Fachruddin Jangan Melampaui Otoritas Guru Besar.

SAUDARA KALIAN (Nama Samaran)

Logo PSSaya sempat terlibat dialog atas sesama senior PS pada saat itu saya merasa telah mencapai kesamaan pandang bahwa Blog ini dijadikan Blog Pribadi sehingga pembaca mafhum bahwa tulisan itu hanya bersifat pribadi, sedangkan Blog ini akan memiliki link ke Blog resmi PS Lampung itu tidak akan menjadi masalah. Tetapi mencermati wall ini terus terang saya bingung…sebelumnya pernah terjadi dialektika yang sudah dimuat di blog PS Lampung…keheranan saya adalah kenapa kita terjebak dalam lubang yang sama untuk yang kesekian kalinya…

Maaf  terus terang memang  saya belum membaca keseluruhan tulisan pak Fachruddin, tetapi yang ingin saya pertanyakan adalah bila tulisan pak Fachruddin adalah hasil ‘reportase’ aktivitas pak Ishak Saleh sebagai pelatih dan pengurus di bengkel PS Lampung, lalu apakah ini berarti siaran resmi PS Lampung? Kalau ini merupakan pendapat pribadi sah sah saja, tetapi bila ini sudah merupakan sikap resmi PS Lampung, maka saya akan protes, karena keorganisasian PS Lampung memiliki hubungan hirarkis dengan PS Pusat, yang dalam hal ini PS Lampung memiliki keterikatan keterikatan menyangkut hak dan kewajiban yang tak boleh terlampaui.

Sebagai pribadi saya juga menganut kebebsan berfikir, dan saya tidak anti dan takut untuk berbeda pendapat. sangat boleh bagi saya, tapi perbedaan itu harus dijaga agar tidak menimbulkan friksi…membaca sebagian isi blog PS Lampung yang diposting pak Fachruddin di wall PS semakin membuat saya paham sebab telah terjadinya perselisihan internal  di PS Lampung, karena ternyata sebagian senior PS Lampung  sepertinya belum sejalan dngan apa yang dituliskan di Blog PS Lampung.

Ingin saya tegaskan bahwa saya tidak anti pembaruan dan saya juga tidak ingin menghambat kreativitas siapapun.  tapi bila itu menyangkut soal PS yang merupakan ot\rganisasi dan dan sebuah Perguruan, maka kita akan terikat masalah kewenangan. Soal PS ada bagian dimana saya memilih untuk menjadi konservatif…saya makmum/murid dan patuh kepada imam/guru saya!. Sebagai sebuah Perguruan memang seharusnyalah bahwa otoritas keilmuan ada pada Guru Besar.  Selaku murit kita tidak boleh melampauinya.

Niat baik untuyk berkomunikkasi dua arah sudah lama saya idam idamkan, dan pada saat Ramadhan kemarin sebenarnya saya sangat menunggu bagaimana saudara-saudara dari Lampung bisa bertukar pikiran tentang perbedaan pendapat atau bahkan hasil ujicoba pak Ishak. Dihari baek dan bulan baek itu sebenarnya kami ingin sekali jumpa dengan Saudara Saudara dari lampung. Saya berpendapat bahwa tidak ada persoalan yang tidak dapat kita selesaikan bersama oleh kita sesama anggota sebuah organisasi Perguruan PS ini.

Mohon maaf sebesar-besarnya saya adalah murid,  pasti ada salah dan kurang pemahamannya, tak ada hak saya untuk mengklaim bahwa saya yang paling benar. Tetapi harus saya sampoaikan bahwa saya sebagai anggota tentunya berkewajiban  menjaga orisinalitas milah PS sesuai yang diajarkan oleh Guru sesuai pengalaman yang saya dapatkan, saya sangat yakin bahwa sikap ini sama dengan sikap sebagian masih sependapat dengan saya…bahkan pada masanya saya juga berbeda pendapat dengan rekan yang lain tapi tidak pernah menjadi masalah…formalisasi kreativitas ini yang bisa menjadi masalah bagi saya (seperti yang diangkat bang Idris Putra)…karena sudah melampaui wewenang guru sebagai Imam…

baiklah saya mengakui mungkin saya masih dalam taraf “anggota yang bermasalah” karena belum memenuhi “standar” seperti yang tertulis di blog PS Lampung…tapi sebagai junior izinkanlah saya mengingatkan sejarah beberapa senior yang membangun perguruan mereka sendiri; keluar dari PS…menurut saudara-saudara sekalian adakah “benang merah”-nya?…ketika mereka merasa bahwa kepemimpinan Guru mengungkung kepentingan pribadi dan kreativitas mereka?!…sebagai sesama saudara saya hanya bisa berkata karena baru sebatas ini kemampuan saya….tapi jika pesan saya ini pun dianggap restriksi kreativitas maka silahkan saja mengulang sejarah….

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s