Pembenaran Jurus 4 Kasaran dan Ujicoba Kuda Kuda di Prana Sakti Lampung

Saya menikmati sekali ketika seorang anak muda yang saya kenal sudah cukup lama menjadi anggota Prana sakti di Lampung,  karena keseriusannya berlatih serta konstribusi yang baik kepada organisasi Ia dipilih sebagai salah seorang anggota yang diperkenankan mengikuti pelatihan jurus khusus yang yang diberikan langsung oleh Guru Besar Prana sakti Bang Zein Zulkarnain Panjaitan.  Sore menjelang maghrib di gedung bengkel Prana sakti Lampung pada Sabtu 23 Juni 2012 kemarin, Ia menyampaikan protesnya terhadap koreksi jurus 4 kasaran yang diterapkan oleh pelatih ANTO.   Protes juga menyangkut masalah kuda kuda sebagai temuan seorang anggota senior di Lampung, kuda kuda yang lama katanya kurang memberikan efek  bagi mereka yang memiliki bakat tembus pandang. Perlu kita semua ketahui bahwa ujicoba ini telah dilakukannya lebih dari satu tahun lamanya, dan hasilnya mulai ada nampak walaupun  masih relatif sedikit. Anak muda ini memprotes dengan suaranya agak berat dan sedikit terbata bata,  menunjukkan keseriusannya dan kelamaannya hasrat itu dipendam di hatinya, yang baru kini ditumpahkannya.

Aku kagum dengan pemuda yang memperotes beberapa hal itu, kekagumanku kepadanya karena dia sepertinya adalah orang berani bersikap. Jurus jurus Prana sakti akan lebih dapat berkembang kepada mereka yang tidak puas dengan apa yang sudah didapatkan, serta berusaha menggali lagi, karena  sejatinya apa yang sudah diajarkan oleh guru besar Prana sakti masih sangat sedikit dibanding dengan apa yang seharusnya dimengerti dan didapatkan oleh para anggota sekalian.

Sebenarnya saya selalu mendorong kepada kawan kawan yang memiliki potensi untuk melakukan ujicoba agar dapat menggali lebih dalam. tetapi saya juga akan menentang mereka mereka yang melakukan ujicoba secara liar. Ujicoba harus dilakukan secara terarah dan terpimpin dan hasilnya disampaikan kepada guru Besar di bawah koordinasi pengurus. Ketua tim pelatih seyogyanya menjadi komandan dalam melakukan ujicoba ini.  Sesekali ketua pelatih mengkomunikasikan akan adanya ujicoba ini, agar ujicoba tidak terkesan liar.

Pembenaran Pihak Yang Salah.

Kalau memang jurus 4 kasaran ini telah memberikan efek negatif kepada berapa orang, maka lakukanlah ujicoba dengan menetapkan sejumlah orang sebagai sampel, lalu didata berapa orang yang mendapatkan efek negatif dan berapa yang tidak, secara sederhana saja penelitian itu sebenarnya sudah dapat diambil kesimpulan. tetapi nantinya akan lebih baik manakala penerapan jurus 4 yang terkoreksi itu dilakukan melalui beberapa siklus, kalau dalam siklus pertama didapatkan hasil yang kurang memuaskan, maka lakukanlah silus kedua dengan menerapkan beberapa perbaikan, lalu laksanakan siklus ketiga dan seterusnya hingga sempurna.

Penelitian semacam ini memang harus dilakukan bila seandainya ada benar benar terdapat sejumlah anggota yang merasakan efek negatif dari penerapan jurus itu.  tentu saja informasi harus kita dapatkan dari mereka yang mengikuti pelatihan dengan tekun, yang berlatih dengan prinsip jujur, ikhlas, rendah hati, satria  dan jiwa besar. Tetapi kalau mereka yang terkena efek negatif itu adalahpihak pihak yang selama ini menunjukkan sikap kontra produktif, maka janganlah sekali kali menyalahkan jurus yang sejatinya memang sudah final itu. Tetapi yang harus dibina adalah mereka yang keliru memahmi jurus dan menunjuk sikap kontra produktif itu, agar mereka tidak lagi dihantui degan jurus jurus yang memang tidak salah itu.

Ujicoba Kuda Kuda.

Kasus ujicoba kuda kuda oleh anggota Prana Sakti Lampung menurut saya harus segera dilakukan legalisisasi, karena pelaksanaan ijicoba itu selama ini dilakukan toh tidak secara sembunyi sembunyi, melainkan secara terang terangan. Ujicoba itu dilakukan di bengkel Prana Sakti Lampung.  Sayang sebelum mereka merasa cukup untuk melaporkan hasil ujicoba itu masalah ini sudah dijadikan issue macam macam oleh berbagai pihak.  Di lain pihak si pelaku juga masih merasa minder untuk mengatakan bahwa sejatinya ini merupakan ujicoba, hal ini diakibatkan belum ada referensinya untuk melakukan ujicoba, karena ujicoba selama ini hanya dilakukan oleh Guru Besar yang timnya ditetapkan secara formal.

Ujicoba di Lampung dilakukan mulai dari penjaringan terhadap beberapa anggota baru, selain beberapa senior yang membantu, peluang rekrutmen dari anggota baru itu juga diakibatkan oleh kurang aktifnya tim pelatih yang lain.  Beberapa anggota baru yang menunjukkan keseriusan dilatih  dengan cara menerapkan kuda kuda yang baru diluruskan  itu. Setelah lewat beberapa angkatan penerimaan anggota baru, maka terbentuklah tim ujicoba.

Hasil ujicoba ini memang telah menunjukkan ada hasilnya,  mereka mampu melihat adanya sesuatu secara sama terhadap berbagai hal yang tidak dapat dilihat oleh orang lain yang kurang terlatih.  Mereka diajak untuk menangani berbagai kasus yang dialami oleh para anggota dan atau luar anggota, sehingga menangani kasus kasus yang berhubungan dengan gangguan makhluk halus telah berulangkali mereka tangani.

Namun sayang sebagian diantara tim yang ditunjuk itu masih sering mengalami pasang surut,  sehingga pengagas ujicoba masih meragukan keberhasilannya, karena justeru yang mengalami pasangsurut ini adalah pelatih asisten dalam ujicoba kuda kuda itu sendiri.  Asisten yang diharapkan mampu menyelenggarakan pelatihan secara intensif  justeru pandangannya menjadi gelap, dan Dia sering mengalami kegagalan dalam menangani kasus kasus kasus yang sebenarnya adalah kasus kecil,  dan kasus yang tersisa itu justeru diselesaikan oleh anggota tim yang terbilang baru.

Perjalanan Panjjang Ujicoba.

Ketua pelatih seyogyanya bersegera menampung laporan perkembangan ujicoba kuda kuda di bengkel Prana Sakti Lampung ini. Apalagi ujicoba ini telah berlangsung demikian lam, tentu telah banyak catatan yang menarik. Dan latar belakang ujicoba itu sendiri tidak terlepas dari derasnya permintaan berbagai pihak yang meminta jasa Prana sakti Lampung untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya.  Sering permintaan ini tidak segera dapat dioenuhi karena ketidak seriusan para senioren Prana Sakti Lampung yang lain untuk menanganinya. Dan pernah terjadi  seorang  anggota senior Prana Sakti yang memberikan keterangan yang berbau dugaan belaka. Apa yang dikatakannya itu ternyata tidak ada.

Untuk menghindari akibat yang fatal maka terdoronglah si pengagas untuk mengajak anggota senior tersebut dan beberapa orang senior lainnya untuk membenahi kuda kuda, tentu saja ajakan itu ditolak secara mentah mentah, karena para senior merasa kuda kudanya tidak bermasalah. Walaupun sebenarnya kuda kuda ini telah Ia ujicobakan dalam waktu setahun lebih, dan Ia sudah  merasakan  sendiri hasilnya. Ujicoba kuda kuda itu Ia lakukan karena Ia mendapatkan kesulitan untuk mempertajam kemampuannya dalam menangni berbagai kasus. Atas dasar keberhasilannya Ia menetapkan ingin melatih kawan kawan dengan menggunakan kuda kuda itu.  Akhirnya pilihan jatuh kepada anggota baru yang memang belum mengenali kuda kuda yang lazim dipakai oleh para seniornya.

Tim yang sebagian adalah anggota baru ini telah banyak melanglang buana, menangani kaus kasus yang dihadapi oleh orang orang yang meminta jasa Prana Sakti.  Pengagas ujicoba kuda kuda ini sekarang merasa kesulitan untuk lebih mempertajam hasil ujicobanya karena kurangnya mitra yang dapat diajak melakukan ujicoba, mitra yang dibutuhkan adalah mitra yang masih memiliki kemampuan untuk melihat secara tajam terhadap apa yang terjadi, apalagi kemampuan melihat secara tajam itu selalu saja bersifat naik turun, apalagi bila kita kurang pandai memeliharanya.

Penutup.

Banyak anggota yang semula memiliki keterampilan untuk mempertajam penglihatan, secara berangsur angsur kemampuan itu hilang dan akhirnya gelap sama sekali.  Sebenarnya kemampuan itu dapat dipulihkan kembali dipelihara dan bahkan dapat dipertajam.  Atau setidaknya seperti pengalaman si penggagas ujicoba kuda kuda ini yang semula memang tidak dapat melihat secara tajam, dan dengan ujicoba yang dia lakukan akhirnya dia berhasil, dan pengalamannya itu ingin dia bagikan keoada siapapun yang membutuhkannya.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

25 thoughts on “Pembenaran Jurus 4 Kasaran dan Ujicoba Kuda Kuda di Prana Sakti Lampung”

  1. Assalamualaikum ….saya juga baru mengetahui ada perbaikan jurus 4 sepeninggalan Abangda H. Asfanuddin Panjaitan….yang saya rasakan secara fisik ada perubahan fositip peregangan untuk otot2 daerah dada yang maksimal dari sebelumnya…maaf bagi saya hal ini tidak perlu menjadi perdebatan yang hanya menjadi suatu pertentangan jurus mana yang benar atau layak dipakai saat ini…Ada dua hal yang menjadi dasar saya berpendapat demikian, pertama karena saat ini PS dipimpin oleh Abangda Zein dimana proses beliau untuk meneruskan PS setelah Almarhum Guru yang bagi saya pribadi tidak ada keraguan didalamnya karena saya ikut menyaksikan dan mendengar pesan langsung Abangda Alm.Asfanuddin kepada kami saat itu sebelum keberangkatan beliau menunaikan haji…yang kurang lebih intinya memberikan mandat kepada Abangda zein untuk meneruskan PS apabila beliau meninggal saat itu…dua pesan khusus kepada kami yang menjadi saksi …ikuti Abangda Zein tentang keilmuan Prana Sakti dan ingatkan dia untuk masalah Agama …yang kedua karena PS saat ini dipimpin oleh Abangda zein sudah selayaknya lah kita sebagai murid memiliki adab yang baik untuk mengikuti petunjuk beliau sebagai penerus PS yang sesuai juga dengan pesan Abgda Alm Asfanuddin.

    Kemudian mengenai wacana kuda2 baru….saya menghargai ide dimaksud tapi dengan tidak mengecilkan semangat kawan2 PS lampung….saya kembali ingin share pendapat…pertama mungkin kita bisa bertanya .. apakah hasil uji coba setahun bisa kita bandingkan dengan hasil uji coba puluhan tahun, yang kedua pertanyaannya bisakah kita bandingkan uji coba murid dengan uji coba guru…ini hanya dalam kajian fisik….kalau dalam perbandingan kedalaman ilmu yang turut didalamnya Ridho Allah hanya Allah yang maha mengetahui….ini termasuk juga claime/pengakuan tentang peningkatan kemampuan tembus pandang dari beberapa anggota PS Lampung yang menggunakan kuda2 baru…bagi saya pribadi tidak bisa menjadi ukuran dikarenakan berkenaan dengan hal itu adalah mutlak hak Allah untuk memberikan maunah pertolongan melalui kemampuan tertentu kepada manusia yang dikehendakinya….akan terlalu banyak aspek yang mungkin bahkan tidak terfikirkan kita …mengapa diantara kita dengan jurus yang sama dengan masa latihan sama tetapi diantara kita mempunyai kemampuan berbeda dan bagi saya …itu tidak semata mata karena kuda2 atau jurus…setahu saya Allah akan bersama manusia yang bertaqwa, yang ketika manusia itu melihat, berjalan, mendengar, berkata2 selalu dalam perlindungan dan petunjuk Allah….jadi terlalu naif bagi kita yang lemah iman ini mengaku2 kalau sesuatu kelebihan adalah semata2 karena jerih payah kita sendiri…..bagi saya pertanyaan diatas tidak perlu dijawab yang disampaikan disini hanya pendapat pribadi yang saya harap bisa menjadi renungan bagi kita semua anggota PS…tidak ada paksaan untuk membenarkan pendapat saya…karena kebenaran hakiki hanya milik Allah, manusia tempat salah dan lupa….

    satu hal lagi kalaulah benar tembus pandang tersebut ada saya ucapakan selamat baginya dan mudah2an itu datang nya dari pertolongan Allah bukan dari hal hal lain yang diliputi karena hati yang tidak ihklas apalagi takabur………Insya’Allah aamiin……..Wassalamu’alaikum Wr Wb

    1. Ass WW.
      1. Bung Idris Yth. Senang sekali membaca komentar anda, suatu masukan yang sangat berharga. Tidak semua ingin saya jawab, biarlah orang lain yang menjawab, atau anda sendiri yang menjawabnya, atau nanti suatu saat bila memang dibutuhkan.
      2. Bagi saya dengan berlatih jurus secara baik ditambah dengan ibadah yang sesempurna mungkin, maka tembus pandang bisa terbuka. Tetapi tembus pandang itu tidak banyak artinya, bila tidak didukung oleh wawasan keilmuan yang memadai, banyak anggota kita yang jauh lebih baik tidak tembus pandang ketimbang tembus pandang.
      3. Di Lampung sedang kita kembangkan kepada anggota baru yang masuk karena mengalami sakit yang tak kunjung sembuh dituntun dengan jurus sebaik mungkin berdasarkan keadaan fisiknya, selain jurus kita juga meminta dia melakukan peningkatan ibadah terutama sholat dan sodaqoh. hasilnya luar biasa menyempurnakan sholat plus sholat sholat sunnat memiliki dampak yang luar biasa. demikian juga setelah para anggota melaksanakan mengeluarkan sodaqoh kemana ia suka, hasilnya dahsyat. Saya berkesimpulan jurus Prana sakti ini sangat dahsyat, yang membuat dia lebih dahsyat adalah manakala para anggota benar benar menghayati makna Laailaaha Illallaah, dan secara konsekuen melaksanakannya.
      4. Saya sangat kecewa dengan anggota PS yang berpendapat bahwa berlatih jurus PS hanya untuk cari keringat, badan sehat, makan enak dan tidur nyenak. Karena PS lebih dari itu. Kita berlatih jurus – lafas dan nafas, itulah trilogi PS.
      5. Mengenai uiicoba, terakhir nanti terserah kepada Ban Zen, kalau direstui, kita akan jalan terus, kalau akan mendatangkan fitnah, ya kita stop. Tetapi secara pribadi, manakala laboratorium kita tidak jalan maka jangan harap PS akan lebih maju.
      6. bagi saya ilmu PS sudah bagus cukup sempurna, tetapi saya yakin masih bisa lebih disempurnakan lagi.
      Trims. Ws. WW

  2. Assalamualaikum Wr.Wb.
    tidak ada sejarahnya dalam prana sakti orang bisa tembus pandang dengan berlatih di prana sakti, apalagi kuda2. Simpul saraf yang dirangsang hanya berupa sifat yang membantu badan terasa lebih nyaman sehingga lebih mudah berfikir positif. Terkait dengan simpul saraf yang dirangsang oleh “kuda-kuda” yang diuji coba bahkan tidak memiliki manfaat. Perlu ditegaskan bahwa kuda2 adalah dasar dalam pelatihan gerakan fisik, maupun yang nantinya mengarah kepada tenaga dalam karena didalam gerakan tertentu tersebut merangsang simpul saraf yang berguna untuk meningkatkan vitalitas tubuh. Tidak lebih dari itu. Sehingga, mungkin saja memang tenaga dalam bisa membuat seseorang bisa melakukan sesuatu yang orang awam tidakbisa melakukannya dan biasanya itu juga berhasil melalui latihan rutin yang perlu kerja keras.(secara umum dan khusus)
    Maaf pak fahrudin, saya sangat tidak sependapat dengan tulisan bapak tentang hal ini.
    Didalam prana sakti kita melatih tubuh kita agar dapat bertahan pada kondisi fisik terberat sekalipun, begitu juga dengan pikiran kita dilatih untuk selalu fokus dengan zikir tauhid. Selain itu Prana sakti juga mengajarkan dasar “ketauhidan” dengan zikirnya dan pengajian2 yang seharusnya diadakan. Hasilnya “mungkin” sabar, tabah, berjiwa besar, rendah hati, ikhlas bisa kita dapatkan apabila kita bersungguh2 melaksanakan apa yang diajarkan dalam islam (bukankah perguruan ini dasarnya islam?). Dan saya rasa tidak ada hubungannya kajian keilmuan prana sakti dengan “tembus pandang”. Hal ini malah nantinya akan menggeser nilai2 moral (kalau ada) yang dihembuskan dalam prana sakti.

    Wassalam
    Andi
    angkatan 29 Medan

    1. Ass. WW.
      1. Saya berterima kasih Bung Andi berkesempatan menyambangi Blog ini dan memberikan komentar. komentar Bung Andi bagi saya sangat berharga. Saya berpendapat bahwa ilmu Prana Sakti ini harus kita kembangkan, sehingga pada masa masa mendatang kemampuan jurus Prana Sakti tidak hanya sebatas apa yang sudah kita ketahui sekarang. Oleh karenanya saya juga mengijinkan adanya ujicoba jurus di Bengkel Prana Sakti lampung sejauh itu akan ada manfaatnya bagi kita semua, dan bagi PS secara keseluruhan.
      2. Hasil sementara ujicoba itu belum membuat saya puas, karena ada anggota yang melakukan ujicoba yang mengalami kehilangan penglihata mata batinnya, maka ujicoba itu saya minta untuk diteruskan sebelum saya bicarakan dengan para anggota senior untuk dilaporkan kepada guru besar. Laporan kepada guru besar hanya dilakukan manakala memiliki nilai prospektif bagi jurus PS dan PS nya itu sendiri.
      3. Barangkali hasil ujicoba hanya dapat dijawab dengan ujicoba pula, tidak bisa ujicoba hanya dijwab dengan lagika dan permainan kata kata, karena sungguh tidak seimbang.
      3. Pada prinsipnya manusia adalah pelaku sejarah, tidak ada salahnya kalau lampung juga membuat sejarah.
      4. Secara pribadi saya ingin mengajak Bung Andi dan para anggota lainnya mempersiapkan diri untuk membawa PS ini mampu menyesuaikan diri dengan era modern. Saya juga berharap pada saatnya kelak majelis mahdi membentuk laboratorium Prana sakti lampung yang melakukan berbagai ujicoba, nanti guru Besar datang ke Lampung, saya akan bicarakan walau hanya sekilas.
      5. Bung Andi dan sahabat sahabat lainnya, saya belum mengatakan ujicoba itu berhasil, ibarat lomba lari … mereka belum menyentuh finis.
      Terima kasih Wass WW.

  3. Dalam pertemuan dengan Bang Zen, saya sempat memberitahukan bahwa Lampumg sedang melaksanakan ujicoba jurus, bukan merubah jurus, melainkan memantapkan jurus yang ada. Perkara hasil memang belum dilaporkan karena memang hasilnya belum sesuai dengan target yang ditetapkan sebelumnya.
    Yang harus kami sampaikan bahwa : Guru besar tidak melarang pelaksanaan ujicoba itu.
    Dan kami optimis ujicoba pada saatnya nanti akan maksimal. Mohon doa restu. Wassalaam.

  4. Assalamualaikum
    pelaksanaan ujicoba? atas apa? mungkin perlu kita sepakati yang namanya uji coba itu bukan terhadap gerakan2 yang selama ini diajarkan oleh Almarhum Asfanuddin, artinya, uji coba adalah menguji sesuatu yang baru, terhadap jurus, apakah itu kuda2 ataupun gerakan tangannya. Jurus merupakan serangkaian gerakan tangan dan kaki secara mendasar dalam bela diri, makna kalimat dari “Guru Besar tidak melarang pelaksanaan Ujicoba itu” juga sangat bias, karena apakah beliau juga diceritakan mengenai “kuda2” itu. Dan setau saya, dalam sistem kepelatihan dan perguruan, itu adalah wewenang pusat,dalam hal ini Jogja. Prana Sakti punya bidang Penelitian dan Pembangunan PS yang menganalisis dan mengarahkan metode, langsung berada dibawah Abangda Zen.Perlu diingatkan lagi adanya kemungkinan pelampauan wewenang dari sisi organisasi dan kepelatihan yang dilakukan oleh Cabang,
    Kita semua mengharapkan Prana sakti bisa menjadi organisasi massa dan perguruan yang mengikuti perkembangan tanpa meninggalkan kaidah dienul Islam, tapi melihat adanya bahasa2 “tembus pandang”, kasus2 yang diminta “jasa”, kok rasanya jadi rada2 “dukun” dan “klenik” ya? Buat anggota lama mungkin masih ingat apa kata Almarhum Guru tentang kedua hal tersebut.
    Dan mengenai “target” ? itu semakin membingungkan karena saya rasa tujuan adanya Perguruan Prana Sakti ini jelas, AD/ART kita juga sudah tertera.
    Dan sejak kapan “murid” berani melampau wewenang “guru” dalam hal kepelatihan , misalnya dalam hal kuda-kuda?

    1. assalamulaikum
      bung andi sekarang jaman sudah moderen, jadi pola pikir kita harus modern..PS sekarang ini harus mensesuaikan keadan sekarang yang serba modern dan orang sekarang cedrung malas latihan PS apa lagi anak2 muda zaman sekarang apa tu PS!!. kita ingin PS ini Maju berjaya seperti dulu.kita harus mensesuaikan zamanya dunk..kita melakukan pendekatan syukur anda mendukung kalau pun tidak diam tu lebih baik!!

      1. Maksudnya modern itu apa? Coba kasih contoh, Mengenai malas latihan, itu penyakit individu, penyebabnya banyak, dan itu pilihan,
        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

  5. assalamua’alaykum warahmatullahi wabarakatuh…
    saya sepakat dengan spirit yang dibawa bang Idris…saya tak mengerti benar apa, mengapa “ujicoba” ini? secara sadar atau tidak bagi saya ini adalah langkah delegimitasi guru dalam perguruan PS….
    berkaitan dengan hasil “ujicoba” ini apakah nantinya PS akan merubah-atau tidak merubah jurusnya karena sintesis dari “ujicoba”? Apapun hasilnya dan keputusannya “ujicoba” akan membingungkan bagi saya pribadi setidaknya….saya tidak keberatan untuk dicap sebagai ortodoks tetapi bagi saya “guru” PS adalah bang Zein bukan “ujicoba”…
    dalam struktur organisasi PS yang terakhir memang ada lembaga litbang tetapi telah ditegaskan bahwa litbang PS hanya berkaitan dengan operasional menejerial organisasi samasekali tidak menyentuh masalah keilmuan PS!…ini yang sepertinya sering terlupa..bahwa PS ini walaupun memiliki entitas sebagai ormas tetapi rohnya adalah perguruan…semua anggota adalah murid…apapun tingkatannya…dan guru adalah imam dalam jam’ah ini…
    soal keilmuan maka guru-lah satu-satunya acuan kita….jika kita merevisi jurus yang bukan hasil ujicoba guru (walaupun diputuskan oleh guru misalnya) maka akan muncul anggapan bahwa guru tidak lagi kompeten (secara keilmuan)….dan masing-masing cabang pun akan berlomba ber”ujicoba”….bisa jadi nanti setiap anggota PS akan berujicoba sendiri-sendiri dan hasilnya setiap anggota akan memiliki jurus yang dianggapnya paling baik untuk dirinya…jika ada yang menganggap bahwa bang Zein sebagai guru dan imam tidak lagi kompeten dalam perguruan ini bukankah sebaiknya mengundurkan diri sebagai murid dan anggota?….karena “ujicoba” itu berarti meragukan kompetensi keguruan bang Zein!….bukankah adanya imam untuk dipatuhi?!

    saya tak memungkiri keinginan anggota PS untuk memiliki kemampuan tertentu (“ability”}; ESP, wajar karena label tenaga dalam dalam PS….dan seperti yang dikatakan bang Id tak ada ukuran tertentu kapan anggota bisa mendapatkan ESP-nya….dan apakah memiliki ability-ESP ini merupakan ukuran mutlak keberhasilan PS dan sedemikian pentingnya?…
    saya masih ingat setiap penutupan dulu anggota baru diminta memberikan kesan dan pesan….dan respon bang Asfan tak ada kesan-pesan yang sesuai dengan harapannya karena semua baru berkutat masalah kebugaran fisik semata…

    sebagai catatan saya ingat ketika saya masih anggota baru di perguruan ini pernah ada salah seorang senior/pelatih yang dianggap cukup menonjol: dia ini berinisiatif mengajak anggota-anggota junior berlatih di sekitar/dekat kuburan dengan harapan anggota baru cepat mendapatkan ESP-nya (baca: tembus pandang)….alhasil pelatih ini dapat beberapa sks (istilah anak bengkel untuk anggota yang dapat sesi ‘privat dengan Guru’)…yang saya tahu ini adalah kegusaran bang Asfan yang tidak ingin masyarakat (yang melihat latihan di kuburan) menilai PS tak lebih sebagai lembaga perdukunan…PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Klenik)?….

    Saya tak menolak klaim “guru tak melarang” tapi ada setidaknya ada hal yang harus diperhatikan: apakah benar-benar ada kesuaian pemahaman tentang “ujicoba jurus” ketika berdialog?
    Saya sepakat dengan modernisasi tapi terbatas pada pengelolan organisasi bukan ilmu!…saya juga ingin PS maju tapi apa yang menjadi parameter “maju”?

    kutipan dari film Spyderman :”when comes the greater power comes the greater responsibility”

    mohon maaf sebelumnya
    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

  6. Assalamualikum pak saudara kalian saya hanya meluruskan sedikit kata2 klenik..kami yang dibengkel cabang lampung bukan latihan menyediri atau di kuburan.kami juga tidak merubah jurus melainkan pengembangan jurus…kami hanya blajar gerakan tangan dan kaki seirama dengan ABCDnya jadi harus snergi..dan di bengkel prana sakti lampung bener2 di tekankan betul kuda2 harus rendah dan harus berbentuk C supaya ketemu titik C nya..tetapi C disini setiap orang berbeda2 pak..seperti halnya kita menulis huruf C ada yang panjang ada yang pendek ada yang huruf L..nah kita di sini mencari titik C nya itu pak seperti arahan guru besar…dan kami anak2 di bengkel rata2 muda2 pak..kami juga sebelum latihan belajar tentang solat penghayatan artinya solat tapi masih tahap belajar..kalau yang bisa tembus pandang bisa mengobati tapi tidak bisa menyembuhkan, karana bidang manusia hanya membantu kalau yang menyembuhkan itu bidangnya Allah SWT. semuanya itu hanya kembang2nya saja..kalau emang mau belajar tembus pandang dan lain-lain sangat mudah sekali di prana sakti ini, tapi inti di prana sakti bukan itu tujuanya..tapi apakah kita salah mendapatkan kelebihan2 itu? karna kelebihan itu sebenarnya ujian terberat untuk kita..kalau kita tidak mendapatkan ujian tentu tanda tanya sebagai seorang hamba Allah? saya sendiri malah takut..takut ALLAH ngak Sayang..mohon maaf sebelumya pak kalau saya salah..maklumlah masih tahap belajar pak..

  7. Assalamualaikum …membaca tulisan kawan kawan PS Lampung tentang tulisan yang ada di kolom ini membuat saya bertanya tanya dalam hati…….jelas dalam kolom ini menceritakan uji coba kuda-kuda baru ..

    “( Ujicoba Kuda Kuda.

    Kasus ujicoba kuda kuda oleh anggota Prana Sakti Lampung menurut saya harus segera dilakukan legalisisasi, karena pelaksanaan ijicoba itu selama ini dilakukan toh tidak secara sembunyi sembunyi, melainkan secara terang terangan. Ujicoba itu dilakukan di bengkel Prana Sakti Lampung. Sayang sebelum mereka merasa cukup untuk melaporkan hasil ujicoba itu masalah ini sudah dijadikan issue macam macam oleh berbagai pihak. Di lain pihak si pelaku juga masih merasa minder untuk mengatakan bahwa sejatinya ini merupakan ujicoba, hal ini diakibatkan belum ada referensinya untuk melakukan ujicoba, karena ujicoba selama ini hanya dilakukan oleh Guru Besar yang timnya ditetapkan secara formal.

    Ujicoba di Lampung dilakukan mulai dari penjaringan terhadap beberapa anggota baru, selain beberapa senior yang membantu, peluang rekrutmen dari anggota baru itu juga diakibatkan oleh kurang aktifnya tim pelatih yang lain. Beberapa anggota baru yang menunjukkan keseriusan dilatih dengan cara menerapkan “kuda kuda yang baru” itu. Setelah lewat beberapa angkatan penerimaan anggota baru, maka terbentuklah tim ujicoba.

    Hasil ujicoba ini memang telah menunjukkan ada hasilnya, mereka mampu melihat adanya sesuatu secara sama terhadap berbagai hal yang tidak dapat dilihat oleh orang lain yang kurang terlatih. Mereka diajak untuk menangani berbagai kasus yang dialami oleh para anggota dan atau luar anggota, sehingga menangani kasus kasus yang berhubungan dengan gangguan makhluk halus telah berulangkali mereka tangani.

    Namun sayang sebagian diantara tim yang ditunjuk itu masih sering mengalami pasang surut, sehingga pengagas ujicoba masih meragukan keberhasilannya, karena justeru yang mengalami pasangsurut ini adalah pelatih asisten dalam ujicoba kuda kuda itu sendiri. Asisten yang diharapkan mampu menyelenggarakan pelatihan secara intensif justeru pandangannya menjadi gelap, dan Dia sering mengalami kegagalan dalam menangani kasus kasus kasus yang sebenarnya adalah kasus kecil, dan kasus yang tersisa itu justeru diselesaikan oleh anggota tim yang terbilang baru.)”…………………………..

    apabila dibaca dengan seksama akan timbul persepsi yang membawa kita (pembaca) kepada sesuatu yang “baru” dalam membuat kuda kuda …jadi bukan sesuatu yang baku (yang biasa dilakukan) yang kemudian diperbaiki dalam melakukannya seperti jawaban Pak Wahyudi…..hal ini diindikasikan dengan adanya kalimat “Uji coba”……kalaulah memang tidak ada yang baru tentu tidak ada tulisan ini……inilah yang menjadi titik awal perselisihan pendapat dikolom ini dan menurut hemat saya lebih baik tulisan ini ditinjau kembali (revisi) oleh penulis sekaligus meluruskan hal yang sebenarnya tejadi…..hal ini untuk menghilangkan fitnah dan kesalah pahaman diantara kita , ……kalaupun ada dusta diantara kita mudahan2 Allah yang Maha Pemaaf… akan memaafkan kita semua agar bisa memperbaiki diri karena “dusta/kebohongan akan menghancurkan diri kita sendiri”. (seperti ulasan terakhir penulis )…..yang paling penting untuk kita, mari bersama sama berjuang membangun kebersamaan dalam Prana Sakti untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah semata mata mengharap keridhoanNya……bukan untuk saling Ego, merasa paling benar, merasa paling paham, merasa paling pintar dan merasa paling paling yang lain yang hanya akan berujung pada kesombongan …….dalam PS ..nggak ada senior yang lebih hebat dari Yunior….demikian pula sebaliknya……PS sejalan dengan Islam , manusia yang hebat di mata Allah adalah manusia yang bertaqwa kepada Allah..manusia taqwa pasti akan mendapat hidayah dan maunah oleh Allah …mulut dan lidah ini lebih dekat kepada yang mengucapkannya (diri saya) semoga Allah memaafkan dusta/kebohongan yang mungkin saat ini sedang saya lakukan…..Allah Al Haq….tiada kebenaran melainkan dari pada Nya..salah dan lupa adalah pakaian mahluk ..termasuk manusia…smoga kita semua anggota Prana Sakti tetap diberikan Allah hidayah yang lurus untuk tetap istiqomah menjalankan konsekwensi ber”tuhan” kan Allah, seperti ikrar kita…..La ila ha ilallah…aamiin ya robbal alamiin….

    mohon maaf sebelumnya
    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

  8. sepakat dengan jawaban Bang id diatas, sementara juga sepakat mengenai jawaban bang saudara kalian,
    buat kawan2 yang mungkin merasa pernah diberikan “kepelatihan”,istilah sekarang “training of trainers”, hanya coba mengingatkan kasusnya Maryanto dalam memahami pernyataan pelatih ataupun guru bahwa setahu saya yang sebenarnya bukan kuda kuda membentuk huruf c (itu kesalahan dilakukan oleh maryanto), tetapi membentuk “seperti huruf c”. Kajian itu bila kita bahas secara teknis, ketika kuda2 awal untuk laki2 dilakukan dengan awalan berdiri tegak, kaki di lebarkan seperti ketika mau shalat (kaki sejajar dengan bahu), lalu salah satu kaki ditarik kebelakng sejauh mungkin dan serendah mungkin (hanya untuk laki2), untuk kaki yang didepan, agak dimiringkan ke samping sehingga jari menghadap keluar.. jadi bukan membentuk huruf c. ini salah satu dasar dalam beladiri fisik yng kita lakukan selama ini. Bahasa itu sebenarnya digunakan sejak dahulu hanya untuk “perkenalan” agar terbiasa dan gampang diingat. maaf, mungkin masih terdapat beberapa kekurangan dalam keterangan, tetapi perlu disampaikan, terhadap hal2 yang “dianggap dengan latihan jurus” bisa membuat terjadinya “esp” , sampai sekarang saya sendiri belum pernah menemukan orang yang bisa seperti dalam arti “tembus pandang” itu karena rangsangan terhadap simpul saraf tidak berpengaruh dengan kemampuan melihat sesuatu yang berbeda dimensi dengan manusia. Tetapi kalo gerakan dalam jurus tersebut merangsang titik2 yang dapat membuat manusia yang mempelajarinya memperoleh peningkatan secara fisik, memang telah diakui hal tersebut dimungkinkan dengan catatan bahwa hal tersebut memang sesuai dengan yang diajarkan selama ini.

    1. salah satu yang mengikuti ujicoba kuda2 adalah saya..yang di katakan pak andi kuda2 harus dilakukan dengan awalan berdiri tegak, kaki di lebarkan seperti ketika mau shalat (kaki sejajar dengan bahu), lalu salah satu kaki ditarik kebelakng sejauh mungkin dan serendah mungkin (hanya untuk laki2), untuk kaki yang didepan, agak dimiringkan ke samping sehingga jari menghadap keluar..ini sudah saya lakukan dan saya experimen sendiri dengan membandingkan dengan kuda2 yang membentuk huruf C sangat berbeda jauh dari segi tenaga yang kita hinpun..(mohon maaf ini hanya pengalaman pribadi). dan yang sangat penting adalah berlatih ujian keberhasilan jurus adalah yang berlatih mempunyai kemampuan yang diperoleh dari hasil latihan itu. baik jasmani maupun rohaninya
      jangan hanya meributkan sesuatu yang tidak prinsif tapi lupa syiar untuk mengajak orang masuk ps..(oya maaf saya denger uji coba kuda2 ini guru besar tidak melarang)

      1. Syiar itu pengertiannya bukan mengajak orang untuk masuk ps, tapi lebih ke arah mengajak orang untuk erbuat baik, menjauhi apa yang dilarang.. Btw, apakah seperti itu pengalamannya? Pelatihan prana sakti itu sudah dilakukan bahkan sebelum tahun 1975n rasanya sangat tidak sopan dengan kesan seolah2 almarhum guru (guru dari guru sekarang juga) tidak paham atas hal2 sepele. Bahasa senior disini hanya mengingatkan junior2 yang sebelumnya tidak paham kenapa harus begini, kenapa gerakannya seperti itu. Dan kalau memang kalian tetap berpendirian bahwa kuda2 huruf ‘c’ yang dilakukan lebih unggul, mungkin kita bisa melakukan test uji, misalnya dengan latihan bersama, bisa dilihat dari peningkatan kemampuan fisik, atau kemampuan tenaga..🙂. Komponen jurus kita ini cuma kuda2, gerakan jurus, nafas dan zikir, tentu gak sulit pembuktian dengan latihan bersama🙂
        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

      2. Penjelsan sudah saya tuliskan dalam menjawab tanggapan “Saudara Kalian” saya yakin ini bukan nama dari orang tuanya, tapi nama karangan sendiri, untuk menyembunyikan identitasnya.
        Ujicoba ini kami lakukan sebagai rasa hormat kami kepada guru besar baik bang Asfan maupun Bang Zen, ujicoba ini dilakukan setelah banyak anggota yang gagal mencapai kompetensinya setelah mengalami beberapa kali kenaikan jurus, tetapi kompetensi tak kunjung terpenuhi. Katakanlah guru besar mengatakan 5 X 5 = 25. Tetapi kami hanya mampu mencapai 15 saja, ini yang kami ujicobakan, di mana letak kesalahannya. Dan ternyata bagi mereka yang belum paham kali kalian masih bisa dibantu dengan tambah tambahan, yaitu 5 + 5 + 5 + 5 + 5. hal ini kami anggap penting, karena dalam penelitian kami jarang sekali anggota PS di lampung yang mampu mencapai 25 dengan cara cepat kali seperti yang dicapai oleh mereka mereka yang cerdas dan berbakat.

      3. Poinnya sebenarnya begini pak, ps ini bukan wadah meminta pertolongan, kita hanya bisa bermuamalah sesuai kesanggupan yang tidak dipaksakan, bukan akhirnya itu jadi keharusan sehingga melanggar normatif perguruan, uji coba apapun yang dimaksud saudara kalian dikometar sebelumnya sudah dianggap melampaui kewenangan yang diberikan kr cabang, apalagi bengkel! Pengertian bengkel di sebut di ps adalah tempat untuk ‘introspeksi’, pelatihan yang dilakukan salah satunya bertujuan menghilangkan penyakit hati, seperti sirik, dan sebagainya, dan koridornya dalam tataran mengembangkan syiar islam menjauhi sirik dan segala pola fikir non islami. Dan mungkin perlu saling mengingatkan maksud dari almarhum guru terkait bahasan ada di daerah lain cabang ps bisa ini bisa itu. Perlu ditegaskan bahwa ps bukan perguruan yang mengajarkan klenik! Adapun orang2 tertentu yang bisa ini itu seperti yang diceritakan tidak lain adalah bahasa lain dari bentuk muamalah. Bukan untuk menunjukkan dengan latihan ps lalu bisa ini dan bisa itu! Saya rasa ps sudah punya aturan sendiri mengenai dasar organisasi, tujuan kepelatihan. Menjadi manusia yang berguna bagi agama, negara, lingkungan sekitar bukan dengan cara ‘mengandalkan ini itu yang tak terlihat. Gampangnya gini pak, lebih bagus mengurusi hal yang terlihat dan jelas daripada berkecimpung di sesuatu yang mengambang/ menghayal dan tidak ada jelas
        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

  9. assalamua’alaykum warahmatullahi wabarakatuh…
    Pak Wahyudi dan saudara-saudaraku di lampung…dengan segala hormat…sekali lagi saya menghormati “freewill” semuanya…saya tak ingin membicarakan masalah teknis karena saya tak melihat secara langsung…tapi kembali ke tulisan saya sebelumnya…
    siapa sebenarnya yang memicu ide ini? apa yang menjadi dasar pemikirannya?…saya katakan bahwa PS ini perguruan yang sekarang dipimpin oleh Bang Zein sebagai guru dan tak ada yang lain….mohon pahami etika perguruan…
    kembali menilik sejarah…beberapa anggota yang paling senior di PS (bahkan sebelum terbentuknya PS sebagai organisasi); mereka inilah yang menjadi kelinci percobaan untuk semua bentuk jurus PS yang kita kenal sekarang…dan kuda-kuda adalah pondasi semua jurus tidak pernah ada perbedaan kuda-kuda untuk semua jurus (memang ada pengecualian eksekusi akhir di jurus yang lebih tinggi tapi bentuk awal tak ada yang berbeda)…jadi menurut saya merevisi kuda-kuda sama saja dengan merevisi (baca: merubah) jurus…
    Mereka berlatih kuda-kuda saja butuh waktu kurang lebih tiga bulan…hanya untuk kuda-kuda saja!!…dengan disiplin yang sangat kaku dan ketat…kesalahan minor akan mendapat hukuman yang keras (dan menyakitkan)…kita sekarang hanya tinggal menikmati hasil gemblengan dan ujicoba kepada mereka…nah sekarang siapa yang menguji dan memutuskan? hanya Bang Asfan…karena beliaulah sang guru…dan itu belangsung secara langsung dibawah pengawasan mendiang….

    dan sebagai contoh praktis saya sendiri pernah mengalami…atas petunjuk salah seorang senior beliau memberikan contoh gerakan untuk “mempercantik” gerakan salah satu jurus…dan menurut logika saya waktu itu “kembangan” ini tak ada salahnya karena tak ada jurus (pokok) yang berubah…tapi satu ketika sedang diperhatikan oleh Bang Zein secara langsung beliau mengatakan apa yang saya buat adalah salah; “tak ada seperti itu” demikian kata beliau…sebagai murid tentulah saya patuh kepada guru! bukan kepada senior!!…

    Pak Wahyudi dan pembaca mungkin akan menganggap saya berlebihan tetapi saya yakin bahwa penyimpangan dimulai dari hal yang kecil…hari ini kita bisa menganggap ini hanya “ujicoba” kecil tapi seberapa (besar) pengaruh hal yang “kecil” saat ini di 2 tahun mendatang?…
    inilah yang terjadi atas eks senior-senior kita yang (nekad) membuka perguruan sendiri…dan “pembangkangan” ini tidak melulu dipicu masalah ilmu…ada yang merasa “tidak nyaman” dengan rezim Bang Asfan terlepas dari “personal economy based motive(s)”….

    Saya belum mencapai taraf “mu’alim” seperti pak Fachrudin…tapi dalam hal “ujicoba” ini saya menganalogikannya sebagai “bid’ah”…hal yang mengada-ada dan atau rekayasa yang disengaja diluar dari yang pernah diajarkan…
    saya akan mencoba menjelaskan kembali PS sebagai organisasi dan PS sebagai perguruan…
    organisasi/badan hukum/entitas diperlukan karena untuk mewadahi anggota PS yang berkembang..hanya itu saja…dan “core”nya PS tetaplah sebagai perguruan….dan inilah PS; kita tidak memisahkan jabatan Guru dan Ketua…kedua posisi ini langsung dipegang oleh Bang Zein…sebagai Guru beliau dibantu oleh para pelatih dan sebagai Ketua beliau di back up oleh para pengurus…
    Ini yang saya tekankan bahwa kita tidak bisa melakukan apapun atas apa yang diberikan oleh Guru…berbeda dengan organisasi kita bisa merekayasa apapun…terus terang saya membaca gelagat seperti ini; menganggap Bang Zein hanya sebagai “Ketua” organisasi PS tetapi (mungkin) sengaja melupakan Bang Zein sebagai Guru yang harus dipatuhi secara mutlak…ini saya qiyaskan sebagai imam dalam jama’ah (sholat) apapun yang diperbuat imam sebagai makmun harus melakukan hal yang sama persis…karena adanya imam untuk dipatuhi dan imam dipilih karena telah memenuhi kualifikasi…jika ada makmum yang menganggap imam telah melakukan kesalahan ia berhak untuk menegur atau mengingatkan…tentunya dilakukan atas kesamaan kaidah…karena di PS maka yang dipakai adalah kaidah keilmuan PS…bukan parameter keilmuan karate, kung fu, silat, yoga atau SN!…inilah penjabaran memahami etika perguruan…jika menganggap ada gerakan, jurus (dan kuda-kuda adalah mutlak bagian dari jurus) yang perlu diperbaiki maka itu adalah kewenangan Bang Zein semata…di semua lini proses dari ide awal hingga eksekusi…kalau ada yang mengintervensi sistem ini maka siapapun dia telah memposisikan dirinya sebagai “guru”…padahal jelas dilarang keras ada 2 imam dalam 1 jama’ah dan membuat jama’ah baru dalam jama’ah sama hukumnya keluar dari jama’ah…

    Pak Wahyudi selama ada yang menjadi Guru maka kita semua adalah murid…dan bagi saya ada perbedaan mendasar antara “diizinkan”-“tidak dilarang”-“diperintah”!
    Untuk pak Fachrudin (mohon maaf) seharusnya dijelaskan dalam disclaimer apakah blog ini merupakan media resmi PS Lampung atau hanya intepretasi pribadi…dan secara visual kurang nyaman ketika menumpang network MLB…

    afwan katsir..wallahu a’lam
    wassalamua’alaykum warahmatullahi wabarakatuh…

    1. Assalamualaikum Wr Wb.
      Saya gembira sekali atas kunjungan sahabat sahabat di blog ini, dan ada beberapa diantaranya yang sempat menuliskan komentarnya. Saya berharap agar komentar komentar ini dapat memperkuat keutuhan Prana Sakti itu sendiri, keutuhan dalam artian maksimalnya informasi tentang PS, tentang ajaran ajarannya yang berintikan Laailaaha Illallah. Untuk menghindari adanya salah pengertian bagi para anggota Prana Sakti, maka perlu saya sampaikan bahwa :
      1. Uji coba kuda kuda di PS Lampung itu asbaabun nuzulnya adalah karena di bengkel Prana Sakti yang sering dipake latihan itu sering didatangi orang untuk meminta bantuan atas berbagai musibah yang dialaminya, mulai dari anak bayi sering menangis menjerit jerit baik siang dan terlebih malam seperti ketakutan atas sesuatu. Orang tua yang melaporkan anaknya yang berusia remaja yang semakin hari semakin membandel, ada keluarga baru yang sering mengalami keributan antara suami dan isteri, ada orang yang sudah sakit bertahun tahun tetapi tak kunjung sembuh dan banyak lagi musibah yang seram seram yang tak perlu saya tuliskan disini. Semula ini kami bantu seadanya, tampa mengetahui persis apa yang kami lakukan itu tetpat atau tidak, mengena atau tidak, karena tidak seorangpun diantara kami yang bisa cek.
      2. Kami sudah sering mendengar dari Bang Asfan dahulu bahwa di PS cabang yang lain ada yang bisa ini, dan ada yang bisa itu. Dan kami yakin bahwa melalui ilmu dan jurus jurus PS keterampilan itu bisa kita dapatkan. Artinya ilmu itu bisa kita pelajari. Kami menganggap itulah pesan yang ingin Bang Asfan sampaikan Bismillah … beberapa orang anggota PS Lampung bertekad akan menelusurinya. Penelueuran ini berjalan bertahun tahun dan hasilnya selalu nihil. Beberapa anggota yang diharapkan tetap membantu penelusuran ini justeru mengundurkan diri dengan berbagai alasan, dan bahkan ada yang berbalik memusuhi. Alhamdulillah akhirnya diketahui bahwa apa yang dilakukan oleh anggota PS dalam berlatih jurus pada umumnya mengalami kebocoran dalam membuat kuda kuda.
      3. Penelitianpun terfokus kepada kuda kuda. Kuda kuda yang bocor akan membuat berantakan jurus itu. Banyak anggota tim ujicoba yang melakukan pembocoran dalam pernafasan dan korup dalam kuda kuda. Sekilas kuda kuda mereka diancang ancang dengan sempurna, katakanlah seratus, tetapi baru enam puluh sudah mengalami kebocoran. Itulah sebabnya muncul gagasan kuda kuda jangan langsung di posisi seratus, sehingga kuda kuda tidak lagi mengalami kebocoran, karena sesui dengan kapsitas. Bagi mereka yang sdudah sempurna di enam pulih, baru dinaikkan ke tujuh puluh dan seterusnya, hingga mencapai seratus seperti yang dikehendaki guru besar. Dan itu hasilnya luar biasa.
      4. Hasil luar biasa, padahal ujicoba dilakukan secara bodoh-bodohan. Katakanlah guru besar mengajarkan 5 X 5 hasilnya 25. Tetapi ujicoba kami adalah ujicoba bodoh bodohan, yaitu 5 + 5 + 5 + 5 + 5 = 25. Anggota yang pintar 5 x 5 langsung dipahami, yaity 25. Tetapi tim ujicoba di Lampung diajarkan secara bodoh bodohan saja, belum menggunakan kali kalian, tetapi harus diajarkan dengan tambah tambahan baru paham. Itu kami lakukan lantaran apa yang dilakukan oleh tim dalam tahap ujicoba mereka hanya mampu mencapai 15 dari 5 X 5. Bukan guru besar yang salah, melainkan para anggota yang kami teliti yang tidak mampu melaksanakannnya.

      Dengan penjelasan ini kami berharap tidak ada lagi yang salah pengertian dengan ujicoba ini.

      Wassalamu’alaikum wr, wb.

  10. Asslamualikum pak saudara kalian saya rasa ini uji coba untuk pengembangan PS bukan merubah jurus PS, kami juga bukan murid yang membangkang yang ngak patuh sama perguruan dan guru besar, setiap bang zen datang ke lampung kami sambut dengan sangat gembira dan senang dan kami mendengarkan arahan beliau, ceramah dan pembenaran jurus saat kita latihan di bengkel..dan waktu kita latihan langsung di pimpin bang zen, di bengke ada salah satu senior kita yang di bengkel di tegor karna salah waktu buat jurus..alhmdulilah senior itu langsung buat seperti arahan guru dan itu selalu di tularkan kepada junior2 yang di bawah..maaf pak komen bapak saya rasa terlalu jauh dan se olah2 kita ini makmum yang tidak mengikuti imam..Insallah kalau di beri panjang umur kesahatan dan rizki bulan ramadhan kita yang di bengkel ke jogja dan bisa di krocek jurus2 kita kalau ada yang salah tolong di arahkan tetapi yang berkompeten menilai di sini adalah bang zen sebagai guru besar ..sekali lagi uji coba ini di lakukan secara terbuka bukan sembunyi2 .. kalau saya salah mohon maaf dari junior/adek.. dari bapak yang lebih senior ..
    walaikumsalam.

  11. (antree2000@yahoo.com on Syiar itu pengertiannya bukan mengajak orang untuk masuk ps, tapi lebih ke arah mengajak orang untuk erbuat baik, menjauhi apa yang dilarang..) Jabawanya: PS itu baik atau buruk? PS Dasarnya apa? Islam Bukan? kalau Ps itu baik dan PS dasarnya islam artinya dengan syiar kita mengaja orang masuk PS baik atau buru? tolong di fahami ya?

    (Pelatihan prana sakti itu sudah dilakukan bahkan sebelum tahun 1975n rasanya sangat tidak sopan dengan kesan seolah2 almarhum guru (guru dari guru sekarang juga) tidak paham atas hal2 sepele.) Jawab: memang prana sakti itu perguruan yang sangat lama sekali dan banyak anggotanya tapi kenapa anggota lama malah banyak bertanya dengan juniar/baru setiap ada kasus. bukanya masalah sepele atau tidak sopan..tapi kita blajar memeahami dengan pemuda pemudi sekarng belajar di PS ini tidak bisa kita paksakan atau kita terapkan seperti dulu (keras).Kita ikuti dulu apa mau anggota baru masuk PS setelah itu secara berlahan2 kita kasih tau supaya tau, mengerti dan paham apa sesungunya inti dari PS.

    (yang dilakukan lebih unggul, mungkin kita bisa melakukan test uji, misalnya dengan latihan bersama, bisa dilihat dari peningkatan kemampuan fisik, atau kemampuan tenaga..🙂 . Komponen jurus kita ini cuma kuda2, gerakan jurus, nafas dan zikir, tentu gak sulit pembuktian dengan latihan bersama🙂 Jawabanya: kemaren2 kemana aja mas budi mas andi dll? waktu latihan masal ada guru besar, latiah di bengkel dan latihan di Pantai..kita sangat senang sekali bisa latihan bareng orang kita satu perguruan kok justru bagus..tapi pada kemana waktu kita latihan..

    oya kasian orang tua sudah kasih nama dengan nama bagus dan motong kambing 2 kok di tutup- tutupi..

    Wasalam

    1. Yang ngajarin siapa ya? Rada gak nyambung dan tidak sopan ini junior . Bung yudi, latihan rutin kemana aja? Bahasamu kesannya kalian latihan cuma waktu ada guru dan waktu dipantai (pemberian jurus dari pelatih kalian, kalau tidak salah?) Coba belajar dulu yang benar, baru bicara!
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

  12. Assalamualaikum..antree2000@yahoo.com on astafirullah alazim santai aja dunk jangan pake esmosi, sabar, berjiwa besar jangan menduga2…seharusnya sadarilah saudaraku kitakan sama2 anggota PS ya saling mengingatkan, kan sudah dijelaskan masalah tulisan di atas dengan pak fachruddin kenapa kok masih aja ya? untuk menjaga silaturahim kita sebagai seorang muslim dan sesama anggota Prana Sakti yang baik yang menegakan kalimat Tauhid.. sebaiknya perbedaan kita tiadaka, persamaan kita bangun..seperti halnya islam bermacam2 aliran tapi tetap tujuanya sama dan rukun..
    Walaikumsalam

    1. Makin gak nyambung, belajar dulu deh arti kata sabar dan berjiwa besar itu🙂 , mungkin kalo itu dianggap menduga2 padahal kalimat sudah jelas begitu, memang perlu sekolah lagi ya, mungkin?🙂
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

  13. assalamua’alaykum warahmatullahi wabarakatuh…
    sekali lagi dengan hormat dan apresiasi kepada saudara-saudaraku di Lampung khususnya tetap bersemangat menggali ilmu PS…
    saya yakin bahwa relativitas adalah sebuah keniscayaan…setiap pribadi memiliki keterbatasan dan kelebihan dan saya yakin ALLAH swt Maha Adil…kekurangan yang ada pada diri kita menjadi kelebihan bagi orang lain dan kekurangan orang lain menjadi kelebihan bagi kita…
    soal menolong orang lain memang sudah lazimnya kita sebagai pengikut Rasulullah saw…dan mohon maaf saya tak/belum mampu melihat kausalitas hal ini dengan niat “ujicoba”…dengan meraba-raba saya simpulkan bahwa ujicoba ini dilakukan karena kegagalan ketika mencoba mengatasi ‘masalah akurasi’…. saya juga pernah mendengar kabar tentang beberapa rekan yang (alhamdulillah) memilki ‘kelebihan’…tapi justru ini semakin membingungkan saya lagi…
    apakah ‘kelebihan’ itu menjadi target utama menjadi anggota PS? sudah saya tekankan bahwa tak ada salahnya dengan ‘berkeinginan’ tapi apakah harus berhasil mencapai keinginan itu?…jika tidak berhasil apakah yang menjadi penyebab kegagalan adalah kuda-kuda?…hal ini sudah disampaikan oleh bang Idris: bahwa ALLAH swt lah yang memiliki daya dan tak ada kekuatan selain dari NYA…bukankah ini juga menjadi pondasi kita? tak ada rancangan manusia yang dapat memajukan, menambah, menunda, mengurangi atau apapun….
    sampai saat ini sejauh yang saya ketahui ‘kelebihan’ tak tergantung pada tingkatan jurus,,,tak ada ukuran pasti bagaimana dan kapan bisa diperoleh….

    saya tak bisa memahami apa yang dimaksud sebagai “kebocoran kuda-kuda”…sejauh ini yang saya ketahui kebocoran nafas….jika yang dimaksud dengan “kebocoran kuda-kuda” adalah kegagalan membuat kuda-kuda dengan sempurna maka saya kembali bahwa ‘relativitas adalah sebuah keniscayaan’…kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin yang kita bisa…menahan nafas selama mungkin yang kita bisa…tapi tak bisa kita paksakan harus sesuai dengan standar yang matematis…

    saya pun yakin bahwa guru kita pun menghargai relativitas atas murid-muridnya ini…buktinya adalah tak ada pembatasan bagi para calon anggota…sehat, pintar, down syndrome, idiot, cacad, lumpuh, sakit bahkan gila pun bisa jadi anggota (=murid)….(selama muslim tentunya)….yang saya maksudkan sudah tentulah setiap jurus sudah didisain agar bisa dilakukan oleh siapa saja…dan pengecualian tetap ada…
    jika pak Fachrudin menjabarkan langkah-langkah memahami jurus PS dengan menguraikan faktor mungkin harus dicermati juga apakah dalam setiap proses kenaikan jurus setiap anggota telah memenuhi kuaiifikasi/persyaratannya? karena dari persepsi saya ini juga faktor yang mempengaruhi….apakah presensi latihan cukup, test kenaikan, kalau dulu pernah ada yang mengalami di periksa langsung oleh Guru…ini bukan untuk menghambat kenaikan tingkat anggota tapi secara harfiah ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi…

    bagi saya mengerikan jika hal ini didasarkan karena ‘kegagalan dalam memperoleh, mencari, menggapai kelebihan (ESP)’….atau bahkan mengatasi “masalah”….bukankah disinilah letak implementasi ikhlas, syukur, sabar, tawakal, berjiwa besar?…jika kita telah memohon kepada ALLAH swt (berdo’a) , berusaha, berikhtiar, dan berupaya/berproses maksimal sebagai mahluk apakah ada keharusan untuk berhasil?….mudah-mudahan saya salah bahwa karena inilah “kuda-kuda” yang menjadi kambing hitam…yang ujung-ujungnya bisa menjadi alamat untuk frustasi bahkan kufur (na’udzubillah)…

    mohon maaf mungkin kita semua lupa apa yang dimaksud “tenaga dalam” menurut alur logika PS….sebagai murid insya ALLAH tentu telah memahami bahwa ilmu PS tak dapat mengubah takdir sehebat apapun kita dan kita dilarang meninggalkan akal/logika….jika kita sedemikian digdaya-nya tentulah tak berguna lagi sekolah kedokteran, psikologi, teknik sipil dan lain-lainnya….dan kita punya kecenderungan mencari kesalahan diluar diri kita hinggga lupa bahwa tidak selalu “manusia berencana tapi ALLAH swt yang menentukan” tapi menolak ide “ALLAH swt telah merencanakan tapi manusia yang menggagalkan”….bahwa kerusakan itu akibat dari perbuatan-perbuatan manusia itu sendiri….
    ALLAH swt telah dan akan memberikan sesuatu yang pasti pantas bagi mahkluk-NYA…sesuai kesanggupan untuk menanggung….dan ALLAH swt pasti benar dan mustahil salah…

    sungguh mohon maaf jika kritik ini terlalu dalam mengiris emosi saudara-saudaraku di Lampung semua ini semata ingin menjaga milah yang telah disampaikan kepada kita; murid-murid PS
    saya sudah konfirmasi ke Guru tentang hal ini dan saya yakin bahwa semua murid PS takkan bersikap “sami’na wa a’soina”….
    kesalahan itu dari kebodohan saya pribadi…yang benar itu pasti dari ALLAH swt…
    mohon ampun kepada ALLAH atas semua kesalahan…

    afwan katsir..wallahu a’lam
    wassalamua’alaykum warahmatullahi wabarakatuh…

  14. Saya menyimak semua tanggapan dari rekan rekan para senior PS Yogya dan Cabang lainnya, saya bergembira atas segala masukannya baik yang dituliskan di blog ini, dan apa yang dicantumkan d FB. Dan nyatanya tentu tidak mudah bagi saya untuk memberikan penjelasan, jawaban dari itu semua akan saya tuliskan melalui beberapa kali tuylisan yang yang saya masukkan ke blog. Terima kasih atas pengertiannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s