Belajar Jurus PS ” Bila Tak Peka ” Tandanya Sedang Bermasalah

Fachruddin
Fachruddin

Siapapun bisa dipastikan akan merasa kurang nyaman bila dikategorikan sedang bermasalah dan membutuhkan penanganan khusus secara intensif.  Tetapi inilah yang terpaksa saya katakan demi kejayaan PS. Bahwa sipapaun yang tak mencapai peka sewaktu belajar kasaran, tak hidup ceknya di awal halusan, tak tembus pandang di akhir  halusan, tak berkembang intuisinya di hingga akhir Tikahan, tak mampu ujicoba hingga akhir Mahdi, gagal rekayasa jurus PS hingga akhir Syahbandar dan bisa dipastikan tak mampu melakukan apa apa dengan jurus PS sekalipun telah menyandang Payung Rasul. Itu adalah sebuah perjalanan yang tragis dalam belajar jurus PS.

Jelas bahwa peka, cek dan tembus pandang bukanlah tujuan, itu hanyalah hong yang harus ditapaki di awal belajar PS.  Bila gagal peka di awal belajar PS maka Ia akan gagal seterusnya hingga jurus terakhir, tetapi iabarat kuliah itu ada ujian semester susulan.  Tak sedikit orang yang baru peka stelah halusan sekian. Tetapi janganlah kegagalan di awal belajar PS itu diterima sebagai takdir, atau istilah lain bukan rejekinya. Kartena ilmu PS itu adalah ilmu, bukan seni, memang yang paling ideal adalah ilmu dan seni, jadi siapapun kita bisa belajar jurus PS walau tak secepat mereka yang berbakat.

Bila ada seorang angggota baru sulit mencapai peka maka tanganilah anggota baru ini secara khusus, karena nyaris dapat dipastikan Ia sedang bermasalah dengan dirinya. Masalah ini berlaku juga pada tingkatan yang lain seperti cek pada awal halusan serta tembus pandang pada akhir halusan. Dan seterusnya tidak berkembanhg intuisinya hingga akhir  Tikahan dan seterusnya. Jadi termasuk pula ketika Mahdi tak mampu ujicoba jurus jurus, dengan cara konfirmasi jurus. Kegagalan kegagalan ini sebenarnya merupakan lahan garapannya Mahdi. Semakin banyak mereka yang tak kunjung peka, semakin banyak mereka yang tak hidup ceknya, semakin banyak mereka yang tak mendapatkan tembus pandang, maka ini berarti Mahdi sedang panen. Sehingga pengampu jurus Mahdi tak perlu hingga membutuhkan tiga tahun untuk menyelesaikan tiga puluh kasus. Pengampu mahdi sudah dapat mengajukan untuk dilakukan test kenaikan jurus mengampu Syahbandar.

Bisa jadik nanti pada saat Syahbandar salah salah kita akan mengalami paceklik garapan, bila kita tak pandai pandai mencari masalah, karena sesungguhnya permasalah yang dihadapi oleh mereka yang mengampu Tikahan harus kita gali terlebih dahulu. Seyogyanya mereka yang mengampu Tikahan tak lagi berhadapan dengan permasalah peka, cek dan tembus pandang, karena masalah itu adalah masalahnya halusan 10 ke bawah. Garapan Tikahan adalah masalah hidupnya otak kanan dan intuisi. Masalah permainan intuisi ini hakekletanya bukan lagi masalah kesempuirnaan jurus semata, tetapi juga merupakan permasalahnan kekhusyukan dalam melaksanakan ibadah khususnya ibadah sholat. Masalah pengembangan intuisi akan terkait juga dengan proses pendalaman iomu pengetahuan, dan masalah intuisi juga terkat dengan upaya upaya meneladani tokoh tokoh teladan.

Artinya untuk mengembangkan intuisi itu selain menghidupkan otak kanan dengan berlatih jurus tikahan PS, juga harus memperbaiki kesempurnaan dan kekhusyukan sholat, mendalami disiplin ilmu tertentu dan ilmu agama pada umumnya, teristimewa membaca dan memahami al-Quran, dan intuisi juga akan berkembang dengan meneladani tokohj tokoh panutan serta orang orang sukses lainnya. Itulah sebabnya penangan para pengampu juruys Tikahan yang merupakan bidang garapan pengampu Syahbandar ini adalah terkait erat dengan masalah eksternal. Karena masalah internal diharapkan telah tuntas pada saat menyelesaikan halusan 10.

Tetapi sejatinya permasalah prtibadi tak memilih tingkatan jurus, banyak mereka yang kehilangan keterampilan dasar ini pada saat setelah mengampu jurus yang lebih tinggi. Kehilangan ini biasanya akibat kesalahan pribadi atau faktor internal belaka. mereka umumnya melanggar sesuatu yang sudah sering diucapkannya sendiri, yaitu pelanggaran terhadap ” tabah, sabar, rendah hati dan jiowa besar serta lesatria “. Memang ilmu PS tak akan berkembang di tganmgan mereka mereka yang melanggar rumus tersebut di atas. Ilmu PS tak akan berkembang di tangan para senior yang tak tabah dan gampang menyerah, ilmu PS tak akan berkembang di tangan para senior yang tak sabar dan ingin selalu cepat dan gampang putus asa, Ilmu PS tak akan berkembang di tangan para senior yang memiliki sifat sombong dan tinggi hati yang ditandai dengan cepat dan gampang tersinggung karena tak mengakui kekurangannya, Ilmu PS juga tak akan berkembang di tangan para senior yang tak berjiwa besar ataselebihan para anggota yang lain. demikian juga dengan senior yang tak satria juga tak akan mampu mengembangkan jurus PS melalui tangn dinginnya. Inti dari permasalah internal yang dihadapi oleh anggota dan senior PS  adalah masalah kesombongan. Ingat sebesar biji zarrah saja dihati kita, maka Allah mengharamkan  bau surga bagi kita.  Permasalah ini adalah merupakan garapan bagi poengampu Syahbandar.

Rumus “jujur, ikhlas tabah, sabar, rendah hati dan jiwa besar serta satria” hampir semua anggota PS mampu menghapalnya di luar kepala tetapi sedikit sekali  anggota dan bahkan senior PS yang menyadari bahwa kegagalannya mendapatkan keterampilan dari jurus PS adalah akibat pelanggarannya terhadap rumus yang dihapal hapalkannya itu. Mengani masalah ini sangatlah kasuistik, tak mudah melakukan generalisasi karena unsur subjekltivitas sangatlah dominan. dan haeus disadari lagi bahwa kegagalan kita dalam melaksanakan “tabah sabar, rendah hati, jiwa besar serta kesatria” bukanlah ketika kita sedang berkumpul bersama sama anggota PS, tetapi pelanggaran itu banyak kita lakukan ketika sedang beraktivitas di luar komunitas. Tetapi bila dalam komunitas saja kita masih melanggar itu semua, maka wajar saja bila kita memiliki keterampilan apa apa, karena kita sedang  mengalami masalah dalam diri kita masing masing.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Belajar Jurus PS ” Bila Tak Peka ” Tandanya Sedang Bermasalah”

  1. Ini adalah komentar Pak Idris Putera beliau adalah senior PS yang komitmennya terhadap PS tak dapat diragukan lagi. Beliau mengomentari isi blog ini dan tulisannya sangat bagus, sebelumnya sudah ada komentarnya yang lain, dan saya mengusulkan agar admin Blog ini berkenan menghimpun konter komentarnya untuk di tampilkan di blog ini juga sebagai pelajaran bagi anggota PS :
    IDRIS PUTRA : SAYA MEMINTA PERTANGGUNG JAWABAN PENULIS BLOG INI.
    oh ya….apa jawaban ini juga termasuk “opini publik’ bu?….dakwah yang dimaksud abanda zen zulkarnaen adalah yang berada di “areal” yang jelas…PS itu mengajak anggotanya melaksanakan perintah Allah meninggalkan larangannya sebagai konsekwensi logis bertuhankan Allah…..bukan membahas sesuatu yang abu-abu yang tidak terukur…saya kembali bertanya dimana pertanggungjawaban penulis yang menyatakan bahwa cek, peka dan tembus pandang adalah keterampilan dasar…atas dasar apa?…..maaf bu saya yg bodoh ini ….selama dua puluh tiga tahun lebih mencoba belajar dan mengamalkan kalimat tauhid di PS …..belum pernah sekalipun keluar dari mulut Abangda Asfanuddin Panjaitan maupun abangda Zein pernyataan yang menyatakan bahwa keterampilan dasar PS adalah cek, peka dan tembus pandang….bahkan dengan berani penulis membuat pernyataan bahwa …orang orang yang tidak mendapatkan peka, cek, dan tembus pandang adalah orang yang mempunyai masalah…..atas dasar apa…..sekali lagi mohon maaf apabila saya selaku pembaca mengkritisi tulisan ini dan menganggap ini sudah keluar dari konteks yang diminta oleh abangda zen untuk disebar luaskan….apa ibu dan penulis merasa lebih tahu dan menguasai tentang ilmu Prana sakti dari Alm Abngda Asfanuddin Panjaitan….dari mulutnya juga saya mendengar dan menyaksikan ucapannya…tidak lebih baik anggota PS yang mempunyai cek, peka dan tembus pandang dibanding anggota yang tidak mempunyai kelebihan ….jadi atas tataran akademik mana atas otoritas organisasi yang mana pernyataan penulis dalam tulisanya bahwa anggota PS yang tidak memiliki keterampilan dasar adalah anggota yang bermasalah……dan terakhir kalau anda merasa benar dengan tulisan ini ..saya akan bertanya apa ukuran cek itu sendiri, apa ukuran peka itu….apa ukuran tembus pandang yang “katanya” telah dikuasai oleh sebahagian anggota PS lampung…dan siapa yang mengukur itu?…..apakah anda yang notabene anggota yang kebetulan senior atau guru?…..kenapa nggak sekalian ditambah lagi keterampilan dasar PS itu …kebal, bisa menghilang, dipukul bisa terpental…….maaf bu dalam buku PS sendiri tidak pernah ada itu semua, tidak pernah dituliskan atas perintah guru kita yang arif Abangda Asfanuddin Panjaitan dan penerusnya abang zen…..kenapa?…apakah tidak pernah terlintas terpikirkan dalam benak iabu dan penulis kenapa tidak dituliskan atau disosialisasikan …..atau jangan2 ibu menganggap guru kita itu amat bodoh sehingga nggak tau kalau PS itu bisa cek, peka dan tembus pandang dan sebagainya?….jadi maaf sekali lagi jawaban anda sama sekali tidak memenuhi kreteria jawaban yang akademis dan dapat dipertanggungjawabkan…..even “menurut saya” (opini) yang bodoh ini….begitu bu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s