Tak Perlu merubah Jurus PS

Fachruddin PS LampungSaya tidak setuju bila ada pihak pihak yang akan merubah jurus PS. Jangankan merubah jurus, merubah kuda kudapun saya tidak setuju. Apakah jurus ini sudah final .. ? Tidak juga, saya yakin masih bisa dioptimalkan. Lalu mengapa saya tidak setuju untuk merubah jurus, alasan saya sederhana saja. Yaitu karena belum seluruh peruntukan jurus itu dikonfirmasi oleh para anggota. Sebagian besar anggota tidak pernah mengkonfirmasi jurus, lalu apanya yang akan dirubah. Bagaimana pungkin akan dirubah oleh pihak pihak  yang standar minimal saja belummampu dicapainya.

Konfirmasi saja dulu peruntukan peruntukan jurus yang ada, pengampu Mahdi mampu dulu menertibkan jurus jurus yang ada asehingga memiliki kesamaan pemahaman dan bobot jurus secara standar, sehingga memiliki pemahaman dan kemampuan konfirmasi yang sama, katakan dengan skort dari x hingga y. Para pengampu Syahbandar mampu melakukan ujicoba terkait dengan memanfaatan jurus dalam masalah dan problema sosial. Lalu pengampu Payung Rasul melaksanakan koordinasi ujicoba baik yang diselenggarakan oleh pengampu Mahdi maupun Syahbandar, serta memperkuatnya dengan pendekatan qurani. Itu standar minimalnya.

Lalu bagaimana mungkin ada pihak pihak yang memiliki kemampuan untuk memperbaiki atau meningkatkan menjadi lebih baik sedang standar saja belum dicapainya. Kita butuh kejujuran berapa persen sih yang telah menyandang jurus tertentu dan mencapai standar kompetensi yang minimal saja. Memang ini belum menjadi pemahaman yang merata, Tugas kita sekarang adalah bagaimana caranya agar para anggota itu memiliki keseimbangan antara jurus yang diampu dan kompetensi yang tercapai. atau dimiliki. Selama ini kita banyak berlindung dibalik kata kata manis untuk membenarkan ketidakmampuan mencapai standar minimal.

Memang sangat sulit kita akan mencapai kesepakatan, sehingga besar kemungkinan kita bisa terjebak seperti mengukur rekor  prestasi muri. Artinya bahwa dari waktu ke waktu prestasi itu sebenarnya bisa selalu meningkat. Artinya bisa saja pada suatu saat seorang anggota dalam posisi mengampu jurus tertentu mencapai kompetrensi tertentu, tetapi pada saat mendatang dengan jurus sama prestasinya lebih tinggi lagi seperti rekor muri. Pada saat itu terjadilah perubahan yang berlangsung secara natural.

Kita butuh kejujuran dengan mengukur diri sendiri, apakah jurus yang kita ampu sudah sejalan dengan kompetensi yang harus kita miliki, baru ukur prestasi bersama, sekarang dalam posisi grafik naik ataukah grafik turun. Banyak pihak yang menilai grafik sekarang menurun, lalu apakah ketika grafik menurun lalu kita berusaha merubah jurus, sungguh sangat tidak lagis.

Harus kita ingatkan bahwa sudah berkali kali dikatakan bahwa Guru Besar PS itu sejatinya adalah al-Quran, maka semakin tinggi jurus yang diampu adalah semakin mampu pula menjelaskan PS itu dengan al-Quran. Sehingga pada saat kita mencapai Payung Rasul maka pikiran kita, ucapan kita, dan aktivitas kita adalah Qurani secara total. Semoga.

Palembang 27 Oktober 2014

Baca Juga :

Hijrah dari Siap Tahu ke Siap Pakai

Fachruddin PS LampungTulisan ini disusun dalam suasana semangat hijriah, karena pada saat ini hikmah hijriah sedang marak dibicarakan di TV, di Radio, Masjid dan lain tempat dalam rangka Tahun Baru Islam. Islam harus memiliki semangat hijriah, dan hijrah adalah momentum kebangkitan Islam. Lalu dalam rangka kebangkitan itu apakah kita sebagai anggota PS juga harus melakukan hijrah … ?.  Benar … ! kita harus hijrah dari ‘Siap Tahu ke Siap Pakai’ atau dari ontologis ke fungsional. Karena arti sebuah jurus yang kita ampu adalah tergantung kepada berfungsi atau tidaknya jurus itu, bila jurus itu tidak kita fungsikan maka setinggi apapun jurus itu tidak akan ada gunanya gunanya, baik bagi diri kita sendiri dan apalagi bagi orang lain.

Bagaimana caranya … ? Gampang banget, gak pake susah, gak pakek ribet, semua anggota bisa. Yaitu tinggal pake saja jurusnya. “Pake Terus Jurus PS nya Ya … ?!”. Mereka yang gagal, mereka yang gak bisa itu sejatinya bukan tidak tahu, tetapi karena gak mau pake jrus PS, apapun situasinya, apapun peristiwanya jurus itu gak pernah dihadirkannya. Akibatnya dia gak bisa apa apa, bukan tidak tahu. Bukan tidak tahu, tetapi tidak dipakai, maka tidak bisa. Kalau dipake terus dengan meminta bimbingan kepada Allah maka akhirnya bisa juga. Bukan faktor nasib seperti yang dikira oleh banyak senior. “Apa yang kamu perbuat itu yang kamu peroleh” atau Man jadda wa jada. Kata kata itu diteriakkan oleh Guru Besar mungkin sudah ribuan kali.

Ketika saya memakai istilah ujicoba dalam rangka untuk memfungsikan jurus PS yang kita ampu, banyak pihak yang menjadi marah besar kepada saya, semakin saya menjelaskan pengertian ujicoba yang saya maksudkan itu semakin mereka tak ingin mendengar, hingga pada akhirnya saya distempel macam macam, ada senior yang menuduh saya melampaui kewenangan Guru Besar dan ada juga yang menuduh saya fanatik kepada PS, reaksi itu datang dari senior panutan. Bagi saya itu tidak mengapa, artinya bahwa kami masih butuh waktu untuk mencari pola berkomunikasi, berkomunikasi itu ternyata tidak gampang. Sekarang kita pakai saja istilah yang paling sedehana, yang juga saya dapatkan di FB   “Pake Terus Jurus PS nya Ya”

Semakin jurus itu jarang dipake, maka Ia semakin jauh dan kemungkinan untuk berfungsi, dan pada saatnya akan semakin hilang dari kita. Sebaliknya semakin sering dipake semakin tajam dan kita semakin terampil, banyak pengalaman baru dan Allah menuntun kita karena saetiap kali jurus itu kita gunakan semakin sering kita mengucapkan komitmen kita :Laailaaha Illallaah: Tidak masalahnya bila kta belajar dari penelitian para guru yang disebut dengan “Classroom Action Reserach” (CAR),  atau penelitian tindakan kelas.

Setiap guru diwajibkan melakukan CARbagi murit muritnya yang mengalami kesulkitan dalam menyerap materi  pelajaran, dengan satu cara materi pelajaran  penyerapannya tidak maksimal, maka dicari  cara penyampaian yang lain, setelah satu siklus belum berhasil maka dilakukan siklus yang kedua, lalu kita evaluasi, jika masih belum maksimal maka kita lakukan dengan siklus yang ketiga. Berdasarkan pengalaman pada siklus yang keempat atau kelima maka tuntaslah sudah, semua siswa berhasil menyerap materi pelajaran secara optimal. Guru yang berhasil melaksanatan Classroom Action Research (CAR) dipersilakan menyusunkan naskah dan laporan pelaksanaannya, lalu guru yang bersangkutan dinaikkan golongan, pangkat dan gajinya.

Di lingkungan PS reserchnya lebih gampang lagi, yaitu pakai dan pakai lagi, kita hanya meminta kepada senjir untuk mengecek jurus kita udah bener apa belum, kalo salah di mana letak kesalahannya lalu kita perbaiki, sesudah itu jurus PS kita pakai dan pakai lagi, sesuai peruntukan,  jurus PS kita pakai dalam semua hal untuk mempermudah urusan, karena inti jurus itu adalah doa, kita pakai maka berarti kita doa lagi dan doa lagi, kita meminta Allah memberikan petunjuk jalan yang lurus  dan nantinya Allah yang menuntun kita langsung.

Menggunakan jurus PS itu gampang kan … ? Ujicobanya juga gampang kan … ? Tidak susah kan …. ?, Tidak ribet kan … ? Nah pakai terus jurus PS-nya ya …!!!.

Jurus PS itu Tuntunan Bukan Tontonan

Fachruddin PS LampungJudul diatas tak asing lagi bagi anggota PS yang sudah lama, karena kata kata itu sering dipakai Bang Asfan alm dalam ceramahnya, dan kitapun sangat terampil mensitirnya, tetapi apakah kita sudah melaksanakannya dan menindaklanjutinya, hampir dapat saya pastikan bahwa sebagian besar belum. Mereka baru pandai mengucapkan saja. Bila kita meminjam teori sosial budaya, maka para anggota dapat kita bagi menjadi tiga kelompok, kelompok pertama disebut mitis, yang sejatinya mereka belum tahu struktur ilmu PS, kelompok yang kedua disebut ontologi, mereka sudah mulai memahami struktur ilmu PS tetapi belum memeiliki keterampilan untuk melakukannya atau memanfaatkannya. Dan Kelompok yang ketiga adalah fungsional selain telah memahaminya, dia juga memiliki keterampilan untuk memanfatkannya atau memfubgsikannya.

Jurus PS akan menjadi fungsional ditangan para pengampunya manakala telah memiliki kemampuan untuk mengkonfirmasi jurus jurus dengan berlatih sesuai aturan dan kaidah yang ditentukan oleh Guru Besar dan Perguruan secara organisatoris. Ketika saya menggunakan istilah ujicoba banyak senior yang menentang karena mereka beranggapan bahwa ujicoba merupakan hak prerogatif Guru Besar. Padahal kita sebagai individu anggota sangat membutuhkan kemampuan konfirmasi dalam rangka untuk mengetahui apakah jurus kita telah dapat kita lakukan dengan benar dan memiliki kompetensi sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh Guru Besar ataukah belum, yang artinya kemampuan kita masih butuh perbaikan dari pelatih.

Anggota PS disamping harus rajin berlatih sesuai  jadual, dia juga harus memastikan akan hasil yang tercapai setelah berlatih itu, Itulah yang saya maksudkan dengan ujicoba, manakala kita belum berhasil maka berarti kita belum sempurna dalam membuat jurus. Untuk mengetahui akan hasil itu tentu saja harus dngan ujicoba, ibarat siswa di sekolah sekolah maka harus mengikuti evaluasi.tentang ketercapaian, caranya adalah dengan konnfirmasi.Kemampuan kita mengkonfirmasi keberhasilan kita belajar akan memdahkan kita untuk mempersiapkan diri dalam rangka menganstisipasi banyak permasalahan dengan jurus PS.

Menguji jurus kita bukan dengan mengajukan sejumlah soal yang harus kita selesaikan seperti disekolah, tetapi segala permasalahan yang kita hadapi atau dihadapi oleh orang lain adalah merupakan media pembalajaran, dan pada saat itu sebagai anggota PS tentu saja yang kita gunakan adalah jurus PS. Banyak para senior yang menuduih saya menghidupkan ilmu klenik dalam rangka mengembangkan kedigdayaan sehingga para anggota PS menguasai ilmu kebal.

Mereka menuduh seperti itu karena mereka belum membaca tulisan saya yang ada di blog  PS Lampung secara seksama, karena dalam blog itu jelas jelas saya menulis bahwa tantangan bagi kita sekarang ini adalah sulitnya mencari kerja dan secara otomatis juga sulit mencari rejeki. Saya katakan bahwa jurus juirus PS dapat membuka jalan bagi untuk memudahkan dalam mencari rejeki. Karena jurus jurus PS itu ternyata mampu membuka dan mengaktifkan otak kita, istimewanya otak kanan, karena pada otak kanan itu terdapat intuisi. Berdasarkan hasil penelitian terhadap sejumlah orang yang berhasil dalam bisnisnya dari semua Benua ternyata keseluruhannya mereka memiliki ketajaman intuisi di atas rata rata.

Sehubungan dengan hal tersebut maka serentak masyarakat dunia berusaha mencari cara untuk menghidupkan otak kanan generasi muda mereka. Untuk kita ketahui bersama bahwa jurus PS yang lebih banyak menggerakkan tangan dan kaki itu memiliki efek yang luar biasa bagi perkembangan otak. Gerakan tangan dan kaki kanan akan menghidupan otak kiri, sebaliknya gerakan tangan dan kaki kanan akan menghidupkan atau mengaktifkan otak kanan. Dan gerakan bersama antara tangan kanan dan tangan kiri kan memberikan efek luar bisa untuk koordinasi antara otak kanan dan otak kiri. Dan seterusnya.  .

Tetapi tentu saja kita harus meneliti ulang dengan berbagai ujicoba jurus PS itu, kita juga harus mengetahui dengan secermatnya pada gerakan mana yang benar benar signifikan memberikan efek pengemgan otak kanan maupun otak kiri. Gerakan mana pula yang harus kita tekankan dalam rangka menghidupkan intuisi. Ketika ini kita lakukan maka akan terasa sekali bahwa sejatinya jurus PS ini adalah tuntunan bukan tontonan seperti petunjuk Guru Besar, dan mari kita tindaklanjuti bersama

Palembang 27 Oktober 2014

Baca Juga :

PS Palembang Menebar Pelangi

DSC07825Di masa kemarau serta kekeringan dan asap tebal yang rajin menyelimuti kota Palembang, namun demikian PS Palembang yang terkenal aktif latihan, dan setiap kali latihan massal selalu saja dibanjiri peserta ternyata juga mampu menyebar pelangi.”Pelangi Prana Sakti”, itu judul dari buku yang merupakan hasil karya dr. Jauhari anggota PS Palembang, di usianya yang tidak muda lagi itu beliau mampu menunjukkan ketajaman penanya, beliau berhasil menerbitkan buku yang kedua yang dalam kesempatan latihan massal yang diselenggarakan di halaman SMK 4 Palembang itu buku baru itu berkenan diserahkan kepada Bang Zan selaku Guru Busar PS

Latihan massal yang diselenggarakan Minggu 25 Oktober 2014 itu diikuti oleh  sekitar kurang dari  400 orang, sekitar 200 orang naik jurus lima diantaranya naik Mahdi dan dua orang lagi tutup mahdi. Hebat pada siang hari itu juga mereka akan berangkat ke Kecamatan Lempuing OKI untuk mendapatkan jurus jurus baru, itu dilakukan dalam rangka menebar pelangi Prana Sakti agar tetap eksis di Bumi Sriwijaya.

Sayang saya belum memiliki buku yang diberi judul Pelang Prana Sakti, sehingga dalam kesempatan ini saya belum dapat menyajikan Resensinya. Tak layak rasanya keliwat memuji. dan apatah lagi akan mencercanya, karena kita belum juga membacanya. Namun demikian  sebagai sesama anggota PS dan apalagi Bapak Jauhari itu sudah berumur di atas rata rata maka saya yakin buku bagus dan layak untuk dimiliki oleh para anggota Prana Apalagi bukan kali pertama beliau menulis buku tentang Prana Sakti, Tak usah malu malu untuk saling menghargai, karena dengan itu pula orang akan menghargai PS.

Tak elok memuji muji sementara kita belum membacanya sendiri, lebih tak elok  lagi melontar maki hanya berdasarkan cerita cerita dari orang yang memang tak suka, lalu mengumbar fitnah kanan kiri, maka saya anjurkan agar anda membaca sendiri isi buku ini, saya anjurkan agar disetiap cabang memiliki buku ini, bukankah tulisan tentang PS itu masih terbilang langka, maka buku ini dapat memperkaya hazanah para anggota.Tak wajib anda setuju dengan isi buku, apalagi anda mampu menulis yang lebih bagus, karena antitesa akan melahirkan tesa baru, dan itu eksistensi bagi PS.

Bagi yang berminat tentu dapat berhubungan dengan Pengurus PS Palembang atau langsung kepada penulis atau penerbitnya. Mari kita berikan salut kepada Bapak Jauhari dan PS Palembang, semoga tetap jaya.Buku yang berwarna sejuk saya perkirakan berdurasi sekitar 150 halaman. Kita membutuhkan sekitar dua hari untuk menamatkan buku ini. Selamat membaca, sebelum berkomentar.  Berjayalah PS.

Baca Juga :

PS Tak Akan Kehilangan Ekspektasi

Dengan Semangat Hijriah PS Pasti Bisa.

Fachruddin PS LampungWalaupun sekarang animo masyarakat terhadap PS di Lampung secara statistik sedang menurun, tetapi para senior berkeyakinan bahwa PS tak akan kehilangan ekspektasi, keyakinan tersebut didasarkan kepada kemampuan PS memberikan berbagai harapan untuk membantu para anggotanya mewujudkan berbagai impian masa depannya, khususnya menyangkut pembangunan peradaban diri tepatnya membangun ekonomi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Selain menunggu mindset yang dibangun oleh para senior pusat, juga PS Lampung tak akan berpangku tangan, dan akan memanfaatkan kewenangannya di Cabang, sekalipun hanya sebesar debu.

Kholaqnal Insaan fi kabad (Aku jadikan manusia sebagai makhluk yang dinamis : Al-Quran) Belajar dari semanagat hijriah yang dicontohkan oeh Rasul bersama sahabat adalah sebuah contoh yang gambalang bahwa perubahan merupakan sesuatu yang niscaya dalam Islam, barangsiapa yang tidak mampu merubah dan berubah maka ia akan tergilas oleh perubahan itu sendiri. Tidak akan ada kemajuan tampa mengalami perubahan. Tidak akan ada perubahan manakala apa yang kita lakukan adalah sama seperti hari hari kematin. Bila hari ini sama dengan kemarin maka berarti kita rugi, dan apa lebih buruk dari kemarin maka berarti kita celaka.  Untuk itu maka martilah kita berubah dengan menghadirkan sesuatu yang baru.

PS ini ibarat kelkuarga, ibarat suami, isteri dengan anak anaknya. Perubahan dalam keluarga itu bukan berarti harus menceraikan istri lalu menikah dengan perempuan lain, kita merubah sesuatu dalam keluarga itu adalah menghadirkan sesuatu yang baru yang dapat membuat keluarga menjadi lebih bahagia dan sejahtera. Tetapi apapun perubahannya, maka core PS adalah sesuatu yang sangat dipertahankan.

Tugas kita sekarang adalah melanjutkan apa yang telah dirintis oleh Guru Besar dan pendiri PS. yang lalu diteruskan oleh Guru Besar pengganti. Untuk memudahkan pemahaman akan apa yang kami gagas pada Blog ini yaitu : Bila dahulu ujicoba yang dilakukan oleh Guru Besar menemukan bahwa rasa cabai  itu pedas, maka tugas kita sekarang selain berusaha untuk mampu  mengkonfirmasi akan pedasnya cabai juga kita hendaknya berusaha mengujicobakan ramuan cabe sebagai bahan sambal untuk membuat sambal yang sedap.

Demikian hebatnya jurus jurus PS itu, gerakan yang demikian dinamis, kaki dan tangan merupakan poros segala gerakan, dan ternyata gerakan gerakan itu membawa efek yang sangat baik bukan saja bagi perkembangan dan pemeliharaan fisik tetapi juga ternyata memiliki andil untuk mengembangkan otak kita. Gerakan kaki dan tangan kanan mengembangkan otak kiri, dan berakan kaki dan gtangan kiri mengembangkan otak kanan. Gerakan yang dilakukan bersama sama pada tangan memberikan efek koordinasi bagi otak kanan dan kiri.

Keterampilan dasar ilmu PS memiliki kemampuan untuk melihat secara jelas   akan apa yang terjadi  ketika jurus itu dilaksanakan baik pada saat pelatihan maupun pada saat action untuk mengatasi suatu masalah yang terjadi di suatu tempat dan suatu situasi ataupun dalam tangka rekaya tertentu untuk kemaslahanatan ummat secara bersamma. Dengan demikian maka berarti bahwa jurus PS dapat kita rancang menjadi sebuah teknologi canggih, yaitu teknologi dalam mebentuk manusia agar menjadi insan kamil

Dan juga harus menjadi objek ujicoba juga apa hubungan mtualistis antara jurus dengan ibadah, karena pada hakekatnya jurus jurus PS itu juga dimaksudkan untuk memperbaiki ibadah kita, baik dalam bentuk ibadah khusus seperti sholat umapamanya, maka jurus PS sebenarnya dapat dijadikan tuntunan bagiamana melaksanakan ibadah yang khusyuk, juga harus dikonfirmasi bagaimana korelasi antara jurus dengan ibadah sosial, berdasarkan kaji awal bahwa jurus PS memberikan andil untuk menghantar para anggota untuk meningkatkan kualitas ibadah, dan dilain pihak ibadah juga ternata menyempurnakan jurus jurus yang kita buat, dan ini akan sangat terasa ketika jurus kita manfaatkan untuk memngatasi sesuatu masalah.

Jelas tantangan yang akan datang jauh lebih berat, jauh lebih rumit, dan sejatinya jurus jurus PS itu memiliki kemampuan untuk membantu permasalahan yanmg kita hadapi. Aklan sangat tergantung pada para senior kita semua, dan juga para intelektual kita semua untuk berusaha bagaimana agar jurus PS ini dapat dipahami oleh para anggota secara fungsional, bukan sekedar ontologis dan apalagi hanya mitis. Yakinlah bahwa PS bisa, asalkan kita saling bersinerji dan menghindari perpecahan, maka PS tak akan pernah kehilangan ekspektasi. .

Palembang 25 Oktober 2014

Baca Juga :

Man Jadda wa Jada

Fachruddin PS LampungBagi yang pernah nyantri, walaupun sebentar, atau  sekedar ngalong di pesantren tetapi tidak tertib, maka kita akan temukan istilah ‘man jadda wa jada’  yang artinya barang siapa yang bersungguh sungguh maka dia yang akan sukses. Tetapi Bang Asfan lebih memilih  bahasa Indonesia “Apa yang Kamu Perbuat Itu yang Kamu Peroleh” katanya kepda kita semua dan kita sudah mahir menirukan ucapan beliau itu. Sering kata kata itu kita fatwakan bagi anggota yunior kita, walaupun sudah sejak awal kita tak pernah mematuhinya, atau tidak menindaklanjutinya.  Apa yang saya tuliskan di Blog ini terinspirasi dari Guru Besar Juga. Bahwa Guru Besar mendorong gar jurus jurus PS tidak hanya dilakukan ditempat latihan saja tetapi lakukanlah jurus PS itu dalam kehidupan sehari hari yang terkait tempat, pristiwa dan lain sebagainya, seyogyanya jurus PS itu hadir di sana, yang secara otomatis kita menghaduirkan Tuhan, Karena inti jurus PS adalah Tiada Tuhan selain Allah.

Sepanjang senior Cabang Lampung  yang saya ajak bicara secara langsung,  mereka pada umumnya memiliki banyak alasan pembenaran mengapa jurus jurus itu tak digunakan diberbagai aneka pristiwa yang sejatinya dia ada di sana dan selayaknya jurus di buat. namun demikian pada akhirnya dapat saya simpulkan bahwa mereka tidak tahu bagaimana dan apa yang harus diperbuat. Sedang alasan alasan yang dikemukakan itu hanya upaya pemebenaran terhadap ketidaktahuannya. Berdasarkan pengamatan kasar semenjak saya aktif di PS ada 90% para anggota yang terkategori tidak mampu memanfaatkan jurus bagi kahidupan sehari hari, walaupun dengan mata kasar, banyak diantaranya nyaris sempurna atau diatas rata rata ketika membuat jurus pada saat latihan. Padahal jurus itu banyak bocor

Anggota PS yang terbaik dan ideal adalah anggota PS yang memiliki banyak kemampuan memanfaatkan jurus PS bagi kepentingan orang banyak, ini mengacu kepada sebuah hadits yang mengatakan sebaik baik kamu adalah orang yang banyak berguna bagi orang lain. Maka sebaikmbaik anggota PS adalah anggota yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan jurus PS itu yang memberikan kemanfaatan bagi orang lain, orang banyak. Memang ditinjau dari sisi organisatoris akan ada orang orang yang baik yang telah memberikan konstribusi dalam menjaga dan mengembangkan eksistensi organisasi, ada yang memberikan konstribusi dalam bentuk pembiayaan dan pengadaan fasilitas, ada yang memiliki konstribusi besar dalam mencari anggota dan lain sebagainya. Tetapi dalam hal ini saya ingin menatapnya dari sisi khusus, yaitu sisi jurus PS, yang kita tahu bahwa jurus PS itu sekalipun bukan core, tetapi adalah sangat vital.

Dengan sedikitnya anggota PS yang keterampilannya menggunakan jurus PS nya semakin berkembang bagi saya cukup memprihatikan, pada saatnya dengan jumlahnya yang semakin berkurang itu nanti akan sangat mengganggu eksistensi PS secara keseluruhan.  Itulah sebabnya saya menggagas  untuk dibiasakannya melakukan ujicoba bagi para anggota sehingga jumlah mereka yang mampu memanfaatkan jurus dalam kehidupan sehari hari bertambah. Memang dahulu Guru Besar sebelum membakukan jurus jurus PS  telah mengujicobakannya terlebih dahulu, tetapi ujicoba yangh saya maksudkan tentu saja berbeda dengan bobot ujicoba yang harus dilakukan para anggota. Ujicoba yang saya gagas adalah dalam rangka melatih kemampuan untuk mengkonfirmasi semua yang diajarkan oleh Guru Besar.

Kalau dikatakan bahwa rasa cabai adalah pedas, maka selayaknya kita semua harus mampu mengkonfirmasi rasa cabai yang pedas itu, sehingga kita bukan hanya menduga duga saja pedasnya cabe itu, bila kita hanya menduga lalu memunculkan pertanyaan yang berkepanjangan akan pedasnya rasa cabai..  “We will never know the real answer, before you try.”  kita tidak akan tahu jawaban yang sebenarnya, bila tidak mencobanya sendiri. Kita tidak akan tahu pedasnya cabai sebelum kita mencicipinya. 

Dan kita tidak akan tahu sedapnya sambal bila tidak mengujicobakan bahwa cabai plus tomat, bawang dan terasi serta sedikit garam bila tidak mengujicobakannya sendiri. itulah makna ujicoba yang saya gagas. Dalam PS seperti pesan Bang Asfan alm “Itu yang kau perbuat, itu yang Kau dapat”  … man jadda wa jada. Bukankah para pakar telah menggariskan dalam sebuah kelompok dan apalagi kelompok belajar maka ada tahap tahapannya, di mulai datu Will to active, will to do lalu will ta prestatio. Masuk PS bukan hanya sekedar untuk aktif berlatih, tetapi dia juga menginginkan untuk dapat melaksanakan sesuatu dari apa yang dia pelajari bahkan dia juga ingin memiliki prestasi yang baik yang ditopang oleh jurus jurus PS.Dengan demikian eksistensi PS akan dapat kita pertahankan,

Baca Juga :

Membangun Mindset PS

Fachruddin PS LampungAda pemberitahuan yang berbau peringatan bahwa para senior PS Pusat sedang membangun rancangan pola pikir PS, atau dengan istilah yang sedang tren adalah “mindset” kata kata mindset ini banyak dipakai untuk membangun sesuatu yang terkait tujuan tertentu seperti motivasi, sukses study, bisnis, berpolitik dan lain sebagainya. Sejalan dengan itu akhir kahir ini juga orang banyak menggunakan istilah karakter bangsa. Dikatakan berbau peringatan karena pekabaran itu disampaikan untuk mengingatkan para anggota untuk tidak membawakan pemikiran lain selain dari  pemikiran PS yang sejak awal telah dirancang oleh Bang Asfan yang juga sekaliguis sebagai Guru Besar yang kini dilanjutkan oleh Bang Zen sebagai Guru Besar pengganti.

Mungkin dengan maksud yang tak berbeda tulisan tulisan di dalam blog ini juga adalah dalam rangka membangun mindset yang hingga tulisan  terakhir ini belum ada sesuatu yang baru, tetapi masih mengotak atik kaji lama, yang masih kopy paste dari ceramah Bang Asfan dan Bang Zen yang karena seringnya mendengarkan Bang Asfan ceramah yang dalam satu tahun bisa mencapai 5-6 kali kunjungan, dan setiap kunjungan tiga malam berturut turut dan terjadi pengulangan dan penambahan materi ceramah plus ketika dalam perjalanan menjemput dan mengantar Guru Besar ke Bandara dan juga memanfaatkan waktu sebelum tiba saat penerbangan dan pengumuman para penumpang dipersilakan masuk pesawat.

Modal dasar menulis blog PS Lampung adalah dari ceramah ceramah itu berjalan bertahun tahun, sehingga banyak sekali kalimat kalimat yang disampaikan menjadi hapal, karena kalimat itu diperlancar pula ketika mengisi waktu ceramah sekitar sepuluh menit sebelum latihan bersama, dan latihan bersama dilakukan sebanyak 2 kali dalam seminggui dan itupun berlangsung hingga hampir sepuluh tahun lamanya. Apa yang disampaikan semua terinspirasi dari Ceramah Guru Besar baik Bang Asfan maupun Bang Zen, sehingga Bang Zen menyimpulkan bahwa segenap senior PS memiliki pola pikir dalam koridor PS.

Tidak terlalu sulit bagi anggota PS untuk mengidentifikasi mindset PS, tarik saja benang merah sebagai inti (core) PS, yang itu sudah sangat jelas karena selalu kita ucapkan sebagai ikrar “Apapun yang terjadi sampai mati saya tetap berpegang kepada Laailaaha Illallaah”  sehingga apa apa yang sejalan dengan Laaillaha Illallah maka sejalan dengan PS dan apa apa yang tidak sejalan dengan Laailaaha Illallaah maka berarti tidak sejalan dengan PS.

Untuk memahami mana mana yang sejalan dan mana yang tidak sejalan maka kita harus mempelajari ilmu tauhid, yang setidaknya ada tiga hal yang hartus dipelajari yaitu tauhid rububiyah , tauhid uluhiyah serta sifat sifat Allah, dan kajiannya adalah ilmu kalam, filsafat ketuhanan (Islam) dan akidah Islamiayah. Ilmu ilmu ini adalah dalam rangka menghhindarkan diri dari kemusyrikan. Semua harus mengacu kepada Al-Quran dan hadits, maka keduanya mutlak harus dipelajari dan diamalkan.

PS memperkenalkan cara berpegang kepada Lailaha Illallaah itu yaitu dengan jurus jurus PS. Untuk itu PS memperkenalkan triloginya yaitu lafas, nafas dan gerak, yang sebelum itu dilakukan didahului dengan pembacaan ikrar dan doa terlebih dahulu. Dalam membuat jurus adalah dengan prinsip jurus boleh salah, nafas boleh salah, tetapi lafas tidak boleh salah, sebelum membuat jurus mengucapkan basmalah tidak boleh lupa. Setiap kali tarikan nafas kita tuntas berikrar Lailaaha Illallaah. Sedang nafas yang masih salah serta jurus yang masih belum sempurna akan disempurnakan kemudian sambil latihan rutin.

Kadar keampuhan telah diujicobakan terlebih dahulu sebelum jurus jurus itu dibakukan, kegunaan jurus serba sekilas telah disampaikan, tetapi ternyata kegunaan jurus banyak sekali, lebih banyak yang belum disampaikan dibanding dengan apa yang telah disampaikan, PS memberikan jalan  kepada para anggota anggotanya untuk menemukan sesuatu, dan penemuan penemuan itu sangat memungkinkan, tergantung kepada usaha kita memperbaiki jurus kita masing masing  serta usaha mendekatkan diri kepada Allah. Prinsip yang harus dipahami adalah apa yang kita lakukan maka itulah yang akan didapat.

Bagi PS yang tidak melakukan apa apa maka selain latihan, maka Ia ‘hanya’  (dalam tanda petik)  akan mendapatkan sehat fisik dan juga bisa sehat jiwa karena kita berolah raga di lingkungan majelis zikir. Tetapi untuk lebih dari itu dia harus action, dari dahulu Bang Asfan mengatakan bahwa iytu yang kau perbuat maka itu pula yang akan kau dapat. Kata kata ini jangan dijadikan justivikasi akan kegagalan kita dalam belajar PS, bahwa kita bukan gagal tetapi memang kita tidak berusaha untuk sukses. Membangun mindset para anggota PS is OK karena kita masih banyak yang keliru bersikap. Sukses Para Senior

Palembang 23 Oktober 2014

Baca Juga :