Mari Bantu Bang Zen.

BUTUH PEMBAHARUAN ZONA PENYANGGA.
Fachruddin PS LampungSaya tersentuh atas tulisan seorang anggota Group Facebook Prana Sakti Indonesia yang menuliskan ” Mari Kita Bantu Bang Zen Membesarkan kembali Prana Sakti”  saya menjadi tersentuh karena beberapa hal antara lain (1) PS pernah Besar, (2) Animo terhadap PS sedang menurun, (3) PS  Butuh perubahan. Setidaknya itu yang sedang menjadi persoalan yang sedang dihadapi oleh Bang Zen sebagai Guru Besar PS pengganti dan penerus  serta pengembang perjuangan yang telah diawali oleh Bang Asfan selaku Pendiri dan Guru Besar PS.

Kalaupun seandainya pada saat ini dianggap animo masyarakat terhadap PS sedang menurun, maka hal itu sejatinya hanya akibat terlambat mengantisipasi belaka. Cara mengantisipasinya adalah dengan melakukan berbagai pembaharuan di sana sini. Namun sejauh ini secara pribadi saya belum melihat perlunya perombakan pada zona inti. Sebut saja zona inti itu meliputi ikrar, doa, lafas, nafas dan jurus. Yang perlu dilakukan pembaharuan adalah seputar zona penyangga belaka.

Karena kita jangan berharap akan mampu membantu bang Zen hanya oleh orang yang sama dan dengan cara yang sama pula.  tak mungkin akan ada perubahan apapun manakala perubahan itu hanya dilakukan oleh orang yang sama dan dengan cara yang sama puka. pembaharuan ini akan berhasil manakala dilakukan oleh orang yang berbeda dan dengan cara yang berbeda puka. Bisa pembaharuan dilakukan oleh kita kita sebagai orang lama, tetapi kita bantu dengan cara cara yang baru.  cara yang baru akan menghasilkan sesuatu yang baru.

berdasarkan sejarah ada dua cara melakukan pembaharuan, pertama dengan menggantinya dengan sesuatu yang baru, dan cara yang kedua adalah dengan cara kembali ke khittah, lantaran apa yang dilakukan akhir akhir ini dianggap telah jauh menyimpang dari garis yang telah ditetapkan. Dan kita bisa juga melaksanakan kedua duanya, artinya selain mencari kreasi yang baru kitapun perlu meluruskan kembali terutama menyangkut zona inti, yang selama ini terjado penyimpangan, seperti pelaksanaan jurus yang berubah hanya lantaran kemanjaan dan kemalasan belaka, serta langkanya keinginan mencapai prestasi di PS, karena baginya inti olahraga hanyalah keringat dan kesehatan belaka.

Memang kesalahan yang selalu dilakukan secara berulang ulang, lama kelamaan akan dianggap sebagai suatu kebenaran.  Yang manakala kita biarkan secara terus menerus ini bisa berubah menjadi awal kesesatan. PS tidak menganut hizib, yaitu  pengucapan kata kata atau kalimat tertentu baik penggalan ataupun utuh yang diambil dari  penggalan al-Quran dan apalagi bukan al-Quran yang manakala diucapkan dengan cara tertentu atau pada saat dan waktu tertentu, lalu diyakini akan mendatangkan sebuah tenaga. Tidak … PS tidak mengajarkan itu.  Manakala terjadi kesalahan yang dilakukan oleh para anggota maka kita tidak boleh melakukan pembiaran.

Pembaharuan juga dapat dilakukan sehubungan dengan adanya temuan temuan baru, atau memang masyarakat membutuhkan sesuatu, yang pada saat bersamaan ternyata PS memiliki sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat ini, maka berarti sudah pada saatnya PS melakukan suatu pembaharuan tertentu untuk ummat. dengan catatan kita tidak boleh melakukan perubahan di zona inti. sekali lagi jangan merubah zona inti,  Yang intinya adalah Laailaaha Illallah. Allah.

Wallohua’lam bishowab.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s