Memuliakan Jurus Payung Rasul

Fachruddin PS LampungJurus Payumng Rasul dalam PS itu merupakan jurus puncak, seorang pengampu jurus ini haruslah seorang yang mumpuni. Banyak tahapan telah dilalui dan banyak prestasi telah dicapainya. Pada jurus kasaran di peka, pada awal jurus halusan dia mampu cek, di akhir jurus halusan dia tembus pandang. Pada awal jurus Tikahan dia memantapkan intuisinya, dan pada akhir jurus Rikahan intuisi benar benar tajam. Pada jurus Mahdi dia uicoba, pada jurus Syahbandar dia rekayasa. Bertahun tahun dia melaksanakan ujicoba dan rekayasa, hingga cap kelayakan diberikan oleh Guru Besar, baru dia naik menjadi Payung Rasul.

Kalau memang terjadi percepatan … itu Alhamdulillah. Tetapi janganlah terlalu mengejar percepatan itu, karena ilmu PS benar benar memerlukan kematangan. Tetapi janganlah lalai mencapai kompetensi kompetensi itu apalagi dengan dalah bahwa peka, cek, tembus pandang, intuisi bukan tujuan, karena memang bukan tujjuan, tetapi itu alat untuk mencapai tujuan, namanya kompetensi dasar, atau dengan kata lain standar minimal. Standar minimal itu harus dicapai dalam setiap tahapannya. Jangan buru buru ingin naik jurus, hanya lantaran teman seangkatan telah naik jurus, masing masing ukurlah diri jangan sampai standar minimal terlangkahi, kita naik ke tahap berikutnya sementara tahap sebelumnya tidak memenuhi kompetensi.

Dalam setiap tahapan membutuihkan wawasan yang memadai.  Dahulu Bang Asfan memerintahkan kepada yang senior untuk membaca buku ‘Samudera Alfatihah’ lalu yang lebih senior diminta membaca buku ‘Ihya Ulumuddin’ nya Al-Ghazali. Bukunya alGhozali itu sangatlah tebalnya, ada buku itu bertebaran ayat al-Quran dan haddits. Saya telah mencoba membaca kitab Ihya Ulumuddin itu, hingga sekarang belumlah tuntas, pada buku itu hampir setiap kalimat memiliki sandaran al-Quran dan hadist. Memang penmgampu Payung Rasul dituntut mengenal puluhan ribu hadits, dan al-Quran secara kesel;iuruhan. Tidak ada lagi ucapan seorang penmgampu Pasyung Rasul yang tak bersandar  kepada nash.

Dalami al-Quran dan hadist sejak kita mengampu jurus Tikahan.  Apapun persoalan dalam hal jurus PS carilah nashnya, diskusikan dengan mereka mereka yang memiliki wawasan tentang keagamaan dan ke PS-an. Hidupkan group diskusi antar sesama anggota PS, cariokan narasumber yang handal. Lazimkan kegiatan ini sejak mengampu jurus tikahan. Nanti pada saatnya anda akan matang dengan sendirinya. Simak dan ingat ingat kembali materi ceramah  Bang Asfan, sepertinmya beliau memberikan PR kepada kita semua untuk mengkaji kembali pergerakan perjalanan pemikiran Islam.

Dalam ceramahnya beliau seringkali mengungkap perkembangan opemikiran Islam mulai dari abad awal, abad tengah dan postmodern, janganlah kita itu hanya sekedar pengiri waktu, tetapi beliau akan menmgajak kita semua membawa jurus PS ini  ke kancah era modern. Inilah PR bagi kita bagaimana cara PS memiliki kioprah untuk menyejahterakan ummat.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s