Semula Dianggap Penghianat, Sekarang Dianggap Taqlid PS.

Fachruddin PS LampungDihari hari tua ini saya ingin melanjutkan kekad awal saya yaitu akan menulis tentang PS secara populer saja, dan saya berharap pada satnya yang melanjutkan menulois tentang PS  secara ilmiah. Serasa baru start awal menulis saya sudah direrca, dimaki, diejek dan bahkan dihina. Hinaan yang paling keras terhadap saya adalah menganggap saya mengingkari petunjuk Guru Besar dan tidak hanya berhenti di situ, saya dikata katai dengan kata yang sekotor kotornya dan lalu diusir dari dunia PS, disilahkan menyatakan perang terhadap PS, “Bila Memang Berani mengapa Takut Takut, Tetapi Bila Takut Janglah Berani berani”  demikian kata yang ditujukan kepada saya. Barangkali kesetiaan saya terhadap PS seperti belum nampak, sehingga stempel penghianat ini relatif agak lama juga kusandang.

Sampai pada suatu ketika datanglah senior yang sangat dihormati, yang rasanya dahulu saya pernah jumpa beliau, tetapi saya terus terang lupa, kapannya. Sang senior menceritakan bahwa Bang Asfan pernah berseloroh bahwa jurus jurus PS sebenarnya hanya dikarang karang saja oleh Guruy Besar, dan jurus itun tidak ada apa apanya, selain hanya untuk membuat cape para anggota, dan disaat cape itu kita bisa dicekoki dengan ABCD. Mungkin maksudnya adalah untuk melerai perdebatan  tentang jurus. Terlepas dari maksud baiknya,  Terlepas dari senior atau tidaknya sipenulis yang menorehkan nukilannya di forum komunikasi Blog PS Lampung, yang tidak saya moderasi itu. seratus persen saya tidak setuju dengan tulisan itu, dan saya ingin menyatakan orang pertama yang menentang dan meragukan kebenaran tulisan itu, karena ucapan itu tidak layak diucapkan oleh seorang guru. Dan tidak seperti itu jalan ceritanya seperti yang sudah banyak kita ketahui bahwa beliau belajar jurus dari Guru beliau yang beliau sebuat sebagai Mas Dan atau Pak Dan.

Memang jurus dari Pak Dan tidak ditelan mentah mentah dan bahkan sempat dikonsultasikan dengan Buya Hamka, AR. Fachruddin dan Kiyai Maksum. Ketika tokoh inilah yang berjasa mengislamkan jurus jurus Bang Asfan. Sehingga jurus jurus yang semula masih tercampuraduk dengan klenak klenik menjadi murni Islam. Setelah itu Bang Asfan melakukan ujicoba tentang efek ketenagaan pascaperubahan, dan hasilnya sungguh luarbiasa, inilah jurus yang kita miliki hingga sekarang. Itu yang saya tahu dan itu yang saya yakini kebenaran informasinya. Jadi jelas saya ingin katakan bahwa ilmu dan jurus PS itu adalah luar biasa.

Itu pula latar belakang tulisan saya yang lalu yang berjudul ” Jurus PS Bukan Gerakan Kosong”  saya tuliskan bagwa : Jangan dikira bahwa gerakan gerakan PS itu hanya gerakan untuk gembiraria, atau lucu lucu dan apalagi hanya sekedar untuk buat cape, lalu lupa, lalu hanya ingat Allah. Tidak !.  Gerakan gerakan jurus itu memiliki makna yang dalam serta memiliki fungsi yang sangat penting, dan inilah inti dari ujicoba ujicoba yang kami lakukan di bengkel PS Lampung. Saya mengajak semua pihak untuk mempercayai begitu saja walau diungkapkan oleh senior sekalipun, karena saya berani memastikan bahwa sang senior sedang khilaf dan tidak mengira akibat dari ungkapan yang belakangan dikatakan bahwa itu hanya guyonan Bang Asfan terhadap orang orang pilihan belaka.

Barangkali karena melihat demikian gigihnya saya membela jurus jurus PS maka tulisan berikutnya justeru sebaliknya menasehati saya agar tidak taqliud dalam mendalami ilmu dan jurus PS, saya disarankan untuk sedikit kritis. Saya harus tegaskan bahwa setiap seseorang yang yasng memiliki orientasi akademis sudah dipastikan memiliki semangat kritis. saya kira walaupun tulisan saya di blog ini hanya bersifat populer, atau paling paling  ilmiah populer. Tetapi buykankah karakter dan semangat akademis masih sangat kentara di tulisan saya. Tetapi karena ini nasehat dari Saudara sesama seiman dan sesama anggo. ta PS pula. Mak saran ini tetap saya hargai.

Tetapi yang mengejutkan adalah mengapa demikian cepatnya perubahan dari status yang saya sandang. Walaupun gelar itu sama sekali tidak akan mempengaruhi semangat saya dalam menuliskan tentang PS ini. Ketika saya dituduh penghianat PS tidaklah mengurangi kecintaan saya terhadap PS, dan ketika saya disandangi gelar taqlid, tidak pula mempengaruhi tetap semangatnya saya memberikan sesuatu gagasan gagasan yang barangkali kliurang populer di lingkungan PS saat sekarang. Tetapi demikianlah yang namanya kehidupan di dunia, kita akan digadapkan terhadap sesuatu yang cepat berubah, dan secepat itu pula akan kembali lagi. Wallohua’lam bishowab.

Palembang 26 April 2014

Baca Juga :

 

 

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s