Keterampilan Dan Bahasa Ilmu PS

Fachruddin PS LampungKuasailah bahasa Ilmu PS ! Demikian akhir sebuah penjelasan yang disampaikan  langsung oleh Guru Besar PS Bang Zen kepada para anggota PS Palembang setelah menjawab beberapa pertanyuaan terkait dengan berbagai keterampilan yang telah mampu dicapai oleh para anggota PS Palembang beberapa bulan yang lalu. Sungguh keterampilan dan mulai dari keterampilan dasar PS itu harus sejalan dengan penguasaan bahasa ilmu PS, sehingga apa yang terjadi, apa yang dilihat itu semua dapat difahami. Lalu darimana kita memiliki kemampuan memahami dan mengerti bahasa ilmu PS itu>, Yaitu dariu pemahaman kita sangat memadai tentang agama Islam, karena semua ilmu PS adalah berlandaskan ilmu abama Islam.

Keterampilan di PS harus disertai dengan pemahan ilmu Agama Islam, manakala tidak maka keterampilan itu nyaris tak ada manfaatnya, atau kalaupun dimanfaatkan akan tidak maksimal dan bahkan bisa kesasar. Semakin tinggi jurus yang kita ampu, semakin banyak keterampilan yang bisa kita kuasai, maka mutlak semakin dalam ilmu agama kita. Dengan pemahaman terhadap ilmu agama yang mendalam maka semakin banyak hal yang mampu kta jelaskan segal sesuatu yang terjadi terkait pelaksanaan jurus jurus dan berbagai keterampilan PS.

Sebagaimana sering dikatakan oleh Guru Besar bahwa PS ini adalah tuntunan, untuk menuntun para anggota dan bahkan ummat manusia menuju keselamatan serta kesejahteraan. Artinya jurus PS adalah untuk menuntun ke jalan yang benar dan juga untuk menuntun mencapai kesejahteraan dalam hidup baik di dunia maupun diakhirat. Banyak keterampilan yang kita dapatkan dari PS tetapi kita memiliki pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam maka maka kita tidak akan mampu menjelaskan kepada orang lain, jangankan menjelaskan kepada orang lain kitapun akan sulit memahaminya. Dalam wakru yang bersamaan memiliki keterampilan dari PS tidak memliki pemahaman yang memadai tentang agama Islam, yakinlah bahwa keterampilan itu tidak akan berkembang tampa berupaya mendalami ajaran agama Islam.

Islam mengajarkan bahwa ilmu itu harus kita amalkan, amal tampa ilmu adalah buta, dan ilmu tampa amal adal;ah lumpuh. Latihan jurus jurus PS yang diciptakan oleh Bang Asfan dan kawan kawan sebagai asistennya adalah upaya untuk mencegah agar ummat Islam tidak buta dan ummat Islam tidak lumpuh. Ummat islam harus memiliki kemampuan untuk melakukan atau sesuatu terkait kondisi ummat Islam, ummat Islam tidak boleh tinggal diam atas situasi yang sangat tidak menguntungkan bagi ummat Islam itu sendiri.

Dan Allah juga berfirman bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib sebuah kolektifita bila individualitanya tidak berusaha merubah nasibnya. Oleh karenanya maka perjuangan PS adalah bagaimana caranya menciptakan manusia mansuia sebagai individu yang selalku berusaha memperbaiki keadaan, sehingga Tuhanpun berkenan untuk merubah keadaan yang akan membawa ummat menuju perbaikan. Perbanyak keterampilan dan kuasai bhahasa PS, sehingga anda akan mampu berbuat sesuatu untuk ummat.  Itulah perjuangan PS yang sesuangguhnya.

Jumpa Guru Besar Apa Yang Harus Kita Laporkan, Sebagai Pertanggungjawaban Kita.

Fachruddin PS LampungSeorang senior PS Palembang bercerita kepada Bang Zen selaku Guru Besar PS, bahwa keterampilan dasar yang diraihnya selain karena rajin berlatih dan memplopori latihan secara rutin bagi anggota PS Palembang, dia juga memplopori para tetangganya untuk sholat berjama’ah. Untuk itu dia paksakan benar kehadirannya di surau yang mereka bangun bersama itu utamanya untuk sholat maghrib, isya dan subuh, serta waktu sholat yang lain tentunya, dipaksakan dirinya untuk datang jauh sebelum waktu sholat, agar para tetangga merasa yakin bahwa di surau sudah ada teman untuk sholat berjama’ah. Nampaknya senior kita ini sangat menginginkan agar surau yang merka bangun bersama sama itu menjadi surau yang makmur, alhamdulillah usaha itu tidaklah sia sia. Dalam mengajak dia tak pernah kendur, walau memang kadang kala ada rasa kecewa ketika ajakannya tak digubris.

Tidak jarang Ia sholat sendirian utamanya subuh, Dia yang menghidupkan pengeras suara, Dia yang Azan, Dia yang Komat, Dia yang imam dan dia pula yang makmum, namun demikian cintanya kepada jama’ahnya tak pernah luntur. Belakangan baru dia sadar bahwa sejatinya dia tak pernah sholat sendirian, semula itu tampak olehnya secara samar samar, tetapi semakin hari semakin jelas, semakin jelas, sampai dia yakin benar bahwa dia tidak sholat sendirian. Namun dia tidak mau berkomunikasi dengan para makmumnya itu karena dia menyadari mereka berada pada dimensi yang lain, dan persamaanya hanyalah mendapat perintah dari Allah, “Tidak Kujadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”  Sejak itulah dia mendapatkan keterampilan dasar PS itu.

Saya menyimak dengan seksama dialog ini, dan sejatinya menunggu ada dialog  atau cerita lebih lanjut, yaitu bagaimana dia berusaha memanfaatkan keterampilan dasar PS itu untuk kesejahteraan dan kemajuan peradaban para anggota lainnya. Dan juga melaporkan kepada Guru Besar apa yang telah diperbuatnya baik bagi PS maupun di luar PS dengan memanfaatkan jurus jurus PS sesuai dengan ketinggian jurus yang diampunya. Bagi Mahdi harus melaporkan usaha clinics jurus untuk para tikahan, halusan dan kasaran. Bagi pengampu Syahbandar hendaknya melaporkan bagaimana memanfaatkan jurus jurus PS untuk kepentingan sosial, menyelesaikan prioblema sosial masyarakat. Sedangkan bagi Payung Rasul semua itu dibicarakan secara keseluruhan dengan menjadikan al-Quran sebagai sandaran.  Saya berharap dengan mendengar dialog itu selain saya bisa menebak nebak jurus apa gerangan yang telah diampunya, dan yang paling penting adalah menambah wawasan serta ilmu pendalaman ilmu PS yang sangat dahsyat ini.

Para senior hendaknya memanfaatkan waktu jumpa Guru Besar untuk melaporkan segala sesuatunya kepada Guru Besar, yang kesemuanya terkait jurus PS. Andaikan jumlah anggota pengampu Mahdi, Syahbandar dan Payunmg Rasul, maka pada saat melapor hendaknya dihadiri secara bersama, sehingga ketika ada petunjuk maka kita menerimanya secara mutawatir bersama sama, sebelum melapor maka sebaiknya masing masing tingkatan memebentuk  majelis terlebih dahulu, kecuali baru seorang diri yang mengampu jurus itu, jadi dengan demikian maka harus ada Majelis Mahdi, Majelis Syahbandar dan Majelis Payung Rasul, diskusikanlah bersama sama baru dilaporkan dan meminta petunjuk Guru Besar.  Tentu saja yang harus kita laporkan adalah tentang permasalahan yang timbul, temuan baru, upaya upaya ujicoba, keberhasilan ujicoba serta kegagalan dalam ujicoba. Nanti kita akan mendengar bersama saran dari Guru Besar, mana yang harus diteruskan, mana yang harus dihentikan, atau ada petunjuk petunjuk lainnya dari Guru Besar.

Demikian barangkali setidaknya apa seharusnya yang kita persiapkan ketika menyambut guru Besar datang ke Cabang, pada kedatangan berikutnya kita sendiri yang akan membnuat naik kelas, yaitu naiknya kualitas pelaporan kita dengan melaksanakan berbagai petunjuk Guru Besar, semua petuah Guru besar harus kita selesaikan sebelum kunjungan berikutnya, sehingga pada kunjungan berikutnya itu kita telah siap untuk mendapatkan petunjuk petunjuk yang baru lagi

Palembang 19 Oktober 2014

Baca Juga :

Pertemukan ilmu PS Dengan Ilmu Yang Lain

Fachruddin PS LampungKetika di Palembang beberapa bulan yanmh lalu Guru Besar PS Bang Zen dalam menjawab pertanyaan beberapa orang penanya yang kurang memahami dengan apa yang dilihatnya ketika jurus PS dilakukan sesuai bagi peruntukannya, maka Guru Besar mengatakan “Pahamilah Bahasa Ilmu PS” . Maka tugas para asenior sekalian selain memperdalam bahasa ilmu PS juga harus memlihara ilmu PS itu sendiri. Jika dalam kaidah ilmu pengetahuan untuk mengmbangkan suatu ilnmu maka hatrus dicari dan diidentifikiasi apa hubungan ilmu itu dengan ilmu yang lain. Lalu cari pula apa kelebihan ilmu itu dengan ilmu yang lain, lalu juga harus diuraikan apa manfaat ilmu ilmu itu dikembangkan bagi masyarakat. Itu semua adalah merupakan kewajiban bagi para intelektual yang mengembangkan ilmu itu, dalam berbagai statusnya, yaitu senior, pelatih dan pengurus.

Ditangan para senior, pelatig dan pengurus inilah masa depan ilmu PS akan berkembang. mengembangkan ilmu PS itu adalah mutlak adanya. Marilah kita mengaca kepada perkembangan agama Islam. Pada awalnya agama Islam diajarkan oleh Rasulullah kepada para pengikutnya, maka para pengikutnya menerima apa adanya, bila dikatakan haram ya haram, bila dikatakan wajib ya wajib, dan para pengikutnya tinggal mengikutinya saja dan tidak membutuhkan keterangan lebih lanjut. Tetapi belakangan, pulhan hingga ratus tahun kemudian muncul berbagai ilmu untuk memudahkan memahami ajaran Islam.

Untuk memahami ajaran Islam tentang ketuhanan maka muncullah ilmu kalam, yaitu ilmu ilmu yang mempelajari makna dari kata kata dan kalimat yang dikeluarkan Allah, lalu ilmu itu berkembang menjadi ilmu tauhid, dan bahkan belakangan muncullah bagian bagian dari ilmu itu, ada tauhid rububiyah, da tauhid uluhiyah dan lain lain. Untuk memahami hukum hukum Islam belakangan baru muncul ilmu fikih, untuk memahami lebih dalam dan lebih spesifikasi lagi maka kelompk fikihpun menjadi bermacam, ada fikih ibadah, ada fikih mua’amalah dan lain sebagainya. Untuk memahami dan mendalami al-Quran muncul ulumul Quran, yang membahas segala sesuatunya terkait al-Quran. Lalu muncul juga ilmu hadits, mustaklahul hadits, untuk lebih memahami  hadits. Jadi menganut agama Islam itu tidak statis dan bahkan mengalami berbagai perkembangan.

Anggota PS-pun tidak boleh statis dalam mengikuti pelatihan PS, dia harus mendalami ilmu PS, sementara para senior, pelatih dan pengurus PS berkewajiban mengembangkan ilmu PS. Ilmu PS dapat dikembangkan dengan cara mempraktekkan jurus jurus PS bagi kehidupan sehari hari, jangan mengira bila telah mengikuti pelatihan PS dengan komando kanan depan, kiiri depan maka selesai sudah segalanya, belum …. !, kita harus mempraktekkan jurus jurus itu dalam kehidupan sehari hari, dan untuk itu maka ujicoba adalah merupakan medianya.

Dengan ujicoba maka kita akan mengetahui apakah kita teklah memenuhi standar kompetensi apakah belum, dengan ujicoba pula kita akan memiliki kemampuan mengembangkan ilmu PS, akan memiliki kemampuan mengkaitkan ilmu PS dengan ilmu ilmu yang lain, kita akan mengetahui apa hubungannya antara ilmu PS bagi ilmu yang lain, kita juga akan mengetahuio ilmu apa saja yang dibutuhkan dalam rangka mengembangkan ilmu PS, dan kita juga mengetahui apa peran ilmu PS ini bagi keselamatan dan kesejahteraan ummat.

Dengan demikian maka berarti adalah keliru mereka yang mengatakan bahwa ujicoba jurus PS adalah merupakan wujud penghianatan bagi PS dan Guru Besar, Munculnya ilmu tauhid bukan dalam rangka menidakkan Tuhan, tetapi adalah untuk lebih memahami keberadaan dan keesaan Allah SWT. Munculnya ulumul Quran adalah untuk lebih memahami al-Quran dari berbagai aspeknya, Munculnya ilmu mustahul hadits bukanlah untuk menghapus hadits haditas yang ada, melainkan untuk mendalami tentang hadits itu sendiri, dan masih banyak lagi.

Bagi seorang anggota PS maka dia dituntut untuk mampu melihat dan memamndang PS itu dari berbagai aspeknya, sehingga dalam menerapkan juris PS dalam kehidupan sehari hari akan lebih aplikatif dan fungsional. Ketahuilah bahwa jurus PS bukan hanya sekedar jurus untuk mencari keringat, lelah, lalu ingat kepada Allah. Jurus PS memiliki makna yang jauh lebih dalam dan jauh lebih bermutu bagi jhidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Insya Allah.

Lubuk Linggau, 17 Oktober 2014

Baca Juga :

Kuantitasisasi Hasil Ujicoba Jurus PS.

Fachruddin PS LampungSeperti apa yang dikatakan oleh Bang Zen sebagai Guru Besar PS bahwa dahulu Bang Asfan pernah melarang Pengurus PS Yojyakarta untuk menjadi narasumber dalam sebuah seminar yang menurut rencana panitia narasumber dari PS akan berdampingan dengan seorang akademisi sebagai narasumber pembanding. Bang Asfan melarang karena kedua narasumber nanti kenyataannya akan beranjak dari sisi yang berbeda. Narasumber PS nantinya akan bicara normatif kuantitatif, sementara narasumber pembanding menuntut bicara aplikatif  kuantitatif. Audien akan berpegang kepada informasi yang mudah tertangkap secara inderawi.

Itu artinya ada terjadi gap antara ilmu PS dengan dunia akademis, dan itu tidak boleh selamanya terjadi, pada suatu saat kita harus mampu merubah data data kalitatip itu menjadi data kuantitatif yang teranalisis dengan menempuh cara cara yang lazim di dunia penelitian. Tetapi untuk menuju kesana PS harus telah mengujicobakan jurus jurusnya  dengan ujicoba itu maka data yang didapatkan akan terakumulasi dan dengan sendirinya data data yang sangat mencukup itu dapat dianalisis secara kualititatip. Tetapi manakala kita memang tidak pernah ujicoba maka pengertian pengertian yang kita kumpulkan hanya sebatas data kualitatif yang sulit dikomunikasikan  secara empiris.

Data data itu akan terakumulasi dari proses ujicoba yang dilaksanakan satu persatu, sedikit demi sedikit. Ujicoba itu sebenarnya dapat dilakukan secara rekayasa, selama ini semuanya berjalan secara alami. Sesuatu dilakukan seperti penuh keterpaksaan karena dipaksa oleh keadaan, sehingga  terpaksa menggunmakan jurus untuk mengatasinya, dan bahkan hasil usaha itu sengaja ditutup tuitupi karena untuk menghindari ria, kesombongan dan lain sebagainya. Barangkali sikap seperti inilah antara lain yang bisa kita anggap keliru bila terjadi dilingkungan sebuah perguruan yang sedang mengembangkan sebuah ilmu seperti PS ini.

Pengalaman dan keberhasil adalah sesuatu yang harus kita kumpulkan untuk diketahui oleh para anggota, sehingga para anggota memiliki pegangan dalam melakukan sesuatu manakala ada pristiwa yang sama atau mirip. Semakin banyak pengalaman yang dikumpulkan maka semakin banyak pula data yang kita miliki, dan data data tersebutlah yang dapat dijadikan data kuantitatif  yang akan dengan mudah kita pahami secara inderawi.

Dalam waktu yang bersamaan maka jurus jurus PS bukanlah sesuatu yang menggantung di awang awang, tetapi merupakan sesuatu yang historical sifatnya. Tentu saja ini juga belajar dari al-Quran, bila kita mendalami ‘Ulumul al-Quran’  maka ayat ayat muhkamat indroktinatippun memiliki asbabun nuzulnya, Jadi apa yang ditulis dalam al-Quran semuanya memiliki dasar historis yang menguatkan dan bukan sekedar sesuatu yang narmatif belaka. Ajaran ajaran dalam al-Quran bukan sesuatu yang a hystoris. Maka demikian hendaknya di lingkunag PS-pun maka peruntukan peruntukan jurus itu bukan pula a hystoris, tetapi adalah sesuatu yang telah melalui ujicoba, bukan hanya ujicoba yang dahulu dilakukan oleh Guru Besar bersama  para asistennya tetapi ujicoba itu telah juga ditindaklanjuti dengan cara mengkoomfirmasi peruntulkan jurus bagi generasi kita sekarang sebagai pelanjutnya.

Dan dengan banyaknya ujicoba komfirmasi oleh anggota PS generasi sekarang maka hasilpun jauh lebih banyak dan lebih luas dan bahkan lebih mendalam, seperti apa yang tertulis dalam al-Quran bahwa kita yang sekarang harus lebih baik dari mereka yang dahulu (al-Akhiiru khoirul laka minal uula)  Hari ini harus lebih baik dari yang kemarin, bila sama dengan yang kemarin maka berarti rugi dan bila lebih jelek dari yang kemarin maka kita semua adalah laknat (al-Hadits)

Palembang,  Oktober 2014

Baca Juga :

Jangan Menghapus Eksistensi Ilmu PS Dengan Sikap Yang Salah

EKSISTENSI ILMU PS ADA DI TANGAN PARA SENIOR.

Fachruddin PS LampungKodrat alam adalah perkembangan dan perubahan, maka ilmu PS itu akan bertentangan  dengan kodratnya manakala tidak memiliki kemampuan untuk berkembang dan berubah menurut kemajuan zaman utamanya dibidang sain dan teknologi. Eksistensi PS itu akan sangat tergantung atas kemampuannya menyesuaikan diri dengan perkembangan sain dan teknologi, itulah sebabnya maka kemampuan itu berada di tangan para intelektual PS.

Ilmu PS dikatakan eksis manakala ilmu itu ternyata memiliki kemampuan menyelesaikan berbagai hal sejalan dengan kemajuan dan perkembangan sain dan teknologi, sebaliknya dianggap tidak eksis manakala tidak terbukti mampu menyelsaikan berbagai permasalahan yang muncul ditengah tengah kemajuan sain dan teknologi yang cukup pesat ini.

Untuk itu dibutuhkan upaya upaya ujicoba dalam usaha menjawab tantangan atau permasalahan yang muncul sejalan dengan kemajuan dan perkembangan sain dan teknologi masa kini. Tradisi ujicoba itu memang harus dilaksanakan sejak menyandang Mahdi, khususnya untuk memperbaiki kekeliruan jurus yang dibuat oleh para anggota sehingga tidak memiliki efek apapun dari jurus yang dibuat. Sementara pengampu Syahbandar mengujicobakan penyelesaian permasalahan sosial dalam kehidupan sehari hari.

Tidaklah perlu merubah jurus, atau merubah sistem pernafasan, atau merubah do’a, karena apa yang ada dan pernah diajarkan oleh Guru Besar langsung atau melalui para asistennya belum lagi diujicobakan. Dan yang lebih penting lagi untuk diketahui bukanlah tugas para anggota untuk melakukan perubahan hal tersebut di atas.Perubahan itu adalah kewenangan Guru Besar. Kita hanya mengujicobakannya untuk kita sesama anggota.  Manakala kita sudah melakukan ujicoba, maka akan kita ketahui dengan segera apakah jurus yang selama ini kita buat apakah sudah sesuai dengan apa yang diajarkan sehingga memiliki kemampuan mencapai maksdu dan tujuan jurus itu dibuat sesuai dengan peruntukannya.

Perlu kita ketahui bahwa peruntukan jurus itu ternyata tidak semata sebatas dari apa yang pernah dijelaskan, dan ketahuilah bahwa peruntukannya jauh lebih banyak yang belum terucapkan dan apalagi terujicobakan oleh para senior kita. Oleh karenanya para senior sejatinya harus selalu melakukan ujicoba terhadap berbagai tantangan yang muncul. Sehingga kegunaan jurus PS adalah merupakan sebuah realitas keseharian bagi kita semua dan bagi ummat Islam, dan pada saatnya adalah bangi Bangsa dan Negara.

Sebagai contoh misal, dahulu ketika ada seorang pejabat yang mengatakan bahwa “Walaupun kita sholat seribu rekaat tuhan tidak akan memberikan rejeki kepada kita” yang dimaksud oleh pejabat yang bersangkutan adalah bahwa sholat tidak kaitannya dengan rejeki yang setiap hari kita kejar kejar itu. Tentu saja pejabat yang bersangkutan itu mengatakan ini disertai dengan bukti bukti empiris untuk memperkuat argumennya. Bila mendengar ada orang yang berkata senada ini maka adalah merupakan kewajiban sebagai senior untuk mengujicobakan jurus jurus PS untuk melakukan penelitian dan atau ujicoba mencari korelasi antara sholat dengan rejeki.

Ingatlah hahwa jurus jurus PS adalah sebagai alat (‘bukan tujuan’) kita pertajam jurus jurus kita untuk dapat dijadikan alat untuk mengetahui sejauh mana korelasi antara sholat dengan rejeki itu. Apalagi diajarkan manakala mengharap rejeki yang banyak untuk menopang kehidupan dan perjuangan kita maka kita diajarkan untuk sholat dhuha. Maka laksanakanlah sholat dhuha dan telitilah dengan jurus PS apa sebenarnya yang terjadi setelah sholat dhuha itu dilaksanakan.

Kalau orang yang menetang adanya korelasi antara rejeki dengan sholat dhuha, maka bagi kita sebagai Muslim yang mempertahankan adanya korelasi antara rejeki dan sholat dhuha juga harus memiliki kemampuan untuk menunjukkan bukti bukti empiris bahwa. Para anggota PS dengan jurus jurus PS itu memiliki kemampuan luar biasa untuk menunjukkan bykti bykti empiris yang maha dahsyat dan tak terbantahkan. Dengan ujicoba ityu kita telah memperbanyak bukti empirik yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan jurus PS.

Banyak hal yang mampu diteliti dengan jurus jurus PS terkait hajat hidup serta kehidupan secara lebih luas lagi. Adalah sangat disayangkan bagi para senior yang telah mengampu jurus jurus PS yang demikian tinggi, tetapi belum sama sekali digunakan untuk melakukan ujicoba guna meneliti berbagai hal untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sejalan dengan kemajuan sain dan teknologi. Manakala tidak maka ditangan kita jurus PS telah kita gunakan untuk menetang kodrat serta memusnahkan eksistensi PS itu sendiri.  Wallohua’lam bishowab.

Baca Juga :

Ilmu PS Tak Bertepi.

Fachruddin PS LampungIlmu PS tak bertepi ?.  Tanya seorang teman.

Ya … tak bertepi ! jawabku lantang dengan segala hormat.

Maka kami berduapun berdiskusi cukup lama sehingga penat rasanya memegang telepon celuler walau ringan adanya. Sahabat itu mengatakan bahwa dia telah membaca sebagian dari tulisan di Blog PS Lampung, tetapi setelah direnungnya ternyata banyak sekali bahasan yang belum aku dengar langsung dari Bang Asfan alm dahulu semasa Ia aktif beratih, begitu juga dengan Bang Zen sekalipun tak setiap kali datang ke Lampung sempat ditemuinya. Lalu apa dasar anda menulis di blog itu, tanyanya cemas.

Saya mengatakan bahwa inti segala inti ilmu PS itu adalah “Laailaaha Illallaah” maka semua yang sejalan dengan Laailaaha Illallah maka akan sejalan dengan ilmu PS sementara semua yang tidak sejalan dengan Laailaha Illallah maka akan bertentangan dengan ilmu PS. Itu pula sebabnya maka Bang Zen selaku Guru Besar mengatakan langsung kepadaku “Teruskan Menulis di Blog PS Lampung” karena saya yakin tulisan tulisan anda tidak akan keluar dari koridor PS yaitu koridor tauhid. Karena selama ini ketia telah banyak berbicara bersama dan pembicaraan belum pernah keluar dari koridor tauhid yang juga koridor PS yang berintikan Laailaaha Illallah.

Ada sejumlah senior yang menyatakan bertentangan dengan apa apa yang saya tuliskan di Blog PS Lampung dan bahkan isi blog dihimbau untuk dihapus saja dan tidak menulis lagi tentang PS. Hal ini sangat mungkin akan terjadi manakala slah satu diantara kami yang masih berseberangan itu masih menetapkan bukan Lailaaha Illallah sebagai core nya. Saya berharap pertentangan ini akan berakhir dengan sendirinya setelah masing masing memiliki kesepahaman bahwa Core ilmu PS adalah Lailaaha Illallaah. Dan dengan demikian berarti kami telah seoring sejalan.

Dengan Laailaaha Illallah maka ilmu PS itu sangatlah luasnya, bagaikan tak bertepi, ilmu PS itu tidak dibatasi oleh jurus jurus yang diajarkan oleh PS serta peruntukannya yang telah diterangkan oleh Guru Besar, sejatinya ilmu PS itu jauh lebih luas dari itu dan itu akan dicapai dengan tingkat kedekatan dengan Allah, itulah sebabnya Bang Asfan dan Bang Zen selaku Guru Besar sering sekali mengatakan bahwa guru besar PS yang sebenarnya adalah Al-Quran. Sementara kami ini hanya penyampai belaka. Itulah pula sebabnya Bang Zen juga mempertegas bahwa sesuatu yang masih dalam koridor al-Quran maka berarti juga dalam koridor PS. Menuntut ilmu PS yang sebenarnya berarti sedang melakukan study al-Quran.

Tidaklah seseorang anggota PS dikatakan mendalami ilmu PS jika tidak melakukan pendalaman ilmu Al-Qurannya. Mendalami ilmu PS itu sejatinya adalah salah satu cara untuk mendalami al-Quran dan memperluas wawasan kita tentang ilmu al-Quran. Memang ilmu PS itu belum termasuk daslam lingkup ‘Ulumul Quran” tetapi ilmu PS memiliki kedahsyatan tersendiri dalam melakukan study al-Quran.

Katahuilah bahwa tugas ilmu PS untuk membedah ilmu al-Quran itu belum terlalu banyak dilakukan, karena para senior mengira mereka tidak diperbolehkan melakukan ujicoba, padahal gunanya jurus jurus itu adalah merupakan media untuk mengujicobakan kebenaran isi al-Quran. Selaku anggota senior dalam PS anda pasti tahu sebenarapa jurus jurus PS yang anda ampu sekarang  itu telah anda gunakan untuk konfirmasi guna menunjukkan kepada orang lain bahwa al-Quran itu benar adanya.

Itulah sebabnya kita bersama perlu untuk saling mendorong dalam melakukan ujicoba ujicoba jurus PS. Memang tidak mngkin kita mampu melakukannya sekaligus, tidak mungkin. Tetapi dengan segala keikhlasan bukankah kita memiliki kemampuan untuk melakukannya sedkikit demi sedikit, sesuai dengan jurus yang kita ampu maka itu merupakan gambaran bahwa kita mampu menunjukkan kebenaran al-Quran dengan ilmu PS. Dan jurus kita yang sebenarnya kita ampu sejatinya seberepa luas dan dalamnya kebenaran al-Quran yang berhasil kita telusuri. Itulah sebabnya maka ilmu PS itu menjadi tidak bertepi.

Baca Juga :

Ilmu Qurannya PS sangat Dahsyat.

Fachruddin PS LampungSeorang teman yang juga anggota PS diujung telepon tertawa terbahak bahak setelah membaca tulisan di di blog PS Lampung dengan anak judul di tangan Pengampu Payung Rasul berhasil tidaknya PS menciptakan Generasi Qurani. Di tengah tawanya yang tak tertahankan Ia mengatakan bahwa selama Ia aktif latihan PS … tak pernah Ia merasa diajari PS cara membaca al-Quran, apalagi ilmu Quran lainnya.

Terpaksa saya menunggu beberapa saat hingga tawanya reda dan tak lagi ada yang perlu dia sampaikan kepadaku. Baru aku jelaskan beberapa hal terkait PS dan Al-Quran.

Maaf kata saya dengan berusaha sesopan mungkin, karena lawan saya bicara kali ini telah lama menyandang gelar ustadz dari masyarakat, dan gelar itu telah disandangnya ketika Ia pertama masuk PS. Mungkin anda termasuk anggota yang berlatih jurus PS hanya untuk berlatih dan tidak menuntut kompetensi apapun terhadap ketinggian jurus yang telah anda ampu.

Jangan jangan anda juga menganggap latihan jurus PS adalah merupakan corenya PS, sehingga anda menganggap latihan jurus PS adalah merupakan final goalnya PS. Jika memang itu yang terjadi berarti anda tidak sendirian, karena banyak diantara anggota yang seperti itu.

PS sejatinya selain menggunakan ilmu al-Quran yang tergabung dalam “Ulumul Quran”  juga memiliki kajian tersendiri tentang al-Quran, yaitu dengan  menggunakan bahasa ilmu PS. Sayang masih banyak para anggota PS yang belum menguasai bahasa secara mendalam tentang  ilmu PS sehingga ilmu PS semakin sulit dikembangkan dengan bahasa ilmu PS, kecuali sesama anggota PS yang memahami bahasa ilmu PS.  Padahal dengan bahasa bahasa ilmu PS banyak benar isi al-Qurtan yang mampu dibedah. Dengan menguasai bahasa ilmu PS seorang senior akan memahami apa yang terjadi ketika seseorang membaca al-Quran dan apa pula yang terjadi ketika seseorang mendengarkan orang lain membaca al-Quran dengan hidmat.

Para senior PS dengan memiliki pemahaman ilmu PS memiliki kemampuan dan bahkan sangat  pandai membedakan mana mana anggotanya yang rajin membaca al-Quran dan yang mana pula yang jarang membaca al-Quran. Hanya dengan memahami bahasa ilmu PS itu maka para anggota PS benar benar akan merasakan betapa bergetarnya hati ketika disebutkan Asma Allah. Sayang ilmu PS ini baru dapat efektif ketika dibahas dan didiskusikan oleh sesama anggota PS, dan sangat sulit untuk didiskusikan dengan orang yang tidak mempelajari dan mendalami ilmu PS.

Itulah sebabnya maka Guru Besar sangat gembira hatinya ketika beliau mendengar kabar bahwa sering terjadi diskusi antar sesama anggota PS terhadap tulisan tulisan di Blog Prana Sakti Lampung. Sering seringlah kalian berdiskusi kata Bang Zen selaku Guru Besar karena ilmu PS ini hanya akan efektif untuk dibicarakan sesama anggota. Setiap anggota PS memiliki peluang yang sama besar untuk memiliki pemahaman tentang segala sesuatunya mengenai al-Quran

Gunakanlah semaksimal mungkin bahasa bahasa ilmu PS itu untuk mengkanfirmasi segala macam petunjuk alquran, dan hasilnya dalam hal hal tertentu dapat dipastikan jauh akan lebih dahsyat di banding ilmu ilmu yang tergabung dalam “ulumul Quran” yang biasa. Sekalipun apara anggota PS hanya memiliki pemahaman tentang “Ulumul Quran” hanya secara standar saja, tetapi dengan menguasai bahasa ilmu PS mereka akan tahu persis karena mereka memiliki kemampuan untuk melihat langsung manakala al-Quran di langgar, demikian juga sebaliknya ketika kita mematuhi ajaran al-Quran.

Dengan bahasa ilmu PS seseorang anggota akan tahu persis apa yang terjadi ketika seseorang meminum hamar yang dilarang oleh al-Quran itu, demikian dengan pelanggaran pelanggaran lainnya, yang sering dianggap pelanggaran biasa. Atau kepatuhan biasa, maka di mata para anggota PS maka kepatuhan dan pelanggaran itu sejatinya adalah luar biasa. Wallohua’lam bishowab.

Baca Juga :