UJICOBA JURUS PRANA SAKTI

INFORMASI DAN KONFIRMASI

Konon waktu pendiri Prana Sakti, Bang Asfanuddin Panjaitan  belajar ilmu tenaga dalam, ilmu tenaga dalam belum lagi boming, sehingga perguruan tempat belajar ilmu itu tidak memerlukan nama bagi perguruan itu.  satu lagi yang harus diketahui bahwa ilmu itu masih bercampur dengan klenak klenik.  Setelah Bang Asfan mengkonsultasikannya dengan Pak AR.Fachrudin, Buya Hamka dan KH. Kamsum, maka banyak sekali unsur unsur yang semula wajib diadakan serta merta dihapus dan dibersihkan lantaran bertentangan dengan ajaran tauhid Islam. Hari haripun diwarnai dengan melakukan berbagai ujicoba.  Bang Asfan memanfaatkan beberapa orang yang sudah menjadi muridnya untuk melaksanakan jurus jurus baru itu.

Tidak lagi ada kalimat semacam jampi jampi diucapkan, tidak ada konsentrasi konsentrasi dilakukan untuk mengingat sesuatu selain mengingat Allah semata seraya lidah berzikir “Laailaaha Illallaah”. Nafas tidak banyak perubahan, sedang gerakan jurus mengalami beberapa kali penyempurnaan. Media pelatihan yang paling sering digunakan adalah anjing galak yang semula dalam keadaan terikat, hingga pada saatnya ikatan dilepas. Setelah jurus dinyatakan hampir final dan tidak akan mendapatkan perubahan lagi, maka media ujicoba jurus diganti dengan lebah.

Sampai pada suatu saat jurus Prana Sakti dinyatakan final dan baku.  Lalu apakah jurus jurus itu masih perlu diujicobakan?. Jawabnya adalah PERLU. Hanya saja tidak untuk melakukan perubahan perubahan, karena perubahan adalah merupakan kewenangan guru besar.  Ujicoba yang harus dilakukan para anggota Prana sakti adalah ujicoba konfirmasi.  Jurus jurus yang kita laatihkan selama ini hendaknya kita terima sebagai informasi, tetapi apakah kita sudah benar melakukan jurus itu, maka dapat kita ujicobakan sebagai konfirmasi.

Apabila kita gagal ketika melakukan konfirmasi,  maka besar kemungkinan kitak maksimal dalam melaksanakan jurus sebagai informasi yang selama ini kita terima.  kalau masing masihg jurus memiliki masing masing peruntukan, maka yang harus kita konfirmasikan adalah apakan peruntukan dari jurus iru telah mampu kita lakukan. manakala tidak maka berarti kita belum berhasil melakukan jurus Prana Sakti.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s