Keterampilan Dasar Ilmu PS

Belajarlah dari Pengalaman Malik Oyon.

Fachruddin PS LampungMalik Oyon ” … tidak semua anggota ps yang telah halusan 10 bisa peka walaupun dia telah melakukan jurus yang benar, malahan walaupun sampai payung rasul sekalipun tingkatannya kalu dia tidak memahami jurus gerak dan napas. peka dalam hal ini sangat penting bagi setiap anggota ps dan peka itu bukan sampai tidak sadar tapi diia sadar sesadar sadarnya , karna klu tidak sadar berarti makhluk lain sudah ikut serta dalamnya. masalah peka bagi setiap tingkatan walaupun dia sudah payung rasul sekalipun adalah masalah sangat penting untuk keyakinan bahwa dalam diri kita ada energi yg bisa diolah secara islami yang dapat bermanfaat bagi kita semua. ada yang sudah mahdi dia belum bisa merasakan apa-apa itu contoh yg nyata yang kami alami, apa itu ps sebenarnya belum bisa dimaknai apalgi oleh anggota baru klu senior tidak memberikan araha yg tepat. sehingga anggota ps banyak yg hilang ditengah jalan padahal mereka sangat berpotensi untuk kemajuan ps dimasa mendatang apalgi melihat kemajuan zaman sekarang yg serba gila. klu tida dg kepekaan yg dilatih secara kontinyu akan menghasilkan peka yang bagus yg dapat dikendalikannya padahal ia baru tingkatan bawah tapi dengan dilatihnya kepekaan tersebut ia mendapat kelebian sampai bisa tembus pandang bisa melebihi tingkatan sahbandar … ”  27 Desember  2013. Dikutip dsari Group Facebook PRANA SAKTI INDONESIA (huruf besar)

Pernyataan tulus dan jujur dari seorang Senior PS  sangatlah perlu kita renungkan bersama, apalagi hal tersebut sangat terkait dengan masa depan Ilmu PS yang telah dikembangkan oleh Bang Asfan dan Bang Zen selaku Guru Besar. Pada masa Bang Asfan dahulu semuanya akan dituturkan oleh Bang Asfan hanya sayang pada saat itu para pelatih tidak menurunkan apa apa yang sudah dijelaskan oleh Bang Asfan kepada para senior secara proforsional diturunkan pula kepada anggota yang lebih yunior. Ada kalimat baku yang nampaknya serentak dikatakan oleh para senior, ” … ikuti saja latihan … nanti kamu akan tahu sendiri.”

Pada era Bang Zen … cara cara senior menjawab seperti itu tentu sangat tidak populer, para anggota sekarang ini menunutut keterangan yang proforsional, yang tuturkan secara resmi oleh para pelatih dan pembimbing mereka. Di mata para anggota baru  keterangan yang sangat ditunggu tunggu adalah keterangan dari pelatih, bukan kepada para senior. Apa yang dikatakan oleh para senior akan mereka konfirmasi kepada para pelatihnya. Oleh karenanya maka pelatih dan senior hendaklah memiliki bahasa yang sama dalam memberikan keterangan.

Menyatu bahasakan para para senior dan pelatih itu ternyata bukan persoalan yang sederhana. Ada kecenderungan masing masing kekeh dengan pendapat dan pengalamannya masing masing. Memang yang namanya pengalaman spiritual itu sangat subjektif. Namun demikian setidaknya kita berharap para senior dan para pelatih mampu menarik benang merah, asalkan masinmg masing menjadikan kepentingan kebutuhan anggota baru dalam penerimaan informasi yang proforsional, sehingga keterangan keterangan para senior, yang sudah kurang komunikmatif dengan anggota baru tidak memberikan keterangan yang justeru membingungkan.

Para anggota baru tentu saja menuntut adanya kejelasan kompetensi yang akan dicapainya dalam setiap tahapan, kompetensi yang dicapai pada saat jurus halusan tentu harus lebih tinggi dari kasaran, kompetensi jurus Mahdi akan lebih tinggi dari Tikahan, kompetensi jurus  Payung Rasul jelas dan harus lebih tinggi dari Syahbandar. kalau tidak demikian adanya yakinlah kita bahwa sejatinya telah terjadi sesuatu yang salah dalam  sistem pelatihan PS. Barangkali kesalahan yang paling serius adalah melakukan pembiaran terhadap para anggota senior kita yang belum mencapai kompetensi standar  seperti apa yang dituliskan oleh Malik Oyon dalam  facebook itu.

Selain kompetensi dalam bentuk wawasan, ada juga kompetensi dalam bentuk keterampilan, kalau dalam jurus karasanan seorang anggota PS belum juga peka, maka masalah peka harus tuntas pada halusan 10.  Pada awal jurus halusan sejatinya para anggota setidaknya sudah mampu menghidupkan cek nya, maka masalah cek ini harus tuntas pada tikahan menengah, karena sesungguhnya pada jurus tikahan menengah seorang anggota harus memiliki tembus pandang yang lebih akurat. Pada jurus mahdi seorang anggota PS harus telah melaksanakan dan mengumpulkan sejumlah pengalaman dalam ujicoba jurus, karena dalam jurus mahdi seseorang memang dituntut memiliki ketajaman intuisi. Pada jurus Syahbandar seseorang itu harus telah memperkaya diri dengan berbagai rekayasa jurus.

Penganmpu jurus Mahdi dan Syahbandar adalah vocal paoint bagi Guru Besar, artinya posisikan diri sebagai corong Guru Besar. sebagai corong bagi Guru Besar dia harus memiliki sistem komunikasi yang intensif  dengan guru besar. Yang dikomunikasikan tentu saja menyangkut jurus PS. Menyangkut hasil ujicobanya dan menyangkut hasil rekayasanya. Konsultasilah dengan Guru Besar dalam merencanakan ujicoba atau rekayasa, laporkanlah hasil hasilnya. Ujiconba dan rekayasa terhadap suatu masalah tentu saja tidak cukup hanya sekali saja, tetapi berulang ulang. satu ujicoba kayasa dan rekayasa belum tentu selesai dalam satu tahun.  Laksanakanlah beberapa ujicoba dan rekayasa, tentu dalam waktu bertahun tahun, baru naik ke Payung Rasul. Sehingga pada capaian jurus Payung Rasul seorang anggota PS sudah benar benar mumpuni. Insya Allah

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s