Para Pendekar PS itu Tak Mau Banyak Bicara, Mengapa ?

Fachruddin PS LampungBanyak anggota PS Lampung yang bertanya kepada saya … “Mengapa para senioren PS eks aktivis Bengkel PS Yogyakarta Tak Mau banyak Bisara” seperti Master Pantura, Ayah Ari, Saudara Kalian, termasuk juga Kak Anto di Lampung. Mereka hemat bicara, bicara sepatah sepatah, dan bercerita sepotong sepotong. Mereka berpura pura seperti tak paham peka, tak paham cek dan tak paham tembus pandang dan lain lain. Bahkan di Facebook Ayah Ari memperingatkan bahwa membahas tembus pandang di PS itu sangat tidak penting.

Harus kita fahami bahwa senior angkatan itu dibesarkan di era perubahan PS. Sepulang ibadah haji Bang Asfan memang Ba melakukan berbagai perubahan yang sangat drastis. Kalau senior sekelas itu masih juga diajak membahas masalah peka, cek dan tembus pandang  …. waduh hanya buang buang enerji saja rasanya. Sama saja dengan mengajak mereka mundur ke 20 tahun yang silam.

Memang setelah Bang Asfan menghapus peragaan, sewaktu acara penutupan anggota baru … effeknya sangat luas bagi bagi sikap para aktivis bengkel, masalah kanuragan menjadi hal yang sangat memalukan untuk dibicarakan, kalupun terpaksa harus bicara, itu hanya dilakukan secara berbisik bisik. Dalam waktu bersamaan ceramah ceramah Bang Asfan sudah mulai membicarakan perkembangan konstalasi politik global Islam. Bang Asfan gemar sekali membicarakan masa depan Islam terutama pasca perang Irak. Dihadapan kita sekarang telah terbuka perang baru kata Bang Asfan, musuh musuh Islam ternyata berusaha untuk membrangus peninggalan peninggalan sejarah kejayaan Islam, yang pada gilirannya identitas Islam akan dikaburkan, dan yang akan dimunculkan adalah budaya global, budaya dunia. Kata bang Asfan. Dan pusat kebudayaan itu tentu saja adalah Amerika, Francis, Inggris dan lain lain.

Itulah sebabnya Ayah Ari merasa risih untuk membicarakan masalah peka, cek, tembus pandang, karena hal itu seyogyanya sudah tuntas difahami setelah halusan 10.  Tetapi sayang belum puas benar mendengar Bang Asfan membahas ke mana arah sebenarnya akan dibawa oleh Bang Asfan, Allah berkehendak lain … dan ajalpun menjemput beliau … Inna Lillahi Wainna Ilaihi Roojiuun. Bang Asfan meninggal kita disaat saat kita sangat membutuhkan beliau, seolah kepergiannya begitu tiba tiba, walaupiun sesungguhnya sinyal sinyal kepergian itu telah lama menggejala.

Kini terhampar dihadapan kita sejumlah tantangan yang sangat komplek, sebuah tantangan yang sangat dikhawatirkan oleh Bang Asfan. Tentu tantangan yang harus dijawab, karena menyangkut langsung  ke dalam masalah keimanan ummat, yaitu kemiskinan, sungguh kemiskinan itu mengahmpirkan seseorang pada kekafiran itulah tanggung jawab PS. Kita semua ingat bahwa PS didirikan adalah dalam rangka membantu ummat Islam yang pada saat itu sangat tertekan oleh konstatalasi politik akibat politik kotor PKI, banyak ummat Islam yang hatinya ciut dan tak sanggup memanfaatkan dan menggunakan hak hak civicsnya.

Jelas … bahwa diam dan pasif bukan jawaban dan solusi atas apa yang kini dihadapi oleh ummat Islam.Ummat yang kini berada dibawah tekanan kelompok kapitalis, negara negara maju telah merampas kesejahteraan dan kenyamanan ummat. Memang permasalahan ummat yang demikian kompleks ini maka tembus pandang bukanlah jawabannya. Permasalahan yang kompleks ini harus dijawan dengan keimanan yang kuat dan kecerdasan otak serta ketajaman intuisi. Berdasarkan hasil penelitian kesuksesn seorang harus didukung oleh ketajaman intuisi. Karena mereka yang sukses ternyata memiliki intuisi yang sangat tajam.  Dengan intuisi itu seseorang dapat menjadi manusia unggulan.

PS memiliki keterampilan untuk mempertajam intuisi, keterampilan PS itu bernama tembus pandang, yang diawali dengan peka dan kemampuan cek. Dengan bermodalkan peka, cek dan tembus pandang itu PS dapat maju selangkah lagi yaitu menghidupkan intusi dan bahkan mempertajamnya. Banyak sudah pihak pihak yang telah berusaha untuk menmgaktifkan dan memtajam kemampuan intuisi, tetapi mereka tak memiliki keterampilan yang dimiliki oleh PS. Alangkah sayangnya bila keterampilan PS ini di sia sdiakan.

Sudah saatnya PS angkat bicara, sjudah saatnya PS berbuat untuk masa depan bangsa. Jangan kecewakan Bang Zen untuk kedua kalinya. Bang Zen pernah kecewa kepada kita kikta dan  orang orang yang ada disekitarnya, ketika kita kita  kurang pandai memanfaatkan kekayaan yang yang selama ini telah tergenggam erat di tangan PS. Bila kemampuan itu tidak dapat kita gunakan secara maksimal maka bang Zen akan kembali mengatakan kita semua sebagai orang FAHAM TETAPI TAK MENGERTI. Jelas tudingan bang Zen selaku Guru Besar lebih ditujukan kepada kita kita sebagai senior PS, bukan kepada mereka yang masih baru dan yunior dalam PS.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s