Mengenali Filosofi PS Lewat Pengampu Payung Rasul.

 

Arahan Untuk Aktivis Bengkel PS Lampung.

Fachruddin PS LampungUntuk mencapai Payung Rasul itu tidak mudah, butuh waktu belasan dan bahkan 20 tahun lebih dalam berlatih rutin tampa putus, manakala sebelumnya dia sering alpa dalam latihan, maka hampir diperkirakan mereka akan tak sanggup untuk menerima jurus Payung Rasul, atau kalaupun dipaksakan maka yang bersangkutan  akan banyak menghadapi masalah dalam mencapai dan mempertahankan kualitas minimal dari jurus Payung Rasul. Pengampu Payung Rasul adalah orang yang sudah banyak makan asam garam dalam per-PS-an. Se malas malasnya seorang pengampu Payung Rasul membaca literatur terkait dengan ilmu dan jurus PS, hanya butuh bicara beberapa menit saja yang bersangkutan sudah dapat mengetahui dia sedang berhadapan dengan anggota PS atau bukan.

Seorang pengampu Payung Rasul itu paling tidak 80% dari apa apa yang sudah diucapkan oleh Guru Besar dihapalnya. Kelebihan yang lain adalah ketidak inginannya berseberangan dengan Guru Besar, hal ini dikrenakan para pengampu jurus puncak ini memiliki kemampuan untuk mengukur jarak kepandaiannya dengan kapasitas Guru Besar. Itulah sebabnya penghianat organisasi PS ini pada umumnya justeru masih mengampu jurus menengah ke bawah.

Berbahagialah Cabang Cabang yang ada pengampu Payung Rasulnya, karena sesungguhnya pengampu Payung Rasul itu bagaikan kamus berjalan. Selain sangat memahami jurus jurus PS mereka juga sangat paham filosofi PS, dengan memahami filosofi PS maka berarti mereka juga memiliki kemudahan dalam memahami ilmu PS. Jangan terkejut bila apabila kita terpaksa mengkonfirmasi sesuatu dengan para pengampu Payung Rasul maka jawabannya hampir seragam, walaupun mereka tidak berupaya mempersamakan persepsi terlebiih dahulu, jawaban mereka itu biasanya spantanitas. Para pengampu Payung Rasul tahu persis dengan kualitas pertanyaan pertanyaan yang kita ajukan, apakah pertanyaan kita murni ingin tahu atau pertanyaan itu sebagai upaya menjustivikasi apa  yang menjadi pikirannya, apa yang sering diucapkannya, dan apa yang sering diperbuatnya.

Mengenai kecintaan terhadap PS para pengampu Payung Rasul itu tidak ada padanannya, mereka selain teruji kesetiaannya juga telah teruji ke-rutinas-annya dalam berlatih dan berkomunikasi dengan Guru Besar, janganlah terlalu berharap kita akan diberikan jurus Payung Rasul tampa adanya komunikasi yang intens dengan Guru Besar, komunikasi itu juga membutuhkan waktu bertahun tahun tampa putus. Makanya bila kita telah mengampu  Mahdi maka sejak saat itu komunikasi dengan Guru Gesar hendaknya mulai terbina dengan baik. Komunikasi dengan guru Besar itu sebaiknya adalah dibarengi dengan kemampuan memahami dan mengembangkan berbagai petunjuk Guru Besar, jangan terlalu berharap kita akan sampai Payung Rasul manakala kita bicara asal asalan dengan Guru Besar.

Itulah sebabnya maka dianjurkan kepada pengampu Mahdi sebelum memiliki keterampilan untuk berkomunikasi dengan Guru Besar dia harus berkomunikasi terlebih dahulu secara intans dengan sesama Mahdi yang lebih senior, dengan pengampu Syahbandar. Dengan komunikasi intens tersebut kita juga akan sering mendapatkan informasi informasi penting secara tak langsung dari Guru Besar, dengan cara itulah kita di daerah ini pada saatnya juga akan memiliki keterampilan dalam berkomunikasi dengan Guru Besar, setelah kita memahami etika serta anggah ungguhnya, karena berkomunikasi dengan Guru Besar itu harus memilii makna yang mendalam, pertama untuk kepentingan PS, untuk kepentingan anggota PS dan juga untuk ummat. Untuk itu maka pahamilah dahulu filosofi filosofi yang dianut oleh PS.  Sejatinya manakala kita memahami filosofinya maka kita tidak akan mengalami kesulitan dalam dalam berkomunikasi.

Cara untuk memahami filosofi PS ini yang paling praktis adalah berkomunikasilah sebanyak mungkin dengan para senior PS. Terlebih bila kita rajin berkomunikasi dengan pengampu Mahdi. Senior PS yang paling banyak mendapatkan informasi yang terbaru tentang PS adalah senior PS yang ada di sekitar Bengkel PS, yang lazim juga disebut ‘Anak Bengkel’ baik anak bengkel yang Pengurus PS ataupun bukan Pengurus PS, karena tidak semua anak bengkel adalah Pengurus PS. Rajin rajinlah berkomunikasi dengan mereka. Khususnya PS Lampung memiliki hubungan timbal balik dalam berkomunikasi itu mutlak diperlukan. Apalagi PS Lampung memiliki Blog yang sering menayangkan tulisan tulisan yang jalurnya belum sesuai dengan adat dan kebiasaan penyebaran informasi di lingkungan PS. Informasi resmi PS itu biasanya dari Guru Besar turun ke para pengampu Payung Rasul dan seterusnya menyebar. Tulisan Blog PS Lampung tiba tiba saja menyeruak ke lingkungan PS, padahal informasi di PS biasanya Top Down. Selain membaca Blog, diharapkan kalian semua pandai pandai berkomunikasi dengan para senior PS utamanya PS Yogya.   Langkanya komunikasi hanya akan menumbuhsuburkan praduga buruk. Praduga buruk itu sekarang sedang sulit dinetralisir lantaran laporan yang bersifat fitnah sudah terlanjur duluan membina komunikasi itu. Demikian hebatnya fitnah itu sehingga kebencianpun tak terelakkan kepada para aktivis Bengkel PS Lampung.

Walaupun demikian belumlah terlambat, di atas telah diuraikan serba sedikit bagaimana dengan karakter senior PS. artinya peluang komunikasi itu masih terbuka luas. Secara lambat laun komunikasi itu masih bisa dibina. Untuk diketahui bahwa sentral keilmuan PS itu adalah Guru Besar, dan Guru Besar itu ada dalam lingkaran para senior secara berlapis lapis, jadi tidak gampang untuk bisa berkomunikasi dengan Guru Besar kecuali orang daerah yang berstatus sebagai Pengurus atau pelatih, atau senior yang pernah berjasa kepada PS, sekecil apapun jasa seseorang kepada PS maka Guru Besar akan sangat menghargainya.  Di luar itu semua maka jangan terlalu berharap akan dapat melakukan komunikasi intens dengan Guru Besar tampa melalui pengalaman berkomunikasi dengan para seniopr. Pengurus dan pelatih PS di daearah atau cabang cabang memiliki saluran khusus dengan Guru Besar tampa melalui para senior PS Yogyakarta. Dan komunikasi seperti akan sulit dilakukan oleh senior biasa.

Oleh karena itu maka kenalilah para senior anda, syukur syukur bisa berkomunikasi dengan pengampu Payung Rasul.  Jangan terlau dihiraukan akan ketidak bersahabatan mereka selama ini, hukum kausalitas itu berlaku ketidak bersahabatan itu adalah dikarenakan mereka termakan oleh laporan laporan yang bersifat fitnah, wajar saja sebagai manusia ada kelemahannya. Tetapi perhatikan saja bagaimana tindak tanduk para senior ketika datag ke Lampung, mereka menghabiskan waktu yang demikian banyak untuk membuat guyon guna mencairkan suasana yang terasa kaku di bengkel PS Lampung. Tetapi semua kita tahu kekakuan itu tidak lain diakibatkan oleh sesuatu yang cukupo menyakitkan, tetapi sudahlah, tak gunanya itu diperpanjang. Biarlah Saya, Ishak dan Ami yang merasakan dan menanggung itu semua, tetapi para aktivis yang lain tak perlu ikut ikutan. Kalian masih muda muda, dan jurus kalianpun toh masih halusan, kata kata buruk yang dilontarkan itu bukan untuk kalian, mereka semua baik baik untuk anda semua, berbaik sangkalah kepada mereka semuanya.

Palembang, 12 Mei 2914.

 

Baca Juga :

 

 

 

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s