Selamat Jalan Mas Wir.

Fachruddin PS LampungRing telepon menyentak, … inna lillahi wainna ilaihi rooji’uunn … kata diujung sana terbata – bata  “Bang  Wir ninggal Pak …”  kata Ishak lirih … “Inna Lillahi wainna Ilaihi Rooji’uunn”. “Dari mana kau tahu berita itu …?”  tanyaku setelah kami sama sama menguasai emosi kami kembali … “Dari Bang Anto Pak …”  kata Isha.  “Beritahukan kabar ini kepada selurus senior yang ada di Lampung … himbau mereka untuk berdoa … dan jangan lupa sampaikan ucapan belassungkawa atas nama Pengurus dan Anggota PS Lampung melalui facebook … ” kataku. “Baik Pak ….” kata Ishak. Dan kamipun memutus hubungan pertelpon itu dalam duka yang mendalam.

Selamat jalan Mas Wir … sepertinya secara pribadi memang kita baru sekali berjumpa. Pada saat itu … sekitar setahun yang lalu Mas Wir  ikut rombongan Bang Zen ke Lampung. Rombongan itu relatif ramai dam Mas adalah salah satu diantaranya. namun demikian duka atas kepergian Mas Wir tak mudah utuk dilupakan. Karena Mas Wir sebagai senir PS adalah Saudara kami, kita bersama sama membantu Guru Besar PS, dahuklu Bang Asfan dan sekarang bang Zen. Sesama PS kita bersaudara, di PS kita berjuang. Di mata kami mas Wir adalah seorang pejuang, karena dahulu Bang Asfan mendirikan PS pun dengan semangat perjuangan utamanya untuk ummat Islam khususnya dan masyarakat Bangsa Indonesia umumnya.

Mas Wir … hidup ini singkat sekali Mas …  tetapi mas Wir telah berhasil mengisi hidup Mas Wir sebatas kemampuan Mas Wir.  kami hanya berdoa untuk Mas Wir semoga semua kesalahan Mas Wir diampuni Allah, dan segala amal kebajikan mas Wir dilipatgandakan ganjarannya. Amin ya robbal ‘aalamiin.

Saudaraku ….Kepergian Mas Wir adalah bahan renungan bagi kita semua, akan betapa singkatnya hidup di dunia ini, tidaklah banyak yang dapat kita perbuat bagi agama bangsa dan negara. janganlakan untuk itu, memperjuangkan segala gagasan kita ditengah kawan kawanpun sepertinya tak akan banyak yang bisa kita lakukan tampa bantuan kawan kawan. Hidup kita memang butuh teman, butuh organisasi, butuh pendukung, serta butuh ikatan. Entah besok atau lusa kitapun akan menyusul Mas Wir.

Hidup ini penuh onak dan duri kata Bang Asfan almarhum, itulah sebabnya jurus PS dibuat seperti itu, kadang kita maju, tetapi lain kali kita terlempar dan bahkan terputar putar. tetapi jangan kita hiraukan itu selagi kita mengikat diri dalam ikrar “Laailaaha Illallah”. dengan mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah akan menuntun kita, kemana arah jalan yang harus kita tempuh. Ketahuilah bahwa jurus jurus PS itu berintikan do’a, do’a adalah harapan kepada Allah. oleh karena janganlah kita pernah berhenti berdoa. laksanakanlah jurus jurus itu, karena pada hakekatnya berlatih jurus adalah berlatih menyusuri kehidupan yang fana ini.

Ikrar kita adalah “Laailaaha Illallah”, jurus itu adalah menunjukkan bagaimana cara kita berpegang teguh pada ikrar itu. Oleh karenanya maka gunakanlah jurus jurus itu dalan segala aspek kehidupan. manakala jurus jurus itu tidak kita manfaatkan dalam kehidupan sehari hari, maka berarti dalam hidup ini kita tidak berpegang kepada ikrar kita itu. Apapun yang terjadi di sekitar kita maka hadirkanlah jurus jurus PS itu, jurus PS itu hakekatnya bukan hanya  1 s/d 10, kasaran, halusan, tikahan, mahdi, syahbandar, payung rasul, tetapi jurus jurus yang telah kita terima itu adalah 99 kegunaan, sembilan puluh sembilan asma’ul husna.

Pandanglah lingkungan kita itu dengan kacamata ikrar PS. Gunakan jurus PS dalam merespon  lingkungan kita. Hadirlah kita dilingkungan itu dengan berpegang kepada ikrar, sehingga kita yakin Allah membimbing kita. Allah itu akan bersikap sebagaimana kita berperangka kepada-Nya. Bila kita tak ingin dibimbing, maka Allah tak kan hendak membimbing kita, Allah akan menjemput kita secara berlari manakala kita datangi Allah secara berjalan. Inti perjuangan kita adalah mempertahankan Iman kepada Allah, bukan hanya sebatas keimanan pribadi, tetapi kitapun bertanggung jawab dalam memelihara keimanan ummat.

Ummat sekarang sedang terancam keimanannya, lantaran diterpa kemiskinan yang berlarut larut. Sungguh kemiskinan itu akan menghampirkan kita semua kepada kekafiran. Ini adalah persoalan yang sangat menakutkan yang kini sedang mengancam ummat. PS dalam hal ini tidak boleh berpangku tangan. Apalagi PS memang telah dibekali serenceng keterampilan untuk melepaskan ummat dari belenggu ini. ketahuilah wahai sahabat sahabat bahwa setiap anggota PS sejatinya telah diberikan keterampilan untuk membantu ummat, termasuk bagaimana caranya melepaskan diri dari kemiskinan.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s