Mari Belajar Kepada PS Lampung II.

Fachruddin PS LampungSeorang anggota PS Lampung yang sejatinya terbilang yunior terbata bata bertanya kepada saya prihal penghianatan sejumlah anggota PS Lampung, benarkah itu pernah terjadi katanya keheranan. Benar kata saya, dan bahkan Kanda Anto, Ayah Yusuf dan Bang Ishak nyaris terpedaya. Ketiganya terpedaya bukan atas gagasannya, tetapi ketiganya demikian antusias atas ketinggian mobilitas anak anak PS pada saat itu, sehingga ketiganya berkenan memberikan bantuan fasilitas dan bahkan bantuan uang untuk membiayai operasional mereka pada saat itu. Sebenarnya ketiganya tidaklah terlibat, tetapi mereka gembira melihat semangat mereka dalam beraktivitas.

Berbicara masalah kemampuan dan keterampilan dalam ilmu PS bagi anak anak itu sungguh luar biasa. Disebut anak anak lantaran pada saat itu rata rata usia mereka adalah mahasiswa dan pelajar. Hebatnya lagi mereka pada saat itu sering diundang untuk  Yaasinan di rumah pejabat daerah, nampaknya mereka memiliki hubungan yang sangat akrab dengan beberapa pejabat baik sipil dan militer pada saat itu. Aktivitas mereka bukan hanya sekedar masalah rumah terganggu oleh makhgluk halus, tetapi merekapun mulai bicara tentang  jabatan yang diinginkan. Luar biasa hampir semua yang mereka bantu berhasil.

Itulah barangkali mengapa mereka berusaha melepaskan diri dari PS. Tetapi seberapapun tingginya ilmu mereka pada saat itu, ternyata tak sebanding dengan ilmu PS. Sehingga merekapun tergerak ingin bergabung kembali dengan PS. Di situlah mulyanya PS ini. Kami bertanya kepada Bang Zen bagaimana petunjuk Guru Besar untuk perlakuan bagi mereka yang telah masuk Perguruan lain, dan bagaimana pula bagi mereka yang telah mendirikan dan sempat menjadi pengurus perguruan lain. Atas petunjuk Bang Zen pada saat itu bahwa bagi mereka yang pernah masuk perguruan lain diharuskan latihan mulai dari kuda kuda ulang sebanyak 23 kali latihan.

Kami menafsirkan manakala yang bersangkutan memiliki kemampuan untuk dilatih kuda kuda ulang sebanyak 23 kali latihan, maka yang bersangkutan diyakini benar benar menyesal atas penghianatannya. Karena nampak sekali yang bersangkutan sangat gelisah ketika diharuskan duduk dihadapan pelatih yang kami pilih pada saat itu yang lebih yunior dari yang bersangkutan, tetapi memiliki jurus yang lebih tinggi.  Dalam penglihatan kami nampak yang bersangkutan bagaikan duduk di atas duri, demikian gelisahnya pada saat ketika Ia diajari kembali tentang do’a, mempersiapkan tangan, cara bernafas. yang dikomandoi dengan kode tepukan tangan. Semua diikuti dengan cara yang sangat gelisah oeh yang bersangkuta. Kanda Anto lah yang merancang bagaimana cara melatih ulang bagi mereka yang pernah melakukan penghianatan.

Sampailah pada melakukan kuda kuda, pada saat itu yang bersangkutan sepertinya tidak lagi memiliki kemampuan berdiri dengan kuda kuda seperti lazimnya yang kita lakukan menjelang bmelaksanakan jurus. Sejatinya koreksi memang selalu dilakukan mulai  ketia belajar kembali membaca doa PS. dan seterusnya. yang bersangkutan nampak kesulitan untuk melaksanakan, sehingga harus diajar ulang tahap pertahap. Baru saja kuda kuda kiri depan … nampaknya yang bersangkutan sudah tak kuat lagi. Ya berteriak teriak, menyumpah nyumpah dan bersegera memakai kembali bajunya. Kemudia kami evaluasi tentang bagaimana melaksanakan pelatihan ulang bagi penghianat itu. Nampaknya kesalahannya adalah si pelatih sudah melanjutkan tahap berikutnya sementara tahap sebelumnya belum mantap benar. Memang kenaikan yang dipaksakan sepertinya akan mengandung resiko.

Godaan pwngghianatan itu diawali oleh keterbatasan para pengurus untuk melakukan konfirmasi terhadap jurus jurus PS.  Sementara mereka memilki sejumlah kelebihan. lalu mana mungkin pengurus akan memberikan respon yang baik sesuai dengan harapan mereka manakala pengurus tiodak memiliki kemampuan yang sama ataupun lebih.  Itulah sebabnya menurut hemat kami maka para pengurus sepertinya harus meniscayakan kemampuan di atas rata rata sehingga memiliki kemampuan untuk merespon dan mengaapresiasi berbagai kelebihan yang sangat mungkin diraih oleh para anggota kita.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s