusia itu baru memanfaatkan 3%  hingga 4%  dari otak yang diberikan kepada manusia. Sementara Allah telah menganugerahkan kepada manusia seperangkat otak yang dengan otaknya itu manusia akan mampu mengenal Allah, serta menyejahterakan dirinya dan ummat manusia lainnya. Dalam al-Quran ada disebutkan tentang kreteria manusia yang ulil albaab. Yanitu manusia yang selalu mengingat Allah dalam segala situasi. Tetapi bila manusia baru memanfaatkan sekitar 3-4% saja dari otaknya, maka berarti ada sekitar 96-97%  yang belum kita manfaatkan. Dengan demikian berarti kita ini masih belum memanfaatkan 96-07% peluang yang sebenarnya tersedia bagi kita semua untuk mengenal Allah dan mencapai kesejahteraan hidup. Ada 94-97% peluang untuk mencapai ulil Albaab yang belum teroptimalkan oleh kita semua.

Berbagai teori telah disusun oleh para penelitui dan pemikir untuk memanfaatkan peluang besar itu agar optimal. Dan tentu saja sebagai perguruan PS harus juga memiliki teori dan bahkan juga program untuk mencapai ulil albaab. Di dalam PS kita memiliki jurus jurus, dan ketahuilah bahwa dalam jurus jurus itu kita bisa merekayasa untuk tahap demi tahap mencapai kemajuan untuk pada saatnya mencapai tahap yang disebut dengan ulil albaab. Ketahuilah orang yang ulil albaab adalah orang yang memiliki kemampuan merespon pergantian siang danmalam, gelap dan terang. Memiliki kemampuan untuk merespon dalam pergantian dari tiada menjadi ada, dan menjadi tiada kembali.

Orang cerdasa dalam agama Islam adalah orang ulil albab. Orang yang ulil albaab adalah orang yang memiliki kemampuan merespon segala macam ciptaan Allah. Swt. Allah mengatakan bahwa semua ynag diciptakanNya selalu akan ada manfaatnya bagi manusia. Dan bila Ia belum mengetahui akan manfaat sesuatu yang telah diciptakan bagi manusia, maka Ia segera melaksanakan ujicoba untuk mengkonfirmasi kemanfaatan ciptaan Allah. Tampa aktivitas mengkaonfirmasi maka berarti sulit banginya mencapai ulil albaab, tidak memiliki nilai ulil albaab berarti tidak cerdas, cerdas menurut Islam.

Lalu apa hubungannya dengan jurus PS 5 dan 7, ketahuilah bahwa gerakan dua jurus itu juga memiliki kemampuan untuk membuat seseorang menjadi cerdas, asalkan dilakukan sesuatu dengan aturan sesuangguhnya, sehingga jurus dapat dilakukan secara terukur. Suatu jurus yang membutuhkan sikap dan fakus yang luar biasa, sehingga tidak bias dalam segala gerakannya, ditambah lagi dengan nafas dan lafas. Tidak percaya gunakan kemampuan anda dalam kepekaan anda dan kemampuan anda melihat lebih tajam. Bila jurus ini dilakukan dengan sempurna, maka tangan kanan anda menulis sesuatu dan dalam waktu yang bersamaan  tangan kiri anda melukis sesuatu, selesai dalam waktyu bersamaan. Apakah itu bisa dilakukan oleh para anggota PS, jawabnya bisa, bisa, bisa, Insya Allah bisa. Sungguh luar biasa.

 

Baca Juga :

Jurus PS Itu Alat Produksi

Fachruddin PS LampungBanyak anggota PS seangkatan saya, akkhir tahun 80-an, mengira bahwa jurus PS itu adalah produk final PS.  Sejak dahulu itu bertentangan dengan pendapat saya, sejak baru masuk PS saya katakan kepada teman teman seangkatan bahwa jurus PS itu alat produksi, dan kita harus membuat produk dengan jurus jurus PS. Jika jurus itu setelah diterima oleh Bang Asfan sebagai Guru Besar, jurus jurus itu telah melampaui bernagai ujicoba, hingga jurus itu dinyatakan sempurna. Bang Asfan juga yang melakukan Islamisasi jurus PS, atas saran dan arahan tiga orang ulama besar yaitu Hamka, Ali Maksum dan Ar, Fachruddin. Tetapi jurus itu bukan produk final melainkan untuk membuat produk PS, sesuai dengan kemajuan sain dan teknologi,

Dengan jurus PS kita memiliki kemampuan untuk membuat berbagai produk, dan dalam membuat produk itu tentu saja harus mempertimbangkan kebutuhan dan nilai jual, dan tentu saja juga akan mempertimbangkan segi marketing atas apa yang kita produk itu bagi ummat. Adalah sangat disesalkan manakala produk itu hanya kita peruntukkan untuk kita sendiri, demikian dahsyatnya jurus jurus PS dan kemampuannya membuat produk yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, lalu mengapa produk itu tidak kita ciptakan. Ketahuilah bahwa kita tidak mungkin dapat membuat produk yang canggih dan besar, tetapi pengalaman demi pengalaman harus kita ciptakan untuk membuat produk yang sedikit demi sedikit, lalu lama lama akan menjadi produk yang besar dan luar biasa.

Untuk merintis itu semua Pelatih di bengkel PS Lampung telah diarahkan untuk menanyakan kepada para anggota baru, tentang apa persoalan yang selama ini mengganjal, dan apa yang diharapkan dari PS.  Ketika ditanyakan seperti itu, ada diantaranya yang masuk PS sekedar menginginkan kesembuhan dari penyakit yang dideritanya bertahun tahu, ada yang berprestasi dalam study dan lain lain, itu antara lain yang didapatkan dari hasil wawancara. Lalu setelah para anggota baru ini menamatkan hingga kasaran sepuluh dan dilantik bimbinganpun akan tetap dilaksanakan. Memang adalah mnerupakan kerja keras untuk membimbing mereka, karena targetkita adalah bagaimana  agar mereka mampu melaksanakan sendiri dalam upaya mencapai keinginan mereka dalam masuk PS, yang itu sewmua harus dicapai dengan jurus jurus PS.

Seperti apa yang sering dikatakan oleh Guru Besar bahwa ‘apa yang diperbuat, itu yang kau dapat’  benar benar harus ditindaklanjuti, bukan hanya sebatas kata kata. Lalu yang bersangkutan kita arahkan untuk berbuat apa dengan jurus jurus PS itu. Dan untuk dikletahui bahwa dalam kesempatan itu juga sedapat mungkin kita juga memperbaiki sholatnya, bukan berarti kita mengajari sholat karena PS seperti komentar para senior, tetap saja sholat karena Allah, tetapi byukankah PS ini adalah gerakan dakwah. Kita juga mengarahkan agar yang bersangkutan selain membca al-Quran juga membaca literatur literatur terkait. Dengan kata lain untuk itu semua jelas berlatih jurus saja itu tidak cukup. Ini juga berarti bahwa jurus PS itu bukan produk akhir, melainkan alat untuk membuat produk.

Pelatih diharapkan untuk mencatat upaya upaya yang telah ditempuh dalam pembimbingan kepada para anggota yang ingin mencapai sesuatu dalam berlatih jurus PS, dan juiga mencatat beberapa hasil dan perkembangannya, untuk dibahas bersama Pengurus, dan bahkan Pengurus mamfasilitasi untuk terselenggaranya diseminasi atas catatan catatan yang telah disusun. Melaksanakan program ini memang membutuhkan keterlibatan banyak orang, karena tidak ada seseorang yang bisa mengetahui segalanya. Ilmu pengetahuan kita ini akan mendalam bila kita menempuh jalur spesialisasi. Bila kita berusaha menguasai semuanya, maka kemampuan kita hanya akan mencapai kulit kuylitnya saja. Dengan demikian maka berarti jurus jurus PS ini bila akan digunakan membuat produk produk sesuai dengan kebutuhan anggota, maka membutuhkan banyak orang dan banyak disiplin ilmu pengetahuan.

Dengan demikian, walaupun ujicoba jurus terkait dngan upaya upaya membuat produk tertentu untuk kepentingan anggota, berarti membutuhkan tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, sehingga selain akan memudahkan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan serta penentuan   langkah langkah yang akan ditempuh, sebagai implementasi dari apa yang dikatakan oleh Guru Besar bahwa di PS ini berlaku rumus dan prinsip ‘apa yang diperbuat itu yang didapat’. apa yang dikatakan oleh Guru Besar itu bukan menjadi alasan bagi kita semua untuk tidak dapat apa apa dalam berlatih PS.

Baca Juga :