Mau Maju ? Gunakan otak Kanan, Otak kiri kemudian.

Fachruddin PS LampungPeserta diskusi di PS Cabang Lampung nampaknya masih dominan menggunakan otak kiri. Sepertinya dia lupa bahwa pengalaman di PS banyak ditandai oleh pengalaman spiritual yang subjektif. Artinya dua orang yang melaksanakan kegiatan yang terkait jjrus PS belum tentu akan mengalami pengalaman yang sama. Memang untuk menyamakan atau menyeragamkan pengalaman itu suatu hal yang sangat sulit karena sifat sangat kondisional, yang artinya akan tergantung terhadap banyak faktor. Maka silakan saja peserta diskusi yang pernah melakukan sesuatu itu bercerita selengkapnya, tak perlu dibantah, bahkan sebaliknya harus diterima dengan sangat tebuka.

Gentong airtSaya ingin mengajak kepada para peserta diskusi untuk bersikap seperti gentong besar terkait dengan pengalaman jurus PS. Gentong besar itu memang sebaiknya ditempatkan di bawah, jika akan ditaro di atas butuh penyangga yang lebih kuat dan kokoh sepadan beratnya gentong, terlebih manakala telah terisi air.  Bila gentong berisi air itu ditaroh di atas selain sulit mengisinya juga sulit pula mengambil airnya. Hatta merasa lebih senior, maka terbukalah untuk menerima sesuatu yang baru, sekalipun didapat dari yunior. Tetapi sikap seperti ini tak mungkin dapat dilaksanakan bila kita tetap dominan menggunakan otak kiri, maka pakailah dan dominankanlah otak kanan.

Otak kanan tidak seperti otak kiri, otak kiri itu digunakan dalam rangka mengkritisi, bahasa halusnya sharing, bahasa kasarnya menolak. Informas yang diterima akan cenderung ditolak dahulu, baru belakangan ditimbang timbang, kalau cocok akhirnya akan diterima juga, baik menerima secara terang terangan atau menerima secara diam diam. Berbeda halnya berdiskusi dengan dominasi menggunakan otak kanan , dia akan menerima dengan lapang dada semua informasi yang diterima, bahkan bila informasi itu dinilai terlampau sedikit dia akan mengejar informasi lebih banyak lagi, istilahnya adalah pendalaman. Lalu Ia akan menolaknya bilamana nanti belakangan itu benar benar tak dapat dilaksanakan tampa harus banyak suara.

Berbeda dengan diskusi ala otak kiri …, semua informasi itu ditolak lebih dahuku, istilahnya sharing, dibuat sedemikian rupa hingga narasumber kualahan bila perlu, itulah cara kerja otak kiri. Otak kiri menggunakan rumus logika. Konklusi dapat ditarik dengan menggunakan sejumlah promis sebagai dasar atau data. Logika cenderung berkesimpulan menolak atau menerima. Tentu saja promosw promis itu harus memenuhi berbagai persaratan yang demikian ketat, itulah sebabnya logika menjadi cenderung menolak. Kita disekolah formal lebih banyak dilatih untuk bersikap sesuai dengan tuntunan logika.

Bukan hanya PS yang tidak sesuai didiskusikan dengan memnggunakan otak kiri. Kesenian tidak cocok dibahas dengan menggunakan lagika otak kiri,  pengalaman berniaga juga tidak cocok digunakan dengan otak kiri, dan juga agama .. tidak cocok dibahas dengan otak kiri yang mengandalkan promis promis yang berdasarkan pengalaman dan kemampuan inderawi manusia. Belajar PS sama dengan belajar agama selain tidak dapat ditimbang dengan logika, PS juga datang dengan tidak linier. Sementara otak kiri dengan andalannya yaitu logika, tidak akan mampu menerima sesuatu yang tidak linier.

Diskusi PS dengan otak kanan maka saling tukar informasi itu benar benar sharing. Sedang diskusi PS dengan logika otak kiri serta mengharuslan linier maka akan muncul kecenderungan menolak serta mempersoalkan kamu siapa dan saya siapa, kamu sudah berapa lama di PS dan berbagai macam lambang senioritas lainnya. Itulah sebabnya maka diskusi PS  hendaknya diikuti dengan menggunakan otak kanan dahulu … baru otak kitri kemudianm.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

1 thought on “Mau Maju ? Gunakan otak Kanan, Otak kiri kemudian.”

  1. Saya paling tidak setuju dengan senior PS yang setiap kali ditanya selalu di jawab dengan satu jawaban yang hampir baku … ” Latihan saja terus … nanti juga kamu tahu sendiri apa jawabannnya” Jawaban seperti itu bagi saya selain bukan solusi atas permasalahan yang dihadapi … kok sepertinya pelit banget dengan ilmu. Saya kira itu bukan terjemahan yang tepat bagi pepatah yang mengatakan ” Padi semakin berisi semakin merunduk”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s