Keterampilan dasar Untuk Menuju Keterampilan Khusus, Spesialis.

Fachruddin
Fachruddin

Ada kegamangan yang sempat melanda Bang Zen selaku Guru Besar Penerus Bang Asfan. Mengingat luasnya ilmu PS maka terlalu banyak hal yang belum sempat diucapkan oleh Guru Besar, belum sempat diujicobakan oleh pengampu Mahdi untuk konfirmasinya, belum sempat dijadikan bahan rekayasa jurus oleh para pengampu Syahbandar. Ilmu PS itu jauh lebih luas dan dalam dibanding dengan apa apa yang sempat diucapkan dan dituturkan oleh Guru Besar, lebih luas dan dalam dibanding dengan apa apa yang pernah diujicobakan para pengampu Mahdi, dan lebih luas dan dalam dibanding apa apa yang pernah di rekayasa oleh para pengampu Syahbandar. Itulah antara lain mengapa Bang Zen bersikukuh melaksanakan pelatihan khusus kepada para anggota senior, yaitu agar memanfaatkan keterampilan khusus itu untuk menuju keterampilan khusus, yaitu keterampilan spesialis.

Tetkala  Bang Zen membulatkan tekadnya untuk memberikan pelatihan khusus (spesialis) kepada para senior … beliau melihat betapa ada jurang yang memisahkan atau menghambat menyatunya antara paham dan mengerti. Tetapi dilain pihak dengan mengoptimalkan sikap jujur, tabah, sabar, rendah hati dan jiwa besar serta kesatria beliau berharapagar para senior PS mampu meraih paham dan mengerti sekaligus.Tak pelak  ungkapan paham dan mengerti bagikan menyengat para senior PS karena ungkapan kegamangan itu memang ditujukan keoada para anggota PS yang menyandang jabatan senior.

Dan dangan paham dan mengerti itu kita mampu bergeser dari berketerampilan dasar menjadi berketerampilan khusus yang semakin spesialis yang harus disandang para senioren PS yang kini tersebar di Nusantara bahkan Malaysia dan Thailand. Keterampilan khusus kini sangat butuh untuk dikembangkan di PS. Karena dengan dahsyatnya jurus jurus PS, maka dengan jurus PS para anggotanya dapat meraijh sukses dalam berbagai profesi. Untuk itu maka keterampilan dasar itu harus diperkuat, karena dengan keterampilan dasar itulah maka kita dapat membangun ketajaman intuisi pada saat mengampu jurus Tikahan, melaksanakan ujicoba pada saat Mahdi.

Dengan bermodalkan keterampilan dasar itulah kita pada saat mengampu Mahdi kita dapat melaksanakan tiga puluh kasus ujicoba (konfirmasi) dan pada saat mengampu Syahbandarpun kita masih menggunakan rekayasa. Walaupun pada saat itu iontuisi lebih banyak berperan. Ketahuilah pada saat ujicoba dan rekayasa itu kita akan mendapatkan keterampilan khusus yang sangat spesialis. Dan dengan demikian pula maka jurus Tikahan sejatinya adalah jembatan menuju keterampilan spesialis ini.

Pada saat Mahdi dan Syahbandar kemampuan para senior untuk meninjau Islam dari berbagai aspeknya itu harus benar benar dipertajam. Manakala referensi telah dianggap memadai untuk mampu melihat atau mengkaji berbagai aspek kehidupan dari kacamata Islam dan Kacamata Prana Sakti, dengan kalimah Laailaaha Illallaah maka PS itu harus identik dengan Islam, yaitu bersandar kepada Al-Quran dan hadis. Terlebih bagi pengampu Syahbandar.

Tentu segala sesuatunya harus kita lakukan secara bertahap, itulah sebabnya pengampu Syahbandar harus membuat rekayasa jurus dengan memanfaatkan kasus perkasus. Artinya setiap kasus dicarikan jurus jurus tertentu yang relepan. Tentu jurus jjurus itu ditetapkan berdasarkan pengalaman ujicoba jurus, yang dilaksanakan oleh mereka yang tembus pandang, sehingga mengetahui sesuatu yang terjadi dengan jurus jurus itu secara jelas.  Laksanakanlah ini dengan otak kanan, di otak kanan ada intuisi dan kreativitas, Ingat bahwa intuisi itu bekerja 1000 kali lebih baik dan  1000 kali lebih cepat dibanding analisa. Pengampu Syahbandar harus matang dengan intuisinya, dia memiliki kualitas 1000 kali lebih baik dan l;ebih cepat dibanding orang orang cerdas yang menggunakan otak kiri. Ingat ciri ciri pengguna otak kiri adalah lebih gemar berdebat dibanding memahami pokok persoalan yangh dipermasalahkan. Mereka yang masih layak berdebat adalah mereka mereka yang masih halusan ke bawah.

Anda yang telah mengikuti latihan khusus diharapkan segera memanfaatkan keterampilan dasar mulai dari peka, cek dan tembus pandang, manfaatkan keterampilan dasar PS itu untuk  mengembangkan intuisi anda, lalu bagi pengampu Mahdi genapkanlah ujicoba jurus hingga setidaknya mencapai tiga puluh kasus perbaikan jurus,. Bagi pengampu Syahbandar genapkanlah rekayasa jurus mencapai tiga puluh kasus menyelesaikan berbagai problema hidup, semua kasus diselesaikan dengan memanfaatkan jurus jurus PS.  Ketika anda melakukan kegiatan kegiatan itu semua maka Keterampilan khusu, spesialis PS telah menanti anda, dan anda dipersilakan untuk melenggang mengampu Payung Rasul.  Ingatlah  pelihara dan pertahankanlah keterampilan dasar PS anda, karena keterampilan dasar PS itu adalah jalan yang akan menghantar anda menuju keterampilan khusus yang spesialis. Setidaknya anda anda benar benar pakar di bidang spesialis anda. Mungkin anda akan menjadi pakar bisnis, pakar politik, pakar pendidikan dan lain sebagainya. Ingat itu semua ada jawabannya di PS. Kuncinyas adalah Laailaaha Illallah.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s