Guru Besar PS itu ” Bang Zen “

Penanganan Anggota Baru Asal Thailand Tanggungjawab Guru Besar.

Fachruddin Siapapun diantara senior yang ingin melatih para anggota baru asal Thailand dan ingin berinteraksi dengan mereka itu dipersilakan saja, pintu terbuka lebar. Tetapi ingat bahwa pelatihan bagi mereka harus memiliki target dan target itu harus tercapai, sehingga begitu selesai menamatkan jurus dasar PS dan ditutup oleh Guru Besar, mereka memang sudah mendapatkan kompetensi dasar bagi anggota PS, yang selanjutnya tergantung kepada yang bersangkutan untuk berlatih lebih serius serta memantapkan perolehan kompetensi itu untuk selalu meningkat dari hari ke hari sesuai keseriusan  berlatih dan tingkatan jurus yang mereka capai selama berlatih bersama anggota lainnya untuk di bawa kenegeri asal  masing masing. Dengan demikian tidak ada perorangan yang bertanggungjawab atas pelatihan mereka, dan bukan pula cabang, yang bertanggung jawab atas mereka adalah  Guru Besar langsung, Guru Besar PS adalah Bang Zen.

Nanti ada komando langsung dari Guru Besar, ada petunjuk Guru Besar, kita berharap Guru Besar berkenan atas ini. Olehkarenanya jangan ada seseorang yang secara langsung mengatasnamakan Guru Besar hanya berdasarkan kebiasaan kebiasaan belaka.  Yang menjadi petunjuk Guru Besar adalah apa yang disampaikan atau diucapkan Guru Besar dalam konteks penganganan anggota baru asal Thailand.   Oleh karenanya penanganan anggota baru asal Thailand ini  bisa disebut sebagai penanganan khusus.  Pleh karenanya diharapkan agar setiap saat para anggota baru ini harus kita cek kemajuannya, dan kita harus menyiapkan beberapa orang pelatih yang memang bisa membantu pengecekannya.

Manakala terdapat jurus yang  sangat minim bobotnya, maka dengan segera jurus itu kita perbaiki, oleh karenanya maka pengangan mereka tentu saja tidak hanya dilakukan oleh seseorang saja, walaupun pada saat ini anggota baru dari negara jiran itu baru 10 orang, tetapi setidaknya pada saat ini mahasiswa asing jumlahnya adalah 53 orang , dan kita berharap seluruh mereka dapat masuk ke PS. Nantinya akan kita hubungi Wakil Rektor yang menangani aktivitas kemahasiswaan, agar PS Lampung dapat lebih menyelenggarakan kerjasama yang intensif, karena memang adalah perjanjian sejak semula bahwa pihak Rektorat juga akan ikut melakukan pengaturan tentang apapun aktivitas yang dilakukan oleh mahasiswanya, gterlebih mereka adalah mahasiswa asing.

Walaupun untuk sementara waktu perjanjian itu hanya sebatas lisan, dan antara dua orang yang masing masing mengenali yang satu dengan lain, tetapi nantinya bila memang diperlukan maka perjanjian inipun akan dilakukan secara tertulis, dan manakala perjanjian dilakukan secara tertulis, maka perjanjian tertulis itu adalah antara Perguruan Tinggi yang dalam hal ini REKTOR dengan Guru Besar PS. Dengan perjanjian itu kita berharap PS akan memiliki Cabang khusus, yaitu Cabang perguruan Tinggi, karena pada perguruan Tinggi dimaksud memang  sebelumnya telah ada anggota anggotanya baik dari unsur mahasiswa, Karyawan dan juga Dosen.  Untuk merintis dan membesarkan  Calon Cabang Khusus ini kita semua harus saling kerjasama.

Bagi mereka yang selama ini memang anggota masyarakat atau insan Perguruan Tinggio yang bersangkutan yang selama ini memang tercatat sebagai anggota PS dapat merapatkan barisan dan manakala selama ini dirasakan bahwa keikutsertaannya belum memiliki hasil apa apa, maka pengurus akan memfasilitasi untuk mendapatkan bimbingan pelatihan intensif, sehingga dapat mengetahui perolehan dari pelatihan PS serta serta memiliki guna pengembangannya lebih lanjut. Bagi mereka mereka yang memang sudah senior kita harapkan memiliki dan menguasai kompetensi dasar sebagai anggota PS.

Pembantuan bimbingan khusus bagi  para senior bukan saja dilakukan bagi para senior asal perguruan Tinggi yang kita rintis untuk menjadi Cabang Khusus ini saja, tetapi bagi para senior yang lain yang merasa perlu untuk mendapatkan pelatihan khusus akan kita layani sebaik mungkin tampa mebeda-bedakan dengan anggota dari unsur yang lain.  Peluang ini kita harapkan segera dimanfaatkan oleh ara senior, dan para senior segera melapor kepada pengurus sehingga kami dapat mengatur penjadualan pelatihan  intensif ini. Wallohu a’lam bishowab.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s