Gagasan Senam PS Bukan Provokatif, Tetapi Antisipatif.

Fachruddin PS LampungTerus terang saya terkejut ketika gagasan PS Lampung untuk menyusun konsep Senam PS bagi anak anak dituduh sebagai sesuatu yang propokatif. Pengertian provokatif secara umum adalah ‘hasutan’ . Lalu untuk apa kita melakukan hasutan, hasutan dilakukan adalah untuk mendorong orang lain untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dilakukan, yaitu pelanggaran terhadap suatu aturan yang telah ditetapkan. Marilah kita kaji secara seksama apakah gagasan penyusunan senam PS ini sebuah provokatif atau bukan. Ingin saya katakan nahwa yang satu ini bukan provokatif, melainkan sebuah antisipatif.

Yang harus kita antisipasi adalah masa depan ummat Islam agar tetap nyaman berada di Indonesia, memang Allah menjamin Islam akan tetap ada di muka bumi, tetapi Allah tidak menjamin bahwa Islam akan tetap ada di Indoneia, di Malaysia, di Brunai darussalam atau di Thailand dan lain lain. Maka masing masinglah yang harus berusaha agar keimanan tetap terjadi di lingkungan masyarakatnya masing masing.  Ancaman yang paling mengerikan adalah ancaman kekafiran yang disebabkan oleh kemiskinan. sebagaimana dikatakan bahwa kemiskinan itu menghampirkan kepada kekafiran.

Melihat kenyataan di lapangan bahwa ummat Islam dapat diidentikkan dengan ketertinggalan, kebodohan dan kemiskinan. Ummat Islam umumnya merupakan komunitas konsumen. dalam keadaan yang kurang menguntungkan itu mereka berada pada posisi konsumen dan bukan produsen. Untuk menjadi produsen  atau komunitas yang memiliki kemampuan memproduksi kebutuhannya dibutuhkan ilmu dan pengetahuan, serta sikap dan semangat yang benar.

Untuk itu kita harus mempersiapkan anak anak kita sejak usia dini. Apalagi dalam usia dini itu (0-6 tahun) adalah merupakan masa masa keemasan, golden ages. Masa masa ini adalah merupakan masa masa untuk mempersiapkan masa depannya masing masing. Kegagalan di masa usia dini ini akan membuat gagal sepanjang hidupnya. Gagal membuat anak berani pada usia ini, maka berarti Ia akan menjadi pengecut hingga kahir hayatnya. Gagal melepaskan diri dari sikap ragu ragu di usia ini, maka sikap ragu ragu itu akan dibawanya ketika Ia menjadi pemimpin dan menjadi apa saja hingga akhir hanyatnya.  Merbah sesuatu diusia dewasa akan jauh lebih sulit dibanding dengan mendidiknya di usia dini.

Pendidikan usia dini ini bentuknya adalah bermain main, bermain baik dengan atau tampa alat permainan. Alat alat permainan terdapat aneka macam alat main, dan permainan yang paling membekas dihati anak usia dini adalah bermain peran. Lalu apa hubungannya dengan PS. PS ternyata memiliki peluang yang sangat besar untuk ikut serta berpartisipasi untuk mengembangkan pendidikan anak mulai dari pendidikan usia dini. Peluang itu bermodalkan kemampuan para senior PS yang memiliki kemampuan mengkomfirmasi berbagai gerakan jurus PS.

Ambil misal jurus lima umpamanya, mengkomfirmasi apa yang terjadi ketika telapak tangan tangan kiri dengan telapak tangan kanan, di sisi kanan badan, mengkonfirmasi apa yang terjadi kedua tangan intu diputar sehingga bertemunya dua  punggung tangan, lalu apa pula yang terjadi ketika kedua tangan itu bergeser dari sisi kanan ke sisi  Gerakan jurus itu dikomfirmasi pula efeknya bagi fisik seseorang. Kemampuan mengkomfirmasi itu semua membuat kita mengetahui gerakan seperti apa yang dibutuhkan anak usia dini, bagi perkembangan  fisik dan mentalnya.

Untuk ujicoba awal, menurut saya tidak mengapa itu dilakukan oleh Cabang, ujicoba gerakan senam itu dilaksanakan bagi anak anak PAUD atau TK, yang  apabila hasilnya positif, maka barulah layak diserahkan kepada Guru Besar, guru besar akan mengecek pelaksanaan ujcoba lebih seksama,  lalu memutuskan diterima atau tidaknya jurus PS bagi anak anak. Ujicoba dikatakan berhasil manakala anak anak lebih mudah dan lebih cepat dalam menerima pelajaran. Nanti guru besar yang meresmikan jurus senam ini. Berarti tetap saja PS ini berada di tangan Guru Besar. Itulah sebabnya maka aktivitas ujicoba itu harus dikelola oleh Pengurus bukan perorangan.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s