Ilmu PS Tak Bertepi.

Fachruddin PS LampungIlmu PS tak bertepi ?.  Tanya seorang teman.

Ya … tak bertepi ! jawabku lantang dengan segala hormat.

Maka kami berduapun berdiskusi cukup lama sehingga penat rasanya memegang telepon celuler walau ringan adanya. Sahabat itu mengatakan bahwa dia telah membaca sebagian dari tulisan di Blog PS Lampung, tetapi setelah direnungnya ternyata banyak sekali bahasan yang belum aku dengar langsung dari Bang Asfan alm dahulu semasa Ia aktif beratih, begitu juga dengan Bang Zen sekalipun tak setiap kali datang ke Lampung sempat ditemuinya. Lalu apa dasar anda menulis di blog itu, tanyanya cemas.

Saya mengatakan bahwa inti segala inti ilmu PS itu adalah “Laailaaha Illallaah” maka semua yang sejalan dengan Laailaaha Illallah maka akan sejalan dengan ilmu PS sementara semua yang tidak sejalan dengan Laailaha Illallah maka akan bertentangan dengan ilmu PS. Itu pula sebabnya maka Bang Zen selaku Guru Besar mengatakan langsung kepadaku “Teruskan Menulis di Blog PS Lampung” karena saya yakin tulisan tulisan anda tidak akan keluar dari koridor PS yaitu koridor tauhid. Karena selama ini ketia telah banyak berbicara bersama dan pembicaraan belum pernah keluar dari koridor tauhid yang juga koridor PS yang berintikan Laailaaha Illallah.

Ada sejumlah senior yang menyatakan bertentangan dengan apa apa yang saya tuliskan di Blog PS Lampung dan bahkan isi blog dihimbau untuk dihapus saja dan tidak menulis lagi tentang PS. Hal ini sangat mungkin akan terjadi manakala slah satu diantara kami yang masih berseberangan itu masih menetapkan bukan Lailaaha Illallah sebagai core nya. Saya berharap pertentangan ini akan berakhir dengan sendirinya setelah masing masing memiliki kesepahaman bahwa Core ilmu PS adalah Lailaaha Illallaah. Dan dengan demikian berarti kami telah seoring sejalan.

Dengan Laailaaha Illallah maka ilmu PS itu sangatlah luasnya, bagaikan tak bertepi, ilmu PS itu tidak dibatasi oleh jurus jurus yang diajarkan oleh PS serta peruntukannya yang telah diterangkan oleh Guru Besar, sejatinya ilmu PS itu jauh lebih luas dari itu dan itu akan dicapai dengan tingkat kedekatan dengan Allah, itulah sebabnya Bang Asfan dan Bang Zen selaku Guru Besar sering sekali mengatakan bahwa guru besar PS yang sebenarnya adalah Al-Quran. Sementara kami ini hanya penyampai belaka. Itulah pula sebabnya Bang Zen juga mempertegas bahwa sesuatu yang masih dalam koridor al-Quran maka berarti juga dalam koridor PS. Menuntut ilmu PS yang sebenarnya berarti sedang melakukan study al-Quran.

Tidaklah seseorang anggota PS dikatakan mendalami ilmu PS jika tidak melakukan pendalaman ilmu Al-Qurannya. Mendalami ilmu PS itu sejatinya adalah salah satu cara untuk mendalami al-Quran dan memperluas wawasan kita tentang ilmu al-Quran. Memang ilmu PS itu belum termasuk daslam lingkup ‘Ulumul Quran” tetapi ilmu PS memiliki kedahsyatan tersendiri dalam melakukan study al-Quran.

Katahuilah bahwa tugas ilmu PS untuk membedah ilmu al-Quran itu belum terlalu banyak dilakukan, karena para senior mengira mereka tidak diperbolehkan melakukan ujicoba, padahal gunanya jurus jurus itu adalah merupakan media untuk mengujicobakan kebenaran isi al-Quran. Selaku anggota senior dalam PS anda pasti tahu sebenarapa jurus jurus PS yang anda ampu sekarang  itu telah anda gunakan untuk konfirmasi guna menunjukkan kepada orang lain bahwa al-Quran itu benar adanya.

Itulah sebabnya kita bersama perlu untuk saling mendorong dalam melakukan ujicoba ujicoba jurus PS. Memang tidak mngkin kita mampu melakukannya sekaligus, tidak mungkin. Tetapi dengan segala keikhlasan bukankah kita memiliki kemampuan untuk melakukannya sedkikit demi sedikit, sesuai dengan jurus yang kita ampu maka itu merupakan gambaran bahwa kita mampu menunjukkan kebenaran al-Quran dengan ilmu PS. Dan jurus kita yang sebenarnya kita ampu sejatinya seberepa luas dan dalamnya kebenaran al-Quran yang berhasil kita telusuri. Itulah sebabnya maka ilmu PS itu menjadi tidak bertepi.

Baca Juga :

Ilmu Qurannya PS sangat Dahsyat.

Fachruddin PS LampungSeorang teman yang juga anggota PS diujung telepon tertawa terbahak bahak setelah membaca tulisan di di blog PS Lampung dengan anak judul di tangan Pengampu Payung Rasul berhasil tidaknya PS menciptakan Generasi Qurani. Di tengah tawanya yang tak tertahankan Ia mengatakan bahwa selama Ia aktif latihan PS … tak pernah Ia merasa diajari PS cara membaca al-Quran, apalagi ilmu Quran lainnya.

Terpaksa saya menunggu beberapa saat hingga tawanya reda dan tak lagi ada yang perlu dia sampaikan kepadaku. Baru aku jelaskan beberapa hal terkait PS dan Al-Quran.

Maaf kata saya dengan berusaha sesopan mungkin, karena lawan saya bicara kali ini telah lama menyandang gelar ustadz dari masyarakat, dan gelar itu telah disandangnya ketika Ia pertama masuk PS. Mungkin anda termasuk anggota yang berlatih jurus PS hanya untuk berlatih dan tidak menuntut kompetensi apapun terhadap ketinggian jurus yang telah anda ampu.

Jangan jangan anda juga menganggap latihan jurus PS adalah merupakan corenya PS, sehingga anda menganggap latihan jurus PS adalah merupakan final goalnya PS. Jika memang itu yang terjadi berarti anda tidak sendirian, karena banyak diantara anggota yang seperti itu.

PS sejatinya selain menggunakan ilmu al-Quran yang tergabung dalam “Ulumul Quran”  juga memiliki kajian tersendiri tentang al-Quran, yaitu dengan  menggunakan bahasa ilmu PS. Sayang masih banyak para anggota PS yang belum menguasai bahasa secara mendalam tentang  ilmu PS sehingga ilmu PS semakin sulit dikembangkan dengan bahasa ilmu PS, kecuali sesama anggota PS yang memahami bahasa ilmu PS.  Padahal dengan bahasa bahasa ilmu PS banyak benar isi al-Qurtan yang mampu dibedah. Dengan menguasai bahasa ilmu PS seorang senior akan memahami apa yang terjadi ketika seseorang membaca al-Quran dan apa pula yang terjadi ketika seseorang mendengarkan orang lain membaca al-Quran dengan hidmat.

Para senior PS dengan memiliki pemahaman ilmu PS memiliki kemampuan dan bahkan sangat  pandai membedakan mana mana anggotanya yang rajin membaca al-Quran dan yang mana pula yang jarang membaca al-Quran. Hanya dengan memahami bahasa ilmu PS itu maka para anggota PS benar benar akan merasakan betapa bergetarnya hati ketika disebutkan Asma Allah. Sayang ilmu PS ini baru dapat efektif ketika dibahas dan didiskusikan oleh sesama anggota PS, dan sangat sulit untuk didiskusikan dengan orang yang tidak mempelajari dan mendalami ilmu PS.

Itulah sebabnya maka Guru Besar sangat gembira hatinya ketika beliau mendengar kabar bahwa sering terjadi diskusi antar sesama anggota PS terhadap tulisan tulisan di Blog Prana Sakti Lampung. Sering seringlah kalian berdiskusi kata Bang Zen selaku Guru Besar karena ilmu PS ini hanya akan efektif untuk dibicarakan sesama anggota. Setiap anggota PS memiliki peluang yang sama besar untuk memiliki pemahaman tentang segala sesuatunya mengenai al-Quran

Gunakanlah semaksimal mungkin bahasa bahasa ilmu PS itu untuk mengkanfirmasi segala macam petunjuk alquran, dan hasilnya dalam hal hal tertentu dapat dipastikan jauh akan lebih dahsyat di banding ilmu ilmu yang tergabung dalam “ulumul Quran” yang biasa. Sekalipun apara anggota PS hanya memiliki pemahaman tentang “Ulumul Quran” hanya secara standar saja, tetapi dengan menguasai bahasa ilmu PS mereka akan tahu persis karena mereka memiliki kemampuan untuk melihat langsung manakala al-Quran di langgar, demikian juga sebaliknya ketika kita mematuhi ajaran al-Quran.

Dengan bahasa ilmu PS seseorang anggota akan tahu persis apa yang terjadi ketika seseorang meminum hamar yang dilarang oleh al-Quran itu, demikian dengan pelanggaran pelanggaran lainnya, yang sering dianggap pelanggaran biasa. Atau kepatuhan biasa, maka di mata para anggota PS maka kepatuhan dan pelanggaran itu sejatinya adalah luar biasa. Wallohua’lam bishowab.

Baca Juga :

Menuju Payung Rasul, Menuju Kecerdasan Kenabian

DITANGAN PAYUNG RASUL BERHASIL TIDAKNYA PS MENCIPTAKAN GENERASI QURANI
Fachruddin PS LampungJurus Paripurna dilingkungan PS adalah jurus Payung Rasul, dan ciri dari pengampu Payung Rasul adalah memiliki pemahaman yang mendalam tentang al-Quran minimal terkait ke PS-an, yang ditempuh secara tahap demi tahap semenjak awal mula masuk PS dan pengenalan ABCD-nya. Mengacu kepada bahwa Rasul Muhammad SAW diutus untuk menyampaikan al-Quran kepada ummat. Kehidupan rasulullah seharu harinya adalah merupakan contoh bagaimana mengaplikasikan al-Quran dalam kehidupan sehari hari.  Berpikir, berbicara dan berbuat seperti yang dikehendaki Al-Quran  dan hendaklah dipahami bahwa  nama Payung Rasul sendiri adalah mengacu kepada itu.

Belum dikatakan sebagai pengampu Payung Rasul manakala belum mengchatamkan al-Quran, belum dikatakan pengampu Payung Rasul manakala belum merasa berkewajiban membaca al_quran setiap harinya. Belum dikatakan pengampu Payung Rasul manakala apa yang dipikirkan, apa yang dibicarakan serta apa yang diperbuat belum dapat dipastikan sepenuhnya berdasarkan al-Quran. Dan setidaknya mampu menjelaskan segala sesuatunya tentang PS terkait al-Quran, Karena secara keseluruhan maka perjuangan PS itu sejatinya adalah membentuk generasi Qurani seperti yang dicontohkan Rasul dan untuk itu maka jurus puncak PS pun dinamai Payung Rasul.

Seorang pengampu Payung Rasul secara otomatis telah tertanam kecerdasan kenabian (Prophetic Intelligence), hal itu dicapai dengan membentuk diri sebagai generasi Al-Quran. Rasulullah SAW mengatakan bahwa kuwariskan dua hal kepada ummatku yaitu al-Quran dan Haddits yang manakala berpegang kepada keduanya maka kita semua akan selamat.

Menyandarkan sesuatunya kepada al-Quran dan hadits telah dimulai sejak Kasaran, Halusan dan Tikahan. Pada saat mengampu Mahdi setidaknya telah menangani 30 kasus internal menyangkut  masalah jurus jurus PS, setelah ada 30 kasus baru yang diselesaikannya dengan merujuk kepada al-Quran dan Hadits, maka baru wajar naik Syahbandar.

Seorang pengampu Syahbandar setidaknya telah menangani dan menyelesaikan minimal  30 kasus tentang permasalahan ummat (eksternal) dengan bersandar al-Quran dan Hadits maka baru disebut layak mendapatkan jurus Payung Rasul.

Sejatinya kasus perkasus yang ditangani oleh Mahdi dikomunikasikan antar sesama Mahdi. Kita bisa bayangkan jika ada 5 orang pengampu Mahdi maka mereka telah menangani 150 kasus internal (jurus) dengan bersandar kepada Al-Quran dan Hadits untuk mereka bicarakan dengan Syahbandar dan Payung Rasul  bahkan kepada Guru Besar.

Kita bisa membayangkan betapa hebatnya jika 5 orang pengampu Syahbandar dengan masing masing telah menangani minimal 30 kasus eksternal (permasalahan ummat) sehingga jumlah keseluryhanyya ada 150 kasus telah mampu mereka selesaikan dengan bersandar kepada al-Quran dan Hadits, lalu masalah itu dilaporkan kepada pengampu jurus Payung Rasul  dan bahkan Guru Besar. Bisa kita bayangkan betapa dahsyatnya pengetahuan seorang pengampu Payung Rasul

Sudah selayaknya para pengampu Payung Rasul memang menjadi bagian dari generasi al-Qurani, selain  minimal ada 60 kasus yang ditanganinya sendiri ketuika mengampu jurus Mahdi dan Syahbandar, maka ada ratusan kasus yang dibahasnya yang juga bersandar kepada al-Quan dan hadits baik masalah internal maupun masalah eksternal PS  ketika menerima lapopran yang dilakukan oleh pengampu Mahdi dan Syahbandar ketika akan menerima jurus yang lebih tinggi lagi. Maka kelayakan itu akan semakin melekat padanya dan secara otomatis pula pengampu Payung Rasul  memiliki kemampuan dan keterampilan serta kompetensi untuk membimbing pengampu jurus yang lebih rendah untuk mencapai jurus puncak PS, jurus paripurna sebagai bagian dari generasi Al-Quran.

Dengan demikian maka para pengampu Payung Rasul secara otomatis layak disebut sebagai pemilik kecerdasan kenabian (prophetic intelligence). Insya Allah.

Baca Juga :

Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Islam, PS Optimis !

Fachruddin PS LampungBanyak pihak yang mengolok olok dan menertawakan keingin sejumlah tokoh intelektual Muslim yang menginginkan Indonesia sebagai puisat peradaban Islam dunia. Tetapi dalam hal ini PS harus optimis bahwa ini bisa diwujudkan, karena PS memiliki potensi dan kemampuan untuk ikut ambil bagioan yang signifikan. Memang sangat disayangkan kemampuan itu selama ini terpendam dalam lumpur dan belum lagi termanfaatkan secara maksimal.

Seperti kita fahami bersama bahwa peradaban itu sangat erat hubungannya dengan pola cara mencari dan menata kehidupan, atau lebih tepatnya dalam memenuhi kebutuhan sehari hari utamanya perekonomiannya. Pusat Pradaban Kristen Tersebar di Barat dan Eropa, Pusat peradaban Konghucu di Cina, pusat peradaban Hindu di India, Pusat peradaban Buda di Jepang dan juga Cina. Lalu dimana Pusat Peradaban Islam, banyak orang berharap dan dan menginginkan Indonesia adalah Pusat Perdaban Islam, tetapi sementara ini lebih banyak lagi yang mengolok olok dan menrtawakan.

PS mampu memberikan andil yang signifikan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban Islam asalkan para senior bersepakat untuk secara terus menerus melakukan penggalian dengan melakukan berbagai ujicoba jurus PS untuk kepentgingan itu. Ujicoba dimaksudkan sebagai upaya mengkonfirmasi apakah kita sebagai senior PS secara individu telah memiliki kompetensi seperti yang diajarkan oleh Guru Besar,

Selama ini sebagain besar senior tidak sepakat mengajak para anggota berisaha memenuhi kompetensi yang seharusnya memang dimiliki sesuai dengan ketinggian jurus yang diampu. Mereka menganggap kompetensi itu bagaikan takdir seperti pemahaman fatalistik memahami rejeki. kalau memang rejeki ada maka akan ada saja jalan mendapatkannya, tetapi bira rejeki itu tak ada maka apapun usaha tak akan berhasil. Paham seperti itulah yang membuat pemahaman bahwa core PS itu adalah latihan, manakala sudah melaksanakan latihan sesuai jadual maka inti latihan sudah didapat, Ketidakhadiran dalam jadual latihan dianggap sebagai penghianatan terhadap organisasi.

Itulah juga maka melalui blog ini kami telah menggagas adanya pembagian tugas diantara para senior, agar pengampu mahdi diharuskan melakukan ujicoiba klinik jurus bagi para anggota PS, pengampu syahbandar melakukan ujicoba permasalahan sosial, dan pengampu payung rasul melakukan pengembangan al-Quranisasi dalam pengembangan jurus jurus PS. pembagian tugas semacam ini diharapkan agar peran PS dalam pembinaan ummat akan semakin signifikan.

Manakala ada didapatkan kesulitan bagi anggota PS untuk mengkonfirmasi jurus jurus PS sekaligus untuk mengetahui apakah Ia telah mendapatkan kompetensi yang seharusnya didapatkannya dari jurus jurus itu, maka pengampu mahdi berkewajiban secara klinis memberikan bimbingan kepada para anggota lainnya.  Apabila ada masalah masalah sosial yang dihadapi oleh para anggota ataupun bukan anggota, maka pengampu jurus sayhbandar berkewajiban melakukan ujicoba dalam rangka mencari pemecahannya dengan jurus jurus PS.

Apa yang dilakukan oleh pengampu mahdi dan maupun syahbandar, tentu harus dibawah naungan dan bimbingan pengampu payung rasul, dan pengampu payung rasul juga mencarikan jawabannya secara qurani, sehingga gerakan PS ini sejatinya adalah gerakan Qurani. Sehingga segala permasalahan baik itu menyangkut masalah jurus maupun problema sosial masyarakat bagi apara anggota PS maka al-Quran adalah solusinya, dan dengan jurus jurus PS sebagai medianya.

Emang apa kekayaan yang dimiliki dan jadi kebanggaan PS. sekali lagi saya katakan bahwa kekayaan yang tidak ternilai yang dimiliki oleh PS adalah jurus dengan triloginya gerak  lafas dan nafas. Para anggfota memiliki 99 macam kemampuan dan keistimewaan yang digali dari kekayaan PS itu. Dan apa yang dimaksud dengan jurus PS yang terdirio dari gerak las dan nafas itu telah dan akan terurai diberbagai tulisan di blog ini.

Dengan kekayaan PS yang tak ternilai ini maka PS memiliki potensi memberikan andil yang luar biasa dalam membangun peradaban ummat Islam, asalkan para anggota yunior pengampu jurus kasaran, halusan dan tikahan aktif membantu pengampu jurus mahdi dalam melakukan klinics jurus bagi anggotanya sehingga berhasil meraih kompetensi yang seharusnya dimilikinya. Dan juga aktif membantu pengampu syahbandar dalam menyelesaikan berbagai kasus sosial dengan memanfaatkan jurus jurus PS dan mendampingoi pengampu payung rasul dalam melakukan kajian kajian qurani dalam berdbagai aktivitas PS. Manakala itu semua telah kita laksanakan maka PS optimistis bahwa Indonesia akan menjadi pusat perdaban Islam sedunia.

Baca Juga :

Bahasa Ilmu PS, Apakah Itu ?

Fachruddin PS LampungRing telephone berbunyi, diujung sana terdengar bicara ” Saya Sarjana S2 Jurusan Bahasa, dan anggota PS hampir sepulu tahun lamanya, tetapi saya tak paham bahasa PS itu apa maksudnya” demikian kiata diujung sana dengan penuh canda. Diujng kata Ia berharap agar dijelaskan lagi apa mengapa bahsa PS itu. Yang bersangkutan yakin bahwa istilah hahasa PS itu pasti ada asbaabun nuzulnya. Dan sayapun berjani untuk menulis sedikit lebih jelas lagi dari apa yang pernah saya tuliskan.

Sesungguhnya istilah Bahasa Ilmu PS itu sendiri muncul dari penuturan Guru Besar PS di sekretariat PS Kota Palembang pada tanggal 14 Juni 2014, istilah itu justeru muncul ketika beberaoa anggota PS bercerita secara terbuka akan pengalaman masing masing ketika mempraktek jurus jurus PS dan pada saat itu mereka melihat sesuatu yang tak lazim melika lihat ppada saat tidak menerapkan jurus jurus PS. Guru BNesar mengatakan apa yang yang kita lihat ketika kita menerapkan jurus jurus PS dan berakibat melihat sesuatu maka berarti itu adalah jawaban dari jurus yang kita buat, tentunya jawaban dari jurus itu adalah merupakan bahasa bahasa yang harus kita pahami juga secara PS, dan tentu saja yang dimaksud oleh Guru Besar adalah adalah bahwa kita dapat memahaminya tentu dengan bahasa bahasa PS.

Bahasa PS adalah bahasa yang hanya akan dipahami oleh mereka mereka yang sering mempraktekkan jurus jurus PS sesuai dengan kegunaannya masing masing jurus. bagi mereka yang hanya rajin latihan saja dan tidak memanfaatkan jurus jurus itu sesuai dengan kegunaannya maka Ia hampir dapat dipastikan akan mengalami kesulitan memahami Bahasa Bahasa Ilmu PS.  Dengan kata lain mereka yang mehami Bahasa Ilmu PS adalah mereka yang banyak pengalaman belajarnya dengan jurus jurus PS. Pengalaman itu akan dikumpulkan sedikit demi sedikit ketika yang bersangkutan memanfaatkan jurus jurus itu untuk kepentingan sesuai dengan tuntunan penggunaan jurus PS.  

Semakin banyak seorang anggipa PS melakukan ujicoba dan konfirmasi jurus PS maka akan semakin banyak perbendaharaan bahasa ilmu PS yang dipahaminya. Semain banyak bahasa ilmu PS yang dipahamininya akan seamakin memiliki kemampuan untuk mamahami apa dan memngapanya segala sesuatu yang berkaitan dengan jurus PS. Maka bisa dipahami buila sering kita temukan para senior yang mengatakan bahwa untuk memahami PS maka latihan saja seaktif mungkin, nanti anda akan menemukan sendiri perihal PS itu. Bahwa dengan bahasa yang sangat terbatas itu maka bisa kita pahami akan keterbatasannya dengan bahasa PS yang bisa digunakannya.

Tetapi dilain pihak bahsa bahasa ilmu PS juga tidak akan mudah memahaminya manakala Ia sendiri kiurang memahamai ilmu tahid, bagi seorang senior PS memailiki pemahaman ilmu tauhid itu adalah mutlak adanya. Itu pula sebabnya maka banyak sekali senior PS yang sejatinya telah memiliki kemampuan menangkap bahasa ilmu PS, tetapi Ia tidak memahami makna dari bahasa yang sejatinya telah tertangkap olehnya. Jumlah senior PS dalam posisi seperti ini sejatinya banyaksekali. dan dalam p;osisi seperti itu banyak hal yang tidak mampu dijelaskannya kepada yuniornya. Itulah mengapa Guru besar selalu menghimbau agar para senior meningkatkan kemampuan diri agar “Mengerti dan Paham” Ilmun PS.

Baca Juga :

Anggota Baru Mengkonfirmasi Dahsyatnya Jurus PS.

Mengapa Justeru Para Senior Tidak Menerapkannya.

Fachruddin PS LampungTidak perlu nunggu lama-lama, tidak perlu menunggu mengampu jurus yang tinggi, tidak perlu menunggu jadi senior, tidak perlu melalui diskusi yang panjang panjang, bersitegang urat leher, tidak perlu menyelesaikan study tingkat tinggi, tetapi sekarang juga Iya menerapkan jurus itu bagi kesehariannya. Dia sudah lama hidup berniaga membantu temannya. dia ikut merasakan bagaimana susahnya mengembangkan sebuah poerniagaan, memang dalam berniaga itu selain berupaya memenuhi persyaratan sebagaimana layaknya sebuah usaha dagang, maka sejatinya ada ikut campurtangan dari yang maha gaib. Kini anggota PS yang masih mengampu kasaran itu sukses besar setelah menerapkan jurus jurus PS terkait niaganya, kini Ia berdiri sendiri dan mampu melampaui kesuksesan perusahaan di mana Ia bekerja dahulu.

Ia bersama dua orang temannya diajak oleh seorang senior PS Lampung untuk bertandang ke Bengkel PS Lampung, pada saat itu memang jadual latihan di bengkel. Senior memperkenalkannya dengan pelatih. Berbeda dengan temannya, Ia hanya menanyakan suatu hal saja,

“Apa benar jurus PS ini bisa digunakan untuk membantu suksesnya perniagaan … ” ?

Bisa …. ! kata pelatih

Berbeda dengan teman-temannya yang lain yang justeru mengajak untuk berdiskusi panjang lebar,. tanya ini dan tanya itu, dan bila perlu mendebat apa apa yang disampaikan oleh pelatih, tetapi akhirnya tidak masuk PS. Berbeda dengan sahabat yang satu ini tidak suka memperdebatkannya, tetapi Ia ingin memeraktekkannya, secepat mungkin.  Dengan segala kesungguhan Ia selesaikan jurus satu sampai dengan sepuluh di bawah bimbingan asisten pelatih, dan pada akhirnya ikut dilantik oleh Guru Besar “Bang Zen”

Setelah resmi dilantik sebagai anggota baru Ia-pun bertanya kepada pelatih …  

“Apa yang harus saya lakukan dengan jurus jurus ini bang …., agar perniagaan kami maju … ”  ?

Pelatih mengajarkan agar Ia membuat jurus ini …ini … dan ini …, dihalaman tempat kalian usaha, dan lakukanlah jurus ini …ini … dan ini …. di dalam ruangan. Cara membuat jurus cukup dengan isyarat saja, bila dengan isyarat konsentrasi kita buyar boleh juga dengan sedikit gerakan tangan atau telunjuk, tetapi nafas lakukan dengan sempurna. Sebelum melakukan ini mintakanlah maaf dan ridho kedua orang tua, suruh juga isteri dan anak ikut berdoa, lazimkanlah dahulu melakukan sholat lail, dan sholat duha, tentu saja sholat lima waktu telah terpelihara sebelumnya, lengkapi sholat lima waktu dengan sunnat qobliyah dan ba’diyah. Keluarkanlah sedkah. Jaga diri jangan bohong, jangan berdebat dan jangan suka meminta minta, berdoa jangan lupa – istighfar jangan lupa. Bismillahi tawakkaltu Alallaah … laksanakanlah jurus itu.

Sepuluh hari kemudian sahabat kita ini melapor bahwa :

setelah menerapkan jurus itu … tiba tiba usaha kami sepi Bang …!.

Sudah beberapa hari ini kami tidak menerima order … !

padahal sebelumnya order sangat banyak … ?

Mengapa begitu bang … ?

Tolong Saya Bang … !

Sabar … sabar … sabar …, ini ceritanya bagaimana, Apakah semua petunjuk sudah kamu lakukan … coba ceritakan satu persat ….

Ternyata jurus yang diterapkan terbalik … jurus yang harus dilakukan di halaman diterapkan di ruangan, sedang jurus yang dilakukan di ruangan diterapkan di halaman  …. itu saja kesalahanmu.

Beberapa hari kemudian  Ia datang lagi untuk berlatih rutin …. Terima kasih Bang …. ! Jurus sudah saya perbaiki, alhamdulillah langsung berhasil, order berdatangan lagi … jauh lebih ramai dari masa masa sebelumnya.  Alhamdulillah.

Baca Juga :

Para Senior Posisikanlah Diri Anda Sebagai Guru.

Fachruddin PS LampungSeseorang dikatakan sukses dalam hidupnya manakala telah berhasil memerankan hidupnya sebagai seorang “Guru” atau Pendidik yang mampu mendorong orang orang untuk mencapai sukses sesuai dengan apa yang dicita citakan berdasarkan iman dan takwa serta jalan yang diridhoi dan diberkahi Alah SWT. Peluang sebagai guru bagi seseorang atau banyak orang ini sangat terbuka luas bagi setiap senior PS apalagi sudah mengampu Tikahan, Mahdi, Syahbandar dan apalagi Payung Rasul.

Apa yang kami lakukan dalam ujicoba jurus PS di Lampung ini adalah tidak lebih dan tidak kurang hanya mendorong para anggota PS untuk mencari bagaimana caranya mencapai sukses dalam profesi masing masing terutama bagi mereka yang ingin berniaga dengan cara memanfaatkan  jurus jurus PS yang telah diajarkan oleh Guru Besar kepada kita semua. Itulah kira kira saripati dari sekian banyak tulisan yang sudah saya tuliskan di blog PS Lampung ini. 

Jika dahulu banyak anggota PS belajar jurus agar memiliki kemampuan kanuragan, maka berdasarkan pengamatan dan keyakinan bahkan sekarang ini  sedang kami ujicobakan dalam berbnagai kesempatan bahwa jurus jurus PS itu sangat mendukung untuk dapat kita manfaatkan mencapai sukses cita cita kita. Ketahuilah bahwa jurus PS itu memiliki efek luar biasa baik bagi diri kita maupun lingkungan kita, manakala jurus itu dapat kita buat secara benar, sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Guru Besar.

Untuk memposisikan diri sebagai guru dalam prikehidupan bersama di lingkungan PS ini tentu saja kita harus belajar terlebih dahulu dan sukses terlebih dahulu. Bagaimana mungkin kita akan memberikan pelajaran dan mendorong agar orang lain sukses manakala  kita sendiri  tidak belajar dengan serius dan bahkan belum mencapai sukses itu. Ibarat orang bisnis kita harius berpindah dari satu kwadron ke kwadron yang lain yang lebih menguntungkan.

Yang semula kita masih dalam posisi mitis, sama sekali tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi pada diri kita dan lingkungan kita ketika kita membuat jurus, maka kita harus berpindah posisi pada posisi ontologis, yaitu mampu memahami dan mengetahui dengan jelas apa sebenarnya yang terjadi pada diri kita dan lingkungan kita ketika kita sedang melakukan jurus PS, walaupun kita masih belum mampu melakukan sesuatu yang lebih dari itu untuk kepentingan sesuatu berdasarkan rtidho Ilahi.

Manakala kita sudah mencapai ontologis, maka bersegeralah beralih ke posisi ‘fungsional’. Sesuatu itu dikatakan memiliki makna manakala ada fungsinya dalam mencapai sesuatu yang diridhoi Allah. Guru Besar telah berulangkali menyebut-nyebut bahwa “Faham dan Mengerti” lah dalam belajar ilmu PS ini. Dan dalam hal ini PS Lampung sudah berupaya untuk menterjemahkan dan melakukan “action” (dalam tanda petik) akan apa yang diajarkan dan perintahkan oleh guru Besar, untuk paham dan mengerti, walaupun usaha ini belum lagi menunjukkan hasil yang optoimal. Tetapi tentu saja akan lebih baik dari yang tidak berbuat sama sekali. 

Belajarlah bila akan memberikan pelajaran bagi orang lain, sukseslah bila akan mendorong orang lain sukses. Ap;alagi bila posisi anda dalam PS adalah sebagai pelatih, maka belajar dan sukses itu harus selalu melekat pada seorang pelatih PS, bagaimana mungkin dia akan menjadi pelatih yang baik bila sebagai pelatih dia masih mitis, tidak tahu apa yang terjadi, jangankan mitis, seorang masih ontologuis saja tak pantas sebagai seorang pelatih. Seorang pelatih harus mengampu jurus jurus PS secara fungsional, sehingga Ia mampu memberikan sesuatu yang berarti bagi kehidupan dan sukses bagi anggota anggota yang dilatihnya. Bukan hanya para pelatih, setiap senior harus menampatkan diri sebagai guru yang memberikan nilai nilai didiknya bagi sesama anggota PS.  Insya Allah.

Baca Juga :