Mengkemas Produk PS.

 

Fachruddin PS LampungKemampuan ilmu dan jurus PS di mata anggota PS tak dapat diragukan lagi luar baiasa dahsyatnya. Walaupun jurusnya, adalah gerakan yang hanya begitu begitu saja, tetapi efeknya adalah luar biasa. Tetapi apakah masyarakat nanti akan mampu merasakan efek itu, jawabnya bisa. Tetapi apakah orang di luar PS akan percaya,  tentu tergantung terhadap kemasannya, … ya ..  kemasan bagi sebuah produk dagang adalah sangat penting adanya. Tetapi kemasan bagi ilmu dan jurus PS memang tidak identik dengan pemasaran barang dagangan. Tetapi ketika kemanfaatan ilmu dan jurus PS manakala kita peruntukkan bagi ummat, maka tentu saja sulit bagi ummat akan percaya, sebelum mereka masuk PS terlebih dahulu. Bila ingin membuat masyarakat percaya kepada PS tampa harus masuk dan bergabung dengan PS, maka itu membutuhkan sebuah kemasan.

Jurus PS yang terbilang aneh itu membuat para aktivis, senior dan Pengurus sering mendapat kesulitan dalam memilih bahasa dalam menjelaskan PS itu apa, ibarat produk makanan, walaupun bumbu bumbunya telah kita jelaskan orang tak akan merasa tertarik, bila hanya diperkenalkan dengan bumbunya saja. apalagi bumbu bumbu itu terdiri bahan bahan yang termasuk streng, jika bukan ahli bumbu, maka yang bersangkutan sulit untuk memahaminya, dan apalagi akan tertarik. Oleh karenanya produk suatu makanan harus diiming imingi rasa dan atau istilah serta nama yang manakala disebut akan mengingatkan akan sesuatu.

Pada saat ini adalah era sain dan teknologi, serta penggunaan rasio, bila tidak boleh dikatakan mendewakanya. Oleh karenanya manakala ada suatu informasi tentang sesuatu manakala tidak dibarengi rasio yang demikian akrab dengan sain dan teknologi itu maka informasi itu salah salah dianggap informasi sampah yang tak ada guna sama sekali selain mendatangkan folusi. Sekalipun informasi yang kita sampaikan itu sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan, karena kita sendiri telah memiliki pengalaman tentang itu, tetapi manakala serempak orang yang kurang paham itu menyebutnya sampah, maka orang banyakpun akan mengira bahwa informasi yang kita sampaikan itu adalah benar benar sampah. Kesalahan kata yang dikatakan secara terus menerus dan apalagi oleh banyak orang, maka lama kelamaan orang akan mengira bahwa kata yang salah tadi adalah sebagai sesuatu yang benar.

Marilah kita belajar dari sebuah produk yang sesungguhnya sudah jadi dan siap di lounching produk yang bagus untuk dikonsumsi oleh anak anak,  Tetapi produser mengharuskan melakukan survey terlebih dahulu akan keinginan para orang tua, dengan menampilkan sejumlah nama orang orang tersohor, seperti olahragawan, artis, pelawak, ilmuan, jenderal, pejabat negara, pengusaha dan lain sebagainya. Maka ketika hasil,survey menyebutkan bahwa orang tua memilih seorang olahragawan dan menginginkan anaknya kelak menjadi seorang olahragawan, sebut saja seperti Ronaldo umpamanya. Maka sekalipun komponen produk untuk sanak anak itu tidak lagi harus diubah, maka reklame yang dikeluarkan harus sesuai dengan hasil survey itu tadi yaitu agar anaknya menjadi olahragawan sekelas Ronaldo, maka minumlah produk ini.

Ketika Bang Asfan terenyuh hatinya melihat ummat Islam yang demikian tertekan akibat manuver politik PKI, sehingga banyak ummat yang memiliki hati nyali yang ciut maka bang Asfan menyusun kata kata yang mendorong semangat kegagahan, keperkasaan, serta keberanian. Memang kata kata itu sedikit terkesan kasar, tetapi hasilnyapun  memang luar biasa, dan bisa dibuktikan secara langsung. Tetapi kini semua telah berubah … kata Bang Asfan sepulang beliau dari haji, permasalahan yang kta hadapi telah berubah dan berganti, maka sedikit demi sedikit ini PS ini akan kita sesuaikan dengan kemajuan zaman. Sejak saat itu Bang Asfan dalam ceramah ceramahnya di ‘PS Lampung’ sudah mulai berbicara politik Islam serta perekonomian Islam. Sayang Allah merencanakan sesuatu yang lain, beliau belum sempat membicarakan itu secara jeklas dan tegas, beliaupun telah meninggalkan kita semua. Ada satu kata kata yang selalu saya ingat kata belaiu kepada saya “Belajarlah banyak banyak … karena yang akan kalian hadapi di masa yang datang banyak orang pintar”.

Palembang, 13 Mei 2014

Baca Juga :

 

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s