Anggota Bermasalah Ditangani Mahdi.

Fachruddin
Fachruddin

Jangan biarkan anggota yang tak mencapai kompetensi yang seharusnya telah dicapainya, dan bila ada anggota yang bermasalah maka pengampu jurus Mahdi senagai penanggung jawabnya. Diosebut bermasalah manakala masihada gap antara usaha dan hasil, dan juga disebut bermasalah manakala tidak ingin berusaha, kendati kasusnya tentu saja berbeda. Bagi mereka yang rajin latihan, dan ingin mendapoatkan hasil dari latihan itu, tetapi sejauh itu belum mencapai hasil yang sepantasnya juga disebut bermasalah. Juga disebut bermasalah manakala dia mendapatkan sesuatu sementara wawasannya dan penegtahuan agamanya  perlu diperluas. Juga  sebagaimana kita ketahui sebagian dari anggota baru sejak semula memang bermasalah, memang mereka masuk PS karena ada masalah.

Tidak sedikit justeru seseorang bermasalah setelah menerima jurus PS, atau barangkali itu juga permasalahan yang sering dia alami sebelum masuk PS. Maka diharapkan kepada pelatih dan pemngampu Mahdi memiliki skill dan kemampuan serta kesediaan untuyk menyelesaikan masalah masalah pribadi, yang tentu saja harus menggunakan jurus jurus PS, ingat core jurus dan ilmu PS adalah Laailaaha Illallah, selesaikanlah segala permasalahan dengan core itu.

Berbicara tentang  masalah tentu saja merupakan sesuatu yang harus diselesaikan, bila tidak kita selesaikan justeru akan mendatangkan masalah baru. Semua permasalahan anggota baru atau lama yang bermasalah harus ditrangani oleh senior pengampu Mahdi. Jawabnya adalah karena Mahdi yang memenuhi persaratan (prakwalifikasi) Anda bisa cek, anda bisa tembus pandang belujmlah berarti telah memenuhi persaratan menangani kasus. Sekalipun cek dan tembus pandang kuat belumlah itu dapat dipastikan akurasinya, karena masih ada mulut, apa yang dapat kita cek dan lihat itu masih dapat dikecoh ileh mulut. dalam menangani kasus anggota bermasalah kita membutuhkan dialog dan dalam dialog kita dapat memanfaatkan diskusi. Dialog yang diperkuat cara berfikir intuitif itu akan memiliki kemampuan daya jelajah yang jauh lebih luas dibanding cek dan tembus pandang.

Intuisi  akan berkembang pada saat kita mengampu jurus tikahan, adalah dikarenakan gerakan gerakan pada jurus tikahan adalah merupakan gabungan beberapa jurus, geralan tangan dan kaki kanan akan membangun otak kiri, sedangkan kaki dan tangan kiri  akan membangun otak kanan. Jika jurus tikahan dilaksanakan secara benar maka pada saat itu kapasitas otak akan berkembang. Teristimewa otak kanan harus kita kembangkan, karena pada otak kanan itu terletak kreativitas dan intuisi. Dan itu semua telah dimilikki oleh pengampu Mahdi. Dengan demikian pengvampu Mahdi akan dengan cekatan memainkan perannya dalam menangani  permasalahan yang dihadapi oleh para anggota, baik baru maupun anggota lama.

Sejatinya para pengampu Mahdi memiliki sensivitas akan permasalahan yang sedang dihadapi oleh anggota, daya sensitivitas itu juga memang didapatkan dari pengalaman demi pengalaman yang diakumulasikan. Umpamanya pada saat menjadi tim ujicoba konfirmasi jurus, bisa  saja pengalaman ujicoba konfirmasi jurus itu kita dapatkan pada saat jrus jurus kita dibenahi oleh para senior, sebaiknya seorang yunior menanyakan  apakah jurusnya telah bwnar apa masih salah, dan bila benar maka indikatornya apa.

Rasa ingin tahu prihal juris PS oleh anggota PS  yang diimplementasikan dalam bentuk tanya dan ujicoba memiliki nilai plus  sehingga seorang PS itu selain memiliki pemahaman tentang PS juga harus mengumpulkan sejumlah pengalaman bersentuhan dengan media belajar PS, media belajar PS adalah menmggunakan jurus jurus PS sesuai peruntukannya. Untuk menangani anggota yang bermasalah seseorang harus memiliki sejumlah pengalaman sehingga dia benar benar faham dan mengerti.

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Anggota Bermasalah Ditangani Mahdi.”

  1. Saya sepakat dengan sebagian tulisan bapak, mungkin yang berbeda, tidak cuma mahdi yang bisa menangani anggota bermasalah. Saya bisa bilang seperti itu melihat dari kejadian2 lampau dimana satu daerah itu bahkan mungkin tingkatan paling tinggi di jurus halusan dan kasus terselesaikan oleh mereka. Tahun 1994 misalnya, hanya ada 2 orang mahdi, dan satu orang stahbandar. Tapi kasus bisa dikatakan jarang yang harus turun tangan tingkatan mahdi, apalagi syahbandar. Artinya, tidak perlu melihat apakah dia mahdi dan lain,melainkan apakah dia mampu menyelesaikan masalah yanh duhadapi juniornya di ps. Pada satu kesempatan pun saya pernah menangani kasus anggota bermasalah yang tingkatannya lebih dari saya. Menurut saya, kalaulah apa yang disampaikan guru dan Al Quran, kita pahami dengan benar, insya Allah tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan, tidak harus menunggu mahdi dan lain lain. Sengan catatan latihan yang dilakukan benar dan sesuai porsinya.

    1. Mahdi kita harapkan mampu mengakumulasi keberhasilan penyelesaian sejumlah masalah yang dihadapi oleh para anggota. Semua permasalahan itu harus diselesaikan dengan memanfaatkan juruys jurus PS. Jurus terkait permasalahan bagi para anggota PS harus dengan kemampuan mengkonfirmasi juruys bersangkutan. Minimal Mahdi harus menyekesaikan 30 kasus baru layak naik Syahbandar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s