PS Lampung Tak Punya Kuda Kuda dan Jurus Baru

LUKA HATI TELAH MENGANGA APAKAH MASIH DAPAT  DISEMBUHKAN

Fachruddin PS LampungSemula saya secara pribadi menganggap issue kuda kuda dan jurus baru di Lampung itu hanya ulah iseng dan nanti pada saatnya akan reda dengan sendirinya setelah memang kenyataannya bahwa kuda kuda dan juruis di PS Lampung tidak ada yang baru, tidak ada yang di rubah, yang ada hanya kuda kuda dan jurus PS yang diterima dari pelatih di bawah asuhan guru Besar. Tetapi kuda kuda dan jurus itu sudah barang tentu belumlah sempurna, terbukti kuda kuda dan jurus bila diamati akan terdapat perbedaan tipis antara satu dengan yang lain, perbedaan ini diakibatkan oleh antara lain perbedaan kualitas fisik, yang diakibatkan oleh perbedaan usia, daya tangkap dan tingkat keseriusan serta penyebab lainnya yang kemungkinannya banyak sekali. Upaya perbaikan selalu diupayakan, tetapi hingga sekarang sepengetahuan saya kuda kuda dan jurus itu belum lagi sempurna. Tetapi lama kelamaan, karena banyaknya yang mengatakan bahwa PS Lampung telah menciptakan kuda kuda dan jurus baru, maka pikiran inipun terganggu juga.

Sekalipun itu sebenarnya adalah infoprmasi yang salah tetapi bila disebut secara berulang ulang dan oleh banyak orang pula, maka informasi yang salah itu lama kelamaan bisa dikira benar adanya. Dan ketika info itu dianggap benar maka wajar saja buila para senior menjadi marah semarahnya, dan kenyataannya memang semakin dijelaskan justeru semakin dicurigai. Sementara yang dituduh kebingungan, setelah puas diminta untuk menyatakan penyesalan dan meminta maaf dan tidak pernah saran itu diikuti karena yang bersangkutan tidak merasa membuat kuda kuda dan jurus baru. Ini yang membuat para senior kesal sehingga terlointar kata kata silakan membuat perguruan bartu, dan nyatakan berpisah dengan PS.

Astaghfirullah, demikian hebatnya sesuatu yang disebut fitnah. Dapatkah luka hati ini kembali disembuhkan, di satu pihak para senior merasa telah dihianati dengan cara membuat kuda kuda dan jurus baru, di lain pihak hati ini rasa tak terima dikata-katai dengan cara kasar dan bahkan keji, di luar etika keislaman. Hukuman nampaknya telah dijatuhkan termasuk kepada Pengurus PS Lampung atas apa apa yang sejatinya tidak dilakukan  Tetapi vonis sepertinya telah dijatuhkan berkali kali. Dan itu telah dilontarkan rasanya sulit untuk ditarik kembali, karena bukan oleh satu dua orang, tetapi berkali kali oleh banyak orang, kini nasi telah menjadi bubur.

Memang Pengurus PS Lampung telah berkali kali menangani penghianatan yang dilakukan oleh beberapa senior,  atas petunjuk Guru Besar pengurus telah melakukan langkah langkah sebatas kewenangannya sebagai pengurus, tidak memecat dan tidak mengisolir yang bersangkutan dari dunia PS, tidak mengata ngatainya dengan kata kata yang kotor yang sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang senior PS. Jelas mereka adalah penghianat PS dan secara terang terangan menyetakan diri bertentangan dengan PS, tetapi Guru Besar menuntun PS Lampung untuk selalu santun dan selalu membuka pintu maaf kepada yang bersangkutan,

Kini giliran Pengurus PS Lampung yang dihakimi, bahkan kini hukuman yang telah ditimpakan kepada PS Lampung sangatlah hinanya, jauh lebih hina dari hukuman yang ditimpakan kepada anggota PS Lampung  dibawah petunjuk Guru Besar, tetapi PS Lampung telah dihukum oleh siapa sajka yang mengaku sebagai anggota PS, dan yang lebih menyakitkan adalah hukuman justeru ditimpakan atas PS Lampung atas kesalahan kesalahan yang tidak dilakukannmya.

Saya bertanya kepada mereka yang melatih dan mereka yang dilatih, apakah ada  memberikan kuda kuda dan jurus baru diajarkan, mereka semua tertawa. Hanya Andi dan teman temannya yang mengatakan bahwa kuda kuda dan jurus di Lampung telah berubah, sudah melenceng dari apa yang diterima dari Bang Asfan sebagai Guru Besar pertama. Bang Andi bisa bicara seperti itu karena tuturnya bahwa kuda kuda semua jurus jurus PS yang telah diterimanya nya diterimanya adalah didapatkan langsung dari almarhum Asfanuddin Panjaitan. Kalau hanya jurus itu melenceng, itu wajar saja karena mereka sejak awal memang tak mampu membuat kuda kuda seperti yang diperagakan oleh Bang Andi, kuda kudanya demikian sempurna, sangat rendah. Kuda kuda bang Andi sama persis seperti kuda kuda yang diperagakan oleh para senior Jogyakarta ketika bertandang ke Lampung.

Saya pernah meminta kepada sdr Ishak Saleh untuk menerapkan kuda kuda seperti yang diperagakan oleh Bang Andi, ternyata para anggota tidak sanggup melaksanakannya, dengan kuda kuda itu nafasenjadi bocor hanya dalam hitungan detik, gerakan selanjutnya menjadi berantakan lantaran nafat tak tertahan terlepas. Bukan salah bang Andi dan bukan pula salah kuda kuda. tetapi mereka memang sejak awal bermasalah dengan kuda kudanya.  Hanya ada beberapa orang yang berhasil mempraktekkan kuda kuda murni yang diperjuangkan oleh Bang Andi yang saya kenal diantaranya adalah Budi Wijaya dan Azis Satriyajaya.  Dan ketika Bang Anto mengoreksi jurus empat, justeru Budi Wijaya mengatakan empat bang Anto kurang cocok dan berakibat  mencret. Sudahlah  … saya katakan kepada Ishak kembalikan saja kepada kemampuan mereka membhuat kuda kuda, tetapi jaga kualitas nafas, lepaskan nafas itu pada posisi yang tepat. Lalu apakah itu yang disebut kuda kuda baru. Sungguh menggelikan kuda kuda itu adalah kuda kuda yang belum tersempurnakan, adalah pilihan yang paling mungkin ketika para anggota tak mampu membuat jurus dengan kuda kuda yang seharusnya, maka belalah kesempurnaan nafasnya.  Dengan harapan kuda kuda sedikit demi sedikit  dapat diperbaiki, tetapi masalah nafas, katakanlah harga mati.

Saudara Ishak melaporkan bahwa para anggota yang ditanganinya tidak bisa dikasari dalam berlatih, keliru penanganan dan dinilai kurang santun dalam melatih merekapun meninggalkan tempat latihan dan tidak kembali. Tidak seperti Cabang PS yang lain yang masih bisa menendang, membentak dan bahkan mengusir para anggota baru bila kurang berkenan dengan menerima perlakuan kasar dalam memgikuti pelatihan jurus PS. yang kekasaran seperti ini secara pribadi sempat saya alami sendiri pada masa itu.Tetapi di dalam hati saya berjanji tidak akan meniru hal hal yang saya nilai buruk dan tak sejalan dengan Islam, terutama dalam melatih orang tua, temasuk kepada saya yang pada saat itu tidak bisa lagi disebut muda.

Kekasaran perlakuan perlakuan pelatih kepada saya pada saat itu, saya rasakan lebih kasar perlakuan para senior itu kini kepada saya, setelah saya berjuang untuk PS selama dua puluh tahun lebih,  ternyata saya justeru dikasari oleh anak anak muda, sekalipun jurus mereka lebih tinggi dari saya, tetapi bukanlah alasan yang tepat untuk berbuat apa saja secara keji, keoada saya yang hanya memnghitung hari lagi, untuk menuju keharibaan Ilahi. Itukah hasil dari jurus jurus itu. terus terang saya tidak percaya. Bukan karena apa apa, selain karena angkara murka semata. Hanya lantaran gagasan saya yang dinilai melanmgkahi  Guru Besar ditambah lagi siraman bensin dari  segelintir informan dengan bumbu kebencian kepada Ishak.

Saya sudah menawarkan kepada bang Anto, untuk mencarikan senior pengganti posisi Ishak, dan saya meminta kepada Anto untuk aktif di kepengurusan karena tidak lama alagi saya akan meletakklan jabatan saya dalam kepengurusan sebagai ketua PS Cabang Lampung, tetapi kata Bang Anto tidak ada seniop yamng bisa dipercayaionya  dan sanggup mengantikan posisi Ishak, dan Bang Anto sendiri mengatakan jangan dulu, karena Anto sedang menata perekonomian keluarganya, setelah beberapa kali bisnisnya terbilang ambruk. sayapun tak tega meninggalkan PS. untuk masa sekarang.

Senang sekali bila ada para senior yang tukang caci maki itu berkenan menggantikan posisi saya, dan Saudara Ishak akan dengan sukarela melepas jabatan dan fungsinya bila ada ada senior yang mau menggantikannya di posisinya, agar Ia dapat lebih serius menekuni bisnisnya. Terus terang mengurusi PS Cabang Lampung ini harus ekstra keras dalam bekerja, lantaran secara beruntun dan terus menerus dihadiri oleh berbagai keinginan. Itu terjadi bukan hanya sekarang tetapi memang sudah sejak masa Bang Asfan dahulu. Tetapi para senior dahulu tidak terpancing untuk campur tangan. Atau mungklin dahulu tidak ada jejaring sosial seperti sekarang ini. Astaghfirullah.

Sekayu  16 April 2014

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s