Tambahkan Jam Terbang Para Senior

 

Fachruddin PS LampungJumlah jam terbang para senior dalam memanfaatkan ilmu dan jurus jurus PS untuk berbagai keperluan sesuai peruntukannya sejatiunya adalah ukuran kualitas PS secara keseluruhan. Semakin banyak juruys dimanfaatkan, PS akan semakin maju, dan semakin jarang para senior memanfaatkan jurus untuk berbagai keperluan, maka ilmu dan jurus PS akan mengalami stagnan. Ujicoba dan rekayasa  adalah teknik dan metoxdenya, sedangkan penggunaan jurus adalah medianya.  Pembelajaran akan berhasil manakala murid mendapatkan banyak penmgalaman belajar, pngalaman belajar akan didapatkan dari seringnya bedrsentuhan dengan media pembelajaran. Media dan pembelajaran ilmu dan jurus PS adalah jurus itu sendiri.

Senior PS yang tidak banyak menggunakan ilmu dan jurus PS untuk berbagai keperluan, maka ilmu dan jurus PS tak akan berkembang di tangannya, sementara bagi senior yang banyak memanfaatkan ilmu dan jurus PS sesuai kegunaannya akan mendapatkan banyak temuan temuan baru  melebihi apa yang pernah dikatakan oleh Guru Besar. Perkembangan dan kemajuan PS akan sangat tergantung dari jumlah senior yang memsnfaatkan ilmu dan jurus PS untuk berbagai keperluan. Ilmu dan jurus PS ini akan hancur dan sirna ditangan para senior yang tidak memanfaatkan ilmu dan jurus PS untuk berbagai keperluan hidup ini.

Itulah sebabnya perlu diwacanakan action  para senior mulai dari pengampu juruys Tikahan. Tikahan naik Mahdi harus telah mengikuti ujicoba yang diselenggarakan oleh Pengampu Mahdi dan Syahbandar. Mahdi naik Syahbandar harus telah menyelesaikan 30 kasus perbaikan jurus sehingga yang bersangkutan mengalami peningkatan dari mitis ke ontologis, dan dari ontologis ke fungsional. Syahbandar daik Payung Rasul sudah menyelesaikan minimal 30 kasus permasalahan ummat dengan yang berbeda beda, dengan menfaatkan jurus PS dan dengan menggunakan bahasa bahasa  Qurani.

Bagi pengampu jurus halusan dan tikahan seyogyanya belum dibebani dengan berbagai ujicoba, tetapi para pengampu jurus halusan dan tikahan dapat membantu atau menjadi tim ujicoba yang dilakukan oleh Pengampu Mahdi dan Tim rekayasa jurus yang dilakukan oleh pengampu Syahbandar. serta menjadi jamaah tetap kajian qurani yang diselenggarakan pengampu Payung Rasul. Pengampu Mahdi harus mengkoordinir sejumlah pengampu halusan dan Tijahan untuk menyelenggarakan berbagai ujicoba, ujicoba yang dilakukan oleh pengampu mahdi terutama adalah dalam rangka  clinics para anggota aktif baik yang mengalami sakit atau permasalahan lainnya yang selama ini menjadi penghambat yang bersangkutan untuk memiliki keterampilan dasar jurus dan ilmu PS. Keterampilan dasar itu adalah merupakan pintu gerbang untuk berprestasi dalam menuntut ilmu dan jurus PS. Pengampu Mahdi membutuhkan penyelesaian yang bersifat clinics sebanyak tiga puluh macam dan jenis permasalahan yang dihadapi oleh para anggota PS

Pengampu Syahbandar mengkoordionasi sejumlah pengampu Halusan, Tikahan dan Mahdi untuk membuat rekayasa jurus. Rekayasa jurus adalah semacam ujicoba jurus utnuk menyelesaikan permasalahan ummat  dengan jurus jurus dan ilmu PS dalam arti luas. Pengampu Syahbandar  memang dituntut untuk jeli mengidentivikasi permasalahan ummat, yang selanjutnya setelah dianalisis bersama tim, lalu diupayakan untuk menyelesaikannya dengan jurus jurus dan ilmu PS. Permasalahan mulai dari yang kecil dan ringan hingga yang sebebart beratnya, misalkan dari masalah keluarga, anak sulit di atur, kurang harmonis antara isteri dan suami, masalah karir, bisnis yang selalu merugi, serta masalah masalah berat para anggota yang dialaminya dalam kehidupan di masyarakat. Pengampu Syahbandar membutuhkan keberhasilan menyelkesaikan tiga puluh kasus, sebagai kelayakan mendapatkan jurus yang lebih tinggi, yaitu Payung Rasul.

Pengampu Payung Rasul  adalah seseorang yang selalu menjadi narasumber baik bagi ujicoba yang dilakukan oleh Mahdi maupun Rekayasa Jurus yang dilakukan Pengampu Syahbandar. Dalam bertindak sebagai narasumber Pengampu Payung Rasul harus lebih banyak mengacu kepada Al-Quran dibanding acuan ke lain sumber, setidaknya dalam skala  4 : 6 untuk Al-Quran. Pengampu Mahdi harus memiliki kemampuan untuk mejelaskan segala sesuatunya tentang PS dengan pendekatan Qurani. Pengampu Payung Rasul harus menjadi penterjemah segala sesuatu yang berkembang baik dalam internal PS maupun dalam masyarakat dengan pendekatan Al-Quran.

Pengampu Mahdi melaksanakan aktivitas clinics dalam masalah internal anggota PS,  Pengampu Syahbandar melakuakn rekayasa jurus PS dan pengampu payung Rasul menjadi narasumber atas aktivitas Mahdi dan Syahbandar sebenarnya tidaklah seberat apa yang kita bayangkan manakala aktivitas ini semua telah dilakukan sejak awal mula masuk PS. Artinya ketika halusan dan Tikahan menjadi Tim Ujicoba dan rekayasa jurus. Sejak saat itu pula selalu saja mendengar berbagai penjelasan dan arahan dar pengampu Payung Rasul dengan pendekatan Qurani. Ada tiga puluh kasus dari seorang pengampu Mahdi, yang berarti kelipatannya bagi Pengampu mahdi yang lain. Demikian juga bila Ia aktif sebagai Tim Rekayasa Jurus yang dilaksanakan oleh Pengampu Syahbandar, setidaknya seorang Sayhbandar menangani tiga puluh kasus sebagai prasyarat neik jurus Payung Rasul.

Bila sistem ini dilakukan maka pada masa yang akan datang PS akan memiliki kemampuan untuk membuktikan benar benar telah menciptakan generasi Qurani, seluk beluk ilmu dan jurus PS bersandar pada Quran, ujicoba jurus berdasarkan al-Quran, rekayasa Jurus juga berdasarkan pendekatan Al-Quran dan seorang pengampu Payung Rasul juga adalah sebagai orang yang sangat mengerti tentang Al-Quran.  Segala permasalahan yang dialami oleh pra anggota di bawah asuhan  seorang pengampu Mahdi adalah berdasarkan arahan dari Payung Rasul berdasarkan al-Quran.  Demikian juga penyelesaian masalah  yang dialami ummat dibawah pengampu Syahbandar dicarikan jalan keluarnya dengan memanfatkan ilmu dan jurus PS di bawah arahan penganpu Payung Rasul, juga berdasarkan al-Quran.  Kita mulai dari sekarang, pada saatnya kelsak kita semua akan merasakan manfaatnya. Insya Allah.

Baca Juga :

 

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s