9 Pesan Guru Besar Untuk PS Lampung

Fachruddin PS Lampung9 Pesan Guru Besar PS Bang Zen kepada anggota PS Lampung dan disampaikan secara berulang ulang seperti yang dikutip aleh Saudara Ishak di laporkan kepada Pengurus dan disebarluaskan kepada seluruh anggota :  “Guru besar kita sering berpesan disetiap datang ke Lampung diantara pesannya adalah (1)  Paksakan diri berbuat baik tahan diri berbuat yang tidak baik. (2) Kalau engkau melatih dibuat mudah jangan dibuat susah yang penting mereka tahu dulu dengan PS lalu pelan pelan diperbaiki dengan cara yang santun karena kita ini tuntunan untuk mengajak orang menjadi baik dengan cara yang baik. (3) Dahulu dengan sekarang jauh berbeda jangan samakan sekarang tahun 2014 tehnologi semakin canggih dan (4) Kita harus mengikuti perkembangan zaman. luas luaskan pandangan kalian. (5) Kalau ada masalah besar dibuat kecil,  kalau ada masalah kecil dianggap tidak ada, (6) Terapkan sabar, tabah, rendah hati dan jiwa besar dalam keseharian kita. (7) Bersihkan selalu hati. (8) Baik baiklah kalian untuk menjadi bagus dan bagus baguslah kalian untuk menjadi baik .(9) Sesuatu yang terlihat belum tentu seperti itu adanya kadang kadang yang terlihat benar belum tentu benar dan yang terlihat salah belum tentu salah jika kita tidak mengetahui dengan pasti masalahnya”.

Seperti kuda kuda dan jurus PS di Lampung yang masih sangat membutuhkan perbaikan demi perbaikan, dan dari kedatangan yang satu ke kedatangan berikutnya selalu disampaikan secara sabar penuh cinta dan kasih sayang kepada para murid muridnya. Memang itulah jiwa seorang pendidik yang berusaha menuntun muridnya menuju keselamatan, bukan hanya keselamatan bagi diri masing masing. melainkan utamanya adalah keselamatan ummat. Bagi cabang cabang yang lain para anggotanya, seniornya, Pelatihnya dan Pengurusnya sangatlah bijaknya, jangan ditanyakan PS Yogya yang menjadi kiblat kita. Terutama bagi mereka mereka yang jurus jurusnya sudah sangat tinggi tinggi itu belum lagi dipanggil mereka sudah datang, belum lagi diajari mereka sudah terlebih dahulu belajar, belum lagi disuruh mereka telah melaksanakannya. Sehingga nampaknya tak begitu penting 9 Pesan itu disampaikan kepada para senior yang kita hormati itu, karena rumusan 9 pesan itu justeru terinspirasi dari prilaku yang diterapkan oleh para senior itu. Bagi Guru Besar para senior itu sangat inspiratif, dan itu pula sebabnya maka PS itu memiliki kemampuan yang handal dalam menyesuaikan diri dengan kemajuan sain dan teknologi, sehingga tetap eksis dan menunjukkan grafik naik yang sangat membanggakan.

Tidak demikian halnya dengan PS Lampung tentunya, itu pula sebabnya tergerak hati para senior untuk ke Lampung untuk mengajari para anggota PS Lampung bagaiamana cara menerapkan ke 9 pesan Guru Besar itu. Mereka yang diperbolehkan datang ke Lampung adalah hasil penyaringan dan seleksi ketat, Guru sendiri yang memilihnya. Sebenarnya mereka enggan untuk datang ke Lampung, mereka tak ingin dikatakan ikut campur tangan urusan internal PS Lampung, tetapi karena Guru Agak memaksa, sehingga merekapun akhirnya datang juga.

Mereka yang datang ke Lampung itu adalah orang orang yang (1) ‘Aalim billah, banyak bacaan dan literatur telah mereka baca, sehingga mereka memiliki pandangan yang demikian konperhensif dan  mengagumkan, ilmu mereka sangat dibutuhkan oleh ummat dan kejayaan ummatpun seperti ada pada genggaman tangan mereka. (2) Mereka terdiri dari orang orang yang sudah sangat teruji kesabarannya, demikian lemah lembutnya terhadap sesama Muslim terlebih lagi sesama anggota PS. Tetapi jangan coba coba ada orang kafir yang menyakiti ummat Islam mereka selalu ada di garda depan untuk membela ummat ini, apatah lagi mereka tahu bahwa yang membutuhkan bantuan adalah anggota PS. mereka orang pertama yang memberi sebelum diminta. (3) Apa yang dipikirkannya, apa yang diucapkannya dan apa yang diperbuatnya dasarnya adalah cinta, mereka benar benar menerapkan bahwa tidak sempurna iman seseorang sebelum Ia mencintai sesama Saudaranya seperti Ia mencintai dirinya sendiri. Itulah sebabnya merekamenjadi (4) lemah lembut da;lam bertutur dan apatah lagi dalam berprilaku. Itu pula sebabnya di manapun mereka berada mereka selalu menjadi suri tauladan, (5) Mereka bukan hanya kebanggaan bagi isteri dan anak anaknya, tetapi juga kebanggan bagi keluarga besar, sanak dan saudara, kebanggan masyarakat disekitarnya. Tetakala ada seorang ibu melihat mereka maka mendadak sontak sang ibu itu berdoa kepada Allah agar anak anaknya memiliki sikap, tutur dan tindak laku seperti apa yang dicontohkan para senior PS. Tidak sia sia PS memiliki mereka yang menjadi suri tauladan di mana mana.

Siapa yang tidak senang dan bangga untuk bersenior kepada  mereka, (6) mereka itu bagaikan petugas kerajaan untuk  menyambut Tamu Agung Kerajaan, selain tindakan yang begitu santun, (7) serta membawa diri, merekapun terbiasa untuk senyum dahulu sebelum bicara. Cara mereka bicara teruntai bagai mutiara, merdu bak lagu, sangat senang mendengarnya, (8) tulisan mereka begitu bermutu, sehingga berulang ulang tak bosan bosan kita membacanya, bahkan hingga kita hapal di luar kepala, siapa yang membaca, tergerak ingin berkenalan,  siapa yang mengenal rindu hati ingin segera jumpa. Itulah senior PS kebanggan kita. (9) Apalagi demikian banyaknya keterampilan yang dimilik oleh para senior itu dengan jurus jurus dan ilmu PS nya, yang buykan hanya berguna bagi dirinya, tetapi sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Seperti PS di cabang Cabang yang lain (10) Pelatih membuat jurus jurus yang diberikan menjadi mudah untuk diikuti oleh anggota baru, yang penting paham dulu, setelah itu baru melakukan pembenahan pembenahan. Bagi anggota baru tak perlu keras keras, akan membuat mereka antipati, bila harus benar memberikan kekerasan pastilah kepada pengampu jurus yang lebih tinggi, bukan kepada kasaran dan halusan, melainkan mulai dari Tikahan. Sementara halusan kita lakukan adalah penuh penghayatan. Silakan keras untuk Tikahan, Mahdi Syahbandar dan Payung Rasul. Kalau bisa dipermudah mengapa harus dipersulit. Pelatih yang didatangkan ke Lampung atu adalah mereka yang (11) Selalu berhasil dalam membersihkan hatinya, dari segala rasa kebencian, dendam serta berbagai perangai buruk lainnya. Lihat saja cara mereka melatih, nampak sekali mereka itu orang yang (12) Tabah sabar, rendah hati dan jiwa besar. Pandang saja wajah mereka sangat mendatangkan (13) keteduhan dihati, membuat kita (13) nyaman ketika mereka latih, sedikitpun kita tak merasa terancam  keselamatan kita atas kehadiran mereka.

Tapi sayang seribu kali sayang … kenyataannya mereka masih belum paham dan mengerti, seperti halnya kita juga.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s