Guru Besar PS : Teruskan Menulis Di Blog PS Lampung.

Fachruddin PS LampungLama sekali aku mempertimbangkan untuk menuliskan sebagian yang terpenting dari pengarahan Guru Besar PS Bang Zen ketika beliau berada di Palembang, karena sebelumnya aku sempat berfikir untuk menyudahi tulisan tulisan itu di serta menutup blog itu, lantaran aku tak mampu melihat manfaatnya bagi para senior PS, kesimpulan itu tentu saja beranjak dari bagaimana cara para senior merespon tulisan tulisan itu. Tetapi setelah kujumpa Guru Besar dan beliau secara langsung memberikan pengarahan kepadaku maka niat mengehentikan menulis di blog ini jadi kupendam dalam dalam. Setidaknya aku akan bercerita prihal pengarahan yang sangat penting itu, karena semakin aku lupakan semakin ucapan beliau terngiang ditelingaku.

Tak perlulah rasanya aku membaca keseluruhan isi blog itu apalagi Fachruddin yang menulisnya, yang aku tahu sudah puluhan tahun bergabung di PS, sudah tak terhitung lagi kita menghabiskan malam malam ketika berada di Lampung untuk membicarakan masalah PS ini, sampai aku pada kesimpulan maka pemikioran Fachruddin adalah sama saja dengan pemikioran para senior PS lainnya, kalian semua bicara tentang PS telah berada pada koridor ketauhidan akidah Islamiyah. Maka jikapun ada perbedaan perbedaan antara penulis dengan para senior PS itu adalah karena belum menemukan sistem komunikasi yang baik saja, padahal sesungguhnya kalian semua berada pada jalur yang sama, sekalipun terkesan masing masing berada pasisi yang beda.

Bang Zen bercerita, bahwa dahulu pernah datang sebuah undangan kepada Guru Besar untuk menjadi narasumber dalam suatu seminar, dan dalam seminar itu akan disandingkan dengan zseorang akademisi kenamaan, lalu Guru Besar menolak undangan itu lantaran akan terjadi kesulitan dalam berkomunikasi antara seorang senior PS dengan seorang pengamat sekalipun bila yang bersangkutan belum pernah belajar tentang PS. Karena bicara tentang PS kita tidak cukup dengan luasnya wawasan serta referensi yang dimiliki, bila tidak juga disertai pengalaman langsung membuat jurus jurus PS. Saya mentolerir perbedaan sesama senior PS yang disemangati untuk tetap berada di PS untuk lebih mendalami ilmu ilmu PS dibanding berbeda dengan pihak luar PS. Karena PS ini tidak bisa hanya dijelaskan dengan kata kata belaka, melainkan juga harus mengalami sesuatu bersama jurus jurus PS.

Sering seringlah berdiskusi bersama antar sesama orang orang yang memahami jurus PS, tetapi dalam berdiskusi itu pahamilah dahulu materi yang didiskusikan, serta kenali juga orang yang kita hadapi dalam berdiskusi. Diskusi tidak akan ada manfaatnya bila yang bersangkutan tidak memahami materi yang didiskusikan dan juga tidak mengenali orang yang dihadapi dalam berdiskusi. Apalagi belum apa apa sudah menyalahkan, belum lagi mengidentifikasi pemikiran lawan diskusi tiba tiba sudah menyalahkan dan apalagi dengan cara maki maki. Berdiskusilah kalian secara cerdas, sehingga kalian mampu memberikan solusi untuk kemajuan PS secara keseluruhan.

Demikian antara lain petunjuk Guru Besar.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

1 thought on “Guru Besar PS : Teruskan Menulis Di Blog PS Lampung.”

  1. Memang harus direnungkan secara lebih mendalam tentang untung ruginya membuka wacana dan wawasan tentang kedlaman ilmu PS, apalagi para senior nampaknya memang belum membutuhkan hal hal yang seperti itu. Bisa saja pemikiran seperti itu baru dibutuhkan nanti di masa masa mendatang.
    Apa yang tertulis di blok ini sudah cukup banyak, dan sudah sangat banyak pula menuai sumpah serapah dan caci maki. Sungguh malu rasanya membaca reaksi para senior itu, tetapi itulah yang harus diterima sebagai kenyataan,
    Secara pribadi saya mengira setelah berjumpa dengan Gurui Besar secara langsung Guru Besar akan melarang penulis melanjutkan tulisan tulisannya tentang PS, tetapi kenyataanya justeru sebaliknya.
    Barangkali tulisan itu ada baiknya biula kita akan runungkan dalam dalam, tetapi setelah para senior berreaksi terhadap tulisan itu maka dirasakan bahwa manfaatnya jauh lebih kecil dibanding mudhoratnya.
    Saya sanhgat meyakini bahwa sebegitu banyak yang sudah ditulis, tetapi jauh lebih banyak lagi yang belum ditulis. Karena kita memang sudah puluhan tahun ada di PS, sudah banyak asam garam yang kita makan, sudah banyak poeristiwa yang kita hadapi, sudah tak terhitung kritik dan saran dari dalam maupun luar PS yang kita dengan, maka wajar sajalah bila masih masih banyak bahan yang dapat dituliskan.
    Tetapi sekali lagi saya menghimbau kepoada penulis untuk mempertimbangkan lebih cermat untuk diteruskan dan atau disudahi saja menulis tentang PS itu.
    AMI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s