Memperpendek Gap Senior Yunior

Fachruddin PS LampungSebagian dari penggunaan jurus PS selaku Perguruan Tenaga Dalam terkait erat dengan pengalamam spiritual, besar kemungkinan dalam suatu pristiwa masing masing akan mendapatkan pengalaman yang berbeda. Pada titik titik tertentu perbedaan itu sangat tidak menguntungkan, dan akan membuat gap terlebih manakala terjadi antara senior dan yunior. Pada tahap kasaran, halusan dan tikahan hal tersebut belum begitu terasa, tetapi manakala gap itu terjadi pada tingkat Mahdi, Syahbandar dan Payung Rasul ini adalah permasalah besar.

 

Oleh karenanya maka kita harus segera mencari upaya untuk mempersempit gap, salah satu caranya adalah dengan mengupayakan pemerataan keterampilan dasar, yang dengan keterampilan dasar itu yaitu peka, cek, tembus padang dan intuisi. Pada jurus kasaran peka, pada awal halusan cek, akhir halusan tembus pandang dan pada tikahan intuisi. Bagi anggota yang belum mendapatkan keterampilan dasar itu,  maka seharusnya secepatnya melapor kepada para senior. Keterampilan dasar itu sangat penting bagi para anggota untuk dapat bersentuhan dengan media belajar di PS.

 

Media belajar pada PS adalah ketika jurus jurus itu digunakan untuk maksud tertentu sesuai peruntukannya. Maka dikatakan bahwa pengobatan adalah pembelajaran yang paling ideal karena indikator sangat mudah ditangkap.  Kasaran, halusan dan tikahan dapat bersentuhan dengan media pembelajaran itu bersamaan dengan aktivitas ujicoba bagi tingkat Mahdi serta Rekayasa bagi tingkat Syahbandar. Karena memang ujicoba adalah aktivitas pokok bagi Mahdi dan Rekayasa adalah kegiatan Pokok Syahbandar.

 

Manakala Mahdi dan Syahbandar selalu saja melakukan kerjasama baik untuk ujicoba maupun rekayasa, maka gap senior dan yunior semakin dipersempit. Bahkan dapat dihilangkan sama sekali. Mahdi dan Sayhabandar harus bersedia senagai mediasi berbagai perbedaan perbedaan diantara para anggota yang membantunya menyelenggarakan ujicoba dan rekayasa. Mahdi dan Sayhbandar harus memberikan penjelasan penjelasan sedetilny perihal perbedaan itu. Tentu dalam waktu bersamaan juga harus melakukan cek kepada mereka mereka yang berbeda.

 

Segala perbedaan itu harus tuntas pada tingkat Tikahan,  karena pada tingkat Tikahan “Intuisi dan Otak Kanan” semakin mendominasi cara berfikir dan bersikap.  Kelapangan hati otak kanan seorang pengampu jurus Tikahan akan mampu dan terampil menerima dan menampung segala informasi sekontrofersi  separah apapun. Siapapun yang bicara akan ditampungnya secara bijak, sekasar apapun yunior protes dan bicara Ia tak akan tersinggung. Karena dengan  otak kananya itu Ia sangat faham bahwa informasi yang diterimanya adalah sangat berharga bagi kemajuan diri pribadinya.  Bagi seorang pengampu jurus Tikahan istilah “ Tabah, Sabar,  Rendah hati dan Jiwa besar serta Kesatria”  bukan hanya sekedar yel penyebar semangat, tetapi merupakan identitas diri.

 

Manakala Mahdi dan Syahbandar telah berhasil membina para yunioprnya seperti apa yang diuraikan di atas, maka Gap Senior Yunior tidak akan terjadi lagi.  Terjadinya gap itu adalah disebabkan adanya pihak pihak tertentu yang sejatinya belum mencapai kompetensi yang seharusnya telah diraih bersama jurus jurus PS yang diopelajarinya,

Baca Juga :

 

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s