Tidak Ada Yang Salah Dengan Jurus PS, Tetapi Jurus Hanya Dibuat Sekenanya Oleh Anggota.

Fachruddin
Fachruddin

Jauh sebelum Bang Zen memerintahkan agar Pelatih dan Pengurus membawa para anggota PS untuk “Paham dan Mengerti” jurus jurus PS terjadi insiden di PS Lampung dalam bentuk sebuah protes atau komplen karena setelah sekian lama mereka berlatih PS di Lampung tetapi sejauh itu mereka belum merasakan apa apa akan hasilnya. Mereka membanding bandingkan bahwa dahulu Bang Asfan dalam ceramah selalu menyisipkan cerita bahwa di PS Cabang ini ada anggota yang bisa begini, dan di PS Cabang itu ada yang bisa begitu. Sementara mereka merasa tak mendapatkan apapun dari apa yang mereka lakukan selama ini.

Nampaknya PS Lampung tidaklah sebaik PS Cabang yang lain, buktinya tak seoarangpun terdengan ada Pelatih dan Pengurus yang dikomplin seperti itu. Setelah Pelatih melaporkan selengkapnya prihal ini kepada Pengurus maka Pengurus bersama Pelatih mulai membicarakannya secara lebih efektif dengan hasil hasil antara lain sebagaim berikut: (1) Pelatih melakukan cek ulang terhadap jurus jurus yang mereka buat, dalam pengecekan itu ditargetkan harus menemukan sejumlah kesalahan yang terbiasa dilakukan, tetapi semangat penecekan ini bukan mencari cari kesalahan yang dilakukan oleh setiap  seseorang.  (2) Manakala diketemukan adanya kesalahan kesalahan maka segera diperbaiki secara Clinics (3) manakala masoh belum berhasil, maka (4) laksanakanlah kembali setidaknya hingga tiga kali ulang perbaikan yang bersifat clinik itu, (5) bila masih gagal lagi  maka harus segera dilaporkan kepada Guru Besar. Tetapi Alhamdulillah keburu ada titik terang dari hasil clinics yang dilakukan oleh pelatih.

Perbaikan Kuda Kuda.

Bisa kita baca kembali tulisan di Blog PS Lampung sedikitpun tak ada kuda kuda yang dirubah oleh para pelatih  PS Lampung,  karena bukan kuda kuda PS yang salah melainkan kuda kuda yang dibuat oleh para anggota PS  Lampung, yang keliru yaitu membuat kuda kuda yang belum sesuai dengan contoh contoh yang diberikan oleh Guru Besar. Untuk memperbaiki kuda kuda ini tentu saja tidak frontal. Maka muncullah istilah kuda kuda terbalik.

Yang dimaksud dengan kuda kuda terbalik dalam tulisan yang mengundang reaksi itu adalah kuda kuda yang diangsur perbaikannya, bila kuda kuda yang dimaksudkan oleh Guru Besar adalah dengan kode 100, maka para anggota yang dioerbaiki am,bil sebagaioannya saja lebih dahulu untuk di clinics, katakanlah 60, bila sudah mampu 60, maka dinaikkan menjadi 70 dan seterusnya hingga mencapai 100 seperti yang telah ditetapkan oleh Guru Besaar Lampung. Bak mendapatkan durian runtuh pelatih melaporkan hal ini kepada Penguirus PS Lampung, yang tentu saja disambuy dengan segala sukacita.

Benar saja sebagaimana juga dengan orang pada umumnya ketika seseorang berhasil menemukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang diidamkan  maka gembiranya  luar biasa, ibarat kita menemukan suatu ayat dalam al-Quran yang sesuai dengan apa yang kita pertanyakan selama ini, maka kegembiraan kita seolah ayat itu menuliskan suatu wahyu yang baru turun kemaren sore. Begitu juga dengan apa yang ditemukan oleh pelatih PS Lampung, keberhasilan mereka mengkonfirmasi kuda kuda yang benar, seolah sesuatu yang baru diketemukan. Padahal tidak kuda kuda yang katanya diketemukan  oleh PS Lampung, bukanlah sesuatu yang baru, melainkan adalah kuda kuda lama jua, kuda yang telah lama ditetapkan oleh Bang Asfan sebagai Guru Bear PS yang hingga kini belum ada perubahan.

Anggota PS Bermasalah.

Anggota PS bermasalah itu jelas jelas merupakan anggota PS di Lampung,  bukan anggota PS yang lain. Mereka yang memang sama sama dilatih dan mendapatkan bimbingan yang sama tetapi hasilnya beda berdasarkan penelitian dan ujicoba pelatih PS Lampung, bahwa mereka yang masih belum  mencapai kompetensi yang seharusnya mereka capai, ternyata anggota yang di latih oleh PS Lampung adalah sedang bermasalah. Berdasarkan kajian para pelatih dikatakan bahwa ada masalah yang sulit mereka pecahkan permasalahannya. Bahkan ada yang bersangkutan menang mengaku sedang bermasalah, dan bahkan ada juga yang semenjak mula masuk PS karena sedang bermasalah. Untukdiketahui bahwa malas dalma berlatih, dan tak mau displin dalam membuat jurus itu juga dikategorikan sedang bermasalah. Rmusnya sederhana sekali seharusnya dia mendapatkan 10, tetapi yang mampu dicapai baru 6, maka ada 4 yang menjadi masalah. Sekali lagi  tulisan ini dalam kontek PS Lampung, tentu sangat terbuka akan berbeda derngan kondisi para anggota PS Cabang lain

Ujicoba Jurus PS.

Istilah ujicoba jurus PS yang menjadi polemik itu sebenarnya adalah upaya untuk mencapai apa yang telah ditetapkan oleh Guru Besar. Yang paling ideal adalah  bahwa seluruh anggota PS memiliki kemampuan untuk mengkonfirmasi semua jurus juruis PS. Kalau apa apa yang dimaksudkan oleh Guru Besar dan apa apa yang telah dilatihkan oleh pelatih diterima sebagai informasi, maka kewajiban para anggotanya adalah mengkonfirmasi segala informasi itu.  Kobfirmasi jurus bagi anggota PS Lampung adalah kegiatan yang selalu mengalami kegagalan, terlebih manakala konfirmasi itu hanya dilakukan seorang diri. Itulah sebabnya maka pelatih ditugaskan untuk memimpin usaha konfirmasi yang sulit itu dengan usaha yang selalu dilakukan berulang ulang.

Untuk diketahuio bahwa belum semua jurus yang ingin dikonfirmasi itu telah berhasil didapatkan konfirmasinya. Dalam hal ini tentu pelatih PS Lampung harus bekerja lebih keras lagi, dan sekarang telah dianjurkan untuk banyak bertanya kepada para senior PS yang bertebaran di seluruh Cabang PS. Dan para pelatih PS dipandang belum mampu untuk menyampaikan sesuatu kepada anggota PS secara umum. Cukup saja untuk bicara kepada para anggota PS Lampung. Karena PS Cabang lain sejatinya sudah melampaui apa apa kesulitan yang sedang dihadapi oeh PS Lampung.

Keterampilan Dasar PS.

Tidak seperti PS Cabang lain, ketika Bang Zein melaksanakan ‘Pelatihan Khusus’ di PS Cabang Lampung, para amggota menjadi heboh. Padahal ketika Bang Zen menyelenggarakan latiahn serupa jauh jauh sebelumnya, tak ada gejolak apa apa. Anggota PS Lampung mempertanyakan mengapa peserta latihan khusus harus dipilih orang orang tertentu, apa kereteria pemilihannya, lalu apa bedanya  jurus latihan khusus dan dengan latihan biasa, apa manfaatnya dan sebagainya dan sebagainya. Pertanyaan itu disampaikan kepada Bang Anto, tetapi oleh Bang Anto tidak ada jawaban yang terstruktur. Jelas para anggota tidak puas.

Untuk mencoba menjelaskan itu semua, maka lalu Pengurus meminta kepada Pelatih untuk melakukan kajian tentang jurus jurus ini. Dan melaporkan kepada Pengurus. Pelatih PS Lampung menemukan sesuatu yang sangat luar biasa pada juruys khusus yang diperkenalkan oleh Bang Zen. Pelatih melaporkan bahwa sebaiknya untuk mengikuti pelatihan khusus itu sebaiknya minimal adalah pengampu Tikahan. Sepengetahuan kita bahwa jurus dasar itu adalah jurus kasaran, tetapi berdasarkan pengamatan para pelatih jurus halusan masih merup[akan jurus dasar. Ada beberapa keterampilan yang bisa didapatkan oleh para anggota dalam mengampu jurus kasaran dan halusan, yaitu peka, cek dan tembus pandang. Oleh karenanya maka keterampilan yang bisa didapatkan pada jurus dasar itu, tentu saja disebut dengan keterampilan dasar.

Pembagian tugas Mahdi Syahbandar.

Mungkin inilah salah satu kelemahan anggota PS Lampung, mereka tidak langsung dapat memahami sesuatu di PS tampa bertanya,  selaku pelatih dan Pengurus adalah merupakan kewajiban untuk menjawabnya. Pelatih dan Pengurus mencoba menebak pembagian tugas itu suatu kelayakan kelayakan. Karena anggiota pengampu Payung Rasul adalah merupakan anggota yang paripurna, maka kelayakan seorang anggota Paripurna selain paham jurus dan paham al-Quran, maka harus memiliki segudang pengalaman terlebih dahulu. Pengalaman dalam PS itu bisa dibagi dua yaitu pengalaman internal dan pengalaman eksternal.

Dengan dasar keyakinan bahwa jurus PS ini luar biasa dan dapat menjawab aneka tantangan maka dalam versi internal eksternal adalah sebagai berikut,  Bahwa pengampu jurus Mahdi harus menyelesaikan masalah masalah internal sedangkan pengampu jurus  Syahbandar harus meneyel;esaikan masalah eksternal.

Akhirul Kalam.

Untuk sementara waktu tidaklah penting tulisan tulisan saya yang dimuat di Blog ini untuk ditayangkan di Group Facebook PS manapun termasuk PS Lampung,  Para anggota PS umumnya sejatinya tidak membutuhkan tulisan tulisan ini di Group Facebook, biarkanlah para anggota Prana Sakti berkunjung langsung  ke Blog ini, dan berdskusi ecara lebih terbuka dan lebih elegan. Kami akan menghapus beberapa tulisan para tamu yang memberikan kesan buruk terhadap PS secara keseluruhan.

Pintu sangat terbuka bagi sahabat dan saudara seperguruan. Silakan menulis sesuatu secara elegan dalam menanggapi apa yang saya tulis dalam blog ini, Ada ruang komentar yang terbuka luas. Tetapi ingat bahwa dalam organisasi ada sesuatu yang tidak dibuka ke publik, manakala ini di langgar kami berhak untuk tidak menayangkan nya, itu harap dimaklumi.  nanti pada saatnya nama Blog ini akan kami rubah setelah untuk tidak mengundang salah pengertian bagi para anggota.

Sekayu 13/03/2014

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s