Jurus PS Itu Alat Produksi

Fachruddin PS LampungBanyak anggota PS seangkatan saya, akkhir tahun 80-an, mengira bahwa jurus PS itu adalah produk final PS.  Sejak dahulu itu bertentangan dengan pendapat saya, sejak baru masuk PS saya katakan kepada teman teman seangkatan bahwa jurus PS itu alat produksi, dan kita harus membuat produk dengan jurus jurus PS. Jika jurus itu setelah diterima oleh Bang Asfan sebagai Guru Besar, jurus jurus itu telah melampaui bernagai ujicoba, hingga jurus itu dinyatakan sempurna. Bang Asfan juga yang melakukan Islamisasi jurus PS, atas saran dan arahan tiga orang ulama besar yaitu Hamka, Ali Maksum dan Ar, Fachruddin. Tetapi jurus itu bukan produk final melainkan untuk membuat produk PS, sesuai dengan kemajuan sain dan teknologi,

Dengan jurus PS kita memiliki kemampuan untuk membuat berbagai produk, dan dalam membuat produk itu tentu saja harus mempertimbangkan kebutuhan dan nilai jual, dan tentu saja juga akan mempertimbangkan segi marketing atas apa yang kita produk itu bagi ummat. Adalah sangat disesalkan manakala produk itu hanya kita peruntukkan untuk kita sendiri, demikian dahsyatnya jurus jurus PS dan kemampuannya membuat produk yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, lalu mengapa produk itu tidak kita ciptakan. Ketahuilah bahwa kita tidak mungkin dapat membuat produk yang canggih dan besar, tetapi pengalaman demi pengalaman harus kita ciptakan untuk membuat produk yang sedikit demi sedikit, lalu lama lama akan menjadi produk yang besar dan luar biasa.

Untuk merintis itu semua Pelatih di bengkel PS Lampung telah diarahkan untuk menanyakan kepada para anggota baru, tentang apa persoalan yang selama ini mengganjal, dan apa yang diharapkan dari PS.  Ketika ditanyakan seperti itu, ada diantaranya yang masuk PS sekedar menginginkan kesembuhan dari penyakit yang dideritanya bertahun tahu, ada yang berprestasi dalam study dan lain lain, itu antara lain yang didapatkan dari hasil wawancara. Lalu setelah para anggota baru ini menamatkan hingga kasaran sepuluh dan dilantik bimbinganpun akan tetap dilaksanakan. Memang adalah mnerupakan kerja keras untuk membimbing mereka, karena targetkita adalah bagaimana  agar mereka mampu melaksanakan sendiri dalam upaya mencapai keinginan mereka dalam masuk PS, yang itu sewmua harus dicapai dengan jurus jurus PS.

Seperti apa yang sering dikatakan oleh Guru Besar bahwa ‘apa yang diperbuat, itu yang kau dapat’  benar benar harus ditindaklanjuti, bukan hanya sebatas kata kata. Lalu yang bersangkutan kita arahkan untuk berbuat apa dengan jurus jurus PS itu. Dan untuk dikletahui bahwa dalam kesempatan itu juga sedapat mungkin kita juga memperbaiki sholatnya, bukan berarti kita mengajari sholat karena PS seperti komentar para senior, tetap saja sholat karena Allah, tetapi byukankah PS ini adalah gerakan dakwah. Kita juga mengarahkan agar yang bersangkutan selain membca al-Quran juga membaca literatur literatur terkait. Dengan kata lain untuk itu semua jelas berlatih jurus saja itu tidak cukup. Ini juga berarti bahwa jurus PS itu bukan produk akhir, melainkan alat untuk membuat produk.

Pelatih diharapkan untuk mencatat upaya upaya yang telah ditempuh dalam pembimbingan kepada para anggota yang ingin mencapai sesuatu dalam berlatih jurus PS, dan juiga mencatat beberapa hasil dan perkembangannya, untuk dibahas bersama Pengurus, dan bahkan Pengurus mamfasilitasi untuk terselenggaranya diseminasi atas catatan catatan yang telah disusun. Melaksanakan program ini memang membutuhkan keterlibatan banyak orang, karena tidak ada seseorang yang bisa mengetahui segalanya. Ilmu pengetahuan kita ini akan mendalam bila kita menempuh jalur spesialisasi. Bila kita berusaha menguasai semuanya, maka kemampuan kita hanya akan mencapai kulit kuylitnya saja. Dengan demikian maka berarti jurus jurus PS ini bila akan digunakan membuat produk produk sesuai dengan kebutuhan anggota, maka membutuhkan banyak orang dan banyak disiplin ilmu pengetahuan.

Dengan demikian, walaupun ujicoba jurus terkait dngan upaya upaya membuat produk tertentu untuk kepentingan anggota, berarti membutuhkan tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, sehingga selain akan memudahkan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan serta penentuan   langkah langkah yang akan ditempuh, sebagai implementasi dari apa yang dikatakan oleh Guru Besar bahwa di PS ini berlaku rumus dan prinsip ‘apa yang diperbuat itu yang didapat’. apa yang dikatakan oleh Guru Besar itu bukan menjadi alasan bagi kita semua untuk tidak dapat apa apa dalam berlatih PS.

Baca Juga :

 

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s