Diseminasi Hasil Ujicoba Jurus PS. Mungkinkah ?

Fachruddin PS LampungDiseminasi hasil ujicoba jurus PS. Mungkinkah?. Demikian pertanyaan yang akan muncul manakala desiminasi itu mulai direncanakan. dapat dipastikan bahwa sedikit kontrofersi akan muncul. Walaupun demikian ingin saya katakan bahwa desiminasi bagi hasil ujicoba jurus PS itu bisa, bisa dan pasti bisa. Memang ada unsur subjektivitas dan kondisional, tetapi bagi pengampu jurus mahdi, syahbandar dan apalagi Payung Rasul  memiliki kemampuan untuk menemukan benang merahnya.  Semakin tinggi jurus yang diampu, semakin banyak kompetensi yang dimiliki, dengan kemumpuniannya maka keanekaragaman, dan relativitas hasil ujicoba akan dapat ditarik benang merahnya.

Diseminasi biasa dilakukan oleh para sarjana  serumpun dan sejenis, desiminasi atau pertemuan yang membicarakan hasil penelitian untuk mendapatkan tanggapan dari seluruh anggota dari perhimpunan sarjana sarjana. Semisal Ikatan dokter, ikatan sarjana hukum, ikatan sarjana arkeolog dan lain lain, mereka biasanya melakukan desiminasi  secara bergantian hasilm hasil penelitian dan ujicoba itu dipresentasikan oleh si peneliti, dan para anggota yang hadir terbuka untuk memberikan tanggapan. Mereka yang hadirpun biasanya terdiri dari orang orang yang juga terbiasa dan berpengalaman dalam meneliti pada disiplin ilmu yang serupa.

Anda yang terbiasa melakukan ujicoba jurus PS mungkin bisa meragukan keberhasiklan desiminasi ini, karena berdasar pengalaman ujiciba jurus PS sangat terbuka peluang setiap kali dilakukan ujicoba akan diketemukan sesuatu yang baru, tiga kali melakukan ujicoba maka akan ditemukan tiga macam ragam temuannya. Tetapi saya meyakini desiminasi  hasil ujicoba jurus PS oleh para anggota senior PS itu sangat mungkin didesiminasikan, asalkan dalam desiminasi itu kita mengutamakan penggunaan otak kanan.

Dalam membahas jurus PS janganlah menggunakan otak kiri sebagai andalan, gunakanlah otak kanan untuk memahaminya baru gunakan otak kiri untuk mengkomunikasikannya. Otak kanan tidak membutuhkan informasi yang linier. sementara orak kiri bersikan analisa dan logika. Penggunaan otak kiri sangat tergantung kepada kemampuan dan pengalaman pribadi bagi seseorang. Sulit baginya akan menerima sesuatu yang baru manakala Ia belum memiliki pengalaman sedikitpun tentang itu.  Dengan otak kiri minim pengalaman atau memiliki pengalaman yang berbeda, maka akan mendorong seseorang bersifat kritis. Sementara dengan otak kanan kita memiliki kemampuan intuitif  menangkap sesuatu yang baru yang akan digunakan untuk memperkuat pengetahuan dan pengalaman yang sudah dimilikinya. Dengan menggunakan otak kanan, maka hatinya akan lebih merasa senang dan lapang dalam menerima informasi. Maka rumus yang kita pakai untuk membicarakan jurus PS adalah gunakan otak kanan terlebih dahulu, baru gunakan otak kiri. Jadi semuanya memang dibutuhkan.

Dengan kemampuan menggunakan otak kanan terlebih dahulu dan otak kiri kemudian, maka acara desiminasi hasil ujicoba jurus PS sangatlah dimungkinkan. Dan hasilnya akan sangat bermanfaat untuk memperkuat pengetahuan dan pengalaman kita masing masing, desiminasi itu gunanya adalah untuk saling memperkuat bukan untuk saling menguji dan apalagi untuk saling menjatuhkan. Dengan demikian di PS ini ujicoba akan semakin lazim.

Itu pula sebabnya saya tidak akan menerima pendapat yang mengatakan  bahwa bisa saja mereka yang mengampu jurus lebih rendah akan memiliki kepintaran yang lebih tinggi dari pengampu jurus yang lebih tinggi. Keadaan seperti ini mungkin masih bisa diterima bagi mereka yang  baru mengampu jurus kasaran dan halusan, tetapi tidaklah bagi para anggota senior yang telah mengampu jurus mahdi, syahbandan dan payung rasul. Semakin tinggi jurus yang diampu, maka semakin banyak dan sering Ia bersentuhan dengan media pembelajaran PS. Mereka mereka yang jurusnya lebih tinggi, tetapi kemampuannya lebih rendah, maka sudah dapat dipastikan bahwa dia jarang menggunakan jurus jurus itu bagi orang lain. Ingatlah akan sebuah hadis yang mengatakan sebaik baik orang adalah orang yang banyak manfaatnya bagi orang lain.

Dengan demikian menurut hemat saya, desiminasi itu sangatlah penting bagi perkembangan PS. dan dengan desiminasi itu maka berarti kita telah memiliki alat kontrol bagi Guru Beaar. Guru besar setiap saat dapat mengontrol kemajuan kemajuan yang telah mampu dicapai oleh para pembangtunya.  Insya Allah.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s