PS Lampung Akan Setting Senior Yang Santun

 

Fachruddin PS LampungKedepan PS Lampung merasa perlu untuk membuat setting memunculkan senior yang santun, dan melakukan sesuatu dengan pendekatan pendekatan selain ilmiah juga dirasakan nyaman sesuai dengan kaidah Islamiah, dengan menjadikan Laailaaha Illallah sebagai core. Tampilan senior yang tertutup dan bahkan  garang yang sempat diekspressikan oleh segelintir senior di Group FB sempat membuat schoock para yunior di Lampung, apalagi para anggota PS Lampung yang muncul di Group FB Lampung pada umumnya adalah anggota baru yang kini masih baru mencapai jurus halusan dan bahkan ada yang masih kasaran, sehingga setiap kali ada senior yang kasar, Maka  Pengurus dan Pelatih PS Lampung disibukkan dengan berbagai upaya  untuk menjelaskan berbagai hal sekedar untuk mempertahankan agar senior yang bersangkutan tetap dihormati dengan semangat ukhuwah Islamiyah.

Membuat setting kader serta senior yang santun menjadi hal yang penting dalam mengembangkan PS itu sendiri. Kesantunan ini bukan hanya diperuntukkan bagi para anggota PS semata melainkan juga terlebih bagi ummat dan bahkan bangsa secara keseluruhan. Kesantunan itu ditandai dengan kemampuan para senior untuk memanfaatkan ilmu dan jurus jurus PS untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh ummat, utamanya dalam mempersiapkan generasi muda yang handal serta himpitan kebutuhan hidup sejahtera yang sekarang ini semakin sulit untuk capai. Ilmu dan jurus jurus PS memlilki potensi untuk itu, dan poetensi itu adalah niscaya untuk dikembangkan terlebih dahulu, sehingga para senior akan lebih terbimbing dalam mengekspressikan perannya yang signifikan.

Kesantunan itu ditandai dengan terpenuhinya kompetensi para senior, ketidakmampuan para senior untuk meraih kompetensi yang diharapkan selain membuat para senior berdalih dalam menutupi kekurangannya, yang bersangkutan juga gampang terpancing untuk bersikap kasar dan kyrang santun terhadap pihak pihak yang sejatinya sangat membutuhkan bimbingan untuk mencapai kesejahteraan hidup, dengan menjadikan kaidah Islamiyah sebagai pegangan. Hal ini menjadi penting karena ilmu dan jurus PS memiliki potensi untuk menyelesaikan berbagai masalah yang menerpa ummat, tetapi tentu saja kita harus teruji telah menyelsaikan berbagai masalah internal terlebih dahulu.

Di lingkungan internal kita harus saling asah, asih dan asuh. Bila seorang anggota telah mencapai prestasi tertentu, termasuk juga diantaranya adalah kompetensi dan keterampilan dasar sekalipun, maka dia harus bercerita, agar yang lain dapat mengikuti jejaknya. Bila berhasil berceritalah kepada sesama anggota, dan buila gagal segeralah melapor kepada pengurus dan pelatih serta senior lainnya untuk diperbaiki, dengan aktion ujicoba. Setiap pelatih dan senior Mahdi dan Syahbandar sejatinya adalah para penelitu jurus PS yang memimpin berbagai ujicoba untuk menyelesikan berbagai masalah dengan menggunakan jurus jurus PS dengan berbagi wilayah kerja, Mahdi menyeklsaikan masalah internal meliputi jurus dan sebagainya, sedang Sayhbandar melaksanakan ujicoba menyangkut masalah ekstrernal. Satu persatu masdalah harus kita selesaikan dan akumulasi dari itu semua adalah kekayaan bagi PS secara keseluruhan. Sedang Tikahan,  Halusan dan bahkan Kasaran adalah merupakan anggota yang membantu Mahdi dan Syahbandar dalam menyelenggarakan ujicoba.

Banyaknya hasil ujicoba dan kita berhasil dalam ujicoba itu akan membuka peluang bagi kita untuk bersikap santun, tetapi manakala kita belum pernah sekalipun melakukan ujicoba dan apalagi akan berhasil, maka kita akan kekurangan referensi dalam menyelesaikan masalah ummat, dan bahkan pada saatnya kelak kita akan terkategorikan sebagai kelompok yang kurang bermanfaat. Semakin banyak akumulasi yang kita kumpulkan sebagai hasil ujicoba akan membuat semakin banyak pula masdalah yang dapat kita bantukan manakala menerpa ummat secara keseluruhan, dan tak terhitung pula masalah yang meneroa para anggota. Semakin tinggi jam terbang dalam ujicoba semakin kuat pula sensitivitas kita untuk menyantuni permasalahan ummat.

Dalam hal ini tentu saja selain mendorong untuk melakukan ujicoba, maka pengurus juga akan memfasilitasi semua aktivitas ujicoba Puluhan bahkan ratusan ujicoba harus dilakukan oleh PS Cabang Lampung, terlepas dari berhasil atau tidaknya. Tentu yang berhasil harus dipertahankan sementara yang kurang berhasil atau bahkan mungkin gagal total haruslah dievaluasi ulang, sehingga kita tidak selalu gagal , ibaratnya jangan terjerembab dalam lobang yang sama. Tentu siklus demi siklus kita lakukan dan dari satu siklus ke siklus yang lain harus lebih baik. Semakin banyak mencatat keberhasilan maka kita akan semakin santun.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

1 thought on “PS Lampung Akan Setting Senior Yang Santun”

  1. Maaf, sy copy paste lg dr komentar sy yg masih status “moderasi” dalam Forum Komunikasi….

    Assalamualaikum WrWb,
    Salam jumpa Idris & Pak Fachrudin…. lama tidak bertemu, mungkin jg lupa2 ingat. Salam kenal Andi….

    Sejak dahulu tahun 88 (klo gak salah, krn sy ikut PS sjak klas 3 SMP) sampai sekarang di umur 40, sy selalu senang maen2 ke Bengkel PS Pusat krn suasananya yg menyenangkan (bagi saya), meski sy lbh banyak di jkt. Barusan tadi malam sy ke bengkel & dapat cerita ttg blog ini. Sy baca & jd ingin bercerita sedikit obrolan dg Bang Asfan dulu.

    Sy termasuk orang yg “gila” latihan. Sering 5 kali seminggu sy latihan PS, ditambah lagi sy latihan beladiri Kempo 2 kali seminggu. Ceritanya ketika selesai latihan di bulan puasa (tahunnya lupa) kami sekitar 8 orang kumpul & bersenda gurau dg Bang Asfan. Waktu itu Bang Asfan berkata:
    “….sebenarnya tiap kali kalian ikut komando kiri depan, kanan depan, tarik nafas, mutar2, aku itu pengen ketawa. Kenapa? Itu kan buatan-buatanku. Jurus ini, jurus itu, kuda-kuda, dan lainnya. Tapi kalian kan sudah tau, bukan itu inti dari PS. Tapi bgmn MENYATUKAN KALIMAT TAUHID dg NAFAS & JANTUNG kita. Caranya ya harus DIBUAT CAPEK & LUPA, sehingga CUMA INGAT ABCD. Klo gak kubuat jurus-jurus itu, kusuruh kalian semua lari dari ujung pantai sana sampe pantai samas sini….”

    Waktu itu kami rata2 tertawa & tercerahkan bahwa jalan / cara PS bukan pada hal yg sifatnya lahiriah. Itulah mengapa dahulu jk ada orang PS yg (maaf) cacat kakinya, hanya diminta diusahakan kuda2 spt ini. Klo tdk bisa, gakpapa. Klo pake penyangga kaki, dipake kruknya jg gak papa.

    Terkait dg bagus tidaknya jurus, sy cuman bisa mengutip dr sumber lain yg “kebetulan” pas:

    “…. Pikiranlah yang membebani proses latihan. Pikiran untuk bisa menguasai ilmu dan pikiran untuk mengetahui dan mengikuti gerakan demi gerakan….” (Buku: Mind Body Spirit, Aku Bersilat, Aku Ada)

    Dan komentar Guru Kita Bang Zen ttg jurus yaitu “TERUSKAN”, mirip seperti komentar dr Gunawan Rahardja (Guru Silat Bangau Putih, aktor pd buku diatas), yaitu: “JANGAN DIPIKIRKAN”. Apakah komentar kedua orang ini sama MAKNA-nya, yaitu mencapai KEWAJARAN, dan bukan KEBAGUSAN atau KEBENARAN, wallahualam. Sy jg msh perlu belajar, meski sudah sekian lama ikut PS.

    Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s