Jurus PS itu Tuntunan Bukan Tontonan

Fachruddin PS LampungJudul diatas tak asing lagi bagi anggota PS yang sudah lama, karena kata kata itu sering dipakai Bang Asfan alm dalam ceramahnya, dan kitapun sangat terampil mensitirnya, tetapi apakah kita sudah melaksanakannya dan menindaklanjutinya, hampir dapat saya pastikan bahwa sebagian besar belum. Mereka baru pandai mengucapkan saja. Bila kita meminjam teori sosial budaya, maka para anggota dapat kita bagi menjadi tiga kelompok, kelompok pertama disebut mitis, yang sejatinya mereka belum tahu struktur ilmu PS, kelompok yang kedua disebut ontologi, mereka sudah mulai memahami struktur ilmu PS tetapi belum memeiliki keterampilan untuk melakukannya atau memanfaatkannya. Dan Kelompok yang ketiga adalah fungsional selain telah memahaminya, dia juga memiliki keterampilan untuk memanfatkannya atau memfubgsikannya.

Jurus PS akan menjadi fungsional ditangan para pengampunya manakala telah memiliki kemampuan untuk mengkonfirmasi jurus jurus dengan berlatih sesuai aturan dan kaidah yang ditentukan oleh Guru Besar dan Perguruan secara organisatoris. Ketika saya menggunakan istilah ujicoba banyak senior yang menentang karena mereka beranggapan bahwa ujicoba merupakan hak prerogatif Guru Besar. Padahal kita sebagai individu anggota sangat membutuhkan kemampuan konfirmasi dalam rangka untuk mengetahui apakah jurus kita telah dapat kita lakukan dengan benar dan memiliki kompetensi sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh Guru Besar ataukah belum, yang artinya kemampuan kita masih butuh perbaikan dari pelatih.

Anggota PS disamping harus rajin berlatih sesuai  jadual, dia juga harus memastikan akan hasil yang tercapai setelah berlatih itu, Itulah yang saya maksudkan dengan ujicoba, manakala kita belum berhasil maka berarti kita belum sempurna dalam membuat jurus. Untuk mengetahui akan hasil itu tentu saja harus dngan ujicoba, ibarat siswa di sekolah sekolah maka harus mengikuti evaluasi.tentang ketercapaian, caranya adalah dengan konnfirmasi.Kemampuan kita mengkonfirmasi keberhasilan kita belajar akan memdahkan kita untuk mempersiapkan diri dalam rangka menganstisipasi banyak permasalahan dengan jurus PS.

Menguji jurus kita bukan dengan mengajukan sejumlah soal yang harus kita selesaikan seperti disekolah, tetapi segala permasalahan yang kita hadapi atau dihadapi oleh orang lain adalah merupakan media pembalajaran, dan pada saat itu sebagai anggota PS tentu saja yang kita gunakan adalah jurus PS. Banyak para senior yang menuduih saya menghidupkan ilmu klenik dalam rangka mengembangkan kedigdayaan sehingga para anggota PS menguasai ilmu kebal.

Mereka menuduh seperti itu karena mereka belum membaca tulisan saya yang ada di blog  PS Lampung secara seksama, karena dalam blog itu jelas jelas saya menulis bahwa tantangan bagi kita sekarang ini adalah sulitnya mencari kerja dan secara otomatis juga sulit mencari rejeki. Saya katakan bahwa jurus juirus PS dapat membuka jalan bagi untuk memudahkan dalam mencari rejeki. Karena jurus jurus PS itu ternyata mampu membuka dan mengaktifkan otak kita, istimewanya otak kanan, karena pada otak kanan itu terdapat intuisi. Berdasarkan hasil penelitian terhadap sejumlah orang yang berhasil dalam bisnisnya dari semua Benua ternyata keseluruhannya mereka memiliki ketajaman intuisi di atas rata rata.

Sehubungan dengan hal tersebut maka serentak masyarakat dunia berusaha mencari cara untuk menghidupkan otak kanan generasi muda mereka. Untuk kita ketahui bersama bahwa jurus PS yang lebih banyak menggerakkan tangan dan kaki itu memiliki efek yang luar biasa bagi perkembangan otak. Gerakan tangan dan kaki kanan akan menghidupan otak kiri, sebaliknya gerakan tangan dan kaki kanan akan menghidupkan atau mengaktifkan otak kanan. Dan gerakan bersama antara tangan kanan dan tangan kiri kan memberikan efek luar bisa untuk koordinasi antara otak kanan dan otak kiri. Dan seterusnya.  .

Tetapi tentu saja kita harus meneliti ulang dengan berbagai ujicoba jurus PS itu, kita juga harus mengetahui dengan secermatnya pada gerakan mana yang benar benar signifikan memberikan efek pengemgan otak kanan maupun otak kiri. Gerakan mana pula yang harus kita tekankan dalam rangka menghidupkan intuisi. Ketika ini kita lakukan maka akan terasa sekali bahwa sejatinya jurus PS ini adalah tuntunan bukan tontonan seperti petunjuk Guru Besar, dan mari kita tindaklanjuti bersama

Palembang 27 Oktober 2014

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s