Rasakan Dahsyatnya Upaya Mencerdaskan Otak pada Jurus Tikahan.

Fachruddin
Fachruddin

Setelah kita menyelesaikan jurus kasaran dan halusan dan salah satu indikator keterampilan (vocasional) adalah peka, cek dan tembus pandang, maka sudah saatnya kita mendapatkan jurus Tikahan. Ibarat ABRI maka pengampu jurus Tikahan adalah termasuk jajaran perwira. Bila jurus Kasaran dan Halusan dapat kita lakukan dengan baik, maka kita akan langsung dapat merasakan betapa dahsyatnya upaya mencerdaskan otak kita pada jurus tikahan.  Pada jurus Tikahan kita benar benar akan menerapkan dimensi literalis, pemfokusan dan pemusatan. Dan hasilnya adalah kecerdasan yang luar biasa.

Pengampu Tikahan sudah mulai sungkan membicarakan masalah peka, cek dan tembus pandang, baginya itu semua adalah masa lalu saja, karena Tikahan memiliki tingkat wawasan menengah ke atas. Tikahan bukan lagi menggunakan hasil tembus pandang tetapi intuisi. Ibarat kata membaui air di sekitar  situ dan melihat jenis tanahnya saja, sudah cukup baginya untuk menyimpulkan tanaman apa yang layak ditanam di daerah itu, serta berapa lama masa produktifnya. Itulah gambaran cara kerja otak Tikahan.  Jelas kemampuan intuisi ini juga harus mendapat dukungan disiplin keilmuan. Seperti kita ketahui bahwa dahulu banayka yang peka, pandai cek dan tembus pandang, tetapi tak berbuat apa apa karena tidak memiliki wawasan serta tak didukung sikap.  Ini juga akan dialami oleh pengampu Tikahan bila seandainya pada saat halusan juga tak melakukan sesuatu.

Sebenarnya membangun  fondasi kokoh dan tajamnya intuisi telkah kikta mulai sejak jurus Halusan. Dimensi literalis, pemfokusan dan pemusatan telah kita laksanakan sejak Halusan. Maka pada saat masuk Tikahan akan seperti seorang petinju yang masuk ring telah melakukan pemanasan di luar ring, sehingga sejak ronde pertama sudah fight. Gerakan tangan dan kaki kiri menghidupkan otak kanan, gerakan tangan dan kaki kanan menghidupkan otak kiri. Lalu bagaimana bila tangan kanan dan kiri bergerak secara bersamaan. Bagaimana pula dengan tangan  kanan bergerak ke kiri, tangan kiri  bergerak ke kanan. Bagaimana pula dengan gerakan tangan kanan disentukklan dengan bagian tubuh di sisi kiri, dan sebaliklnya tangan kiri yang disentuhkan pada bagian tubuh disisi kanan, ada pula tangan kanan disentuhkan ke sisi kanan, tangan kiri disentuhkan ke sisi kiri.  Ingat pula dengan keharusan mata kita mengikuti gerakan tangan, dan lain lain lagi itu semua akan kita dapatkan pada jurus tikahan. Sekalipun jurus jurus itu telah anda dapatkan pada saat jurus halusan, tetapi pada jurus Tikahan itu dilakukan dalam jumlah gabungan dan harus sel;esai dalam jangka waktu lebih singkat, namun kekhusyukan sama dengan Halusan, bedanya adalah adalah ruhut tauhid harus lebih tertanam.

Hati hati anda tak akan merasakan kelebihan apapun dalam jurus ini manakala tak terjadi peningkatan keimanan  dan juga peningkatan dalam ibadah serta wawasan keagamaan. Dalam jurus Tikahan ini dalam mengoptimalkan ruhut tauhid  kita diharuskan memiliki kemampuan memahami Islam dari berbagai aspeknya, oleh karenanya memahami al-Quran dan hadis adalah suatu keniscayaan.Mulailah membaca berbagai tafsir al-Quran dan mulai pula membaca kitab asbaabun nuzul, asbaabul khuruj. Kita juga diharuskan membuka wawasan keislaman dengan memahami berbagai problematika tauhid, baik tauhid uluhiyah maupun tauhid rububiyah. Kita juga diharuskan mulai mengenal fikih sosial. Ketika mulai mengampu jurus Tikahan ini kita dituntut menjadi Muslim yang berkualitas. Tampa peningkatan nilai kemusliman kita, nantinya jurus Tikahan ini akan hambar ditangan kita. Kita tak lebih dari sehat wal afiat  tampa memiliki kelebihan apapun, utamanya adalah hidupnya seluruh otak, istimewanya otak kakan serta menajamnya intuisi dan kreatifitas. Yang kita bangun dengan ruhut tauhid sesuai akidah Islamiyah.

Para pelatih akan menuntun kita semua bagaimana memahami Allah sebagai Rabbul aalamiin. Dahuku kita dibesarkan oleh penjelasan guru besar bahwa jabatan  Tuhan itu ada beberapa, dan salah satu jabatan-Nya  adalah “Rab al-Alaamin. Untuk memudahkan memahaminya maka Guru Besar menyebutnya  pemisalan yaitu dengan pangkat dan jabatan,  Umapam seorang berpangkat Kolonel dan Jabatannya adalah Danrem. Ketika dengan segala kehusyukan kita bersahadat bahwa Allah itu adalah Rob bagi seluruh alam, maka manaskala itu dilakukan dengan jurus PS maka intuisipun akan berkembang dan semakin tajam, gejala yang terTangkap adalah munculnya berbagai kreatifitas.  Dan kreatifitas ini akan kita kembangkan pada saat mengampu Mahdi. Itulah kedahsyatan Tikahan, jurus Tikahan menjadi dahsyat ketika kita semakin dekat dengan Allah.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s