Bang Anto dan Orang Di Sekitarnya.

 

Fachruddin PS LampungHampir dapat saya pastikan bahwa di masa depan PS Lampung akan sangat tergantung kepada Bang Anto dan kawan kawan, saya berkeyakinan  bahwa di bawah komando Bang Anto PS akan semakin maju, semakin semarak, dan kehadirannya akan selalu ditunggu oleh ummat secara keseluruhan, lantaran anggota PS pada umumnya telah memiliki sejumlah keterampilan, sehingga banyak hal dalam permasalahan ummat ilmu dan jurus PS adalah pilihannya. Untuk itu marilah kita kenali siapa siapa yang ada di sekitar Bang Anto yang cukup menonjol, tetapi hanya sebatas orang orang yang saya kenal, walaupun secara terbatas.

1. Bang Anto.

Bang Anto adalah pengampu Payung Rasul, beliau adalah tipikal kader Bengkel PS Yogyakarta 100%, tipikmal yang paling aman bahkan dapat disebut Ortodok kesetiaannya kepada PS tak dapat disangsikan lagi, bagi bang Anto PS itu adalah apa yang pernah dikatakan dan diperbuat oleh Guryu Besar Titik. Bang Anto adalah senior yang mendorong Fachruddin untuk menulis di Blog PS Lampung, pernah suatu saat blog itu dalam waktu demikian lama blog itu tak ada tulisan baru, maka Bang Anto justeru menegur, mengapa tak ada tulisan baru di Blog itu, kan masih banyak masalah yang berlum ditulis katanya …, seperti kecewa atas kemalasan Fachruddin menulis. Bagi bang Anto boleh bol;eh saja Fachruddin menulis, tetapi harus diingat bahwa apa yang ditulkis oleh Fachruddin belum tentyu sejalan dengan PS, dalam hal ini belum tentu sudah sesuai dengan apa yang telah diperbuat atau diucapkan oleh Guru Besar. Tetapiu sikap Bang Anto tidak sempat disosialisasikan.

Menurut pendapat Bang Anto, berlatih ilmu dan jurus PS itu tak bisa ditarget untuk bisa apa, kelebihan kelebihan seseorang dalam berlatih PS sifatnya adalah rejeki, tidak semua orang akan mendapatkannya. dan siapa yang mendapatkan kelebihan itu, maka sedapat mungkin hanya dia yang tahu, dan yang paling baik adalah bahwa dia sendiri tidak tahu kalau dia itu bisa. Bang Anto senang bengkel PS Lampung beraktivitas, silakan saja untuk berlatih dan ujicoba serta mendiskusikan apa saja di bengkel PS Lampung, asal masih di bawah kendali Fachruddin, karena dia yakin betul Fachruddin tidak akan membuat Pergurusn baru, tidak akan membuat kuida kuda baru, tidak akan membuat jurus baru dan tidak akan melawan Guru Besar.  Bang Anto mengalami kesulutan untuk konsisten berlatih, karena bisnisnya beberapoa kali mengalami jatuh bangun, dan sekarang sedang mencoba berdiri kembali.

2. Ayahda M. Yusuf.

Ayahda M. Yusuf adalah pengampu Syahbandar,  dahulu sewaktu fachruddin menulis buku Menjaring Nur Ilahi dengan jurus Prana Sakti, beliau sempat menghadiahi sebuah buku kepada Fachruddin, yaitu buku yang ditulis oleh mantan Ketua Majelis Ulama Jawa Timur. Dahulu Ayah M Yusuf Banyak membantu kegiatan yang dilakukan oleh Sdr Ishak. Belkiau juga aktif memberikan komentar atas tulisan tulisan Fachruddin di Blog dan juga selalu eksis di Group PS Lampung. Tetapi akhir akhir ini Ayah M. Yusuf berbalik arah. Dia mulai tidak suka dengan tulisan tulisan di Blog PS Lampung, bahkan dia keluar dari group FB PS Lampung semenjak Blog menulis tenatng perlunya peka, cek dan tembus pandang bagi para tim uji coba PS Lampung, apalagi dikatakan bahwa pelatih juga diwajibkan untuk peka, cek dan tembus pandang agar mampu melaksanakan kepelatihan dengan baik.

Sikap baru ayahda Yusuf adalah, latihan is latihan, berlatih PS itu adalah dzikir kepada Allah, bukan mau bisa ini, bisa itu. Itu semua tidak ada gunanya. Segala keruwetan dalam hidup sehari hari di bawa ke PS untuk dzikir kepada Allah, mohon ampunanNya, PS adalah tempat membersihkan hati. Berlatih PS untuk bisa ini dan bisa itu hanya akan membuat keruwetan tambah ruwet. Aktif di PS justeru untuk meninggalkan keruwetan dunia ini, bukan membawa PS ke dunia yang ruwet ini. Inilah hasil ijtihad ayahda M.Yusuf maka beliau mele[paskan diri dari segala diskusi diskusi di Blog dan FB.

Dahulu Aya M. Yusuf ini sering menjadi cukong berbagai kegiatan di PS beliaulah penyandang dananya, sudah tidak terfhiutung banyaknya uang pribadi yang dia keluarkan, apalagi seringkali beliau menjadi sponsor tunggal atas suatu kegiatan yang dilakukan oleh PS Lampung. Kita tidak tahu pasca sikapnya yang baru ini, ap[akah masih mau menjadi sponsor tunggal.  Ayah M.Yusuf sering tampil kurang konsisten, disaat ia keranjingan PS maka pagi sore, siang dan malam full bekerja untuk PS, tetapi disaat menghilang maka berminggu minggu dia tidak muncul di PS. tetapi hal ini juga disebabkan oleh jauhnya tempat beliau bertugas selaku guru dan Kepala Sekolah.

3. Sdr. Ishak Saleh.

Sdr. Ishak Saleh, DSialah pelatih PS yang paling aktif. beberapa tahun belakangan ini anggota baru muncul selalu lewat dia. Bisa disebut  diantara senior dan pelatih dia yang paling paham dengan program dan gagasan Fachruddin, petunjuk petunjuk Fachruddin diupayakan untuk dilaksanakannya dengan sebaik mungkin. Mungkin hanya satu arahan Fachruddin yang belum dilaksanakannya, yaitu membaca tuntas Kitab Ihya Ulumuddin dan bila ada yang kurang faham agar didiskusikan dengan Fachruddin. Kata Fachruddin Bang Asfan alm dahulu selalu memesankan untuk membaca Kitab karya Imam Al-Ghozali ini.

Sdr Ishak sependapat dengan Fachruddin bahwa senior dan pelatih harus peka, bisa cek dan tembus pandang, keterampilan dasar itu wajib dimiliki karena merupakan gerbang bagi pengembangan ilmu dan jurus PS. Berkembangnya ilmu PS ini ada di tangan para senior, Pelatih dan Pengurus.Oleh karenanya ketiganya harus saling bersinerji. Akibatnya apa yang dilakukan Sdr. Ishak maka  Fachr terbawa bawa, dan Apa yang digagas Fachruddin Sdr. Ishak terbawa bawa, itulah sebabnya banyak senior yang secara terang terangan mengusir keduanya.

Sdr. Ishak juga menyepakati pendapat Fachruddin untuk mempertahankan kemurnian zona inti dan sekaligus menyegarkan zona penyangga di lingkungan PS.  Zona inti itu meliputi do’a, ikrara, jurus, lafas dan nafas, ini tidak boleh diganggu gugat dan sepenuhnya kewenangan ada pada Guru Besar, tetapi pada zona penyangga pengurus, senior dan pelatih boleh berkreasi. Itu semua resiko ketika para anggota PS mematuhi apa yang disarankan oleh Bang Asfan, yaitu membaca buku Samudera al-Fatihah dan Ihya Ulumuddin, setelah kedua buku itu dibaca, lalu menambah buku yang lainnya, lalu ditambah buku yang lainnya lagi dan seterusnya, dan Ia mulai bicara bicara tentang PS berdasarkan buku buyku yang dianjurkan oileh Bang Asfan itu, maka resikonya Ia akan terkesan melangkahi guru Besar, terutama di mata para anggota yang menganggap Guru Besar sebagai Core PS.

Sdr. Ishak itu mendapatkan keterampilan dasar PS justeru di bengkel PS Lampung, dan keterampilan dasar Ilmu Ps yang dimilikinya telah banyak membantgu dirinya dari berbagai kesulitan dalam mengarungi hidup ini. Itu pula sebabnya cintanya kepada PS melebihi cintanya terhadap perusahaannya, tidak jarang bisnisnya ditelantarkan demi membela PS, cintanya terhadap Bengkel PS melebihi cintanya terhadap rumahnya sendiri, tidak jarang uang ada di sakunya dianggap sebagai uang PS, dan Isnsya Allah uang PS tidak apernah dianggapnya sebagai uang pribadi.

Ketika Sdr. Ishak melatih para anggota PS, khususnya anggota baru,  maka yang dilatih merasa nyaman, merasa tersantuni  dan terlindung, dan tidak jarang ketika di latih oleh pelatih yang lain justeru merasa tak nyaman dan bahkan terancam. Tetapi sebagai manusia biasa tentu Sdr. Ishak memiliki segudang kelemahan yang tak perlu diceritakan, terbukti dari derasnya protes protes orang orang atau kelompok tertentu terhadap kehadirdan sdr. Ishak di bengkel.

Protes protes yang muncul sudah lama dan bahkan sudah berulang kali di bahasa oleh Fachruddin dan Bang Anto, tetapi keduanya belum menemukan ada senior yang meyakinkan dapat berbuat minimal sama dengan apa yabng dilakukan Sdr. Ishak di Bengkel PS. Ada senior yang yang aktif latihan, jurusnya bagus, kuda kuda bagus, tetapi tidak memiliki keterampilan dasar ilmu PS. Bisa dibayangkan bila da anggota membawa keluhan rumah tangganya ke bengkel, lalu bagaimana caranya menyantuninya.  Itulah sebabnya maka ketika sdr. Ishak bergiat melatih para kader kader muda yang kini baru rata rata halusan itu, untuk mendapatkan keterampilan dasar, maka Fachruddin dan Bang Anto bilang “Baguslah”.

4. Cak Syam.

Namanya Syamsuri, karena dia berasal dari Madura maka dipanggil ‘Cak’. Senior yang satu ini benar benar todak banyak ulah, ketuka Ia masuk PS sekitar 20 tahun yang lalu hingga sekarang nyaris tak pernah alpa dalam latihan. Latihan baginya merupakan kebutuhan  dalam hidupnya, keruwetan dalam hidup dan bisnisnya akan terasa teduh dikala di bawa ke arena latihan, isteri dan anak anaknya merelakan Cak Syam pergi meninggalkan bisnisnya asala kepergiannya ke suatu tempat atau ke suatu Kota atao ke Jogyakarta adalah terkait dengan PS, isteri dan anaknya siap menggantikan peran Cak Sayam dalam bisnis dan rumah tangga.

Bagi Cak Syam PS adalah rumahnya yang kedua,  tidak jarang Cak Syam menempuh hujan lebat demi memenuhi undangan PS, bagi Cak Syam berkunung ke Bengkel PS Yogyakarta dan Pantai Samas adalah kewajiban setiap tahunnya. Kunjungan tidak dilakukannya hanya bila ada sesuatu yang benar benar tak dapat di atasinya, tidak jarang dia diberitahu dadakan, dan dijemput untuk ke yogyakarta secara dadakan dan tak diberitahu sebelumnya, dan anehnya itu pun bisa dilakukannya. Bagi Cak Syam untuk PS tidak ada siang dan tidak ada malam. Sering kami memintanya untuk tidak hadir melepas keberangkatan Bang Asfan di pagi buta menuju bandara untuk melanjutkan perjalanannya, karena kami tahu kesibukan Cak Syam sehari harinya. Tetapi himbauan kami tak pernah digubrisnya.

Jangan coba coba ada pihak yang menghina PS, maka Cak Syam akan berdiri di garda depan untuk menghadapinya. Percuam saya datang jauh jauh dari Madura katanya bila takut menghadapi mereka. sabar Cak Syam sabar kata kami menyabarkannya. Sebaliknya bila ada anggota PS yang mengganggunya maka diapun hanya akan tertawa saja. Dengan segala kesabarannya kahirnya Cak Syam kini mengampu Mahdi, Alhamdulillah … Cinta Cak Syam kepada PS tiada duanya.

5 Ni’mat.

Jauh sebelum Ni’mat masuk ke PS tidak jarang  kami  melihatnya Ia memperhatikan PS  berlatih hingga usai pelatihan, baru Ia meninggalkan tempat,  tetapi setelah itu kami anggap lalu saja. Sampai pada suatu saat ada seorang senior PS yang menyapanya dan bertanya “Apakah kamu mau masuk PS ?” Nikmat menjawap Pasti ‘Iya Bang’ katanya singkat. Lalu senior bersangkutan merekomendasikan kepada Pengurius untuk menerima Ni’mat sebagai anggota Baru dan Ni’mat menerima jurus jurus PS sebagaimana layaknya anggota baru lainnya. Rupanya Ni’mat memang memilki mainan tersendiri sebelum masuk PS.

Seperti dia memang menganut Hizib, ada sejumlah doa doa yang dia rizkil dan dia yakini memiliki efek kekuatan. Doa doa itu di kutip dari berbagai ayat al_quran dan masing masing ayat memiliki khaddam atau penjaganya. Nampaknya Ni’mat berjalan di PS dengan sendirinya, artinya tidak ada orang yang memperingatkan bahwa PS tidak mempraktekkan hizib, dan bagi PS hanya “Lailaaha Illallaah” titik. berdsoa Iya, doa doa baku yang sudah termaktuib dalam al-Quran sangat bagus, tetapi tidak meyakini ayat itu dijaga oleh khodam dan kita harus bertawassul dalam PS itu tidak. Maka melesatlah Ni’mat dalam keyakinannya sendiri.

Dan Ni’mat membisikkan keyakinanya itu kepada siappun yang anggota baru yang ditanganinya. Demikian juga dengan anggota senior yang sepertinya meyakini kebenaran keyakinan Ni’mat dan apalagi yang bersangkutan memang awam dalam urusan agama.  Ni’mat sangat aktif dalam berlatih PS, nampaknya dia ingin mempertajam kemampuannya berkontemplasi. Dan tidak banyak anggota PS yang akan mampu berdebat derngannya dalam masalah ini, dan untuk diketahui Ni’mat di PS lumaian banyak pengikutnya.

6. Andi.

Bang Andi,   yang kami tahu adalah aktivis PS Kisaran Medan Sumut. Andi sangat terobsesi dengan kuda kuda dan jurus Bang Asfan. Wajar wajar saja karena Kuda kuda dan Jurus jurus Andi hingga Ia mengampu jurus Halusan 6, semuanya diterima dari Bang Asfan langsung. Hanya orang oranmg tertentu yang masuk PS lewat daerah yang berkesempatan semacam itu, dan Bang Andi adalah salah satunya. Di samping itu Bang Asfan, menurut penuturan Bang Andi  membisikkan padanya agar tidak menerima jurus jurus selain diberikan oleh Bang Asfan alm langsung.  Itulah sebabnya jurus Bang Andi nampaknya akan terancam  terhenti di tikahab 6, bila seandainya apa yang dibisikkan oleh bang Asfan itu dipahami sebagai perintah.

Kedatangan Bang Andi di Lampung ibarat hembusan angin segar, betapa Ia terperanjat melihat kuda kudadan jurus  para anggota PS Lampung semuanya keliru, melenceng dari apa yang pernah diterimanya dari Bang Asfan langsung. Maka Bang Andi tahu persis apa yang harus dilakukan, yaitu membenahi kuda kuda dan jurus PS Lampung agar sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh Bang Asfan. Nampaknya Bang Andi juga ingin agar Cabang PS Lampung adalah Contoh sebagai kuda kiuda dan jurus yang benar. Sayang gagasan andi untuk memperbaiki kuda kuda dan jurus PS yang benar itu belum menunjukan hasil yang menggembirakan.

Hanya beberapa orang yang berkenan menerimanya, apalagi pada suatu saat bang Andi memperagakan jurus sesempurna mungkin, badannya terpental pental tak terkendali hingga membentur tembok, Bang Andipun bangun tertatih tatih dan tak mampu melanjujtkan jurusnya. Semakin sedikit mereka yang mau mencoba jurus Bang Andi, tetpi walaupun demikian sejumlah anak muda justeru menyatakan nyaman dengan kuda kuda Bang Andi, mereka mengatakan bahwa kemurnian jurus Bang Asfan memang merupakan sesuatu yang harus diupayakan secara terus menerus, dan PS Lampung harus diupayakan kemampuannya untuk mensejajarkan diri dengan PS Cabang lainnya. Bang Andi memang nampak sekali terpukul hatinya melihat kuda kuda di Lampung sangat bermasalah, itu yang dikobarkannya semenjak kedatangannya di PS Cabang Lampung. Bang Andi adalah tipikal pejuang yang gigih.

Selain itu juga nampaknya Bang Andi ingin mensosialisasikan metode lahiriyah dalam belajar ilmu dan jurus PS, belum banyak beliau menggambarkan tentang wawasan metode lahiriyah ini. yang tertangkap adalah bahwa untuk berprestasi dalam menuntut ilmu PS ini harus memiliki kemampuan kepatuhan secara lahiriyah terlebih dahulu, jika hanya pengakuan pengakuan setia saja, atau katakanlah kesediaan untuk berkorban baik pikiran maupun dana biaya bagi PS bukanlah ukuran ideal bagi metode lahiriyah ala Bang Andi. Ukuran kesetiaan bagi anggota PS adalah kuda kuda dan jurus. Tidak melaksanakan jurus sesuai dengan apa ayang telah diperagakan oleh Guru Besar adalah meruapakan pengingkaran terhadap Guru Besar. Bentuk bentuk pengingkaran seperti itulah yang akan diperjuangkan oleh Bang Andi untuk segera dibenahi.

7. Pak Budi Wijaya.

Budi Wijaya adalah salah satu orang yang berhasil memeragakan kuda kuda bang Andi, Pak Budi merasa nyaman dengan kuda kuda ini, sehat dibadan.  Oleh karenanya akan mensuport Andi untuk menerapkan metode lahiriyah dalam belajar ilmu dan jurus PS di lampung.

8. Pak Azis Sariya Jaya.

Pak Azis satriya Jaya, sama dengan Pak Budi Wijaya.

Demikianlah kira kira informasi untuk Bang Anto tentang siapa siapa yang ada disekitarnya. Nantinya akan terserah kepada Bang Anto tentang siapa yang akan diposisikan di mana. Untuk diketahui bahwa uraian tersebut adalah atas dasar pandangan penulis secara pribadi, yang sudah barang tentu banyak kekurangan dan ketidak tepatan, dan hanyalah yang bersangkutan yang sebenarnya mengetahui siapa sebenarnya dirinya.  Wallohu a’lam bishowab.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

4 thoughts on “Bang Anto dan Orang Di Sekitarnya.”

  1. Assalamualaikum warrohmatullohi wabarokatuh
    Alhamdulillah saya masih diperbolehkan memberikan komentar atas tulisan pak fahruddin. Tentang apa yang bapak,tulis mengenai saya, alhamdulillah sepertinya banyak yang gak tepat pak.
    Yang pertama, saya bukan aktivis kisaran medan sumut, medan ya medan saja, ibukotanya Sumatera utara. Saya baru di ps, baru masuk tahun 94. Alhamdulillah dimanapun saya ada, sebisa mungkin disempatkan latihan, minimal latihan nafas.
    Yang kedua, saya tidak terobsesi dengan kuda2 almarhum bang asfan, tetapi sebagai murid, sudah kewajiban saya lah meneruskan apa yang saya terima dari beliau secara umum saya teruskan, karena hanya itulah bakti saya terhadap beliau sebagai murid.
    Yang ketiga, metode ps menggunakan jurus, nafas dan zikir juga dengan ceramah untuk menyegarkan pikiran dan hati kita agar tetap berada di jalan yang lurus sebagaimana yang disebutkan dalam surat al fatihah. Artinya tidak hanya sekedar gerakan fisik/lahiriah saja tetapi juga secara batiniah. Adapun usaha yang saya lakukan terkait dengan kuda2 dan,pemahaman atas jurus tidak lebih agar anggota ps,dimanapun dan kapanpun tidak menjadikan jurus ps itu seolah mempunyai kekuatan tertentu, bahkan zikirnya sekalipun karena semua daya dan kekuatan hanya milik Allah. Secara fisik, memang jurus ps bila dilakukan dengan benar, apalagi apabila dilaksanakan satu dengan nafas dan zikir akan,menimbulkan manfaat langsung di diri pribadi. Metode ps dengan jurus nafas dan zikir inilah dihapakan bisa melatih kita menjadi pribadi yang sabar tabah berjiwa besar rendah hati dan iklas.,ditambah tausiah dan pengajian yang seyogyanya dilakukan rutin. Mengaji pun seharusnya tidak hanya berdasarkan buku semata, lebih baik bila,kita mengaji kepada orang, guru yang paham mengenai kajian tersebut agar kita tidak salah memahami.
    Kenapa saya agak keras dengan metode,tersebut? Itulah yang disampaikan ps dengan metode ya. Kalau guru mengajarkan a, jangan kita coba ubah2 jadi b,c,d,e dan sebagainya. Core ps juga bukan guru besar dan jurus, akan tetapi Al Quran sebagaimana disebutkan dalam surat al maidah ayat 3.
    Yang keempat, kebetulan saya belum berhenti dihalusan 6. Ketika dinaikkan tikahan 5 oleh almarhum, beliau tidak memerintahkan, akan tetapi memastikan (yang alasannya saya pun tidak tau sampai sekarang) dan saya jawab dengan ‘siap bang’, yang artinya ada hubungan perikatan antara saya dan beliau. Sayang sekali memang, beliau meninggal pada saat saya belum bisa menamatkan apa yang akan disampaikan beliau. Perikatan itulah yang tidak bisa saya putuskan karena saya berusaha tidak menjadi orang berciri munafik.
    Yang kelima, saya tidak terpukul dengan kuda kuda ps di lampung. Saya hanya melihat bahwa letak permasalahannya adalah tidak adanya koordinasi pelatih dan pengurus dan menjalankan ps. Saya juga melihat kasus dari beberapa mantan anggota dari ps lampung yang mendirikan perguruan. Bila apa yang disampaikan guru ditanggapi berbeda maknanya, makin lama malah akan semakin melenceng. Kelemahan,lain adalah tidak adanya koordinasi antara cabang ps dan pusat dalam hal pelatihan, sehingga kadang2 banyak sekali bahasa etika perguruan yang tidak terjemahkan dengan baik.
    Ketujuh, kebetulan saudara budi wijaya dan aziz bukan berhasil mengikuti kuda2 saya, tapi memang seperti itulah yang mereka dapatkan ketika,mereka,masuk ps,pak, jadi jangan diartikan lain. Salah satu fungsi senior adalah mengingatkan apabila ada yang kurang tepat. Itulah yang mau kita coba hidupkan kembali, saling mengingatkan sesama moslem.
    Semoga kita tetap di rahmati Allah SWT

    Wassalam

  2. Ass WW
    Bang Andi lebih tau siapa Bang Andi, bila apa yang saya tulis berbeda maka berarti Bang Andi yang benar, saya ingin menunjuukkan berbagai potensi yang ada pada senior PS Lampung agar Bang Anto yang pada saatnya nanti menjadi Ketua PS Lampung dapat memanfaatkan kelebihan kelebihan masing amssing senior, serta menutupi kelemahannya. Tulisan saya yang krlirubiarkan saja keliru, biar orang tahu kalo tulisan saya keliru, kecuali tentang tingkatan jurus Bang Andi saya kira harus saya pernaiki.Maaf atas segala kekhilafan saya, dan saya minta BNang Andi tetap semangat membangun PS Lampung.
    Wassalam

    1. Assalamualaikum W.Wb
      Fakta yang benar itu berarti sesuai dengan kenyataannya, artinya ditulis pun harus demikian, bukan berdasarkan asumsi atau persepsi. Dan saya rasa seharusnya bukan saya yang harus bersemangat, melainkan semua kawan2, tentu dengan cara yang layak. Saya sebagai anggota cuma bisa mengingatkan karena itu kewajiban kita sebagai sesama moslem.

      1. Senagai makhluk sosial maka sayapun akan dinilai oleh orang lain/ Pada suatu saat peneilaian orangh berbeda dengan cara saya menilai, yang paling penting salurannya ada dan berimbang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s