Sebagai Organisasi PS Tidak Sakral.

Fachruddin PS LampungBenar, bahwa sebagai organisasi PS Tidak Sakral. Kalaupun ada yang sakral, maka yang sakeal hanyalah inti dari ilmu dan jurus PS. Laailaaha Illallah. dan intinmya adalah Allah. Ilmu dan jurs PS adalah mengajarkan kepada anggota anggotanya bagaimana cara hidup yang selalu berpegang kepada Laailaaha Illallah dalam segala situasi. Bila organisasi ini akan dijalankan secara benar, maka jangan sekali kali mensakralkan yang tidak sakral, dan lebih jangan lagi melakukan desakralisasi terhadap sesuatu yang sakral.  Manakala itu dilanggar, maka organisasi PS ini akan mendatangkan masalah bagi para anggota.

Para senior terdahulu, diangkatan awal awal PS nyaris mengkultus individukan Guru Besar, nyaris  menjadikan  Bang Asfan sebagai core PS, mereka nyaris menganggap PS adalah apa apa yang diucapkan dan dilakukan oleh Guru Besar.  itulah sebabnya pagi pagi Bang Asfan mengatakan bahwa beliau bukan Guru Besar PS, Guru besar PS adalah Al-Quran, sedangkan saya hanya penyampai belaka, demikian selalu disampikan oleh  Bang Asfan dalam ceramah ceramahnya. Melihat gejala yang kurang baik ini OMA ( Ibunda Bang Asfan) sering menegur beliau, kata OMA “Fan kau itu Manusia Biasa” dan Bang Asfan pun paham dengan apa yang dimaksudkan.

Itulah alasan mengapa Bang Asfan tidak mengenakan lambang lambang yang lazim dikenakan oleh orang orang yang ‘aalim billah, Bang Asfan tidak memakai sorban, sedang peci hanya dalam acara resmi dikenakannya. Ketika sejauh itu Bang Asfanpun sering mengeluh, setelah sengaja Abang ini berbuat dan bicara kasar agar adalah rasa benci sikit sikit kepada Abang katanya pada suatu kesempatan bicara empat mata, tiba tiba kok lucu … kata beliau justeru yang salah itu pula yang ditiru oleh para senior.  Bang Asfan sering menyesalkan senior yang fanatik, yang tidak mau menyaring lagi, mana yang hanya guyon, dan mana yang seriuis, para senior sering menganggap semuanya serius. Padahal sering diperingatkan bahwa ini  yang bicara adalah Panjaitannya, bukan Asfannya. Maksudnya agar senior bisa membedakan kala mana Asafanuddin bicara dan kala mana pula Panjaitan lebih dominan. Ketika Panjaitan bicara di sana beliau sering kasar.

Ketika Bang Zen menggantikan Bang Asfan sebagai Guru Besar upaya upaya tidak ingin dikultuskan itu semakin kentara. Pernah pada suatu kesempatan ketika akan pulang ke Yogyakarta, dua jam sebelum waktu yang ditetapkan oleh PT Damri Bang Zen sudah minta diantar untuk menuju ke post tunggu yang ditetapkan, sedangkan jaraknya sangat dekat dan hanya dalam hitungan detik kami sudah tiba di sana. Anehnya lagi beliau tak mau ditemani menunggu Bus yang masih dua jam lagi baru tiba itu, alasan beliau adalah Kalian sudah tiga hari menemani Abang, sudah saatnya kalian istirahat kata beliau. Dan pada saat itu Bang Antopun terpaksa meninggalkan tempat, dan Bang Zen benar benar sendirian. Dan nampaknya Bang Zen tidak suka diantar ramae ramae dan dijemput rame rame. Neliau ingin diperlakukan sebagai orang biasa.

Nampaknya baik OMA, Bang Asfan dan Bang Zen memiliki pandangan yangsama, bahwa Guru Besar itu orang biasa dan ingin diperlakukan sebagai orang biasa pula. Bahwa core PS itu bukan Guru Besar melainkan Laailaaha Illaallaah, dan seluruh aktivitas PS hendaknya seperti apa yang digambarkan jurus jurus PS adalah dalam rangka berpegang kepada Laailaaha Illallaah. Dengan demikian tentu saja Guru Besar berharap kita sebagai murit muritnya tidak keliru dalam menetapkan mana yang sakral dan yang sejatinya tidak sakral, mana yang tidak boleh berubah dan manapula yang boleh berubah. Mana yang bisa divariasikan dan mana pula yang boleh divariasikan. Seperti dalam tulisan terdahulu Bahwa PS Lampung bertekat  untuk tetap mempertahankan zona inti, tetapi dalam waktu yang bersamaan akan berkreasi di zona penyangga.

Sekayu 24 April 2014

Baca Juga :

 

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s