Menjadi “Manusia Suci” … Gak Bakalan bisa.

Fachruddin Prana sakti Lampung
Fachruddin

Kita  sudah lama menjadi anggota PS, aktif latihan tetapi  kita  tak manfaatkan jurus jurus yang  telah kita ampu lantaran kita merasa belum suci, masih memiliki dosa atau tidak maksum. Keliru, “sampaikanlah kebenaran itu walau hanya sebesar butiran pasir” selagi kita masih bernama manusia kita tak bakal menjadi maksum, suci tampa dosa. Yang paling penting bagi kita sebagai manusia biasa adalah bahwa timbangan amal kebajikan jauh lebih berat dibanding dosa dosa yang terlanjur kita perbuat. Ada juga  para senior tak suka mengajari atau berbagi pengalaman dengan teman teman lantaran hanya takut dibilang menyombongkan diri atau ria. Itu juga keliru. Ilmu dan pengalaman itu amanah, bila amanah itu tidak kita sampaikan kepada orang lain maka kita bisa disebut khianat. Ilmu dan pengalaman itu kekayaan, maka kekayaan menurut ajaran Islam harus domanfaatkan, bermanfaat bagi kita sendiri, bermanfaat bagi keluarga, bermanfaat bagi sanak famili, bermanfaat bagi jiran tetangga, bermanfaat bagi hadai taolan, bermanfaat bagi masdyarakat, bangsa dan negara, wabil khusus bermanfaat bagi agama.

Selaku manusia kita selain dibekali akal dan fikiran, kita juga dibekali nafsu. Yang tidak boleh kita lakukan adalah memperturutkan hawa nafsu. Kita harus berbuat baik yang penting jangan lakukan kebaikan itu karena pamer. Ketahuilah bahwa pamer kepandaian itu bisa dengan menunjukkan kepandaian dan bisa juga dengan cara menyimpan kebenaran. Lho … emang bisa kita diam diam pamer ?. Bisa bisa. Pamer itu kan lantaran ingin dipuji …,  tidak jarang seseorang tidak lakukan sesuatu (kebaikan) … lanataran katanya takut dipuji. Contohnya begini …, seseorang bersedekah semumpung ada banyak orang menyaksikannya …., tetapi ada seseorang yang tidak jadi sedekah lantaran  takut dilihat orang. Mereka berdua sejatinya kurang baik …, karena melakukan atau tiodak melakukan sesuatu lantaran orang lain. Yang baik adalah sedekahlah tampa mempertimbangkan diliohat orang atau tidak dilihat orang. Lihat saja adzan dan sholat wajib akan lebih baik manakala dilakukan dengan dilihat orang. Yang harus kita lakukan diam diam adalah sholat sunnat, karena sholat sunnat itu adalah untuk kepentingan pribadi, kecuali tahyatul masjid dan sunnat muakkad Idul Fitri.

Punya ilmu PS maka ajarkan kepada orang lain terlebih pada anggota, bagilah ilmu dan pengalaman kita. Yang tidak kita ajarkan kepada orang adalah sesuatu yang menyangkut sesuatu yang kita anggap sebagai komitmen kita untuk merahasiakannya, kita merahasiakan sesuatu lantaran harus kita ajarkan dengan cara yang sangat proporsional, atrina diajarkan bila seseorang masuk PS terlebih dahulu yang ditandai dengan menguasai jurus kasaran 1 – 10.

Banyak orang yang tak mau naik haji lantaran merasa masih memiliki banyak dosa, itu juga keliru. Jika dia sehat dan mampu maka bersegeralah mendaftar haji, lalu kurangilah kebiasaan berbuat dosa yang pada saatnya perbuatan dosa itu benar benar kita tinggalkan. Tetapi apakah lalu kita bersih dari dosa, gak bakalan, karena kita masih punya hawa nafsu. Seharusnya bila kita mampu maka bersegeralah naik haji, dan kita mohonkan ampunanya kepada Allah, bersimpuhlah di baitullah yang agung itu. Dan berjanjilah serta mintailah perlindungan agar kita tidak mengulangi lagi perbuatan dosa yang dahulu selalu atau sering atau pernah kita lakukan. Itu namanya tobat. Tapi jika tak mau melaksanakan haji padehal kita mampu, hanya lantaran masih punya dosa itu keliru.

Marilah kita sesama anggota PS saling berbagi ilmu dan pengalaman sembari menjauhkan diri dari berbagai perangai buruk seperti pamer, ria, ujub dan lain sebagainya, karena ummat membutuhkan orang orang PS memeraktek ilmu PS. Ingatlah amal tampa ilmu adalah buta, sedang  ilmu tampa amal adalah lumpuh. Jangan sampi kita menjadi buta dan lumpuh, apalagi ditambah bisu dan tuli. Insya Allah.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s