Sensitivitas Pengampu Syahbandar.

Masjid Agung Palembang2

Masjid Agung Palembang
Masjid Agung Palembang

Tulisan ini terinspirasi dari Khutbah Sang Khatib di Masjid Agung Palembang  Sumsel Jum’at tanggal  9 Mei 2014. Sengaja saya mendatangi masjid yang sudah saya kenal namanya selalu disebut sebut karena menyelenggrakan siaran langsung melalui RRI Studio Palembang setiap bulan Romadhon, sementara siaran itu adalah yang diselenggrakan wilayah terdekat dari Lampung. Tentu saja siaran pavorit kami adalah siaran itu, dan suara yang paling merdu pada saat itu adalah suara mengaji al-Quran, suara beduk dan suara adzan tentu saja. Baru dihari tuaku ini berkesempatan sholat di Masjid yang sangat ku anggap agung dan ku kenal sejak masa kanak kanak.

Masjid Agung Palembang5Yang paling menarik pada saat aku menyimak Khutbah sang Khatib, beliau menjelaskan bahwa di jaman modern dan serba instan ini justeru ditandai dengan meningkatnya kualitas keragaman penyakit yang diderita manusia, anehnya lagi sumber penyakit bukanlah virus atau semacamnya, tetapi berbagai macam ragam penyakit itu justeru diawali dari hati serta pikiran. Suatu penyakit  yang bisa diderita oleh siapa saja, laki laki maupun perempuan, yang tua maupun yang muda, kaya maupun yang miskin. Orang miskin banyak yang sakit karena kemiskinan, sementara orang kaya juga banyak yang sakit justeru karena kekayaannya. Sakit semacam itu sumber penyakitnya ada di diri sendiri, demikian juga dengan kesembuhannya, ada pada dirinya sendiri pula. Tetapi pada saat ini mereka kesulitan mendapatkan pihak pihak yang mampu membimbing untuk mengobati mereka, mengobati diri sendiri.

DSC07200Akibat dari sakit yang mereka derita adalah sangat dahsayatnya, Ada suami membunuh isteri, ada isteri yang terlibat untuk membunuh suami, dan ada juga orang tua yang membunuh anaknya, dan bahkan ada juga anak yang membunuh orang tuanya.  Itu semua adalah gejala yang muncul di era modern yang ditandai dengan kemajuan sain dan teknologiAstahgfirullahul adziem. Sudah demikian parahnya kehidupan modern yang kita arungi ini, sadar atau tidak kita ini sebenarnya telah terombang ambingkan oleh kemajuan sain dan teknologi. Demikian tingginmya permasalahan ummat, dan nampaknya belum ada pihak pihak yang dengan serius meneliti dan mendalami berbagai aspek, serta upaya untuk mengatasinya. Pada masa dahulu kita merasa lebih tenteram, karena kita sama sama susah. Tetapi pada saat ini kita ada jurang yang menganga antara kaya di satu pihak dengan orang kaya dipihak yang lain.  Bermacam kebodohan dan ketertinggalan serta kemiskinan di satu pihak, sementara kemajuan sain dan teknologi di pihak yang lain. Jurang jurang pemisah menganga hampir di segala lini, jurang itulah yang merupakan sumber segala penyakit itu.

Adalah merupakan tugas pengampu Syahbandar untuk mempertajam diri guna memahami persoalan yang didapi ummat. Seperti apa yang dikatakan oeh Khotib tersebut di atas. Bahwa kemajuan sain dan teknologi telah menghantar ummat untuk berhadapan dengan efek buruknya, tetapi hal tersebut juga terkondisi  akibat kebodohan dan kemiskinan. Lalu akibat dari itu semua adalah sangat luasnya persoalan persoalan yang harus dihadapi ummat. Maka tidaklah sepantasnya bila pengampu Syahbandar akan berpangku tangan saja, sementara ditanganna telah tergenggam kemampuan yang sangat langka dimiliki orang lain. Orang lain tidak memiliki ilmu dan jurus PS yang telah didalami oleh pengampu Syahbandar selam belasan bahkan hingga dua puluhan tahun lebih, maka akan sangat disayangkan  bila ilmu itu akan dibiarkan tenggelam dalam kesibukan sehari hari.

Tidak bisa secara dadakan tiba tiba saja setelah kita mengampu Sayhbandar baru akan mengaplikasikan ilmu dan jurus kita bagi ummat. Tidak bisa muncul begitu saja sensitivitas para Pengampu Syahbandar akan muncul.  tetapi itu semua harus dilakukan sedkit demi sedikit sejak kita halusan dan tikahan, pada saat itu adalah kesempatan emas yang terbuka bagi kita untuk menimba pengalaman bersama pengampu Mahdi untuk melaksanakan ujicoba dan bersama Pengampu Syahbandar untuk melaksanakan rekaya jurus. Dan sekaligus dibawah bimbingan Pengampu Payung Rasul yang setiap bicara selalu berdasarkan al-Quran. Andaikan pengalaman itu dikumpuilkan sedikit demi sedikit maka  maka apa yang harus dilakukan oleh Pengampu jurus Syahbandar  bukanlah sesuatu yang sulit dan tidak mungkin.

Apalagi ketika mengampu jurus Mahdi telah melaksanakan aktivitas ujicoba terhadap 30 kasus yang berbeda satu dengan yang lain, dan 30 kasus itu adalah yanmg berhasil diselesaikan. Menyelesaikan 30 kasus yang berbeda, walaupun hanya sekitar permasalahan internal anggota PS. Tetapi permasalahan itu bisa dapat dipastikan mengait ke mana-mana, sehingga akhirna akan sangat luas juga. Karena bila anggota PS itu bermasalah dan harus masuk dalam dapur ujicoba, maka permasalahan itu berarti tidak sederhana. Dan tentu saja ketidaksederhanaan permasalahan yang dihadapi itu akan menambahkan kualitas bagi pengangu Mahdi yang bertidak koordinator dalam ujicoba ini.

Denmgan demikian maka berarti ini adalah perhatian atrau peringatan bagi para Pengampu Tikahan untuk benar benar mempersiapkan diri sebelum mengambil jurus Mahdi untuk diampu, sehingga pada saat Mengampu Mahdi kita tidak kelabakan. Anda semua bisa menanyakan kepada senior senior terdahulu yang belum pernah melibatkan diri dalam aktivitasd ujicoba  maka yang bersangkutan dapat dipastikan akan kesulitan dan bahkan tidak mampu berbuat banyak dengan memanfaatkan jurus PS untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh ummat.  Seperti apa yang dimaksudkan oleh Khatib Masjid Agung Palembang Sumsel dalam Khutbahnya yang sangat menarik itu.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s