Bisnis Ayo Bisnis (3)

Fachruddin PS LampungUntuk memberikan pelajaran tentang bisnis PS juga dituntut memiliki pengalaman yang berarti dalam dunia bisnis, semangat itu dimiliki oleh belasan anggota campuran antara senior dan yunior, tetapi keinginan mereka untuk menjadikan PS sebagai ajang mencari pengalaman berbisnis ditolak oleh pengurus lantaran pengurus khawatir ada tuduhan dari para senior yang lain ada upaya untuk mengkomersilkan PS. Kini belasan orang itu rata rata telah mendapatkan pekerjaan tetap, dan mereka tak lagi membutuhkan pengalaman dari PS dalam bekerja dan mencari usaha. Tetapi penyesalan kinipun datang juga. Andai saja keinginan mereka dikabulkan pastinya mereka sudah dapat mewariskan pengalaman itu kepada yuniornya. Perkara cibiran sepertinya adalah sesuatu yang wajib saja diterima dalam menciptakan kreasi di lingkungan PS.

Saya teringat sewaktu masih kanak kanak, aku mengaji kepada seorang  guru mengaji. Guru mengajiku tak berkenan menerima bayaran dalam bentuk uang karena tak ada tuntunanya baik dalam al-quran maupun hadis. Tetapi bila kami membawa minyak tanah untuk pengganti minyak lampu maka Pak Guru mengaji berkenan menerimanya, dipersilakan menuangkan minyak tanah itu ke dalam wadah yang disediakan. Ternyata kami saling mengikut antar sesama murid mengaji, melihat yang satu membawa sebotol minyak tanah, keesokan harinya murid yang lain membawa sebotol minyak tanah juga, sehingga wadah yang disediakan melimpah, dan botiolpun ditinggalkan menginap agak beberapa malam.  Membayar guru mengaji dengan uang pada saat itu adalah dianggap tindakan tercela.

Lain cerita ketika aku naik kajian dari turutan ke al-Quran, aku ingin membeli sebuah kitab al-Quran, aku diwanti wanti agar ketika membeli al-Quran jangan sekali kali mencoba menawar harganya lebih rendah dari harga yang ditawarkan oleh sipenjualnya. Karena menwar harga lebih rendah itu sebuah tindakan yang tercela, adalah sesuatu yang harus dihindari bila ingin menjadi orang yang mulia.

Dua contoh misal itu adalah pengumpamaan yang paling tepat bagi sikap Pengurus PS Lampung. Sepertinmya para pengurus demikian terkungkung dengan persepsi keliru tentang kesucian. Kini zaman telah berubah para guru mengaji telah mendapatkan bayaran yang pantas atas jasa jasanya. dan bahkan Pemda setempat kini menyiapkan dana APBD untuk membayar guru mengaji, imam tetap di Masjid, dan juga menyiapkan dana bantuan ibadah umroh bagi mereka. Demikian juga dalam jual beli la-Quran selalu saja para distributor atau agen lainnya selalu saja  mengharap dan mendapatkan korting dalam jual beli.

Setelah para anggota PS yang memiliki semangat untuk  mencari pengalaman berusaha di lingkar PS Lampung dengan memanfaatkan ilmu PS mereka itu, kini sudah mendapatkan pekerjaan yang mapan, dan dengan kesibukannya itu mereka jarang sekali terlihat berlatih bersama, kini nampaknya pengurus tersadar, betapa kelirunya sikap yang ditetapkan. Pengurus PS lampung hanya berharap atas sumbangan melalui kantong plastik (kantong kresek)  yang diedarkan menjelang latihan, yang manakala dibuka isinya ternyata terdiri dari pecahan Rp. 2.000, 00 (dua ribu rupiah)  sehingga gedung bengkel PS Lampung tak terurus, sementara dana tak kunjung terkumpulkan.

Diyakini berbeda  dengan PS Cabang yang lain. PS Lampung kini miskin pengalaman dalam mengelola sebuah bisnis, untuk tidak dikatakan terbengkalai. Ada beberapa usul para anggota yang telah ditolak mentah mentah. pertama usul menjual jasa pembersihan jin di rumah rumah. Pada saat itu kurang dari sepuluh orang anggota yang selalu saja mendapat orderan mengusir jin dari rumah lantaran para penghuni  sering merasa terganggu, dan atas jasa itu mereka mendapatkan bayaran yang cukup menggiurkan, lantaran rumah yang dibersihkan itu umumnya rumah mewah dalam ukuran besar, dan pemiliknya kaya kaya.

Kedua ada anggota yang sering membantu mereka yang sakit dan membutuhkan jasa ilmu PS, selain yang bersangkutan juga rajin mengumpulkan bukui buku yang berisikan petunjuk bahan pengobatan herbal dan obat obatan tradisional lainnya. lalu ia membuat kebun kecil untuk menanam tinaman obat yang dapat tumbuh dengan mudah. tetapi sejauh itu ternayata Pengurus PS Lampung kurang merespon. Sehingga usaha itu mandeg dan bahkan berantakan.

Andai saja mereka mereka itu berada pada PS Cabang yang lain, mungkin usaha itu sudah berjalan lancar, dan bahkan sudah dapat diwariskan kepada banyak anggota, sehingga PS dapat lebih berkiprah. Walaupun semula hanya membuka jasa tentang itu, tetapi berdasrkan hasil pengalaman mereka dengan menjual jasa seperti itu, mereka akan mendapatkan pengalaman pengalaman lainnya, yang pada suatu saat mereka akan mendapatkan pengalaman utnuk mengidupkan intuisi para anggota dan orang lainnya yang membutuhkan ilmu PS.

Kini katanya bahwa Pengurus PS Lampung, telah sadar akan kekhilafannya, dan akan berjalan menapaki sesuatu yang selama ini dikiranya keliru, yaitu bisnid ayo bisnis …. Sekalipun PS Lampung terbilang miskin pengalaman tentang berbisnis, tetapi pemgalaman itu segera akan ditapaki selangkah demi selangkah. Insya Allah.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s