Pertemuan Yang Kurang Dimanfaatkan ?

 

Fachruddin PS LampungKepada sejumlah anggota telah diperintahkan untuk menyimak dan bahkan perlu mencatat selengkap mungkin terhadap hal hal yang sangat penting dan memiliki bobot pendidikan dalam kedatangan para senior Yogyakarta. Dikhabarkan sejumlah senior Yogyakarta akan mendampingi Guru Besar. Alhamdulillah pertemuan pasca kunjungan telah diselenggrakan, tetapi sayang dalam pertemuan itu tak satupun dapat melaporkan sesuatu yang bermutu dan harus disuri tauladani.

Apakah kalian sudah menyimak segala perkataan dan perbuatan … ? Ditanyakan

Sudah … Pak !  Jawab mereka

Lalu mana catatan kalian .. ?

Tak ada yang perlu dicatat … Pak, jawab mereka

Apa rupanya …. ?

Hanya obrol obrol kosong Pak … ?

Demikian kira kira gambaran dari pertemuan itu. Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Bang Zen. Bang Zen mengatakan : ” Sengaja Abang masuk kamar agak lama untuk memberikan kalian kesempatan untuk bicara bicara, kan sengaja datang jauh jauh karena ada sesuatu yang akan ditanyakan, akan sesuatu yang akan dibahas, tapi abang tunggu tunggu tak juga mulai mulai, malahan Abang dengar tah apa tah apa pula yang dibicarakan, maka Abang keluar lagi”. Itulah gambaran singkat suasana yang katanya kunjungan silaturrahmi yang dilakukan dengan cara menguras energi dan cukup menyita waktu.

Para anggota PS lampung mohon maaf bila tidak mampu membuat catatan yang bagus, selain apa yang telah disampaikan oleh Guru Besar langsung. Seorang anggota PS lampung bicara … masak Iya kami akan melaporkan kalo kami ditembak oleh tamu, dan masa kami harus menceritakan masalah masalah seperti itu, mereka katakan bahwa itu sempat gencar di mulai sebelum kedatangan dan bahkan setelah berada di bengkel … beberapa anggota bergegas pulang, mereka ketakutan. Tetapi itu semua menghilang dan sirna  ketika Bang Zen tiba di Bengkel.

Ketika ditembak … apa yang kalian lakukan … ?.

Kami pura pura Enggak tahu Pak … ?

Tak perlu terkejut, begitulah PS jika sedang berada pada suatu tempat yang dirasakan kurang aman dan nyaman, mungkin itu hanya pagar saja. Itu semua artinya kalian belum meyakinkan benar akan memiliki kemampuan untuk melindungi para tamu.  Untuk lain kali  yakinkan betul kepada para tamu bahwa mereka aman bersama kita, itulah cara tuan rumah yang baik.

Yang kalian disuruh catat itu adalah jika ada berbagai koreksi baik dari Guru Besar maupun para senior, begitu juga berbagai petunjuk petunjuk, yang mungkin saja   ada sesuatu yang baru yang kita belum tahu. Karena kedatangan mereka adalah mendampingi Kunjungan Guru Besar, dan Guru Besar membutuhkan bantuan kepada sekian banyak senior, tentu saja karena banyak  hal yang akan didisampaikan sehingga Guru Besar merasa perlu untuk berbagi  tugas dengan para senior.  Itu setidaknya ketika kami berusaha menduga duga, karena memang tidak ada kejelasan resmi sejak awal menerima informasi akan terjadinya kunjungan ini.

Bila itu kunjungan silaturrahmi seperti apada umumnya, hendaknya kedua belah pihak sebelumnya telah mencapai kesepakatan kesepakatan akan maksud dan tujuan kunjungan yang untuk mencapai itu disepakati pula sejumlah agenda acara yang harus terfasilitasi dengan baik, sehingga agenda terlaksana secara optimal dan maksud serta tujuan dapat tercapai pula. Suatu kunjungan orghanisasi hendaknya memiliki kesamaan dan kesepakatan, jangan sampai masing masing pengunjung memiliki target dan sasaran sendiri sendiri, sehingga obrolan dan bahkan pembicaraan menjadi tidak focus dan bahkan terjebak kepada pembicaraan kosong yang sangat sia sia.

Kunjungan silaturrahmi itu pada umumnya, walaupun kita ada dalam satu wadah organisasi, tetapi dalam pertemuan yang sangat menjunjung keramahtamahan itu selalu saja diawali dengan saling memperkenalkan diri, selain menjelaskan maksud dan tujuan. Ini menjadi cukup konyol ketika ditanyakan ini folto siapa  ini siapa dan ini siapa, ternyata mereka nampak ragu ragu. Kalo gak salah ini namanya ini, kalo gak salah yang ini namanya ini dan yang ini kalo tidak salah biasa dipanggiol ini, tetapi yang ini saya gak tahu dan seterusnya. Suatu keterangan yang tentu saja menggambarkan sesuatu yang kurang baik.

Kita punya organisasi dan kita punya pimpinan, mulai sekarang marilah kita membiasakan diri untuk saling menghormati antara satu dengan yang lain, baik secara organisatoris maupun secara individu. Ketahuilah bahwa organisasi sekalipun ada ditingkat Cabang memiliki hak dan kewajiban serta memiliki keotonomian sekalipun relatif terbatas. menidakkan pimpoinan dijenjang yang bawah sekalipun adalah pelanggaran terhadao kaidah berorganisasi, yang manakala itu kita lakukan maka akan menjadi preseden buruk bagi organisasi secara keseluruhan.

Hormat-hormatlah kepada Orang lain, bila ingin dihormati orang, demikian kata Bang Zen Guru Besar PS.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s