Menuju Payung Rasul, Menuju Kecerdasan Kenabian

DITANGAN PAYUNG RASUL BERHASIL TIDAKNYA PS MENCIPTAKAN GENERASI QURANI
Fachruddin PS LampungJurus Paripurna dilingkungan PS adalah jurus Payung Rasul, dan ciri dari pengampu Payung Rasul adalah memiliki pemahaman yang mendalam tentang al-Quran minimal terkait ke PS-an, yang ditempuh secara tahap demi tahap semenjak awal mula masuk PS dan pengenalan ABCD-nya. Mengacu kepada bahwa Rasul Muhammad SAW diutus untuk menyampaikan al-Quran kepada ummat. Kehidupan rasulullah seharu harinya adalah merupakan contoh bagaimana mengaplikasikan al-Quran dalam kehidupan sehari hari.  Berpikir, berbicara dan berbuat seperti yang dikehendaki Al-Quran  dan hendaklah dipahami bahwa  nama Payung Rasul sendiri adalah mengacu kepada itu.

Belum dikatakan sebagai pengampu Payung Rasul manakala belum mengchatamkan al-Quran, belum dikatakan pengampu Payung Rasul manakala belum merasa berkewajiban membaca al_quran setiap harinya. Belum dikatakan pengampu Payung Rasul manakala apa yang dipikirkan, apa yang dibicarakan serta apa yang diperbuat belum dapat dipastikan sepenuhnya berdasarkan al-Quran. Dan setidaknya mampu menjelaskan segala sesuatunya tentang PS terkait al-Quran, Karena secara keseluruhan maka perjuangan PS itu sejatinya adalah membentuk generasi Qurani seperti yang dicontohkan Rasul dan untuk itu maka jurus puncak PS pun dinamai Payung Rasul.

Seorang pengampu Payung Rasul secara otomatis telah tertanam kecerdasan kenabian (Prophetic Intelligence), hal itu dicapai dengan membentuk diri sebagai generasi Al-Quran. Rasulullah SAW mengatakan bahwa kuwariskan dua hal kepada ummatku yaitu al-Quran dan Haddits yang manakala berpegang kepada keduanya maka kita semua akan selamat.

Menyandarkan sesuatunya kepada al-Quran dan hadits telah dimulai sejak Kasaran, Halusan dan Tikahan. Pada saat mengampu Mahdi setidaknya telah menangani 30 kasus internal menyangkut  masalah jurus jurus PS, setelah ada 30 kasus baru yang diselesaikannya dengan merujuk kepada al-Quran dan Hadits, maka baru wajar naik Syahbandar.

Seorang pengampu Syahbandar setidaknya telah menangani dan menyelesaikan minimal  30 kasus tentang permasalahan ummat (eksternal) dengan bersandar al-Quran dan Hadits maka baru disebut layak mendapatkan jurus Payung Rasul.

Sejatinya kasus perkasus yang ditangani oleh Mahdi dikomunikasikan antar sesama Mahdi. Kita bisa bayangkan jika ada 5 orang pengampu Mahdi maka mereka telah menangani 150 kasus internal (jurus) dengan bersandar kepada Al-Quran dan Hadits untuk mereka bicarakan dengan Syahbandar dan Payung Rasul  bahkan kepada Guru Besar.

Kita bisa membayangkan betapa hebatnya jika 5 orang pengampu Syahbandar dengan masing masing telah menangani minimal 30 kasus eksternal (permasalahan ummat) sehingga jumlah keseluryhanyya ada 150 kasus telah mampu mereka selesaikan dengan bersandar kepada al-Quran dan Hadits, lalu masalah itu dilaporkan kepada pengampu jurus Payung Rasul  dan bahkan Guru Besar. Bisa kita bayangkan betapa dahsyatnya pengetahuan seorang pengampu Payung Rasul

Sudah selayaknya para pengampu Payung Rasul memang menjadi bagian dari generasi al-Qurani, selain  minimal ada 60 kasus yang ditanganinya sendiri ketuika mengampu jurus Mahdi dan Syahbandar, maka ada ratusan kasus yang dibahasnya yang juga bersandar kepada al-Quan dan hadits baik masalah internal maupun masalah eksternal PS  ketika menerima lapopran yang dilakukan oleh pengampu Mahdi dan Syahbandar ketika akan menerima jurus yang lebih tinggi lagi. Maka kelayakan itu akan semakin melekat padanya dan secara otomatis pula pengampu Payung Rasul  memiliki kemampuan dan keterampilan serta kompetensi untuk membimbing pengampu jurus yang lebih rendah untuk mencapai jurus puncak PS, jurus paripurna sebagai bagian dari generasi Al-Quran.

Dengan demikian maka para pengampu Payung Rasul secara otomatis layak disebut sebagai pemilik kecerdasan kenabian (prophetic intelligence). Insya Allah.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s