PR Pasca Kunjungan Mu (H/S) ibah

ADA YANG MENYATAKAN KELUAR DARI PS PASCA LATIHAN KERAS ALA SENIOR KITA.

Fachruddin PS LampungMasih dapat kita diskusikan dengan elegan, kunjungan para senior dari Yogya ke Lampung itu sejatinya muhibah atau musibah, tergantung dari mana kita memandangnya, dari sudut tertentu kunjunganm itu adalah muhibah seperti yang dianjurkan Islam, tetapi dari sisi tertentu ada pula musibahnya, itu sangat tergantung kepada niat yang bersangkutan. dan memang sebagai manusia ada sisi plus dan ada juga sisi minusnya, tak ada manusia yang sempurna. Apalagi ternyata para senior yang datanmg itu relatif masih sangat muda muda jadi tak layak pula berharap mereka itu bertindak sebagai manusia yang mumpuni sekalipun jurus mereka tinggi tinggi. Oleh karena itu maka di mata saya wajar sajalah bila kehadiran mereka ke Lampung juga menyisakan PR bagi PS Lampung, dan itu masih dalam batas kewajaran, sebagai seseorang yang masih butuh belajar banyak, seperti halnya kita kita juga. Dan marilah PR ini kita selesaikan secara internal saja.

Sebagaimana Rasul juga mengatakan bahwa amal seseorang itu sangat tergantung niatnya, jika niat itu semata karena Allah, maka Allah akan membalasnya dengan segala rahmat. Tetapi bila kunjungan itu memiliki niat yang lain,   maka kita akan mendapatkan sesuatu yang lain pula. Tetapi sebagai orang yang beriman maka marilah kita selalu menjadikan pemngalaman demi pengalaman yang kita dapatkan dalam kehidupan ini sebagai pelajaran berharga, pengalaman dan pelajaran itu terkadang memang dibayar sepantasnya, tetapi tidak jarang pengalaman dan pelajaran itu harus kita bayar dengan harga yang sangat mahal, sesuatu yang kita sebut mahal itu bukan lantaran telah memakan biaya yang sangat tinggi, tetapi bisa jadi pengalaman dan pelajaran itu semput membuat kerusakan kerusakan yang tidak gampang kita perbaiki kembali, tetapi seberapapun mahalnya, janganlah kita tidak mengambil hikmahnya, manakala tidak maka berarti kita akan mengalami kerugian kedua kalinya.

Sebagai sesama anggota PS marilah kita merenungkan kembali 9 Nasehat guru besar yaitu sebagai berikut :   (1)  Paksakan diri berbuat baik tahan diri berbuat yang tidak baik. (2) Kalau engkau melatih dibuat mudah jangan dibuat susah yang penting mereka tahu dulu dengan PS lalu pelan pelan diperbaiki dengan cara yang santun karena kita ini tuntunan untuk mengajak orang menjadi baik dengan cara yang baik. (3) Dahulu dengan sekarang jauh berbeda jangan samakan sekarang tahun 2014 tehnologi semakin canggih dan (4) Kita harus mengikuti perkembangan zaman. luas luaskan pandangan kalian. (5) Kalau ada masalah besar dibuat kecil,  kalau ada masalah kecil dianggap tidak ada, (6) Terapkan sabar, tabah, rendah hati dan jiwa besar dalam keseharian kita. (7) Bersihkan selalu hati. (8) Baik baiklah kalian untuk menjadi bagus dan bagus baguslah kalian untuk menjadi baik .(9) Sesuatu yang terlihat belum tentu seperti itu adanya kadang kadang yang terlihat benar belum tentu benar dan yang terlihat salah belum tentu salah jika kita tidak mengetahui dengan pasti masalahnya”. Seandainya kita bersama sama mengacu kepada nasehat ini maka kecil kemungkinan kita akan membuat kerusakan dalam beraktivitas.

Marilah kita belajar kepada Buya Hamka, ketika beliau dipersilakan untuk menjadi imam dalam sholat Subuh di Kota Surabaya, Ulama Besar sekaliber Buya Hamka menyadari benar bahwa untuk menjadi Imam Sholat itru adalah hak bagi tuan rumah, dan Buya Hamka yang juga tokoh Muhammadiyah itu sadar benar bahwa Surabaya adalah pusat komunitas  Warga Nahdiyin, maka sebelum sholat dilakukan Buya Hamka  menyempatkan diri bertanya “Apakah di masjid ini biasa membaca Qunut ?” Kata ulama tersohor itu dan para jema’ahpun menjawab biasa Buya dengan erasa bangganya. Buyapun Takbiratul Ihraam dengan segala kekhusyukannya, dan Buya tak lupa membaca Qunut di subuh yang indah itu. Seusai sholat dan berdoa jema’ahpun berebut untuk menyalami Imam sang santun itu. Kepulangan Buya hamka dari masjid itu diiringi pandangan rindu untuk berjumpa lagi.

Bisa kita bayangkan bila seandainya saja ketika  Buya hamka pada saat menjadi Imam di suatu Masjid di Kota Surabaya tidak membaca Qunut sebagaimana itu sesuatu hal yang biasa dilakukan oleh para imam di masjid itu, pasti saja seusai sholat bukan langsung berdo’a tetapi gemuruh suara adalah justeru karena saling bertanmya satu sama lain, mengapa tak membaca qunut di subuh kali itu. Apalagi tiba tiba sang imam yang tak membca qunut berdiri dan memberikan pelajaran bagaimana cara sholat yang baik dan benar sesuai dengan versi si Imam. Dan apalagi jika itu semua disampaikan dengan segala kepongahannya. Walaupun masalah quynut adalah masalah sunnat belaka, tetapi  situasi tertentu bukan tidak mungkin masalah masalah yang furu’iyah itu mendatangkan musibah dan kerusakan yang besar. Seperti pasca kunjungan para senior Yogya ke Lampung, pada saat ini kami sudah menerima laporan adanya anggota yang telah menyatakan secara lisan keluar dari PS setelah para senior tamu itu katanya memperjelas identitas PS yang sebenarnya. Inna lillahi Wainna Ilaihi Rooji’uuun.

Saya berharap kepada seluruh anggota PS Lampung untuk membukaakn pintu maaf yang selebar lebarnya, mereka itulah manusia biasa seperti kita juga.  janganlah  terlalu menuntut benar para senior dari Yogya itu bisa bersikap seperti Buya Hamka yang  sarat pengalaman itu, dilihat dari usia dan segala tindak tanduknya memang mereka masih muda dan masih butuh belajar banyak untuk seperti Hamka.  Plus dan minus sebagai manusia biasa marilah kita terima dengan segala rasa cinta dan semangat untuk belajar lebih dalam tentang ilmu dan jurus PS. Bisa jadi mereka memang mengampu jurus yang tinggi tetapi masih miskin pengalaman. Mereka belum memiliki pengalaman menangani  berbagai kasus baik internal maupun eksternal dalam PS dengan menggunakan jurus jurus dal ilmu PS itu sendiri. Oleh karenanya maka maaf adalah sesuatu yang sangat tepat.

Toh mereka tidak tahu dan tidak kenal benar siapa yang mereka latih, beberapa nama yang mereka panggil ketika akan latihan itu seperti sudah kenal lama layaknya, memang mereka sudah lama kenal di FB, bukan hanya kenal belaka, tetapi sempat pula berdiskusi dan bahkan berdebat, tetapi nampaknya mereka belum tahu bahwa mereka itu semua masih terbilang baru dalam PS, mereka baru halusan awal, Baru Yudi yang telah mencapai halusan 6 (pertengahan) mereka masih harus belajar banyak tentang PS. Apalagi Ibu Netti yang mereka ajak berdebat di FB tentang cara mendidik anak. Mereka tidak tahu siapa Ibu Netti yang seorang diri membesarkan anaknya, dan ibu sangat berharap PS bisa membawa anaknya pada kesempurnaan sebagai anak satu satunya yang dibanggakan. Namapak sekali bahwa para senior kita kurang berpengalaman dalam berkomunikasi secara baik baik dengan audien. Tetapi sekali lagi marilah kita maafkan mereka itu. Mereka adalah Saudara kita juga.

Yang paling peting bagi PS Lampung adalah memperbaiki kembali segala sesuatu yang telah rusak akibat salah pengertian ini.  Semoga saja ini ada hikmahnya, yang akan membawa pencerahan bagi kita semua. dan kita harus yakin kita memiliki kemampuan mencapai sesuatu yang lebih baik. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Marilah kita bersama berpegang kepada 9 Nasehat guru Besar PS, Bang Zen Zyulkarnai Panjaitan, dan kita bantu perjuangannya.

Baca Juga :

 

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

1 thought on “PR Pasca Kunjungan Mu (H/S) ibah”

  1. Terima kasih pak, sangat bermanfaat, semoga kita semua dapat melaksanakan pesan guru besar yang tentunya untuk kebaikan kita semua, amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s