Kuantitasisasi Hasil Ujicoba Jurus PS.

Fachruddin PS LampungSeperti apa yang dikatakan oleh Bang Zen sebagai Guru Besar PS bahwa dahulu Bang Asfan pernah melarang Pengurus PS Yojyakarta untuk menjadi narasumber dalam sebuah seminar yang menurut rencana panitia narasumber dari PS akan berdampingan dengan seorang akademisi sebagai narasumber pembanding. Bang Asfan melarang karena kedua narasumber nanti kenyataannya akan beranjak dari sisi yang berbeda. Narasumber PS nantinya akan bicara normatif kuantitatif, sementara narasumber pembanding menuntut bicara aplikatif  kuantitatif. Audien akan berpegang kepada informasi yang mudah tertangkap secara inderawi.

Itu artinya ada terjadi gap antara ilmu PS dengan dunia akademis, dan itu tidak boleh selamanya terjadi, pada suatu saat kita harus mampu merubah data data kalitatip itu menjadi data kuantitatif yang teranalisis dengan menempuh cara cara yang lazim di dunia penelitian. Tetapi untuk menuju kesana PS harus telah mengujicobakan jurus jurusnya  dengan ujicoba itu maka data yang didapatkan akan terakumulasi dan dengan sendirinya data data yang sangat mencukup itu dapat dianalisis secara kualititatip. Tetapi manakala kita memang tidak pernah ujicoba maka pengertian pengertian yang kita kumpulkan hanya sebatas data kualitatif yang sulit dikomunikasikan  secara empiris.

Data data itu akan terakumulasi dari proses ujicoba yang dilaksanakan satu persatu, sedikit demi sedikit. Ujicoba itu sebenarnya dapat dilakukan secara rekayasa, selama ini semuanya berjalan secara alami. Sesuatu dilakukan seperti penuh keterpaksaan karena dipaksa oleh keadaan, sehingga  terpaksa menggunmakan jurus untuk mengatasinya, dan bahkan hasil usaha itu sengaja ditutup tuitupi karena untuk menghindari ria, kesombongan dan lain sebagainya. Barangkali sikap seperti inilah antara lain yang bisa kita anggap keliru bila terjadi dilingkungan sebuah perguruan yang sedang mengembangkan sebuah ilmu seperti PS ini.

Pengalaman dan keberhasil adalah sesuatu yang harus kita kumpulkan untuk diketahui oleh para anggota, sehingga para anggota memiliki pegangan dalam melakukan sesuatu manakala ada pristiwa yang sama atau mirip. Semakin banyak pengalaman yang dikumpulkan maka semakin banyak pula data yang kita miliki, dan data data tersebutlah yang dapat dijadikan data kuantitatif  yang akan dengan mudah kita pahami secara inderawi.

Dalam waktu yang bersamaan maka jurus jurus PS bukanlah sesuatu yang menggantung di awang awang, tetapi merupakan sesuatu yang historical sifatnya. Tentu saja ini juga belajar dari al-Quran, bila kita mendalami ‘Ulumul al-Quran’  maka ayat ayat muhkamat indroktinatippun memiliki asbabun nuzulnya, Jadi apa yang ditulis dalam al-Quran semuanya memiliki dasar historis yang menguatkan dan bukan sekedar sesuatu yang narmatif belaka. Ajaran ajaran dalam al-Quran bukan sesuatu yang a hystoris. Maka demikian hendaknya di lingkunag PS-pun maka peruntukan peruntukan jurus itu bukan pula a hystoris, tetapi adalah sesuatu yang telah melalui ujicoba, bukan hanya ujicoba yang dahulu dilakukan oleh Guru Besar bersama  para asistennya tetapi ujicoba itu telah juga ditindaklanjuti dengan cara mengkoomfirmasi peruntulkan jurus bagi generasi kita sekarang sebagai pelanjutnya.

Dan dengan banyaknya ujicoba komfirmasi oleh anggota PS generasi sekarang maka hasilpun jauh lebih banyak dan lebih luas dan bahkan lebih mendalam, seperti apa yang tertulis dalam al-Quran bahwa kita yang sekarang harus lebih baik dari mereka yang dahulu (al-Akhiiru khoirul laka minal uula)  Hari ini harus lebih baik dari yang kemarin, bila sama dengan yang kemarin maka berarti rugi dan bila lebih jelek dari yang kemarin maka kita semua adalah laknat (al-Hadits)

Palembang,  Oktober 2014

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s