Senior Kami Dahulu Melatih Kami Secara Keras

Oleh : AYAH ARI  (Nama Samaran)

Logo PSAssalamualaikum wr wb.. Sy kabarkan ke anggota lampung kami rombongan Yogja yg berangkat ke Lampung skrg sdh sampai di jogja,,kami mengucapkan trimakasih atas sambutan juga hidangannya yg enak&membuat suasana selalu oke heeeee.. Sy sebagai salah satu yg ikut hadir di lampung juga ikut ke lapangan berbagi cerita sedikit nih setelah sy sendiri melihat kondisi anggota di lampung pada saat latihan mohon maaf klo ada yg membentak,menekan perut yg di latih dgn keras,menyepak kaki agar kuda kudanya benar! Bukan maksud pelatih merasa hebat ato jagoan karna itulah pola didik di PS sejak dulu,sy sendiri mengalami hal seperti itu mungkin ada senior ku yg baca ini(pisss abang yg dulu sering berbuat demikian ke aku heeee) ternyata dari cara seperti itu ALHAMDULILLAH aku merasakan manfaatnya saat ini,seandainya aku dulu di latih abang senior dgn manja tentunya mental kami tdk seperti skrg ini! BEGITU CINTAnya KAMI sama PS ini! Sampai kami tidak akan terima kalo ada yg membelokkan ajaran PS ini atau ber improfisasi tapi di luar jalur tujuan PS MENG ISLAMkan orang ISLAM!

Kenapa ada pelatih dari jogja dgn lantangnya berteriak “SEMUAnya IKUTI KOMANDO DI DEPAN) kenapa menegaskan seperti itu pada saat latihan?? Ini filosofinya: tentunya yg habis bikin jurus 5 habis muter muter kepala pusing ada yg muntah bahkan terjatuh tapi komando di depan tetap saja memberikan komando 6 kiri depan pdhl pusing belum juga hilang sdh di suruh bikin jurus 6,klo itu di terima dgn ikhlas kita menjalani hidup ini tidak selamanya mulus pada saat kita terjatuh bukan kita terpuruk di dalam kejatuhan itu tapi segera bangkit kembali walaupun dalam kodisi blm stabil makanya selalu berpegang kepada ALLOH bukan ke mahluk ingat janji kita sebelum latihan? APAPUN YG TERJADI SAMPAI SAYA MATI TETAP BERPEGANG ABC nah itulah yg bisa di aplikasikan dalam kehidupan!

Kalo seandainya dulu kami di latih senior kami dgn manja tentunya mental kami seperti kerupuk yg di celupkan di dalam air,,tengkyu abang abang seniorku yg telah mendidik kami tdk dgn manja!(Walopun jurus abang seniorku skrg jauh teringgal dgn kami yg abang didik dulu haaaaaaaaaa,tapi kami tetap hormat&patuh dgn abang senior karena ini bagian dari adab akhlak perguruan)

Nah itulah sedikit kajian ILMU PS,lanjut akan sy sampaikan sedikit ILMU ORGANISASI,pada saat latihan di lapangan saburai sebetulnya bang anto bisa bareng dgn kami duduk di belakang bang zen,tapi itu tdk di lakukan bang anto,bang anto jurusnya lebih tinggi dari kami secara jenjang jurus di perguruan.. Tapi bang anto lebih memilih buka baju dan gabung dgn anggota PS lampung,kenapa begitu??? Nah itulah ILMU ORGANISASI yg di contohkan langsung oleh bang anto ke ANGOTA PS LAMPUNG,secara organisasi bang anto menghargai mandat GURU kepada kami untuk membuka&memperbaiki kuda-kuda juga jurus kalo ada anggota yg salah! Oke saudaraku semua cukup sekian dulu sy berbagi ya,wassalam

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

8 thoughts on “Senior Kami Dahulu Melatih Kami Secara Keras”

  1. BILA AYAH ARI BERTENTANGAN DENGAN GUBU BESAR TERUS TERANG HANYA PATUH PADA GURU BESAR DAN MENINGGALKAN AYAH ARI.

    Maaf Bapak Ayah Ari Yth. Sepertinya kami berpegang langsung kepada petuah Guru besar, bukan berarti kami menganggap pendapat Saudara itu SUDAH benar. Inilah pegangan kami : “Guru besar kita sering berpesan disetiap datang ke Lampung diantara pesannya adalah
    (1) Paksakan diri berbuat baik tahan diri berbuat yang tidak baik.
    (2) Kalau engkau melatih dibuat mudah jangan dibuat susah yang penting mereka tahu dulu dengan PS lalu pelan pelan diperbaiki dengan cara yang santun karena
    (3) kita ini tuntunan untuk mengajak orang menjadi baik dengan cara yang baik.
    (4) Dahulu dengan sekarang jauh berbeda jangan samakan sekarang tahun 2014 tehnologi semakin canggih dan kita harus mengikuti perkembangan zaman. luas luaskan pandangan kalian.
    (5) Kalau ada masalah besar dibuat kecil, kalau ada masalah kecil dianggap tidak ada,
    (6) Terapkan sabar, tabah, rendah hati dan jiwa besar dalam keseharian kita.
    (7) Bersihkan selalu hati.
    (8) Baik baiklah kalian untuk menjadi bagus dan bagus baguslah kalian untuk menjadi baik .(9) Sesuatu yang terlihat belum tentu seperti itu adanya kadang kadang yang terlihat benar belum tentu benar dan yang terlihat salah belum tentu salah jika kita tidak mengetahui dengan pasti masalahnya”.

  2. Tuk Faruddin

    Latihan fisik lagi yang banyak pak, biar tulisan-tulisan kamu ber bobot. Jangan mengoceh dengan karya tulisanmu jikalau kamu sendiri tidak terlibat di dalam kancah latihan tersebut.

    Menulis hal yang indah, namun menulis sesuatu yang kamu tidak pernah tahu arti dan makna yang sebenarnya apalagi tidak pernah latihan fisik, itu hanya karya yang kosong yang tiada makna dan hasilnya akan membuat cerita/tulisan yang menggambarkan tentang kebobrokan diri kamu sendiri selama ini.

    satu lagi yang terpenting…Prana Sakti tidak mengenal kamu dengan segala omongan/tulisan yang selalu menjual nama bang asfan/bang zen sebagai referensi karyamu. Jadi jika kamu ingin semua berkiblat ke lampung, itu salah besar.

    cerna baik-baik tulisan ini agar kamu tidak terjebak dalam halusinasi kamu sendiri pak.

    Tuk Ishak

    Kenapa kemarin tidak ikut latihan?? takut keseleo ?? takut Ilmu cek, hantu, begu mu hilang begitu saja yang selama ini kamu raih???

    Kamu tidak melihat dari hasil prajurit-prajurit hasil didikanmu selama ini yang notabenenya “meringankan/membuat instant atau apa yang pantas ucapan untuk sesuatu kuda atau gerakan”, saat dihadapkan pada perbaikan, tidak sanggup mengikutinya malah ada pula ibu seorang anak yang melapor yang tidak-tidak.
    cukup satu kata buat kamu.. “Munafik”

    Tuk Ami

    Emosimu masih kurang stabil. latihan lagi yang banyak biar otak dan hatimu konek memaknai arti semua ini. Jangan jadi salesmen obat yang mengkompori segala kejadian yang telah terjadi saat tim jogja datang sedangkan kamu tidak melihat dengan mata kepalamu sendiri. Ingat… Prana Sakti tidak mengenal kelompok lampung yang ingin perubahan seperti kalian-kalian ini. dan Prana Sakti tidak mengenal siapa anda. namun orang akan mengenal kalian semua dari kebodohan yang kalian kerjakan.

    1. Ass. ww Bpk Mortopoi Yth. Terima kasih atas petunjukmu Pak Mortopo, semoga bermanfaat. Sekali lagi bila kalian berbeda sikap dan pendapat dengan Guru Besar, maka kami hanya patuh pada Guru Besar Wassalam

  3. Tuk Fahruddin.
    Wa’alaikum salam

    Seperti tulisan anda barusan ” Sekali lagi bila kalian berbeda sikap dan pendapat dengan Guru Besar, MAKA KAMI HANYA PATUH PADA GURU BESAR”

    Layakkah tulisan anda sekarang/selama ini bisa dikatakan kepatuhan kepada guru besar?
    saya pikir ini ulasan kosong/halusinasi yang anda sendiri tidak paham apa makna tulisan anda sendiri sehingga anda memahaminya hanya sebatas lingkup kecil saja yang tidak mempunyai pondasi yang kokoh.

    Andai anda patuh pada Guru Besar, tentu anda akan latihan sesuai porsi anda dan hasil yang anda dapatkan bisa dituliskan pada catatan kecil anda yang mungkin bisa anda jadikan referensi untuk hidup anda sendiri dan bukan hasil latihan orang yang tidak ada standardnya akan anda tuliskan.

    Pertanyaan saya, “Sampai dimana kata “Kepatuhan anda pada Guru Besar” itu menjiwai diri anda sendiri, jika melihat kejadian internal sekarang ini yang sedang terjadi akibat dari ulasan-ulasan anda sendiri?”

    1. Assalamua’alaikum Wr Wb.
      Kalau memang mas Mortopo berminat untuk berdiskusi … dan memang punya waktu untuk menulis … barangkali Mas bisa menulis sesuatu yang sedikit agak bermutu.
      Tapi kalo gak bisa ya gak apa apa … saya juga maklum.
      Mas … bagi saya intio PS itu Laailaaha Illallaah …
      Nanti suatu saat Mas sibuk … nanti suatu saat Mas sudah tua …
      Dan gak bisa latihan karena sebab tertentu … pada saat seperti itu mas tidak boleh disebut penghianat PS dan tak boleh berkomentar tentang PS yang sudah puluhan tahun Mas geluti.
      Jika tulisannya asal asalan … silakan nulis di FB aja karena FB itu tertutup, bila Mas nulis disini … forum ini sangat terbuka luas … jaga nama PS … Mas. Wassalam.

  4. Saya tak sudi menjawabnya … karena akan membuat malu beberapa senior.
    Mas … cukup sekian ya …. dialog ini sungguh tidak membangun … saya tidak kernal anda. Saya yakin usia anda masih sangat muda.

  5. Ass.., pak murtopo, terima kasih atas perhatiaan bapak kepada saya. setiap acara pelantikan anggota baru saya bertugas mengawal anggota baru sampai selesai mendamping Guru, itu dilakukan setiap ada pelantikan anggota mulai dari tahun 2005 sampai 2014. untuk pelantikan di awal tahun ini ada yang sedikit berubah biasanya guru yang buka para senior lampung di belakang guru. pengecualian untuk kali ini karena guru besar langsung berkata kepada bang anto untuk buka baju dan juga untuk semua senior buka baju kecuali yang bertugas. mengenai cek, tembus pandang dan yang lain-lain saya merasa tidak mempunyai itu semua yang saya bisa cuma melatih, mengarahkan anggota baru, dan sedikit pengetahuan mengenai yang dilatih pura-pura simpan nafas atau tidak, itu saja. terima kasih atas perhatiannya. Wsl..,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s