Ketika PS Mampu Konser

Fachruddin PS LampungSemakin tua usia dunia, semakin padat penduduknya dan semakin heterogen isinya. Hukum seperti ini nampaknya  berlaku juga di lingkungan PS. PS Lampung telah lama menmgantisipasi masalah ini, PS siap menerima kenyataan akan kelebihan antara satu Cabang dengan Cabang yang lain, sikap ini terambil dari seringnya PS Lampung menerima tamu, yang berasal dari Cabang lain, karena Lampung adalah daerah transit. Yang masing masing tamu dibebaskan menunjukkan kelebihan dan identitasnya masing masing tampa rasa sungkan. Dengan prinsip “Anda sopan kamipun segan”. Tidak demikian halnya ketika kita sebagai anggota PS berkunjung ke Pusat PS di Yogyakarta, sedapat mungkin kita akan menyesuaikan diri dengan sekitar, dengan artian dalam strata kebersamaan kita harus berusaha meletakkan diri di strata yang paling rendah, dengan semboyan “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”.

Sarat pengalaman seperti ini PS Lampung merasa kita hidup ini bagaikan piano, putih hitam sama pentingnya. Ibarat solmisasi “DO-RE-MI-FA-SO-LA-SI” tidaklah yang satu merasa lebih bermartabat dan lebih penting dari yang lain. Tidaklah “ SI” yang berhak dilambangi dengan angka “7” lalu serta merta merasa lebih berkualitas dan lebih penting dari satuan solmisasi lainnya.
Sangat sulit membayangkan jadinya dan betapa buruknya sebuah konser yang hanya disediakan sebuah nada saja. Dan jangan pula sebuah tangga dari tangga nada mengira bahwa dia mampu mengaransir sebuah lagu dengan sendirinya saja. Belum lagi kita bicara aransment itu adalah jauh panggang dari api manakala kita akan ikut melaksanakan sebuh konser yang membutuhkan aransmen dalam tiga dan bahkan lima oktav untuk mencjptakan sebuah alunan yang mendayudayu.

Boleh boleh saja di lingkungan PS akan akan mengembangkan sesuatu yang sangat mungkin berkembang di suatu Cabang dan tidak mungkin dikembangkan di Cabang lain. Bila masing masing Cabang telah memiliki kelebihannya dan bahkan juga memiliki kekhasannya, asalkan masih memiliki kesamaan di zona inti. Maka itu akan sangat sejalan dengan Firman Allah yang mengatakan “Aku jadikan manusia itu dalam keadan dinamis dan anekaragam” , “Aku jadikan kamu laki laki dan perempuan, bersuku suki dan berbangsa bangsa agar saling kenal satu sama lain, dan sebaik baik kamu adalah orang yang takwa, dan bahkan untuk menuju takwa itu berloma dalam kebaikan (fastabikul alkhoiroot).

Aneh bin ajaib pihak pihak yang tidak menghendaki adanya keberagaman, sementara Tuhan menciptakan keberagaman. Karena yang demikian itu mengaingkari kodrat Tuhan, Kita boleh beragaman dalam PS asalkan tetap bersatu identitas dalam zona inti. Memang Amerika bersam sekutu sekutunya mengkampanyekan satu masyarakat, masyarakat dunia dan satu budaya, budaya dunia. Tetapi dibalik itu ada niat busuk mereka untuk menjajah dunia. Lalu apakah perangai buruk Amerika dan sekutunya itu yang kita jadikan acvuan, dengan meninggalkan acuan yang Isklami.

Kalau memang perangai buruk dijadikan acuan, pantas saja kecurangan akan menyembul dalam berbagai kesempatan, tidak sedikit sobat Negara Adkuasa merasa dicurangi. Tidak butuh terlalu pintar, berpendidikan tinggi, berpengalaman luas, orang bodohpun akan merasa ketika  ada seorang sahabatnya berani main curang dan culas. Untuk berhadapan dengan orang orang berperangai buruk seperti itu kita memang harus selalu waspada. Dalam keadaan memaksa, kita harus katakan bahwa ‘bila mereka menjual kita siap membeli’. maka kesatuan dan kekuatan itu penting.

Untuk itu marilah kita rapatkan barisan, di bawah komando Guru Besar, mari kita mainkan peran kita, lebih dan kurang adalah seninya, hitam putih adalah suatu kesatuian. Semua tangga nada adalah eksis dan berguna, serta jangan yang satu merasa lebih mulia dan berkualitas dari yang lain, dan marilah kita mengacu kepada akidah kita yaitu akidah Islamiah. Dengan keberagaman kelebihan itu kita bagaikan konser musik yang seyogyanya saling mengisi bukan saling menidakkan. Kita jadikan guru besar memimpin kita bagaikan memimpin konser, karena semua kita adalah eksis di matanya, agar mampu mengeluarkan aransmen yang indah bagi ummat. Perbesar toleransi antar sesama anggota PS, Kita harus baik baik untuk mendapatkan PS yang lebih bagus, dan kita harus bagus bagus untuk mendapatkan yang lebih baik. Kenapa tidak ….

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s