Membakukan Bahasa Bisnis Pada Jurus PS.

Fachruddin PS LampungKalau memang para anggota PS  melaksanakan ajaran PS untuk mendalami dan memelihara ilmu PS, maka anggota PS itu pasti dekat dengan al-Quran. Kalau memang para anggota PS itu sudah membaca al-Quran sebagai prasarat mendalami dan memelihara ilmu PS maka pasti dia tahu bahwa al-Quran itu mendorong manusia untuk berbisnis. Pasti bisa dipastikan belum. Karena ternyata para anggota PS seperti masih asing mendengar istilah istilah bisnis dalam dunia ke-PS-an. Kita harus berusaha membakukan bahasa bisnis dalam jurus PS. Walaupun itu tidak mudah dan membutuhkan waktu bertahun tahun, dan cibiran dari para senior PS, tak mengapa bila kita mulai sejak sekarang.  Kita yakin saja nanti pada saatnya para anggota dan bahkan ummat Islam akan merasakan manfaatnya.

Para sarjana pengamat Islam dari Jepang berpendapat bahwa sebenarnya al-Quran itu sangat cocok bagi masyarakat Jepang, karena dalam Kitab Suci yang lain dari berbagai Kitab Suci yang pernah mereka kenal. Letak perbedaannya adalah bahwa Kitab Suci Al-Quran juga dipadati dengan berbagai petunjuk kaidah dalam melaksanakan bisnis, sehingga al-Quran selayaknya jadi pewgangan para bisnismen. Mengingat semaraknya dunia bisnis di Jepang, maka sejatinya agama Islam dan al_Quran itu lebih cocok bagi masyarakat Jepang dan masyarakat bisnis lainnya di dunia ini. Heran demikian cepatnya orang orang itu melihat adanya petunjuk bisnis dari kitab suci, sementara kita sebagai pemilknya belum.

Demikian juga dengan jurus jurus PS yang sejatinya memiliki kekuatan untuk mengembangkan semangat bisnis bagi para anggotanya, tetapi sejauh ini kita belum mendengar adanya anggota senior PS yang berhasil dalam bisnisnya dengan memanfaatkan jurus jurus PS. Padahal jurus PS memiliki kemampuan yang luar biasa untuik menghidupkan dan bahkan mempertajan intusi para anggotanya. Intuisi adalah sesuatu yang pada saat ini sangat dikejar kejar oleh para pebisnis, karena merupakan modal untuk sukses dalam bisnis. Tetapi ternyata para anggota PS pihak tidak menekuni bisnis sementara dia memiliki peluang untuk mengembangkan dan menajamkan intuisi yang tak ternilai itu.

Sejatinya sejak masa Bang Asfan dahulu kita sudah diminta untuk tahu lebih banyak tentang bisnis dan rejeki karena rejeki itu terkait  kepada sesuatu yang gaib. Almarhum Bang Asfan dalam awal awal ceramahnya tidak pernah lupa menyitir surat Al-Baqoroh bagian awal  untuk menjelaskan kegaiban dan keajaiban jurus jurus PS, karena jurus jurus PS itu sangat terkait erat dengan sholat dan penggunaan rejeki. Berbicara masalah sholat tidajk ujug ujug membaca salam tengok ke kanan dan ke kiri. Bicara masalah rejeki tidak ujug ujug pada tarap pemanfaatan, melainkan juga harus kita bahas secara mendalam bagaimana cara mendapatkannya. Singkat kata bisnis !

Kelemahan  sekarang adalah bahwa dalam jurus PS belum memiliki banyak perbendaharaan kata menyankut masalah bisnis. Dalam tahap awal kita harus memberikan tafsiran tafsiran bisnis kepada jurus PS dengan demikian nantinya secara lambat laun bahasa bahasa bisnis dan atau istilah istilah bisnis satu demi sastu atau sedikit demi sedikit demi sedikit bahasa bahasa bisnis akan baku di sekitar jurus jurus PS.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s