Tugas Berat Menanti Pengampu Mahdi

Mahdi Pengemban Fungsi Supervisi

Fachruddin PS Lampung Seorang pengampu mahdi  selain harus memiliki sejumlah kompetensi, maka Ia dituntut untuk  memerankan fungsi  Supervisi terkait tugasnya melakukan  ujicoba.  Supervisi dimaksud adalah  adalah berkewajiban mengawasi pelaksanaan jurus pada saat latihan, serta melakukan cek apakah jurus itu telahj dilaksanakan sebaik baiknya sesuai kaidah, meliputi nafas, gerak dan lafas. Dan manakala dia mendapatkan ada anggota yunior yang kurang sempurna melaksanakan jurusnya, maka  pengampu mahdi harus membantgu  pelatih melaksanakan klinic terhadap pelaksanaan jurus itu sehingga  jurus yang dilaksanakan ssangat mungkin mampu untuk mencapai  kompetensi yang diharapkan.  Kompetensi  itu akan meliputi wawasan,  sikap dan keterampilan.

 

Manakala kompetensi yang setidaknya meliputi wawasan, sikap dan keterampilan itu tercapai dengan baik, maka pengampu Mahdi akan memiliki mitra bekerja yang baik pula. Tetapi tentu saja  para yunior ini membutuhkan bimbingan meliputi wawasan yang harus dipahami, sikap sikap sikap yang harus dilakukan oleh para yunior serta keterampilan yang meliputi keterampiulan membuat jurus ditambah  keterampilan dasar peka, cek dan tembus pandang bagi kasaran dan halusan, serta menghidupkan otak kanan dan mempertajam intuisi bagi pengampu jurus Tikahan.

 

Clinik pelaksanaan jurus adalah usaha untuk mencapai kompetensi, sedangkan arti dari kompetensi komp[etensi yang harus dicapai itu juga membutuhkan bimbingan yang intensif dari pengamnpu Mahdi.  Dalam rangka mencapai  wawasan bagi  Kasaran dan Halusan sebaiknya mereka dipertemukan dalam satu majelis untuk menerima informasi secara proforsional. Yitu informasi yang yang harus diterima dari seseorang yang telah memahami dan memang bertugas untuk menyampaikannyha kepada para yunior. Tentu majelis ini membutuhbkan beberapa kali pertemuan.

 

Dalam pertemuan itu bukan hanya wawasan yang dibicarakan, tetapi juga dapat membicarakan masalah sikap,  karena Kasaran dan Halusan memang telah dituntut mampu menunjukkan beberapa sikap yang harus ditunjukkan baik itu sikap secara vertikal kepada Allah dalam bentuk ibadah khusus seperti sholat maupun ibadah umum seperti shodaqoh gotongroyong dan amalan sholeh lainnya. Jelas pengampu Mahdi telah memili kemampuan yang mumpuni untuk  menjelaskan keterkaitan ibadah khusus dan umum dengan jurus jurus PS.  Jelas dalam membicarakan ini kita juga dituntut  menunjukkan beberapa bukti nyata.

Untuk membuktikan itu memang para yunior dituntut memiliki keterampilan, keterampilan itu bukan hanya membuat jurus secara benar, tetapi yunior juga  dituntut memiliki keterampilan dasar, ketera,mpilan dasar itu meliputi kemampuan peka, cek dan tembus pandang. Keterampilan dasar ini akan bermanfaat pada saat yunior harus bersentuhan dengan media pembelajaran PS, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk membuktikan keterkaitan jurus PS itu dengan ibadah baik khusus maupun ibadah secara umum.  Dan ini juga sekaligus akan memudahkan kesempurnaan yang akan dicapai pada saat Tikahan yang akan datang.

 

 Penanganan pengampu jurus Tikahan harus mendapatkan penanganan ekstra serius, karena tikahan itu memegang peran yang penting untuk mencapai Mahdi. Pada jurus tikahan yunior diprogramkan untuk menyempurnakan intuisinya setajam mungkin.  Sejatinya masalah intuisi ini telah diawali pada juruys Halusan.  Pada jurus halusan itu yuinior harus mampu membuat jurus sekhusyuk mungkin,  fondasi tali rasa akan terbangun pada saat itu dan bangunan itu akan digunakan seoptimal mungkin pada jurus  Tikahan.

 

Pada jurus tikahan yang merupakan jurus gabungan jurus itu harus  terlaksana secara khsyuk seperti pada jurus halusan, sekalipun dalam jurus tikahan jurus dilaksanakan secara cepat, namun kecepatan itu tidak menghilangkan komnsentrasi dan kekhusyukannya. Konsentrasi dan kekhusyukan itu merupakan satu kesatuan dalam dalam Tikahan. Kalau seandainya pada tingkatan Halusan dapat melaksanakan berbagai  clinik, yunior akan berhasil mengidupkan saklar otak kanan, serta fungsi koordinatif otak, itu semua memudahkan kita dalam menghidupkan dan mengembangkan intuisi.  

 

Jurus tikahan yang sempurna dengan bermodalkan keterampilan dasar pada saat Kasaran dan Halusan akan memiliki kemampuan mendeteksi tingkat konsentrasi menghidupkan otak kanan dan intuisi sekaligus. Memang ituisi itu ada di otak kanan.  Pada jurus tikahan seluruh saklar dan koordinatif  semuanya nyala secara full. Pada jurus tikahan power demikian hebatnya sehingga intuisipun berkembang secara luar biasa. Pada saat itu pengampu Mahdi sangat dibutuhkan untuk melakukan cek dan clinik sebagai bagian dari supervisi yang tentu saja harus ditindaklanjuti dengan aktifnya majelis Mahdi, sehingga pengampu Mahdi mampu mencapai kompetensi, baik kompetensi wawasan (akademik), sikap (attitude) serta keterampilan (vocasional). Manakala ini dilaksanakan maka PS benar benar melaksanakan fungsinya sebagai sebuah Perguruan. Yaitu Perguruan Bela Diri Tenaga Dalam Pranma Sakti  (PS)

Baca Juga :

 

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s