Jumpa Guru Besar Apa Yang Harus Kita Laporkan, Sebagai Pertanggungjawaban Kita.

Fachruddin PS LampungSeorang senior PS Palembang bercerita kepada Bang Zen selaku Guru Besar PS, bahwa keterampilan dasar yang diraihnya selain karena rajin berlatih dan memplopori latihan secara rutin bagi anggota PS Palembang, dia juga memplopori para tetangganya untuk sholat berjama’ah. Untuk itu dia paksakan benar kehadirannya di surau yang mereka bangun bersama itu utamanya untuk sholat maghrib, isya dan subuh, serta waktu sholat yang lain tentunya, dipaksakan dirinya untuk datang jauh sebelum waktu sholat, agar para tetangga merasa yakin bahwa di surau sudah ada teman untuk sholat berjama’ah. Nampaknya senior kita ini sangat menginginkan agar surau yang merka bangun bersama sama itu menjadi surau yang makmur, alhamdulillah usaha itu tidaklah sia sia. Dalam mengajak dia tak pernah kendur, walau memang kadang kala ada rasa kecewa ketika ajakannya tak digubris.

Tidak jarang Ia sholat sendirian utamanya subuh, Dia yang menghidupkan pengeras suara, Dia yang Azan, Dia yang Komat, Dia yang imam dan dia pula yang makmum, namun demikian cintanya kepada jama’ahnya tak pernah luntur. Belakangan baru dia sadar bahwa sejatinya dia tak pernah sholat sendirian, semula itu tampak olehnya secara samar samar, tetapi semakin hari semakin jelas, semakin jelas, sampai dia yakin benar bahwa dia tidak sholat sendirian. Namun dia tidak mau berkomunikasi dengan para makmumnya itu karena dia menyadari mereka berada pada dimensi yang lain, dan persamaanya hanyalah mendapat perintah dari Allah, “Tidak Kujadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”  Sejak itulah dia mendapatkan keterampilan dasar PS itu.

Saya menyimak dengan seksama dialog ini, dan sejatinya menunggu ada dialog  atau cerita lebih lanjut, yaitu bagaimana dia berusaha memanfaatkan keterampilan dasar PS itu untuk kesejahteraan dan kemajuan peradaban para anggota lainnya. Dan juga melaporkan kepada Guru Besar apa yang telah diperbuatnya baik bagi PS maupun di luar PS dengan memanfaatkan jurus jurus PS sesuai dengan ketinggian jurus yang diampunya. Bagi Mahdi harus melaporkan usaha clinics jurus untuk para tikahan, halusan dan kasaran. Bagi pengampu Syahbandar hendaknya melaporkan bagaimana memanfaatkan jurus jurus PS untuk kepentingan sosial, menyelesaikan prioblema sosial masyarakat. Sedangkan bagi Payung Rasul semua itu dibicarakan secara keseluruhan dengan menjadikan al-Quran sebagai sandaran.  Saya berharap dengan mendengar dialog itu selain saya bisa menebak nebak jurus apa gerangan yang telah diampunya, dan yang paling penting adalah menambah wawasan serta ilmu pendalaman ilmu PS yang sangat dahsyat ini.

Para senior hendaknya memanfaatkan waktu jumpa Guru Besar untuk melaporkan segala sesuatunya kepada Guru Besar, yang kesemuanya terkait jurus PS. Andaikan jumlah anggota pengampu Mahdi, Syahbandar dan Payunmg Rasul, maka pada saat melapor hendaknya dihadiri secara bersama, sehingga ketika ada petunjuk maka kita menerimanya secara mutawatir bersama sama, sebelum melapor maka sebaiknya masing masing tingkatan memebentuk  majelis terlebih dahulu, kecuali baru seorang diri yang mengampu jurus itu, jadi dengan demikian maka harus ada Majelis Mahdi, Majelis Syahbandar dan Majelis Payung Rasul, diskusikanlah bersama sama baru dilaporkan dan meminta petunjuk Guru Besar.  Tentu saja yang harus kita laporkan adalah tentang permasalahan yang timbul, temuan baru, upaya upaya ujicoba, keberhasilan ujicoba serta kegagalan dalam ujicoba. Nanti kita akan mendengar bersama saran dari Guru Besar, mana yang harus diteruskan, mana yang harus dihentikan, atau ada petunjuk petunjuk lainnya dari Guru Besar.

Demikian barangkali setidaknya apa seharusnya yang kita persiapkan ketika menyambut guru Besar datang ke Cabang, pada kedatangan berikutnya kita sendiri yang akan membnuat naik kelas, yaitu naiknya kualitas pelaporan kita dengan melaksanakan berbagai petunjuk Guru Besar, semua petuah Guru besar harus kita selesaikan sebelum kunjungan berikutnya, sehingga pada kunjungan berikutnya itu kita telah siap untuk mendapatkan petunjuk petunjuk yang baru lagi

Palembang 19 Oktober 2014

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s