Menakar Keberhasilan Anggota PS

Tulisan ini saya selesaikan dio Palembang Sumsel dalam kegalauan, lantaran saya tidak dapat menjumpai Bang Zen selaku Guru Besar, padahal pertemeuan saya kali ini bila terwujud akan memiliki makna yang sangat dalam bagi kami berdua setidaknya. Namun apa boleh buat saya memang sedang dituntut untuk menyeklelesaikan banyak tugas sebagai resiko dari sebuah kontrak yang tak boleh dihianati, karena setiap keterlambatan bagi perusahaan akan berarti uang yang tidak sedkit. Semoga bang Zen datang ke Lampung dengan segala kegembiraan seperti kedatangannya yang lalu lalu.

Fachruddin PS LampungSebagai pengurus, pelatih atau senior di PS sudah saatnya kita bersedia mengevaluasi keberhasilan para anggota kita di PS. Apalagi belajar di PS ini  kenyataanya ada yang membutuhkan waktu hingga puluhan tahun dan bahkan sampai pensiun dari berbagai aktivitas profesionalnya, ternyata belajar di PS hingga saat itu belum jua tuntas. Dan harus kita ingat bahwa PS adalah sebuah perguruan, yang berarti ada ;Guru’, ada ilmu dan ada murid. Dan sudah barang tentu ada kurikulum dan ada metodenya, ada bahan ajar, ada materi pelajaran serta ada metode belajarnya.  Sudah barang pasti ada evaluasi dan dalam belajar seperti umumnya ada istilah berhasil dan kurang berhasil atau gagal sama sekali. Keberanian untuk mempersiapkan segala perangkatnya sebagai sebuah perguruan itu selalu dituntut, dan lebih dituntut lagi harus ada evaluasoi, untuk dinyatakan berhasil atau tidak, yang semuanya harus serba terukur.

Dengan semangat tetap mempertahankan zona inti PS meliputi  ikrar, doa jurus, lafas dan nafas, maka kita bisa berkreasi seluas luasnya yang terpenting adalah tetap sejalan atau setidaknya tidak bertentangan dengan zona inti. Tentu tidak serta merta kita memiliki kemampuan dan kesefahaman tentang kreatifitas yang memungkinkan dilakukan oleh para  Pengurus, Pelatih dan Para Senior. Dengan menempuh cara seperti itu maka dapat dikerkirakan PS akan bergerak maju selangkah demi selangkah sejalan dengan kemajuan sain dan teknologi, dengan tetap mempertahankan kemurnian zona inti.

Dunia Islam di abad tengah pernah mengalami kemajuan baik dalam bidang prekonomian maupun dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada saat itui dunia Islam seperti serentak memberikan kebebasan berfikir kepada para filosof Islam, beranjak dari pemikiran pemikiran mereka yang cemerlang pada saat itu kemajuan ekonomi dan perekonomian mencapai kejayaan pula. Dunia ilmu pengetahuan yang dahulu sangat dikuasai oleh para filosof Yunani, tetapi ada suatu perkembangan  di Yunani sendiri yang membuat tulisan tulisan yang berhasil mereka selesaikan dijaman klasik tiba tiba mengalami kemandegan lantaran penguasa mereka tidak lagi memberikan kebebasan  berfikir, kepada para filosofnya. Banyak para filosof  yang harus meringkukl dalam penjara selama bertahun tahun, dan bahkan harus mengakhiri hidupnya di tiang gantungan, banyak nama nama besar yang mengakhiri hidupnya secara tragis.

Sementara  tradisi kebebansan berifikir di dunia Islam mengalami perkembangan yang pesat,  para pemikir islamlah yang menyelamatkan dasar pemikiran Yunani Kuno yang sangat masyhur itu.  Pata pemikir Islamlah yang berjasa pada saat itu hingga pemikiran Yunani Kuno hingga kini dapat kita baca kembali. Memang pemikir Islam pada saat itu yang adalah angkatan Al-Faribi berperan mentransfeer pemikiran angakatan Plato dan seterusnya. Bisa dibayangkan bagaimana nasib dunia pada saat itu manakala para pemikir Islam tidak mentranfer pemikiran ini sehingga terselamatkan dari kepunahan. Bukan hanya itu, tetapi para pemikir Islamlah yang mengembangkan berbagai cabang ilmu pengetahuan dunia, bukan hanya ilmu hitung, tetapi juga ilmu alam, falak, ilmu kesehatan, politik dan bahkan juga ilmu seni. Islam pada saat itu ketika diberikan kebebasan berfikir, justeru tampil sebagai penyelamat dunia.

Demikian juga di lingkungan PS marilah bersama sama kita berikan ruang lingkup para senior untuk berfikir secara bebas dan luas, tempatnya yaitu di zona penyangga dunia PS, berikanlah kebebasan berfikir itu asalkan masih dalam koridor pengaturan zonanya, maka hasil dari hal tersebut yang dapat diharapkan adalah akan terjadi peristiwa meluasnya penemuan tentang peruntukan dari jurus jurus PS.  Dengan tetap mempertahankan jurus yang ada kita masih terbuka peluang yang sangat luas akan diketemukannya berbagai peruntukan dari jurus yang jauh lebih banyak dari apa yang sudah kita dengar selama ini.

Lalu bagaimana cara para senior mendapatkan temuan temuan itu, yaitu dengan cara melakukan berbagai ujicoba, sekali lahgi ingin saya katakan bahwa ujicoba itu bukanlah lantaran tidak suka atau tidak percaya kepada Guru Besar, tetapi ujicoba dilakukan atas dasar keyakinan akan kebenaran apa yang dikatakan oleh Guru Besar dan kadahsyatan dari jurus PS itu sendiri. Uji coba ini juga dapat mengikuti berbagai testimoni yang disampaikan oleh mereka mereka yang pernah mendapatkan berbagai temuan temuan. Temuan muga dapat diraih oleh seorang anggota PS siapapun dengan cara langsung memeraktekkan pelaksanaan penggunaan peruntukan jurus standar seperti apa yang memang sudah sering disampaikan dari angkatan ke angkatan.

Pada saat itu juga para senior akan mendapatkan berbagai temuan tentang keluasan dan kedalam jurus PS bersama Laailaaha Illallah. Untuk kita ketahui bahwa al-Quran intinya adalah Laailaaha Illallaah, dan intinya lagi adalah Allah, untuk membuktikan kepada para anggota PS akan keberadaan dan kebenaran Allah, adalah sangat luas dan dalamnya. Sebagai anggota PS memangh kita dapat membuktikan itu dengan jurus jurus dan ilmu PS. Itulah hakekat ilmu dan jurus PS yang selama ini kita dalami. Dan kita dapat mengarungi kedalaman iytu dengan cara berfikir yang bebas. Tidak mensakralkan sesuatu yang memang tidak sakral,dan yang memang sakral pantang kita melakukan desakralisasi.

Keberhasilan seorang anggota PS adalah sejauberapa banyak dia  mendapatkan temuan temuan baru,  sejauh mana Ia telah mempraktekkan ilmu dan jurus PS untuk peruntukannya, semakin sering dia melakukan juryus untuk temuannya, akan semakin banyak pula diketemukannya peruntukan peruntukan yang baru, karena media pembelajaran bagi PS juga adalah memanfaatkan jurus jurus PS sesuai peruntukannya.  Wallohua’lam bishowab.

Palembang, 26 April 2017

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s