Antara Indera Keenam dan Intuisi

Master Pantura & Ami Syahmin.

Logo PSDalam perguruan Prana Sakti Indonesia semua anggota sejak mulai masuk pertama kali menjadi murid baru tidak pernah ada pembahasan indra ke 6 seperti perguruan bela diri lainnya yang selama ini ada pada umumnya di tengah-tengah masyarakat. Karena Perguruan Prana Sakti Indonesia mengedepankan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Selalu menjauhi hal-hal berbau syirik,sombong,takabur  dan berbagai penyakit hati lainnya. Dan berarti kita telah memelihara iblis karena makanan bergizi bagi iblis adalah sifat sifat sifat-sifat tersebut harus dijauhi oleh semua anggota Prana Sakti Indonesia. Tidak sedikit mereka yang mempelajari ilmu ilmu yang terkait dengan itu justeru lama kelamaan nampak seperti terjauh dari tuntunan Islam.

Memang harus diakui ada sejumlah anggota PS mendapatkan kepandaian keterampilan sep[erti tersebut, larena memang jurus jurus PS adalah sangat memungkinkan untuk anggotanya memiliki kelebihan semacam itu, bila ini yang terjadi  maka tuntunan PS adalah agar menyembunyikan kepandaian itu dari pengetahuian orang lain. Dan janganlah mengira atau merasa bahwa dia telah mampu melihat apa apa yang tak dilihat oleh orang kebanyakan dan jangan sekali kali mengira bahwa apa yang dilihat itu adalah benar adanya, karena adalah murapakan kelakuan dan aktivitas iblis untuk mengelebuhi pandangan manusia.

Kelebihan-kelebihan yang dimilki anggota-anggota Prana Sakti hanyalah hadiah hiburan/door prise saja. Maka sudah sepantasnya makin tinggi ilmu makin merunduk dan makin takut kepadaNya. Sombong hanyalah kepunyaan Allah Swt yang menyandangnya.. Manusia hanya debu kecil tak akan tampak dilihat dari angkasa alam kebesaran Allah Swt.  Indra ke 6 itu datang sendiri atas kehendak Allah swt bila kita sudah menjadi manusia yang bergelar mutaqin. Itulah sebabnya para anggota PS diarahkan untuk lebih konsentrasi meningkatkan ketakwaan ketibang ilmu yang macam macam dan terkadang lebih banyak mudhoratnya ketimbang manfaatnya.

Tiba tiba anggota PS disentak oleh gagasan Fachruddin seorang Pengurus PS Cabang Lampung yang pada saat ini menjadi penulis tunggal Blog PS Lampung,  gagasan itu mengesankan seolah indera ke 6 itu adalah sesuatu yang harus dikejar. tentu gagasan gagasan itu spontan ditolak karena akan membingungkan para anggota yang belum begitu memiliki kamatangan, dan yang lebih mengejutkan lagi ketika  di blog itu juga dituliskan bahwa mereka yang belum mencapai kemampuan melihat dengan indera ke enam  dikatakan sedang bermasalah. Tentu saja istilsh itu selain mengejutkan juga cukup menyakiti, istilah bermasalah itu membuat seseorang menjadi hina, karena seolah yang bersangkutan mengalami eror.

Padahal dilain pihak si penulis mengatakan bahwa kemampuan melihat itu akan sangat bermanfaat untuk menghidupkan intuisi, beliau mengatakan bahwa ada disejumlah titik pada jurus jurus PS itu memiliki konstribusi untuyk menghidupkan intuisi manusia.  dan selanjutnya dikatakan bahwa intuisi itu sangat dibutuhkan dalam aktivitas berniaga. dan ini digagas fachruddin atas ambisinya untuk menjadikan PS sebagai lembaga modern yang akan mrngkampanyekan hidup berniaga bagi generasi muda. Tetapi  di sisi lain pihak kata kata intuisi belumlah begitu familar,  di kalangan anggota. Jelas membutuhkan waktu dan ketekunan tersendiri.

Kelemahan penulis blog itu adalah keengganannya untuk berkomunikasi, untuk mengenali dirinya hanya kami ketahui sedikit sedikit dari sumber sumber yang tak resmi, dan komunikasi hingga kini kurang berjalan, padahal semua kita tahu bahwa langkanya komunikasi justeru akan menumbuhsuburkan prasangka prasangka buruk. Memang pak Fachruddin sempat menyambangi blog kami (Blog Prana Sakti Cabang pekalongan) beliau meminta kami untuk terus menulis tentyang PS, tetapi tentu saja itu kurang cukup untuk melaksanakan komunikasi timbal balik. Untuk menghindari fitnah kami berharap agar penulis Blog PS Lampung berkenan lebih membuka diri untuk berkomunikasi, karena bila seandainya ada sesuatu yang akan digagas, tentui lebih ringan rasanya dibanding diangkat sendiri.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Antara Indera Keenam dan Intuisi”

  1. Assalaamualaikum,para senior PS yang saya kagumi.
    Alangkah menyedihkannya seandainya di blok ini dibaca oleh orang diluar PS atau bahkan belum mengerti Ilmu PS yang mana beberapa bagian tulisannya mengundang kontroversi bahkan perdebatan yang tidak ada titik temu seolah-olah mereka yang terlibat perdebatan tersebut engan bertemu untuk saling menyatuhkan visi dan misi yang sama tentang Ilmu PS yaitu menjadikan semua angotanya menjadi insan yang bertakwa ke pada ALLAH SWT sebagaimana termaktub dalam ikrar dan doa PS. yang intinya tawakal ke pada ALLAH SWT Robbul ‘Alamiin. Kemampuan dasar sebagaimana tertulis diblok ini seperti peka, cek, tembus pandang, bahkan intuisi tidak kita napikan ada sebagian anggota ps mendapatkannya dan itu semua bonus dari ALLAH SWT akibat dari ketekunan berlatih dan tingkat ketakwaan masing-masing aggota PS yang telah diukur ALLAH SWT sesuai kemampuan mereka masing-masing. Tapi kemampuan dasar itu bukanlah merupakan tujuan pokok untuk kita berlatih PS, kalaulah memang itu menjadi tujuan pokok maka akan kecewalah orang-orang yang berusaha untuk mendapatkanya tapi tidak kunjung mendapatkannya dan mindset tentang itu semua harus dikoreksi agar tidak menjadi perdebatan tak kunjung selesai dan menjadikan sebuah kekeliruan yang sangat mendasar. bukankah dasar ilmu PS itu mentauhidkan ALLAH SWT jadi jika masih ada sebagian Anggota PS yang berpendapat kemampuan dasar itu akan diperoleh hanya dengan perbaikan jurus atau pelatihan jurus semata dan apapun namanya itu salah besar dan tauhidnya belum seiring sejalan dan penyerahan dirinya NOL BESAR. Buat apa kita berilmu tinggi tapi dasar filosofi ilmu itu sendiri kita abaikan bahkan tidak kita gunakan!!!.
    maaf bila pandangan ini salah karena saya masih junior tapi tidak salah sesama muslim saling menasihati dalam kebenaran (QS. AL’ASR)
    Wassalam. Rohim junior PS Cab. Palembang.

  2. Seseorang dikatakTakwa bukan hanya tekun ibadah khusus seperti sholat, puasa dan seterusnya. Tetapi juga melaksanakan ibadah secara luas, yaitu melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi ummat. Anggota PS memiliki peluang melakukan sesuatu bagi ummat dengan jurus jurus PS,. antara lain menghidupkan dan menajamkan intuisi ummat agar lebih arief dalam menempuh aktivitas yang dinamis di dunia yang fana ini. Intuisi dengan dasar Laailaaha Illallaaah pasti akan lebih baik, dan itulah perjuangan PS.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s