Kritik Tersumbat Berubah Menjadi Debat

” KALAU BERANI JANGAN TAKUT TAKU, KALAU TAKUT JANGAN BERANI BERANI “

Oleh Saudara Kalian dan Ami Shyahmin.

Logo PSTulisan ini  diambil dari tulisan saudara Kalian di Group Facebook oleh Ami Syahmin, dan oleh Ami Syahmin diedit kembali sehingga menjadi tulisan berdua, inilah tulisan selengkapnya setelah diedit oleh penulis nya.

Sudah jamak setiap muncul tulisan atau gagasan yang kontrofersial tentu akan mendapat reaksi beragam, semakin tidak jelas permasalahannya semakin keras reaksi dari yang lain. Celakanya manakala hal ini akan terus berlangsung  akan sangat merugikan kredebelitas organisasi. apabilagi bila ranah ini di bawa jejaring sosial terkadang masalahnya buka semakin selesai melainkan semakin kisruh dan rumit. Memperhatikan perkembangan diskusi di group ini terus terang saya semakin miris akan berdampak buruk bagi organisasi dan dimata anggota hal ini akan sangat membingungkan.

KePada warga group FB saya berharap jangan kalian kira kritik kami adalah karena kebencian ataupun iri karena kami belum bisa cek dan tembus pandang/kasyaf…kami hanya ingin mengembalikan fikrah PS seperti yang kami tahu dan kami alami. Sepulang bang Asfan dari menunaikan ibadah haji, banyak sekali PS ini mengalami perubahan perubahan, diantara perubahan itu belikau tak lagi menyebut nyebut cek, tembus pandang dan semacamnya. Dan kenyataannya para anggota nyaman dengan situasi ini, hingga kinipun Bang Zen selaku Guru Besar pengganti tidak berkeinginan untuk menghidupkan peka, cek dan tembus pandang.

Saya berharap kita tak memperpanjang diskusi dan jangan lebarkan diskusi kita ini dengan masalah masalah lain sebelum kita mencapai kesepakatan tentang hal hal yang sangat urgen. Yang saya maksud dengan hal yang sangat urgen itu adalah menyangkut masalah kesenangan. Bila benar kikta ingin bersama sama menjaga dan membesarkan PS ini tentu kita harus mematuhi  kaidah dan etika berorganisasi. Masing masing kita memiliki hak dan kewajiban. Laksanakanlah hak dan kewajiban iktu secara tertib. Pelanggaran demi pelanggaran hak dan kewajiban itu adalah merupakan ancaman keutuhan dan keberlangsungan kehidupan organisasi. Bukankah kita masing masing mengaku ingin menjaga keutuhan dan keberlangsungan organisasi itui,

.Terus terang sejak semua ini bermula munculnya gagasan gagaran dari PS Lampung  yang mengundang kontrofersi itu saya secara pribadi secepat mungkin menekankan agar para senior Lampung segera evaluasi diri. hentikan dahulu sementgara langkah itu, saya tahu di Lampung ada kanda Anto sebagai anggota yang paling senior, seharusnya yang lain harus berkomunikkasi terlebih dahulu, semua kami seangkatan sangat mengenal Anto, beliau memiliki komitmen yang sangat tinggi kepada PS. mengapa senior Lampung tidak bertanya kepaa beliau terlebih dahulu . Seandainya senior Lampung melangkah secara koperatif dngan semua pihak, maka saya yakin segalanya akan berjalan lancar. 

Diskusi yang  baiuk adalah  adalah diskusi dengan gayung bersambut, tetapi kali ini tidak , kami datangi untuk berkomunkikasi baik baik. Kondisi seperti itulah yang membuat perubahan yang semula saya nilai terjadi sangat santun, layaknya sesama saudara seperguruan. Kami sangat menyesalkan bahwa setiap kritikan kami hanya mendapat tempat publikasi tanpa menjawab apa yang menjadi esensi kegusaran kami…kami telah mulai dengan bahasa yang halus (eufisme), meningkat asertif…bahkan agresif, itu adalah akibat apa yang kami sampaikan tidak mrndapat tanggapan secara proporsional. Mengapa yang bersangkutan tak muncul diforum. Kritik kami serasa sia sia, diskusi yang santun mulai tersumbat, dan keadaan seperti itulah  yang membuat diskusi bilhikmah menjasdi debat. Lawan diskusi seperti tak ingin menyelesaikan masalah.

Dalam kesempatan ini saya ingin peringatkan kepada semua pihak, jika ada yang ingin mengulang sejarah Maryanto, Yapto, sama  atau dalam konteks region lampung: David, Indri dan bang Aswin…maka silahkanlah…meminjam istilah seorang rekan “Kalau Berani Jangan Takut-Takut Kalau =Takut Jangan Berani-=Berani”…

tidak melarang ujicoba atau sekedar “nakal” seperti yang pernah dilakukan bang Aziz Satriya Jaya,tetapi menetapkan suatu standar yang tidak pernah dilakukan Guru dan menjadikan testimoni satu orang; pak Ishak, untuk menjadi acuan; itu bukanlah PS!…
siapapun yang terlibat untuk memfasilitasi aksi itu berarti dia merupakan bagian darinya…

saya menghargai upaya siapapun untuk menjaga kesatuan PS Lampung…jika ada satu dua anasir yang memang tak bisa ditangani…maka pengurus dan senior lampung pasti tahu langkah apa yang paling efesien dan efektif untuk mengatasinya…saya yakin bang Hardianto Se sebagai senior lampung masih sejalan pemikirannya dengan kami…

jangan jawab kritik kami dengan diam, mengalihkan-membelokkan isu, atau menggunakan id orang lain untuk menjawab…

ini karena kecintaan kami untuk PS dimanapun…

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s