Bila Orang meminta Maaf, Maka Maafkanlah.

Assalamualaikum Wr Wb.

Logo PSSAYA DANANG ARINDA GUNAWAN. Diawal saya menulis” Sebelumnya saya mohon maaf kepada semua sodaraku disini ”
Diakhir penulisan ” semoga hasil ini SALAH BESAR ”
Terbaca dengan jelas kan ?
Pahami kata2nya ..luapan emosi dan amarah itu ibarat bara api neraka tempat para syaiton berada .

Tidak ada unsur kebencian sewaktu saya menulis di postingan tersebut , apakah itu hasil cek&tembus pandang anda yg mengatakan demikian?
Saya hanya mencoba meluruskan kembali tujuan utama dari PS yg sudah mungkin tidak anda terapkan atau anda malah lupa apa itu tujuan PS ?
Jikalau ini merupakan fitnah , sudah saya tulis di halaman depan ( permohonan maaf ) dan halaman belakang ( semoga hasil ini SALAH BESAR! ) ..tidak terbaca oleh anda ?
Fitnah atau bukan coba anda tanyakan dalam hati yg paling dalam diri anda sendiri, semua jawaban ada di “hati” kita masing-masing.

Bahkan saya barusan baca di thread sebelah klo ada rencana bocor , selama rencana yg bocor itu baik ..hmm saya rasa anda tidak perlu gerah..nah gmana klo sebaliknya ? tanya hati anda sendiri.

Tolong anda belajar tentang agama lagi ya..karna tanpa landasan agama dan aqidah yang kuat semua yang berbau cek&tembus pandang akan diboncengi oleh syaiton.
Anda sering sekali menonjolkan cek&tembus pandang , apakah anda yakin cek&tembus pandang anda itu hasilnya akurat? ini saya mau balikan ke anda ..anda loh yang sering bilang hal cek&tembus pandang..berarti anda membuat sumber FITNAH itu sendiri dengan hasil2 cek&tembus pandang anda.
PS ini Organisasi ada struktur dalam berorganisasi …pernah anda tanyakan langsung pendapat dari GURU BESAR , bg zein tentang cek&tembus pandang itu? bagaimana pendapat beliau?
Terus kenapa anda jadi emosi? biasa aja lah …harusnya anda perbanyak istighfar dan bukan malah eksis berkomen ria….kebakaran rambut / jenggot?

Saya juga pernah di fitnah orang tapi saya diemin aja..cukup istighfar tak perlu kebakaran emosi , kebakaran rambut / jenggot..inikan seakan-akan apa yang saya tulis emang terjadi sehingga anda emosi menanggapi tulisan saya.

Ami Syahmin wrote: … aku rela melepas sebagian dosa dosa ku untuk Danang yang telah memfitnah aku

Transfer / memberikan atau melepas dosa kita ke orang lain itu tidak ada dalam islam..bahkan seorang ayah yang berbuat dosapun tidak bisa memberikan dosanya utk anaknya…gmana pemahaman agama anda ?? atau anda tdk pernah mendalami agama anda sendiri , sedangkan anda malah sibuk dengan urusan cek&tembus pandang ( Astaghfirullahal’Adzim ..semoga anda yang terampuni ).

“Bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” [An-Najm: 38]

Inilah akibatnya anda terlalu banyak bermain dengan imajinasi ghoib yang sebenarnya bukan ranah anda utk memasukinya melalui cek&tembus pandang .
berulang kali bahkan beratus kali guru besar selalu menekankan dalam PS itu ditujukan agar membuat kita bertambah dalam ibadahnya bukan mengurusi hal sepele seperti cek&tembus pandang .

CMIW

Wassalamualaikum wr wb.

NB : saya juga berasal lahir dan besar di kota Lampung.

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Bila Orang meminta Maaf, Maka Maafkanlah.”

  1. Saya menyarankan agar tulisan model model begini tak perlulah ditayangkan di Blog ini. Saya tidak mempersoalkan konten atau isi tulisannya, tetapi saya sangat menyayangkan cara menulisnya. yang sangat tidak memahami etika dalam menulis untuk publik. Nanti orang mengira bahwa inilah cara cara yang sebagai akibat mempelajari jurus PS. Jika para senior PS ini kasar kasar dalam menuliskan pendapatnya, maka orang akan tidak simpati dengan jurus PS. Menurut saya ada dua opsi (1) pertama perbaiki bahasa tulisan itu atau (2) hapus dari blog karena mencoreng Guru Besar dan PS secara keseluruhan.

  2. Biarlah tulisan ini tetap saya pertahankan, karena masih banyak tulisan lain yang pada saatnya mendapat giliuran diposting di blog ini. Nanti juga yang bersangkutan tahu mengapa saya menulis, siapa yang meminta saya menulis. Pinjam istilah orang Jawa : Becik ketitik olo ketoro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s