Sebagai Organisasi PS Tidak Sakral.

Fachruddin PS LampungBenar, bahwa sebagai organisasi PS Tidak Sakral. Kalaupun ada yang sakral, maka yang sakeal hanyalah inti dari ilmu dan jurus PS. Laailaaha Illallah. dan intinmya adalah Allah. Ilmu dan jurs PS adalah mengajarkan kepada anggota anggotanya bagaimana cara hidup yang selalu berpegang kepada Laailaaha Illallah dalam segala situasi. Bila organisasi ini akan dijalankan secara benar, maka jangan sekali kali mensakralkan yang tidak sakral, dan lebih jangan lagi melakukan desakralisasi terhadap sesuatu yang sakral.  Manakala itu dilanggar, maka organisasi PS ini akan mendatangkan masalah bagi para anggota.

Para senior terdahulu, diangkatan awal awal PS nyaris mengkultus individukan Guru Besar, nyaris  menjadikan  Bang Asfan sebagai core PS, mereka nyaris menganggap PS adalah apa apa yang diucapkan dan dilakukan oleh Guru Besar.  itulah sebabnya pagi pagi Bang Asfan mengatakan bahwa beliau bukan Guru Besar PS, Guru besar PS adalah Al-Quran, sedangkan saya hanya penyampai belaka, demikian selalu disampikan oleh  Bang Asfan dalam ceramah ceramahnya. Melihat gejala yang kurang baik ini OMA ( Ibunda Bang Asfan) sering menegur beliau, kata OMA “Fan kau itu Manusia Biasa” dan Bang Asfan pun paham dengan apa yang dimaksudkan.

Itulah alasan mengapa Bang Asfan tidak mengenakan lambang lambang yang lazim dikenakan oleh orang orang yang ‘aalim billah, Bang Asfan tidak memakai sorban, sedang peci hanya dalam acara resmi dikenakannya. Ketika sejauh itu Bang Asfanpun sering mengeluh, setelah sengaja Abang ini berbuat dan bicara kasar agar adalah rasa benci sikit sikit kepada Abang katanya pada suatu kesempatan bicara empat mata, tiba tiba kok lucu … kata beliau justeru yang salah itu pula yang ditiru oleh para senior.  Bang Asfan sering menyesalkan senior yang fanatik, yang tidak mau menyaring lagi, mana yang hanya guyon, dan mana yang seriuis, para senior sering menganggap semuanya serius. Padahal sering diperingatkan bahwa ini  yang bicara adalah Panjaitannya, bukan Asfannya. Maksudnya agar senior bisa membedakan kala mana Asafanuddin bicara dan kala mana pula Panjaitan lebih dominan. Ketika Panjaitan bicara di sana beliau sering kasar.

Ketika Bang Zen menggantikan Bang Asfan sebagai Guru Besar upaya upaya tidak ingin dikultuskan itu semakin kentara. Pernah pada suatu kesempatan ketika akan pulang ke Yogyakarta, dua jam sebelum waktu yang ditetapkan oleh PT Damri Bang Zen sudah minta diantar untuk menuju ke post tunggu yang ditetapkan, sedangkan jaraknya sangat dekat dan hanya dalam hitungan detik kami sudah tiba di sana. Anehnya lagi beliau tak mau ditemani menunggu Bus yang masih dua jam lagi baru tiba itu, alasan beliau adalah Kalian sudah tiga hari menemani Abang, sudah saatnya kalian istirahat kata beliau. Dan pada saat itu Bang Antopun terpaksa meninggalkan tempat, dan Bang Zen benar benar sendirian. Dan nampaknya Bang Zen tidak suka diantar ramae ramae dan dijemput rame rame. Neliau ingin diperlakukan sebagai orang biasa.

Nampaknya baik OMA, Bang Asfan dan Bang Zen memiliki pandangan yangsama, bahwa Guru Besar itu orang biasa dan ingin diperlakukan sebagai orang biasa pula. Bahwa core PS itu bukan Guru Besar melainkan Laailaaha Illaallaah, dan seluruh aktivitas PS hendaknya seperti apa yang digambarkan jurus jurus PS adalah dalam rangka berpegang kepada Laailaaha Illallaah. Dengan demikian tentu saja Guru Besar berharap kita sebagai murit muritnya tidak keliru dalam menetapkan mana yang sakral dan yang sejatinya tidak sakral, mana yang tidak boleh berubah dan manapula yang boleh berubah. Mana yang bisa divariasikan dan mana pula yang boleh divariasikan. Seperti dalam tulisan terdahulu Bahwa PS Lampung bertekat  untuk tetap mempertahankan zona inti, tetapi dalam waktu yang bersamaan akan berkreasi di zona penyangga.

Sekayu 24 April 2014

Baca Juga :

 

PS Lampung Akan Pertahankan Zona Inti.

 

Fachruddin PS LampungDari dahulu hingga sekarang PS Lampung akan mempertahankan zona inti PS, zona inti PS meliputi do’a, ikrar, jurus, lafaz dan nafas, seperti apa yang diajarkan oleh Guru Besar baik Bang Asfan maupun Bang Zen. Mempertahan zona inti PS menjadi hal yang sangat penting karena zona inti PS justeru harus menjadi tuntunan ummat baik yang telah  tergabung dalam anggota PS maupun tidak. Namun walaupun demikian bukan berarti PS Lampung akan mengumbar ABCD kepada siapapun di luar PS kecuali yang bersangkutan membawa tugas dari pemerintah atau lembaga resmi untuk kepentingan ummat khususnya agama Islam, itupun atas persetujuan Guru Besar.   Dalam waktu bersamaan berarti PS Lampung akan mengembangkan kreasi zona penyangga. Antara zona inti dan zona penyangga tidak dicampuradukkan, karena mencampuradukkan zona inti dan zona penyangga PS akan membuka permasalahan yang merugikan PS sendiri.

Sikap dan pengertian ini telah dirintis oleh pengurus yang ada sekarang, oleh karenanya maka Pengurus yang akan datang diharapkan tetap mempertahankan program ini. Periode Kepengurusan yang sekarang akan berakhir tahun 2016 ini adalah waktu yang tidak terlalku panjang dan tidak banyak yang bisa diperbuat. Apa yang dilakukan oleh Pengurus PS Lampung walaupun mendapatkan cercaan dari senior cabang lain. tetapi sangat dirasakan manfaatnya oleh peserta pelatihan PS Lampung yang mengikuti program ini. Para senior PS Cabang lain mencerca karena belum mengetahui apa sebenarnya bentuk program yang dilaksanakan di Lampung, mereka keburu termakan oleh informasi yang keliru, bahwa sejauh ini kita tidak pernah merubah zona inti PS. Melainkan hanya berkreasi pada zona penyangga.

Marilah kita belajar dari kasus “Pelatihan Khusus di PS Lampung”, akhirnya orang orang enggan datang ke bengkel untuk mengikuti pelatihan khusus di Bengkel PS Lampung, karena mereka tidak merasakan adanya efek kelebihan pada jurus jurus yang di laksanakan pada pelatihan khusus itu. Dan bagaimana mungkin kita akan tahu bedanya antara jurus standar dan jurus khusus bila hingga saat sekarang kita tidak pernah melakukan konfirmasi efek yang dimiliki dalam kekhusususanb itu.  Kemampuan mengkonfirmasi itu bukan hanya tugas Guru Besar, tetapi justeru setiap yang mengikuti pelatihan khusus itu diajak untuk memeiliki kemampuan untuk mengkonfirmasinya, sehingga setiap individu mengetahui apa bedanya antara yang khusus dengan yang standar. Bentuk jurus tentu tidak akan kita rubah klarena merupakan zona inti, tetapi kita bisa berkreasi pada zona penyangga untuk dapat mengkonfirmasinya. Mungkin di PS Cabnag lain konfirmasi jurus ini tidak perlu dibimbing lagi, karena banyaknya senior yang sangat berpengalaman, tetapi tidak demikian halnya dengan para anggota peserta latihan khusus di PS Lampung, mereka masih membutuhkan bimbingan, oleh karenanya diminta kepada Pengurus harus proaktif.

Itulah sebabnya pada latihan jurus jurus standar setidaknya para pelatih benar benar telah matang kemampuannya untuk peka, cek dan tembus pandang, dan pada pelatihan khusus seyogyanya intuisi yang main, bukankah penajaman intuisi itu telah kita lakukan sejak jurus tikahan, bahkan halusan bila dikaji lebih dalam telah membukakan sedikit gerbang berkembangnya ituisi itu. Dan intuisi ini telah sangat dominan bermain opada pelatihan  khusus. Tetapi bagaimana mungkin mengajak para peserta pelatihan jurus khusus bila pada saat mereka mengikuti pelatihan standar saja mereka tidak pernah diajak untuk mampu mengkonfirmasi jurus mereka masibng masing. Situasi seperti inilah sebenarnya yang sedang dicoba di atasi oleh Pengurus PS Lampung bersama pelatih berkreasi di zona penyangga.

Untuk memahmai ini semua para senior untuk mengikuti testimoni bagi mereka yang memiliki kemampuan cek, peka dan tembus pandang, karena ternyata mereka yang memiliki kemampuan ini akan lebih mudah untuk diajak berkreasi di zoan penyangga. Para senior yang lain yang belum mendapatkan harus mengikuti langkah langkah itu. Memang  peka, cek dan tembus pandang bukan tujuan,  dan apalagi rukun Iman atau rukun Islam sudah jelas bukan, tetapi bukankah kita adalah aktivis PS yang akan mengambangkan ilmu PS. Tidak mencampuradukkan dengan rukun Iman dan rukun Islam. Isya Allah saya tidak terlaklu awam dalam urusan ilmu Fikih dan tauhid. Tetapi sekali lagi adalah dalam rangka mengembangkan ilmu dan jurus PS.

Bagi senior yang masih menyampuradukkan antara zona inti dan zona pnyangga memang apapun namanya bila itu belum sempat diucapkan atau dilakukan oleh Guru Besar maka itu disebut barang terlarang. Tetapi bila telah memisahkan mana zona inti dan mana pula yang disebut zona penyangga maka kreasi di zona penyangga dirasakan sebagai sesuatu yang sangat dibutuhkan. Untuk kita ketahui bersama bahwa ilmu PS dengan corenya Laailaaha Illallah adalah sangat dalam dan luas, adalah suatu ilmu yang tak habisnya digali serta dan tiada pula bertepi. Dan bila memang core ilmu PS itu adalah Laailaaha Illallaah, maka meperdalam dan memperluas pemahaman terhadap ilmu ini adalah wajib adanya. Mari kitra pertahankan zona intu, tetapi dalam waktu yang bersamaan mari kita berkreasi di zona penyangga.  Insya Allah.

Baca Juga :

 

 

Bang Anto dan Orang Di Sekitarnya.

 

Fachruddin PS LampungHampir dapat saya pastikan bahwa di masa depan PS Lampung akan sangat tergantung kepada Bang Anto dan kawan kawan, saya berkeyakinan  bahwa di bawah komando Bang Anto PS akan semakin maju, semakin semarak, dan kehadirannya akan selalu ditunggu oleh ummat secara keseluruhan, lantaran anggota PS pada umumnya telah memiliki sejumlah keterampilan, sehingga banyak hal dalam permasalahan ummat ilmu dan jurus PS adalah pilihannya. Untuk itu marilah kita kenali siapa siapa yang ada di sekitar Bang Anto yang cukup menonjol, tetapi hanya sebatas orang orang yang saya kenal, walaupun secara terbatas.

1. Bang Anto.

Bang Anto adalah pengampu Payung Rasul, beliau adalah tipikal kader Bengkel PS Yogyakarta 100%, tipikmal yang paling aman bahkan dapat disebut Ortodok kesetiaannya kepada PS tak dapat disangsikan lagi, bagi bang Anto PS itu adalah apa yang pernah dikatakan dan diperbuat oleh Guryu Besar Titik. Bang Anto adalah senior yang mendorong Fachruddin untuk menulis di Blog PS Lampung, pernah suatu saat blog itu dalam waktu demikian lama blog itu tak ada tulisan baru, maka Bang Anto justeru menegur, mengapa tak ada tulisan baru di Blog itu, kan masih banyak masalah yang berlum ditulis katanya …, seperti kecewa atas kemalasan Fachruddin menulis. Bagi bang Anto boleh bol;eh saja Fachruddin menulis, tetapi harus diingat bahwa apa yang ditulkis oleh Fachruddin belum tentyu sejalan dengan PS, dalam hal ini belum tentu sudah sesuai dengan apa yang telah diperbuat atau diucapkan oleh Guru Besar. Tetapiu sikap Bang Anto tidak sempat disosialisasikan.

Menurut pendapat Bang Anto, berlatih ilmu dan jurus PS itu tak bisa ditarget untuk bisa apa, kelebihan kelebihan seseorang dalam berlatih PS sifatnya adalah rejeki, tidak semua orang akan mendapatkannya. dan siapa yang mendapatkan kelebihan itu, maka sedapat mungkin hanya dia yang tahu, dan yang paling baik adalah bahwa dia sendiri tidak tahu kalau dia itu bisa. Bang Anto senang bengkel PS Lampung beraktivitas, silakan saja untuk berlatih dan ujicoba serta mendiskusikan apa saja di bengkel PS Lampung, asal masih di bawah kendali Fachruddin, karena dia yakin betul Fachruddin tidak akan membuat Pergurusn baru, tidak akan membuat kuida kuda baru, tidak akan membuat jurus baru dan tidak akan melawan Guru Besar.  Bang Anto mengalami kesulutan untuk konsisten berlatih, karena bisnisnya beberapoa kali mengalami jatuh bangun, dan sekarang sedang mencoba berdiri kembali.

2. Ayahda M. Yusuf.

Ayahda M. Yusuf adalah pengampu Syahbandar,  dahulu sewaktu fachruddin menulis buku Menjaring Nur Ilahi dengan jurus Prana Sakti, beliau sempat menghadiahi sebuah buku kepada Fachruddin, yaitu buku yang ditulis oleh mantan Ketua Majelis Ulama Jawa Timur. Dahulu Ayah M Yusuf Banyak membantu kegiatan yang dilakukan oleh Sdr Ishak. Belkiau juga aktif memberikan komentar atas tulisan tulisan Fachruddin di Blog dan juga selalu eksis di Group PS Lampung. Tetapi akhir akhir ini Ayah M. Yusuf berbalik arah. Dia mulai tidak suka dengan tulisan tulisan di Blog PS Lampung, bahkan dia keluar dari group FB PS Lampung semenjak Blog menulis tenatng perlunya peka, cek dan tembus pandang bagi para tim uji coba PS Lampung, apalagi dikatakan bahwa pelatih juga diwajibkan untuk peka, cek dan tembus pandang agar mampu melaksanakan kepelatihan dengan baik.

Sikap baru ayahda Yusuf adalah, latihan is latihan, berlatih PS itu adalah dzikir kepada Allah, bukan mau bisa ini, bisa itu. Itu semua tidak ada gunanya. Segala keruwetan dalam hidup sehari hari di bawa ke PS untuk dzikir kepada Allah, mohon ampunanNya, PS adalah tempat membersihkan hati. Berlatih PS untuk bisa ini dan bisa itu hanya akan membuat keruwetan tambah ruwet. Aktif di PS justeru untuk meninggalkan keruwetan dunia ini, bukan membawa PS ke dunia yang ruwet ini. Inilah hasil ijtihad ayahda M.Yusuf maka beliau mele[paskan diri dari segala diskusi diskusi di Blog dan FB.

Dahulu Aya M. Yusuf ini sering menjadi cukong berbagai kegiatan di PS beliaulah penyandang dananya, sudah tidak terfhiutung banyaknya uang pribadi yang dia keluarkan, apalagi seringkali beliau menjadi sponsor tunggal atas suatu kegiatan yang dilakukan oleh PS Lampung. Kita tidak tahu pasca sikapnya yang baru ini, ap[akah masih mau menjadi sponsor tunggal.  Ayah M.Yusuf sering tampil kurang konsisten, disaat ia keranjingan PS maka pagi sore, siang dan malam full bekerja untuk PS, tetapi disaat menghilang maka berminggu minggu dia tidak muncul di PS. tetapi hal ini juga disebabkan oleh jauhnya tempat beliau bertugas selaku guru dan Kepala Sekolah.

3. Sdr. Ishak Saleh.

Sdr. Ishak Saleh, DSialah pelatih PS yang paling aktif. beberapa tahun belakangan ini anggota baru muncul selalu lewat dia. Bisa disebut  diantara senior dan pelatih dia yang paling paham dengan program dan gagasan Fachruddin, petunjuk petunjuk Fachruddin diupayakan untuk dilaksanakannya dengan sebaik mungkin. Mungkin hanya satu arahan Fachruddin yang belum dilaksanakannya, yaitu membaca tuntas Kitab Ihya Ulumuddin dan bila ada yang kurang faham agar didiskusikan dengan Fachruddin. Kata Fachruddin Bang Asfan alm dahulu selalu memesankan untuk membaca Kitab karya Imam Al-Ghozali ini.

Sdr Ishak sependapat dengan Fachruddin bahwa senior dan pelatih harus peka, bisa cek dan tembus pandang, keterampilan dasar itu wajib dimiliki karena merupakan gerbang bagi pengembangan ilmu dan jurus PS. Berkembangnya ilmu PS ini ada di tangan para senior, Pelatih dan Pengurus.Oleh karenanya ketiganya harus saling bersinerji. Akibatnya apa yang dilakukan Sdr. Ishak maka  Fachr terbawa bawa, dan Apa yang digagas Fachruddin Sdr. Ishak terbawa bawa, itulah sebabnya banyak senior yang secara terang terangan mengusir keduanya.

Sdr. Ishak juga menyepakati pendapat Fachruddin untuk mempertahankan kemurnian zona inti dan sekaligus menyegarkan zona penyangga di lingkungan PS.  Zona inti itu meliputi do'a, ikrara, jurus, lafas dan nafas, ini tidak boleh diganggu gugat dan sepenuhnya kewenangan ada pada Guru Besar, tetapi pada zona penyangga pengurus, senior dan pelatih boleh berkreasi. Itu semua resiko ketika para anggota PS mematuhi apa yang disarankan oleh Bang Asfan, yaitu membaca buku Samudera al-Fatihah dan Ihya Ulumuddin, setelah kedua buku itu dibaca, lalu menambah buku yang lainnya, lalu ditambah buku yang lainnya lagi dan seterusnya, dan Ia mulai bicara bicara tentang PS berdasarkan buku buyku yang dianjurkan oileh Bang Asfan itu, maka resikonya Ia akan terkesan melangkahi guru Besar, terutama di mata para anggota yang menganggap Guru Besar sebagai Core PS.

Sdr. Ishak itu mendapatkan keterampilan dasar PS justeru di bengkel PS Lampung, dan keterampilan dasar Ilmu Ps yang dimilikinya telah banyak membantgu dirinya dari berbagai kesulitan dalam mengarungi hidup ini. Itu pula sebabnya cintanya kepada PS melebihi cintanya terhadap perusahaannya, tidak jarang bisnisnya ditelantarkan demi membela PS, cintanya terhadap Bengkel PS melebihi cintanya terhadap rumahnya sendiri, tidak jarang uang ada di sakunya dianggap sebagai uang PS, dan Isnsya Allah uang PS tidak apernah dianggapnya sebagai uang pribadi.

Ketika Sdr. Ishak melatih para anggota PS, khususnya anggota baru,  maka yang dilatih merasa nyaman, merasa tersantuni  dan terlindung, dan tidak jarang ketika di latih oleh pelatih yang lain justeru merasa tak nyaman dan bahkan terancam. Tetapi sebagai manusia biasa tentu Sdr. Ishak memiliki segudang kelemahan yang tak perlu diceritakan, terbukti dari derasnya protes protes orang orang atau kelompok tertentu terhadap kehadirdan sdr. Ishak di bengkel.

Protes protes yang muncul sudah lama dan bahkan sudah berulang kali di bahasa oleh Fachruddin dan Bang Anto, tetapi keduanya belum menemukan ada senior yang meyakinkan dapat berbuat minimal sama dengan apa yabng dilakukan Sdr. Ishak di Bengkel PS. Ada senior yang yang aktif latihan, jurusnya bagus, kuda kuda bagus, tetapi tidak memiliki keterampilan dasar ilmu PS. Bisa dibayangkan bila da anggota membawa keluhan rumah tangganya ke bengkel, lalu bagaimana caranya menyantuninya.  Itulah sebabnya maka ketika sdr. Ishak bergiat melatih para kader kader muda yang kini baru rata rata halusan itu, untuk mendapatkan keterampilan dasar, maka Fachruddin dan Bang Anto bilang "Baguslah".

4. Cak Syam.

Namanya Syamsuri, karena dia berasal dari Madura maka dipanggil 'Cak'. Senior yang satu ini benar benar todak banyak ulah, ketuka Ia masuk PS sekitar 20 tahun yang lalu hingga sekarang nyaris tak pernah alpa dalam latihan. Latihan baginya merupakan kebutuhan  dalam hidupnya, keruwetan dalam hidup dan bisnisnya akan terasa teduh dikala di bawa ke arena latihan, isteri dan anak anaknya merelakan Cak Syam pergi meninggalkan bisnisnya asala kepergiannya ke suatu tempat atau ke suatu Kota atao ke Jogyakarta adalah terkait dengan PS, isteri dan anaknya siap menggantikan peran Cak Sayam dalam bisnis dan rumah tangga.

Bagi Cak Syam PS adalah rumahnya yang kedua,  tidak jarang Cak Syam menempuh hujan lebat demi memenuhi undangan PS, bagi Cak Syam berkunung ke Bengkel PS Yogyakarta dan Pantai Samas adalah kewajiban setiap tahunnya. Kunjungan tidak dilakukannya hanya bila ada sesuatu yang benar benar tak dapat di atasinya, tidak jarang dia diberitahu dadakan, dan dijemput untuk ke yogyakarta secara dadakan dan tak diberitahu sebelumnya, dan anehnya itu pun bisa dilakukannya. Bagi Cak Syam untuk PS tidak ada siang dan tidak ada malam. Sering kami memintanya untuk tidak hadir melepas keberangkatan Bang Asfan di pagi buta menuju bandara untuk melanjutkan perjalanannya, karena kami tahu kesibukan Cak Syam sehari harinya. Tetapi himbauan kami tak pernah digubrisnya.

Jangan coba coba ada pihak yang menghina PS, maka Cak Syam akan berdiri di garda depan untuk menghadapinya. Percuam saya datang jauh jauh dari Madura katanya bila takut menghadapi mereka. sabar Cak Syam sabar kata kami menyabarkannya. Sebaliknya bila ada anggota PS yang mengganggunya maka diapun hanya akan tertawa saja. Dengan segala kesabarannya kahirnya Cak Syam kini mengampu Mahdi, Alhamdulillah ... Cinta Cak Syam kepada PS tiada duanya.

5 Ni'mat.

Jauh sebelum Ni'mat masuk ke PS tidak jarang  kami  melihatnya Ia memperhatikan PS  berlatih hingga usai pelatihan, baru Ia meninggalkan tempat,  tetapi setelah itu kami anggap lalu saja. Sampai pada suatu saat ada seorang senior PS yang menyapanya dan bertanya "Apakah kamu mau masuk PS ?" Nikmat menjawap Pasti 'Iya Bang' katanya singkat. Lalu senior bersangkutan merekomendasikan kepada Pengurius untuk menerima Ni'mat sebagai anggota Baru dan Ni'mat menerima jurus jurus PS sebagaimana layaknya anggota baru lainnya. Rupanya Ni'mat memang memilki mainan tersendiri sebelum masuk PS.

Seperti dia memang menganut Hizib, ada sejumlah doa doa yang dia rizkil dan dia yakini memiliki efek kekuatan. Doa doa itu di kutip dari berbagai ayat al_quran dan masing masing ayat memiliki khaddam atau penjaganya. Nampaknya Ni'mat berjalan di PS dengan sendirinya, artinya tidak ada orang yang memperingatkan bahwa PS tidak mempraktekkan hizib, dan bagi PS hanya "Lailaaha Illallaah" titik. berdsoa Iya, doa doa baku yang sudah termaktuib dalam al-Quran sangat bagus, tetapi tidak meyakini ayat itu dijaga oleh khodam dan kita harus bertawassul dalam PS itu tidak. Maka melesatlah Ni'mat dalam keyakinannya sendiri.

Dan Ni'mat membisikkan keyakinanya itu kepada siappun yang anggota baru yang ditanganinya. Demikian juga dengan anggota senior yang sepertinya meyakini kebenaran keyakinan Ni'mat dan apalagi yang bersangkutan memang awam dalam urusan agama.  Ni'mat sangat aktif dalam berlatih PS, nampaknya dia ingin mempertajam kemampuannya berkontemplasi. Dan tidak banyak anggota PS yang akan mampu berdebat derngannya dalam masalah ini, dan untuk diketahui Ni'mat di PS lumaian banyak pengikutnya.

6. Andi.

Bang Andi,   yang kami tahu adalah aktivis PS Kisaran Medan Sumut. Andi sangat terobsesi dengan kuda kuda dan jurus Bang Asfan. Wajar wajar saja karena Kuda kuda dan Jurus jurus Andi hingga Ia mengampu jurus Halusan 6, semuanya diterima dari Bang Asfan langsung. Hanya orang oranmg tertentu yang masuk PS lewat daerah yang berkesempatan semacam itu, dan Bang Andi adalah salah satunya. Di samping itu Bang Asfan, menurut penuturan Bang Andi  membisikkan padanya agar tidak menerima jurus jurus selain diberikan oleh Bang Asfan alm langsung.  Itulah sebabnya jurus Bang Andi nampaknya akan terancam  terhenti di tikahab 6, bila seandainya apa yang dibisikkan oleh bang Asfan itu dipahami sebagai perintah.

Kedatangan Bang Andi di Lampung ibarat hembusan angin segar, betapa Ia terperanjat melihat kuda kudadan jurus  para anggota PS Lampung semuanya keliru, melenceng dari apa yang pernah diterimanya dari Bang Asfan langsung. Maka Bang Andi tahu persis apa yang harus dilakukan, yaitu membenahi kuda kuda dan jurus PS Lampung agar sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh Bang Asfan. Nampaknya Bang Andi juga ingin agar Cabang PS Lampung adalah Contoh sebagai kuda kiuda dan jurus yang benar. Sayang gagasan andi untuk memperbaiki kuda kuda dan jurus PS yang benar itu belum menunjukan hasil yang menggembirakan.

Hanya beberapa orang yang berkenan menerimanya, apalagi pada suatu saat bang Andi memperagakan jurus sesempurna mungkin, badannya terpental pental tak terkendali hingga membentur tembok, Bang Andipun bangun tertatih tatih dan tak mampu melanjujtkan jurusnya. Semakin sedikit mereka yang mau mencoba jurus Bang Andi, tetpi walaupun demikian sejumlah anak muda justeru menyatakan nyaman dengan kuda kuda Bang Andi, mereka mengatakan bahwa kemurnian jurus Bang Asfan memang merupakan sesuatu yang harus diupayakan secara terus menerus, dan PS Lampung harus diupayakan kemampuannya untuk mensejajarkan diri dengan PS Cabang lainnya. Bang Andi memang nampak sekali terpukul hatinya melihat kuda kuda di Lampung sangat bermasalah, itu yang dikobarkannya semenjak kedatangannya di PS Cabang Lampung. Bang Andi adalah tipikal pejuang yang gigih.

Selain itu juga nampaknya Bang Andi ingin mensosialisasikan metode lahiriyah dalam belajar ilmu dan jurus PS, belum banyak beliau menggambarkan tentang wawasan metode lahiriyah ini. yang tertangkap adalah bahwa untuk berprestasi dalam menuntut ilmu PS ini harus memiliki kemampuan kepatuhan secara lahiriyah terlebih dahulu, jika hanya pengakuan pengakuan setia saja, atau katakanlah kesediaan untuk berkorban baik pikiran maupun dana biaya bagi PS bukanlah ukuran ideal bagi metode lahiriyah ala Bang Andi. Ukuran kesetiaan bagi anggota PS adalah kuda kuda dan jurus. Tidak melaksanakan jurus sesuai dengan apa ayang telah diperagakan oleh Guru Besar adalah meruapakan pengingkaran terhadap Guru Besar. Bentuk bentuk pengingkaran seperti itulah yang akan diperjuangkan oleh Bang Andi untuk segera dibenahi.

7. Pak Budi Wijaya.

Budi Wijaya adalah salah satu orang yang berhasil memeragakan kuda kuda bang Andi, Pak Budi merasa nyaman dengan kuda kuda ini, sehat dibadan.  Oleh karenanya akan mensuport Andi untuk menerapkan metode lahiriyah dalam belajar ilmu dan jurus PS di lampung.

8. Pak Azis Sariya Jaya.

Pak Azis satriya Jaya, sama dengan Pak Budi Wijaya.

Demikianlah kira kira informasi untuk Bang Anto tentang siapa siapa yang ada disekitarnya. Nantinya akan terserah kepada Bang Anto tentang siapa yang akan diposisikan di mana. Untuk diketahui bahwa uraian tersebut adalah atas dasar pandangan penulis secara pribadi, yang sudah barang tentu banyak kekurangan dan ketidak tepatan, dan hanyalah yang bersangkutan yang sebenarnya mengetahui siapa sebenarnya dirinya.  Wallohu a'lam bishowab.

Baca Juga :

Petunjuk Menangani Penghianat Organisasi.

 

Fachruddin PS LampungPengurus Prana Sakti Lampung tidak pernah gegabah dalam menangani anggota yang dituduh telah menghianati PS. Atas kesalahan seorang senior yang membuat organisasi baru, Maka setidaknya kalimat Bang Asfan yang selalu saya ingat adalah   ” … Tolong peringatkan Ia, … tetapi bila itu tidak diperhatikannya, ya sudahlah …, itu semua tanggung jawab Abang sebagai Guru Besar. Tetaplah kalian bergaul sebagai layaknya sesama muslim …, saling hormat menghormati seperti baiasa”.  Sedangkan petunjuk Bang Zen dalam kasus seseorang anggota yang telah sempat menjadi anggota pergurusn lain, adalah sebagai berikut : ” Layani Ia sebaik mungkin … latih dia kembali mulai dari kuda kuda lalu berikan pencerahan (pengarahan), berlatih lagi …, pencerhan lagi … lanjutkan ke jurus berikutnya …., dan selesaikan itu semua dalam 20 kali pertemuan. Begitu dua petunjuk Guru Besar, setidaknya pernah terjadi di Lampung. Saya menyimak komentar di FB nampaknya gagasan yang muncul adalah hanya berdasarkan selera masing masing saja. Termasuk diantaranya adalah hukuman terhadap pengurus PS Lampung yang telah dituduh membelot dari organisasi, vonis hanya bersifat pribadi, walaupun dilakukan bersama sama.

Namun walaupun demikian memang PS harus memiliki kaidah cara penanganan terhadap perorangan atau kelompok, atau lembaga seperti Pengurus Cabang umapamnaya seperti yang dituduhkan pada Pengurus PS Lampung. sehingga vonis tidak lagi dijatuhkan berdasar selera pribadi dan slera masing masing dengan hanya menggunakan dalih dan mengklaim diri sebagaio orang atau pihak yang paling tahu, paling setia dan paling berjasa dengan  PS. Seperti apa yang dicontohkan oleh Bang Asfan terhadap kasus seorang senior yang mendiriksan organisasi atau perguruan sendiri  umapamanya, Pengurus dan senior yang ada di daerah itu hanyalah diberikan kewenangan untuk menasehati, tetapi bila nasehat nasehat telah disampaikan kepada yang bersangkutan ternyata yang bersangkutan masih kekeh akan sikapnya, maka serahkanlah segala sesuatunya kepada Guru Besar. Sementara kami diarahkan untuk bersaudara sebagaimana biasanya antar sesama sahabat dan sesama muslim.

Memang benar amanah Guru Besar saya sampaikan secara empat mata, waktu saya menyampaikan pesan bang Asfan yang bersangkutan tak menjawa, dan buang muka. Lalu opada suatu saat yang bersangkutan datang ke Bengkel PS dengan dalih mencari saya, dan pada saat itu saya menga tidak bisa datang ke Bengkel, dia sendiri yang mengatakan di Bengkel bahwa Fachruddin telah mencoba mensehati saya …, memang Fachruddin itu tahu apa tentang PS, demikian inti katanya, yang tentu saja banyak kata kata lain yang tak pantas dituliskan di blog ini. Pesannya yang terakhir adalah “Suruh Fachruddin menghadap saya, untuk belajar tentang PS”. Pesan sudah saya terima, tetapi menghhadapnya untuk belajar dari yang bersangkutan untuk belajar tentang PS hingga hari ini tak saya lakukan. Setelah itu, ketika Bang Asfan berkunjung ke Lampung, saya segera meloporkan ke Guru Besar, dan pesan guru besar kembali mengatakan agar kami tetap berhubungan sebagai sesama muslim, urusan penghianatan dan semacamnya diserahkan sepenuhnya kepada Guru Besar.

Lain lagi kasus seseorang yang sempat masuk perguruan lain. Kasus ini merujuk kepada petunjuk Bang Zen. Kini giliran Bang Anto yang menanganinya, di luar karakter aslinya bang Anto dalam menangani kasus ini nampak sekali ramah dan bersahabat. Atau mungkin yang bersangkutan adalah perempuan. Atau bang Anto sempat ada yang memberi tahu bahwa yang bersangkutan dahulu besar konstribusinya bagi PS. Atau barangkali beliau telah diberitahu tentang petunjuk Bang Asfan bahwa apapoun kesalahannya tetaplah harus menjaga ukhuwah Islamiah. Tetapi walaupun demikian yang bersangkutan menghilang padehal belum lagi pencerahan mencapai du pulub kali pertemuan.

Berbeda dengan Pngalaman Cak Syam, dia menangani pembelot dan ini barangkali yang saya anggap paling heboh. Di mata pembelot ini Cak Syam bukan apa apa, tetapi ketika dia harus kembali ke PS setelah beberapa tahun membelot ke Perguruan lain yang membimbingnya untuk pencerahan ternyata Cak Syam, jelas ini sangat menyiksa batin yang bersangkutan. Cak Syam menjelaskan apa itu PS, maksud dan tujuannya, siapa pendirinya dan bagaimana perjuangannya. Sebenarnya yang bersangkutan sudah tahu semua tentang apa yang dijelaskan oleh Cak Syam, tetapi itulah prosedurnya, dan yang bersangkutan harus sabar menantikan penjelasan itu hingga selesai.

Tahap berikutnya Cak Syam memperkenalkan ABCD dan bagaimana cara melaksanakan ABCD itu  terkait pengaturan pernafasan. Tepukan pertama, tepukan kedua, dan tepukan ketiga. Semula jarak tepukan pertama, kedua dan ketiga dalam durasi yang seimbang, berikutnya durasi mulai menjomplang, berikutnya lebih menjomplang, ketiga sangat menjomplang, keempat yang bersangktan mulai tak mau menerima menark dafas dengan sistem cak Syam, ketegangan  antara keduanya mulai nampak. tetapi tar8ikan nafas ini akhirnya selesai dalam putaran yang kelima.

yang bersangkuytan diajari oleh Cak Syam sistem kuda kuda PS, anehnya kuda kuda yang bersangkutan sepertinya sangat sulit untuk ditirukan oleh yang bersangkutan, kuda kuda yang dibuatnya tidak sesuai dengan perintah Cak Syam keteganganpun tak terekarelakkan, yang bersangkutan membentak Cak Syam, dan Cak Syam balas membentak dengan suara yang lebih keras. Apalagi fisik Cak Syam jauh lebih prima.

Ayo kita beradu tenaga … kata yang bersdangkuta

OK … Siap ! hentak cam Syam. Pilih dengan cara bagaimana mau kamu … ? sergah Cak Syam pula …

Yang bersangkutan diam … nampaknya dia keder juga melihat bentuk Fisik Cak Syam  yang mengesankan kedot itu.  Matapun bertemu mata ,,,, akhirnya yang bersangkutan tertunduk … berbalik  memakai banjunya kembali … meninggalkan tempat dan tak kembali lagi.

Apa yang dilakukan oleh para senior kini membuat semakin tidak jelas, mereka membuat masalah indisipliner ini hanya berdasarkan seleramasing masing, dan bentuk hukumanpun suka suka. Seperti Pengurus PS Lampung umpamanya telah divonis menentang Guru Besar hanya lantaran sering melakukan ujicoba dan kajian kajian tentang ilmu dan jurus PS. Stempel salah telah mereka voniskan tampa mau mendengarkan penjelasandari pihak pihak yang tertuduh, dan lebih serunya lagi, dengan melangkahi kewenangan Guru Besar, mereka memvonis bahwa PS Lampung telah melangkahi kewenangan Guru Besar. Hendaknya preseden buruk seperti ini harus kita hindari bersama.

Benar, ada baiknya PS itu membuat aturan PROTAP bagaimana menangani insidpliner organisasi, dan harus ditentukan juga definisi definisi yang disebut indisipliner itu. jangan sampai para seniorpun suka suka saja menganggap seseorang telah bertindak indisipliner, dan secara suka suka juga menjatuhkan vonis, sehingga vinis dijatuhkan secara berulangkali, karena tidak jelas siapa yang berwenang mengekskusi hukuman kepada si pembelot.  walloha’lam bishowab.

Baca Juga :

 

Di Seputar Rencana Pengunduran Diri Sdr Ishak.

Fachruddin PS LampungTelah berulangkali Sdr Ishak menyampaaikan kepada saya akan niatnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pengelola Bengkel PS Lamp[ung. Jabanatan ini telah dipangkunya hampir sepuluh tahun. Jelas niat itu saya tolak,  bertahun tahun saya membina, mendorong serta memberi suport agar bengkel ini dikelola dengan baik,  dengan berbagai aktivitas, terutama aktivitas clinics, memperbaiki jurus PS Lampung yang tak kunjung sempurna sesuai dengan petunjuk Guru Besar. Permohonan pengunduran diri pertama diajukan adalah jauh sebelum heboh heboh fitnah "Kuda Kuda Dan Jurus PS Barui di PS Lamp[ung"  Jadi niat ini tidak ada hubungannya dengan vonis memponis yang dilakukan oleh para senior terhormat kepadanya. Apa yang disampaikan oleh para senior di Facebook sebenarnya membuat geli saja bagi kita kita yang mengetahui sebenarnya apa yang terjadi di Bengkel PS Lampung.  Tetapi vonos telah diturunkan berdasarkan ketidak tahuan seseorang.

Sebenarnya saya sendiri tidak tega melihat kesibukan Sdr Ishak sehari harinya yang demikian sibuk, lalu ditambah lagi dengan kesibukan mengelola Bengkel PS Lampung. Seringkali hanya karena kesibukan di PS dia membatalkan pertemuan pertemuan sehubungan dengan bisnisnya, sebuah pertemuan yang sangat memungkinkan terjadinya sebuah transaksi, apalagi disaat saat Guru Besar akan berkunjung ke Lampung. Tidak sedikit uang pribadi yang dia keluarkan untuk menalangi kebutuhan organisasi. Yang dahuku dana talangan itu banyak dilakukan oleh Bapak M.Ali (sekretaris), tetapi pasca pengunduran diri Bapak M.Ali saya tahu persis bahwa Ishak terpaksa merogoh kantongnya lebih dalam lagi. Situasi ini tidak pernah dia ceritakan kepada siapapun,

Memang sejalan dengan kenaikan jurus Sdrt Ishak, yang kini mengampu Jurus Mahdi, saya memberikan tugas tugas yang lebih terarah sejalan dengan jurus yang diampunya, berdasarkan kaidah yang ditetapkan oleh Pengurus bahwa pengampu jurus Mahdi harus melakukan clinics jurus, bagi mereka yang jurus jurusnya jauh dari sempurna seperti yang diinginkan oleh Guru Besar. Saya menyadari memang secara fisik Sdr Ishak kurang atletis, tetapi saya tahu bahwa nafas Sdr Ishak jauh lebih panjang dari nafas para senior Lampung lainnya. Suara Sdrt Ishak jauh lebih lirih dibanding suara susra para senior lainnya. Tetapi untuk mengelola bengkel bukan kuatnya teriakan yang yang dibutuhkan, tidak butuh teriakan teriakan yang terdengar hingga ke Cabang lain. Bukan mengandalkan fisik yang prima, yang kuda kudanya sulit ditiru dan membuat nafas menjadi bocor, sekali dua kali jurus diperagakan, lalu menghilang sekian minggu dan bahkan sekian bulan. Lalau kemudian datang lagi dengan ocehan yang merepet diselingi dengan kata kata kotor, dengan dalih menempa mental, agar tahan banting, Atas nama pengurus saya memenag melarang Sdr. Ishak  untuk berbuat kasar seperti itu, biarkanlah Cabang yang lain tetapi tidak di Cabang Lampung.  Alhamdulillah Sdr Ishak memiliki pemikiran yang sama, dan selama itu pula Sdr.Ishak selalu aktif di Bengkel dan bahkan bila perlu dia sudah sangat sering menginap di bengkel, Sungguh suatu keseriusan dan tanggung jawab yang tidak dimiliki oleh senior lainnya. Dengan segala kerendahan hati Sdr. Ishak dengan sabar mendengarkan petunjuk yang saya berikan, walaupun sebenarnya jurus yang diampunya jauh di atas jurus yang saya ampu.

Saya tahu persis bahwa fitnah terhadap Sdr. Ishak itu beruntun dan sambung menyambung, dahulu fitnah itu hanya bersifat lokal, tetapi perkembangan lebih lanjut sejalan dengan kemajuan teknologi informasi kini kini fitnah itu sudah go publik,  tidak cukup hanya dengan kata kata, tetapi juga bukti empiris dan bentuk vedeo yang menggambarkan akan melencengnya kuda kuda milik Sdr. Ishak. Tentu harus ditambah lagi dengan bumbu bumbu fitnah sebagai penyedap informasi.  Sebaiknya memang tidak ada pihak senior yang berkenan menadah informasi haram seperti itu, tetapi namanya juga jebakan, pasti saja akan ada senior  yang terjebak.

Sudah saya katakan bahwa secara fisik Sdr. Ishak itu kurang ideal. Kalau mau peragaan kuda kuda yang sempurna lihat saja kuda kudanya Bang Anto dan kuda kudanya Bang Andi, tetapi kan tidak cukup dan terhenti hanya pada peragaan saja.   Saya tahu persis kacaunya kuda kuda di angkatan Ishal dan kawan kawan, pada saat itu peragaan kuda kuda bukan lagi dilakukan oleh Bang Tarmizi Alm selaku Ketua Pelatih, tetapi banyak didelegasikan kepada asistennya, mulai sat itu kuda kuda di PS lampung mulai centang perenang. Selepas Bang Tarmizi alm, ketua pelatih digantikan oleh Bapak Migan, jangankan Pak Migan akan memperbaiki kuda kuda orang lain, sementara kuda kudanya sendiri masih butuh perbaikan. Saya sanggup memberikan vedeo kuda kuda para anggota PS Lampung yang jauh lebih buruk dari apa yang sudah pernah disampaikan oleh para senior yang lain. Tetapi apakah lantaran kuda kuda mereka buruk lantas saya berwenang untuk mencaci mereka.

Saya menggariskan kepada Sdr Ishak bahwa menawar kuda kuda asli lantaran unsur ketidak mampuan itu boleh dilakukan sebagai proses menuju kesempurnaan seperti yang diinginkan oleh Guru Besar,  tetapi janganlah menawar jurus kosong, sebagai sebuah proses kita melalui tahapan tahapan, tetapi  hendaknya dipastikan setiap tahapannya harus memiliki efek tenaga. Yang apabila nanti telah mampu dilakukannya, lanjutkan peningkatan itu sedikit demi sedikit sampai akhirnya. Tetapi yang paling penting dalam posisi proses itu nafas benar benar terjaga. Sejak dahulu saya mengenal Sdr Ishak sangat konsisten dalam menjaga kualitas pernafasan, terlebih pada saat yang bersangkutan berusaha untuk tidak merokok. Jurus yang dimiliki Ishak fanatik hentakan sehingga mudah mengontrol kapan nafas itu harus dilepas. Masalah nafas saya memang meintanya tampa tawar menawar,  nafas adalah harga mati. Sejak dahulku ada beberapa senior yang demikian bangganya dengan hentakan hentakan dalam membuat jurus. Dengan hentakan  itu sehingga tubuh terpental kemana mana, bahkan terjatuh dan kakipun terkilir, sementgara efek ketenagaan dari jurus yang dibuatnya itu sangatlah minimnya.

Aneh bin ajaib jurus yang kuda kudanya masih dalam proses tawar menawar karena belum mampu membuat kuda kuda secara maksimal seperti yang diperagakan oleh Bang Anto dan Bang Andi itu tiba tiba mendatangkan  hasil yang luar biasa, terutama mereka yang terhitrung anggota baru, yang tingkat kepatuhannya jauh lebih besar dibanding anggota lama yang terlanjur memiliki fanatisme kuda kudanya sendiri sendiri itu. Mereka memdapatkan sejumlah keterampilan, walauopun baru dalam tahap keterampilan dasar belaka. Saudara Ishak pernah menyampaikan terstimonya ketika Ia pertama mendapatkan keterampilan dasar. Dan saya meminta Ia melatih poara anggota berdasarkan testimony yang telah disampaikan. Memang ada mereka yang dilatih oleh Sdr Ishak, yang tidak mendapatkan apa apa, dan bagaimana mungkin dia akan mendapatkannya, bila yang bersangkutan tidak pernah mematuhi petunjuk petunjuk Saudara Ishak. Sayang sekali yang bersangkutan tidak berusaha evaluasi diri, melainkan bicara ke mana mana bahwa kuda kudanya Sdr. Ishak nilil, yang memang sikap yang sangat manusiawi.

Dahulu memang Sdr. Ishak sering mengeluh akan kesulitan yang dihadapinya dan Ia merasa itu terjebak akibat kesediaannya mengeloa Bengkel PS Lampung, aneka ragam permasalahan yang dihadapi oleh para anggota dan bahkan masyarakat umum, bukan hanya masalah penyakit, tetapi selain masalah sakit, juga banyak masalah rumah tangga, mulai dari percekcokan suami isteri, perselingkuhan,  himpitan ekonomi yang menggoyahkan rumah tangga, masalah bisnis, karir dan lain sebagainya.  Sdr. Ishak saya arhkan untuk memahami makna mendalam tentang ikrar Laailaaha Illallah. Kalimah itu sebagai kunci segala persoalan hidup ini. Galilah sedalam dalamnya makna itu dari berbagai buku, utamanya adalah buku Ihya Ulumuddin. seperti yang dianjurkan oleh alm Bang Asfan sebagai pendiri dan Guru Besar PS yang pertama. Memang dari buku itu banyak sekali hal hal yang belum diucapkan oleh Bang Asfan dan Bang Zen, tetapi tak usah sungkan untuk membicarakannya, dan nantinya memang kita akan dituduh mendahului Guru Besar.

Nampaknya Sdr Ishak tak punya cukup waktu untuk membaca baca buku itu, namun demikian Sdsr Ishak adalah seorang senior yang lebih cepat menangkap dibanding senior yang lain, manakala diajak bicara masalah keilmuan agama, terkait ilmu dan jurus PS. Satu persatu kedatangan orang orang di bengkel PS saya minta untuk dilayani secara santun, dan yang memang diantara senior memiliki kemampuan untuk bersikap santun kepada orang orang yang berhajat terhadap ilmu dan jurus PS maka Sdr Ishak adalah orangnya. Ada senior yang suka sekali mematahkan keluhan keluhan seseorang, sehingga yang bersangkutan tak lagiu mampu bicara, klarena apa yang dibicarakannya selalu saja berjung dengan "salah sendiri".  Ada juga senior yang jawabannya hanya "Ayo Latihan" baginya latihan adalah jawaban atas segala persoalan tampa butuh penjelasan apapun. Ada juga senior yang bicara masalah jurus Oke, tetapi bicara masalah yang lain Sorry saja.

Tetapi yang ingin saya katakan adalah bahwa Sdr Ishak dalam mengelola Bengkel PS Lampung  ini berangkat dari tidak tahu apa-apa, kesediannya mengelola Bengkel PS Lampung menghantarnya mendapatkan berbagai keterampilan dalam ilmu dan jurus PS dan inilah kelebihannya dari senior senior lainnya. Tetapi banrangkali ini adalah merupakan  karakter dari teman teman di PS tidak akan begitu saja mengakui akan kelebihan teman yang lain, banyak faktor dan persaratan untuk mendapatkan pengakuan dari teman teman seangkatan dan apalagi pengakuan dari para seniornya. Saya juga yang mendorong agar apabila Ishak mendapatkan sesuatu melalui ilmu dan jurus PS, maka berceritalah setidaknya kepada saya. Ini bertentangan dengan tradisi di PS umumnya, di mana seseorang yang mendapatkan kelebihan, maka tutuplah rapat rapat, dan jangan samapi ada yang tahu. Bila perlu diri sendiripun tidak tahu menahu. Masih banyak senior yang mengatakan bahwa yang paling ideal itu adalah "Tidak Tahu Kalau Dirinya Tahu". Karena atas arahan saya, dan Ishak menurutinya,  Ishakpun benr benar menjadi kurban, banyak teman yang tak suka pada Sdr. Ishak. Apakah saya masih bisa mempertahankanya?. Entahlah.

Baca Juga :

 

PS Lampung Tak Punya Kuda Kuda dan Jurus Baru

LUKA HATI TELAH MENGANGA APAKAH MASIH DAPAT  DISEMBUHKAN

Fachruddin PS LampungSemula saya secara pribadi menganggap issue kuda kuda dan jurus baru di Lampung itu hanya ulah iseng dan nanti pada saatnya akan reda dengan sendirinya setelah memang kenyataannya bahwa kuda kuda dan juruis di PS Lampung tidak ada yang baru, tidak ada yang di rubah, yang ada hanya kuda kuda dan jurus PS yang diterima dari pelatih di bawah asuhan guru Besar. Tetapi kuda kuda dan jurus itu sudah barang tentu belumlah sempurna, terbukti kuda kuda dan jurus bila diamati akan terdapat perbedaan tipis antara satu dengan yang lain, perbedaan ini diakibatkan oleh antara lain perbedaan kualitas fisik, yang diakibatkan oleh perbedaan usia, daya tangkap dan tingkat keseriusan serta penyebab lainnya yang kemungkinannya banyak sekali. Upaya perbaikan selalu diupayakan, tetapi hingga sekarang sepengetahuan saya kuda kuda dan jurus itu belum lagi sempurna. Tetapi lama kelamaan, karena banyaknya yang mengatakan bahwa PS Lampung telah menciptakan kuda kuda dan jurus baru, maka pikiran inipun terganggu juga.

Sekalipun itu sebenarnya adalah infoprmasi yang salah tetapi bila disebut secara berulang ulang dan oleh banyak orang pula, maka informasi yang salah itu lama kelamaan bisa dikira benar adanya. Dan ketika info itu dianggap benar maka wajar saja buila para senior menjadi marah semarahnya, dan kenyataannya memang semakin dijelaskan justeru semakin dicurigai. Sementara yang dituduh kebingungan, setelah puas diminta untuk menyatakan penyesalan dan meminta maaf dan tidak pernah saran itu diikuti karena yang bersangkutan tidak merasa membuat kuda kuda dan jurus baru. Ini yang membuat para senior kesal sehingga terlointar kata kata silakan membuat perguruan bartu, dan nyatakan berpisah dengan PS.

Astaghfirullah, demikian hebatnya sesuatu yang disebut fitnah. Dapatkah luka hati ini kembali disembuhkan, di satu pihak para senior merasa telah dihianati dengan cara membuat kuda kuda dan jurus baru, di lain pihak hati ini rasa tak terima dikata-katai dengan cara kasar dan bahkan keji, di luar etika keislaman. Hukuman nampaknya telah dijatuhkan termasuk kepada Pengurus PS Lampung atas apa apa yang sejatinya tidak dilakukan  Tetapi vonis sepertinya telah dijatuhkan berkali kali. Dan itu telah dilontarkan rasanya sulit untuk ditarik kembali, karena bukan oleh satu dua orang, tetapi berkali kali oleh banyak orang, kini nasi telah menjadi bubur.

Memang Pengurus PS Lampung telah berkali kali menangani penghianatan yang dilakukan oleh beberapa senior,  atas petunjuk Guru Besar pengurus telah melakukan langkah langkah sebatas kewenangannya sebagai pengurus, tidak memecat dan tidak mengisolir yang bersangkutan dari dunia PS, tidak mengata ngatainya dengan kata kata yang kotor yang sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang senior PS. Jelas mereka adalah penghianat PS dan secara terang terangan menyetakan diri bertentangan dengan PS, tetapi Guru Besar menuntun PS Lampung untuk selalu santun dan selalu membuka pintu maaf kepada yang bersangkutan,

Kini giliran Pengurus PS Lampung yang dihakimi, bahkan kini hukuman yang telah ditimpakan kepada PS Lampung sangatlah hinanya, jauh lebih hina dari hukuman yang ditimpakan kepada anggota PS Lampung  dibawah petunjuk Guru Besar, tetapi PS Lampung telah dihukum oleh siapa sajka yang mengaku sebagai anggota PS, dan yang lebih menyakitkan adalah hukuman justeru ditimpakan atas PS Lampung atas kesalahan kesalahan yang tidak dilakukannmya.

Saya bertanya kepada mereka yang melatih dan mereka yang dilatih, apakah ada  memberikan kuda kuda dan jurus baru diajarkan, mereka semua tertawa. Hanya Andi dan teman temannya yang mengatakan bahwa kuda kuda dan jurus di Lampung telah berubah, sudah melenceng dari apa yang diterima dari Bang Asfan sebagai Guru Besar pertama. Bang Andi bisa bicara seperti itu karena tuturnya bahwa kuda kuda semua jurus jurus PS yang telah diterimanya nya diterimanya adalah didapatkan langsung dari almarhum Asfanuddin Panjaitan. Kalau hanya jurus itu melenceng, itu wajar saja karena mereka sejak awal memang tak mampu membuat kuda kuda seperti yang diperagakan oleh Bang Andi, kuda kudanya demikian sempurna, sangat rendah. Kuda kuda bang Andi sama persis seperti kuda kuda yang diperagakan oleh para senior Jogyakarta ketika bertandang ke Lampung.

Saya pernah meminta kepada sdr Ishak Saleh untuk menerapkan kuda kuda seperti yang diperagakan oleh Bang Andi, ternyata para anggota tidak sanggup melaksanakannya, dengan kuda kuda itu nafasenjadi bocor hanya dalam hitungan detik, gerakan selanjutnya menjadi berantakan lantaran nafat tak tertahan terlepas. Bukan salah bang Andi dan bukan pula salah kuda kuda. tetapi mereka memang sejak awal bermasalah dengan kuda kudanya.  Hanya ada beberapa orang yang berhasil mempraktekkan kuda kuda murni yang diperjuangkan oleh Bang Andi yang saya kenal diantaranya adalah Budi Wijaya dan Azis Satriyajaya.  Dan ketika Bang Anto mengoreksi jurus empat, justeru Budi Wijaya mengatakan empat bang Anto kurang cocok dan berakibat  mencret. Sudahlah  … saya katakan kepada Ishak kembalikan saja kepada kemampuan mereka membhuat kuda kuda, tetapi jaga kualitas nafas, lepaskan nafas itu pada posisi yang tepat. Lalu apakah itu yang disebut kuda kuda baru. Sungguh menggelikan kuda kuda itu adalah kuda kuda yang belum tersempurnakan, adalah pilihan yang paling mungkin ketika para anggota tak mampu membuat jurus dengan kuda kuda yang seharusnya, maka belalah kesempurnaan nafasnya.  Dengan harapan kuda kuda sedikit demi sedikit  dapat diperbaiki, tetapi masalah nafas, katakanlah harga mati.

Saudara Ishak melaporkan bahwa para anggota yang ditanganinya tidak bisa dikasari dalam berlatih, keliru penanganan dan dinilai kurang santun dalam melatih merekapun meninggalkan tempat latihan dan tidak kembali. Tidak seperti Cabang PS yang lain yang masih bisa menendang, membentak dan bahkan mengusir para anggota baru bila kurang berkenan dengan menerima perlakuan kasar dalam memgikuti pelatihan jurus PS. yang kekasaran seperti ini secara pribadi sempat saya alami sendiri pada masa itu.Tetapi di dalam hati saya berjanji tidak akan meniru hal hal yang saya nilai buruk dan tak sejalan dengan Islam, terutama dalam melatih orang tua, temasuk kepada saya yang pada saat itu tidak bisa lagi disebut muda.

Kekasaran perlakuan perlakuan pelatih kepada saya pada saat itu, saya rasakan lebih kasar perlakuan para senior itu kini kepada saya, setelah saya berjuang untuk PS selama dua puluh tahun lebih,  ternyata saya justeru dikasari oleh anak anak muda, sekalipun jurus mereka lebih tinggi dari saya, tetapi bukanlah alasan yang tepat untuk berbuat apa saja secara keji, keoada saya yang hanya memnghitung hari lagi, untuk menuju keharibaan Ilahi. Itukah hasil dari jurus jurus itu. terus terang saya tidak percaya. Bukan karena apa apa, selain karena angkara murka semata. Hanya lantaran gagasan saya yang dinilai melanmgkahi  Guru Besar ditambah lagi siraman bensin dari  segelintir informan dengan bumbu kebencian kepada Ishak.

Saya sudah menawarkan kepada bang Anto, untuk mencarikan senior pengganti posisi Ishak, dan saya meminta kepada Anto untuk aktif di kepengurusan karena tidak lama alagi saya akan meletakklan jabatan saya dalam kepengurusan sebagai ketua PS Cabang Lampung, tetapi kata Bang Anto tidak ada seniop yamng bisa dipercayaionya  dan sanggup mengantikan posisi Ishak, dan Bang Anto sendiri mengatakan jangan dulu, karena Anto sedang menata perekonomian keluarganya, setelah beberapa kali bisnisnya terbilang ambruk. sayapun tak tega meninggalkan PS. untuk masa sekarang.

Senang sekali bila ada para senior yang tukang caci maki itu berkenan menggantikan posisi saya, dan Saudara Ishak akan dengan sukarela melepas jabatan dan fungsinya bila ada ada senior yang mau menggantikannya di posisinya, agar Ia dapat lebih serius menekuni bisnisnya. Terus terang mengurusi PS Cabang Lampung ini harus ekstra keras dalam bekerja, lantaran secara beruntun dan terus menerus dihadiri oleh berbagai keinginan. Itu terjadi bukan hanya sekarang tetapi memang sudah sejak masa Bang Asfan dahulu. Tetapi para senior dahulu tidak terpancing untuk campur tangan. Atau mungklin dahulu tidak ada jejaring sosial seperti sekarang ini. Astaghfirullah.

Sekayu  16 April 2014

Baca Juga :

Allah tidak Membuat Sesuatu Yang Tak Bermanfaat

Fachruddin PS LampungPara anggota PS yang berlatih di  di PS Lampung terkejut ketika kamera  menangkap adanya gelembung sinar yang bertaburan ketika mereka membuat jurus sewaktu berlatih jurus PS. Lalu diantara mereka tak seorangpun yang mampu menjelaskannya karena memang dasarnya juga mereka tidak pernah melihat itu semua, sementara peristiwa semacam itu sudah berkali kali tertangkap kamera, rerupa  warna warni dan pernah juga hanya satu warna. Apakah itu makhluk gaib, Ya kita sdelalu saja mengatakan sesuatu yang belum kita kethui itu sebagai sesuatu yang gaib. Seperti dahulu ada cerita tentang sebuah pesawat yang terbang melintas di desa dalam keadaan terbang cukup rendah.  Masyarakat desa berteriak teriak istighfar, mereka mengira  yang melintas menggemuruh  itu adalah seekor ikan bersar yang terbang melintas desa untuk mencari mangsa. Mereka yakin betul dunia tak lama lagi akan kiamat. Mereka menjadi gelisah hingga datang seseorang yang menjelaskan bahwa itu adalah pesawat terbang. Padehal semula mereka menganggap pesawat terbang itu adalah benda gaib dan itu adalah pertanda buruk. Yah memang sesuatu yang belum kita ketahui itu selalu saja kita sebuat gaib. dan nantinya setelah kita pahami dan kenali dengan baik, maka kkta tak lagi menyebutnya gaib, seperti pesawat tadi.

Banyak orangh desa sekarang ini yang tak lagi heran melihat pesawat terbang, bahkan hari hari hidupnya selalu terusik oleh bisingnya aktivitas take off dan landingnya pesawat terbang yang lalu lalang datang dan pergi mengantar para penumpang dari atau menuju tempat tertentu. Namun demikian mereka yang mulai merasa tak heran dengan pesawat terbang itu sebagian besar diantaranya justeru sekalipun tak pernah naik ke pesawat yang setiap hari mengganggu hidupnya itu. Sekalipun mereka tak heran bukan berarti mereka siap menjelaskan segala sesuatunya tentang pesawat itu. Apalagi kehadirannya di bandarta tak lebih hanya sekedar berjualan makanan jajanan yang melayani mereka yang kehausan. Atau kedekatannya dengan pesawat itu lantaran rumahnya ada di sekitar bandara, sehingga gemuruh mesin adalah suara yang tak asing ladi baginya.

Janganlah kita ini menjadi orang yang sama dengan mereka yang berdagang di sekitar bandara, atau bertempat tinggal di sekitar bandara, lalu mengaku masalah pesawat terbang itu tak asing lagi,  sementara dia tak memiliki pemahaman sedikitpun tentang pesaweat terbang dan apalagi memahaminya, menumpang pesawat terbang itupun belum pernah sekalipun.  Munculnya gelembung sinar dari tubuh atau mungkun anggota tubuh para anggota PS ketika sedang membuat jurus akan membuat kita suatu saat tak lagi merasa heran gelembung sinar itu, menganggapnya hal yang biasa. Sementara kita tak memiliki kemampuan untuk menjelaskannya dan apatah lagi memanfaatkannya.

Ketika para malaikat agak keberatan Allah menciptakan manusia untuk dijadikan khalifah, dan bahkan malaikat mensinyalir akan adanya  pengrusakan yang akan dilakukan oleh manusia di muka bumi ini, maka itu p[ula sebabnya Allah menlaksanakan vit and propertest sebagai kelayakan ditunjuknya seseorang menjadi khalifah di bumi ini. Manusia (Adam) ditunjuk sebagai khalifah lantaran manusia memiliki kemampuan mehyebutkan sejumlah nama Bersabarlah. nama benda, apa manfaat dan kegunaannnya, serta bagaimana cara menafaatkannya.

Anggota PS yang paling ideal adalah dapat melihat secara langsung apa sebenarnya yang terjadi ketika para anggota melaksanakan pelatihan membuat jurus, apa yang dimunculkannya, apakah itu berupa benda, maka itu disebut benda apa, apa manfaatnya, siapa pula yang membutuhkannya, serta bagaimana pula cara memanfaatkannya. Karena apa apa yang diciptakan Allah itu pasti ada maksudnya, dan ada manfatnya, bagi hambaNya. Lalu kenapa benda itu selalu muncul disaat saat para anggota PS membuat jurus, tentu saja Allah akan menyampaikan pesan tertentu pula melalui benda benda itu.

Atau seperti akata orang yang mengatakan bahwa gelembung sinar seperti itu memang terdapat di mana mana, kita bisa lakukan itu ambil lah gambar ditempat latihan sebelum dilaksanakannya latihan, dan jangan lupa pula ambil gambar setelah latihan, atau ketika tidak digunakan untuk latihan, bandingkan dengan gambar ditempat  sasaran lainnya. Lalu lihat apa bedanya. Jika gelembung sinar ini selalu muncul pada saat kita latihan dan menghilang ketika kita selesai latihan maka tidak menjadi masalah bioa kita melakukan penelitian. Tekadkan suatu saat kita harus bisa melihat sendiri dan tahu persis apa, di mana, bagaimananya serta untuk siapa, dan seterusnya.

Sebaiknya penelitian dulu, baru berdiskusi dan menjkadi narasumber, jangan sampai terbalik, menjadi narasumber dahulu baru penelitian. Semua cipataan Allah memiliki manfaat, dan orang uyang disebut ulul albaab adalah orang yuang mampu merespon segala ciptaan Allah. Kemampuan kita merespon ciptaan Allah menjadi faktor pembeda antara manusia dengan malaikat, dan dengan itu pula manusia dikatakan lebih mulia, karena membuat ciptaan Allah tak akan sia sia.

Sekayu 15 April 2914

 

Baca Juga :