PS itu Ilmu Atau Seni

Fachruddin
Fachruddin

Masih ada kontroversi diantara para senior PS bahwa Ilmu PS itu sejatinya ilmu atau seni, jika disebut seni maka berarti siapa yang dapat menguasai ilmu PS itu sejatinya karena Ia memang memiliki bakat, tetapi bila disebut ilmu maka siapapun diantara kita sebagai anggoya PS sebenarnya bila latihan  atau membuat jurus dengan benar ditambah dengan usaha mendekatkan diri dengan Allah dengan cara melaksanakan segala perintahNya dan meninggalkan semua laranganNya, maka Insya Allah semua anggoyta PS dapat menguasai ilmu PS. Tetapi  hampir sebagaian besar para senior PS mengira bahwa PS  itu hanya seni semata, dengan istilah lain kata mereka bahwa para anggota yang mendapatkan keterampilan dasar di PS itu ibarat kata hanya seperti mendapatkan durian runtuh. Lalu muncul pertanyaan sepele … bukankah orang sekarang yang mampu membuat tangga untuk memanjat buah durian, tidak lagi menunggu runtuhnya, kendati durian runtuh adalah matang sempurna.

Saya memastikan bahwa kita semua akan sependapat bahwa yang paling baik adalah belajar ilmu PS ini hendaknya bermodalkan seni dan ilmu, tetapi apakah sisi ilmu itu tertutup sama sekali bagi PS, saya memastikan tidak, sisi ilmu pada ilmu PS atau nama lain yang mengolah ilmu sejenis masih terbuka lebar. Ilmu PS dapat dipelajari, dan dalam belajar ilmu PS dapat ditarget. Contoh target adalah (1) Pada awal  jurus Kasaran seorang anggota bisa peka, (2) awal jurus Halusan bisa cek, (3) akhir jurus Halusan bisa tembus pandang, (4) pada jurus Tikahan mampu mengembangkan intuisi, (5) pada jurus Mahdi mampu ujicoba, (6) pada jurus Syahbandar mampu rekayasa (penggunaan) jurus sehingga pada (7) Payunmg Rasul mampu mencapai paripurna. Itulah sebabnya dikatakan bahwa pada saat Mahdi setidaknya pernah melakukan 30 macam clinics yang pernah dilakukannya dan berhasil, pada saat Mahdi setidaknya ada 30 jenis jasus yang berhasil diselesaikannya sehingga memiliki kepantasan mengampu Payunmg Rasul.

Jurus jurus PS ini akan berkembang di tangan seseorang yang memiliki kekayaan spiritual. Lalu akan ada pertanyaan dari mana kekayaan spiritual itu didapat? Kekayaan spiritual itu akan didapat melalui ibadah yang khusyuk,bergabung dengan orang orang yang sholeh,  memanfaatkan jurus jurus PS untuk berbagai kepentingan., istimewanya pengobatan. Kekayaan spiritual juga bisa didapatkan melalui pendalaman ilmu agama, istimewanya ilmu “tauhid” (dalam tanda  petik, dan ilmu ilmu yang bermanfaat lainnya tentu. Dalam itu semua Guru Besar PS menuntun kita semua untuk ‘jujur, tabah, ikhlas redah hati dan jiwa besar. untuk mencapai itu semua mendekatkan diri kepada Allah, beribadah lebih khusyuk, mendalami ilmu agama dan ilmu ilmu lainnya, dan bergabung dengan orang orang yang sholeh.

Itu semua bisa dilatih, itu semua bisa ditarget. Tetapi sayangnya yang banyak ditemui oleh para anggota kita adalah pelatih hanya memberikan  latihan latihan jurus bel;aka. kurang memberikan bimbingan bagaimana caranya mendapatkan dukungan dari pelatihan pelatihan yang dilaksanakannya selama ini, padahal dukungan itu sangat menentukan berhasil atau tidaknya Ia berlatih PS. Kita sering mengatakan kepada yunior bahwa apa yang engkau lakukan, itu pula yang engkau dapatkan. Sementara di lain pihak kita tidak menuntun para anggota untuk melakukan apa dengan jurus jurus yang kita ajarkan. Ibarat belajar kita tidak membuat bagaimana dalam belajar itu para anggota bersentuhan dengan media pemebelajaran. Padahal keberhasilan dalam belajar adalah berdasarkan banyaknya pengalaman belajar, dan pengalaman belajar ditentukan oleh seringnya seseorang bersentuhan dengan media pembelajaran. Media pembelajaran dalam belajar PS adalh dengan cara memanfaatkan jurus jurus PS berbagai kepentingan.

Jelas bagi mereka yang belajar PS tetapi tidak bersentuhan dengan media pembelajaran PS menjadi sulit diharapkan untuk mampu mengembangkan ilmu PS. Ilmu PS ditangan mereka yang tidak memiliki aktion tidak membutuhkan waktu yang lama untuk segera sirna. Dibalik kemalasan dan keengganan kita sebagai anggota PS untuk bersentuhan dengan media pembelajaran PS, lalu kita katakan bahwa mereka yang memiliki kemampuan dan kelebihan dalam belajar PS itu adalah rejekinya. Seolah mereka hanya mendapatkan durian runtuh. Sementara bila kita tanyakan kepada orang orang yang memiliki kelebihan itu, maka kita akan ketahui bahwa kelebihan itu didapatkannya berdasarkan usaha dan kerja keras. Kita memang serinmg tidak konsekuen, dilain pihak kita katakan ” Apa Yang Kita Lakukan Itu Yang Kita Dapat” sementara kita tidak melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu, dan ketika kita tidak mendapatkan sesuatu lalu kita katakan tidak mendapatkan dari Allah, dan pernyataan itu menunjukkan keingkaran kita kepada Allah. Na;uzubillah.

Sementara Allah mengatakan bahwasanya Allah itu tergantung kepada apa sangka para hambaNya. Dan Allah juga menegaskan agar  meminta langsung kepada-Nya, karena Allah juga yang akan mengabulkannya. Bila para hamba datang kepada Allah dengan berjalan, maka Allah akan menjemputnya dengan berlari. Bila para hamba bersyukur atas nikmat yang telah diberikan, maka Allah akan menambahkannya dari sumber yang tak pernah disangka dan dalam jumlah yang tak pernah dibayangkan. Dari nukilan al-Quran tersebut di atas jelaslah bahwa kita mendapatkan sesuatu adalah dengan suatu usaha, bila kita balik yaitu apabila kita melakukan sesuatu, maka kita akan mendapatkan sesuatu. Artinya kita boleh menargetkan sesuatu, bila bisa ditarget maka berarti PS itu ilmu, bila PS itu ilmu, kita bisa mentargetkan dari tidak bisa menjadi bisa.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s