PS Lampung Akan Pertahankan Zona Inti.

 

Fachruddin PS LampungDari dahulu hingga sekarang PS Lampung akan mempertahankan zona inti PS, zona inti PS meliputi do’a, ikrar, jurus, lafaz dan nafas, seperti apa yang diajarkan oleh Guru Besar baik Bang Asfan maupun Bang Zen. Mempertahan zona inti PS menjadi hal yang sangat penting karena zona inti PS justeru harus menjadi tuntunan ummat baik yang telah  tergabung dalam anggota PS maupun tidak. Namun walaupun demikian bukan berarti PS Lampung akan mengumbar ABCD kepada siapapun di luar PS kecuali yang bersangkutan membawa tugas dari pemerintah atau lembaga resmi untuk kepentingan ummat khususnya agama Islam, itupun atas persetujuan Guru Besar.   Dalam waktu bersamaan berarti PS Lampung akan mengembangkan kreasi zona penyangga. Antara zona inti dan zona penyangga tidak dicampuradukkan, karena mencampuradukkan zona inti dan zona penyangga PS akan membuka permasalahan yang merugikan PS sendiri.

Sikap dan pengertian ini telah dirintis oleh pengurus yang ada sekarang, oleh karenanya maka Pengurus yang akan datang diharapkan tetap mempertahankan program ini. Periode Kepengurusan yang sekarang akan berakhir tahun 2016 ini adalah waktu yang tidak terlalku panjang dan tidak banyak yang bisa diperbuat. Apa yang dilakukan oleh Pengurus PS Lampung walaupun mendapatkan cercaan dari senior cabang lain. tetapi sangat dirasakan manfaatnya oleh peserta pelatihan PS Lampung yang mengikuti program ini. Para senior PS Cabang lain mencerca karena belum mengetahui apa sebenarnya bentuk program yang dilaksanakan di Lampung, mereka keburu termakan oleh informasi yang keliru, bahwa sejauh ini kita tidak pernah merubah zona inti PS. Melainkan hanya berkreasi pada zona penyangga.

Marilah kita belajar dari kasus “Pelatihan Khusus di PS Lampung”, akhirnya orang orang enggan datang ke bengkel untuk mengikuti pelatihan khusus di Bengkel PS Lampung, karena mereka tidak merasakan adanya efek kelebihan pada jurus jurus yang di laksanakan pada pelatihan khusus itu. Dan bagaimana mungkin kita akan tahu bedanya antara jurus standar dan jurus khusus bila hingga saat sekarang kita tidak pernah melakukan konfirmasi efek yang dimiliki dalam kekhusususanb itu.  Kemampuan mengkonfirmasi itu bukan hanya tugas Guru Besar, tetapi justeru setiap yang mengikuti pelatihan khusus itu diajak untuk memeiliki kemampuan untuk mengkonfirmasinya, sehingga setiap individu mengetahui apa bedanya antara yang khusus dengan yang standar. Bentuk jurus tentu tidak akan kita rubah klarena merupakan zona inti, tetapi kita bisa berkreasi pada zona penyangga untuk dapat mengkonfirmasinya. Mungkin di PS Cabnag lain konfirmasi jurus ini tidak perlu dibimbing lagi, karena banyaknya senior yang sangat berpengalaman, tetapi tidak demikian halnya dengan para anggota peserta latihan khusus di PS Lampung, mereka masih membutuhkan bimbingan, oleh karenanya diminta kepada Pengurus harus proaktif.

Itulah sebabnya pada latihan jurus jurus standar setidaknya para pelatih benar benar telah matang kemampuannya untuk peka, cek dan tembus pandang, dan pada pelatihan khusus seyogyanya intuisi yang main, bukankah penajaman intuisi itu telah kita lakukan sejak jurus tikahan, bahkan halusan bila dikaji lebih dalam telah membukakan sedikit gerbang berkembangnya ituisi itu. Dan intuisi ini telah sangat dominan bermain opada pelatihan  khusus. Tetapi bagaimana mungkin mengajak para peserta pelatihan jurus khusus bila pada saat mereka mengikuti pelatihan standar saja mereka tidak pernah diajak untuk mampu mengkonfirmasi jurus mereka masibng masing. Situasi seperti inilah sebenarnya yang sedang dicoba di atasi oleh Pengurus PS Lampung bersama pelatih berkreasi di zona penyangga.

Untuk memahmai ini semua para senior untuk mengikuti testimoni bagi mereka yang memiliki kemampuan cek, peka dan tembus pandang, karena ternyata mereka yang memiliki kemampuan ini akan lebih mudah untuk diajak berkreasi di zoan penyangga. Para senior yang lain yang belum mendapatkan harus mengikuti langkah langkah itu. Memang  peka, cek dan tembus pandang bukan tujuan,  dan apalagi rukun Iman atau rukun Islam sudah jelas bukan, tetapi bukankah kita adalah aktivis PS yang akan mengambangkan ilmu PS. Tidak mencampuradukkan dengan rukun Iman dan rukun Islam. Isya Allah saya tidak terlaklu awam dalam urusan ilmu Fikih dan tauhid. Tetapi sekali lagi adalah dalam rangka mengembangkan ilmu dan jurus PS.

Bagi senior yang masih menyampuradukkan antara zona inti dan zona pnyangga memang apapun namanya bila itu belum sempat diucapkan atau dilakukan oleh Guru Besar maka itu disebut barang terlarang. Tetapi bila telah memisahkan mana zona inti dan mana pula yang disebut zona penyangga maka kreasi di zona penyangga dirasakan sebagai sesuatu yang sangat dibutuhkan. Untuk kita ketahui bersama bahwa ilmu PS dengan corenya Laailaaha Illallah adalah sangat dalam dan luas, adalah suatu ilmu yang tak habisnya digali serta dan tiada pula bertepi. Dan bila memang core ilmu PS itu adalah Laailaaha Illallaah, maka meperdalam dan memperluas pemahaman terhadap ilmu ini adalah wajib adanya. Mari kitra pertahankan zona intu, tetapi dalam waktu yang bersamaan mari kita berkreasi di zona penyangga.  Insya Allah.

Baca Juga :

 

 

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s